Bab 11: Racun Getah Pohon Eden

Pagi hari di Desa Nemma.

Loufi dan Leon kembali berbincang empat mata dengan membicarakan harga buah stroberi. Leon memutuskan untuk menjual buah stroberi seharga 10 silver. Loufi menerima harga tersebut lalu memesan 1.000 buah stroberi dengan total 2.000 koin emas.

Ting! Selamat telah menjual 1.000 buah stroberi. 500 poin buah telah diberikan!

Leon membungkuk dan berkata, "Terima kasih banyak sudah membeli Magic Fruit."

Berhubungan bisnis dengan Desa Nemma telah berhasil. Leon berniat untuk pulang ke rumah, tetapi Loufi menghentikannya.

"Apa kamu akan pergi tanpa menikmati pemandian air panas kami?" tanya Loufi.

"Hmm, saya akan mencobanya," jawab Leon.

Leon pergi untuk menikmati pemandian air panas.

"Open Status!" ucap Leon.

Ting! Status: 1.300 poin buah.

Buah Apel Merah: Bermanfaat untuk menyegarkan stamina (1.500 buah)

Buah Mangga: Bermanfaat untuk menyembuhkan luka luar (1.200 buah)

Buah Stroberi: Bermanfaat untuk kesehatan kulit (1.000 buah)

Leon ingin sekali pulang ke rumah untuk memetik buahnya tiba-tiba terdengar suara pelanggan mengeluh kulitnya sakit ketika selesai berendam. Bukan hanya satu pelanggan, tetapi ada banyak sekali pelanggan mengalami hal yang sama.

"Sistem lakukan pemeriksaan pemandian air panas!" ucap Leon.

Memulai pemeriksaan seluruh pemandian air panas. Sukses!

Air telah terkontaminasi racun yang mengakibatkan iritasi kulit.

Leon keluar dari pemandian air panas dan mengalami hal serupa, yaitu kulitnya gatal dan kemerahan. Namun, ada beberapa pelanggan mengalami kulit membengkak dan muncul bercak ruam di tubuh. Leon menepuk pundak orang yang mengenalinya sambil memberikan 100 buah mangga.

"Potong dan kupas kulitnya lalu berikan pada mereka!" ucap Leon.

Mereka bergegas menuruti perkataannya Leon lalu memberikan kepada pelanggan. Ajaibnya kulit iritasi langsung sembuh sehingga kemarahan pelanggan mulai mereda. Akan tetapi, terjadi hal yang sama di pemandian air panas lainnya. Seseorang datang dengan napas terengah-engah dari tadi mencari Leon karena kepala desa ingin berbicara.

Leon kembali ke kantor kepala desa. Di sana terdapat banyak sekali kertas bertuliskan keluhan pelanggan dan meminta tanggung jawab. Loufi juga menutup lima cabang pemandian air panas untuk mengurangi jumlah korban. Mereka berdiskusi untuk mengatasi masalah tersebut, bahkan Loufi meminta bantuannya Leon dan bersedia membayar jasanya.

"Saya datang hanya untuk berjualan, maaf." Ucap Leon.

Semua orang terdiam dan kebingungan, sedangkan Loufi mencoba memohon agar Leon mau membantu. Akan tetapi, Leon menghela napas sangat panjang sampai semua orang dapat mendengarnya.

"Maaf sebelumnya saya menolak membantu. Nona Loufi karena anda adalah rekan bisnis maka saya akan membantu!" ucap Leon sambil senyum.

Master, saya sudah selesai mendeteksi racunnya yang berasal dari getah pohon eden!

Leon mengeluarkan 200 buah mangga untuk diberikan kepada pelanggan yang meminta tanggung jawab. Loufi tidak mengira akan mendapatkan bantuan secara gratis.

"Air terkontaminasi getah pohon eden yang di ekstrak menjadi cari sehingga bisa membuat iritasi kulit," ucap Leon.

"Apa!" ucap Loufi dengan sangat terkejut.

Loufi menyangka ada seseorang yang sengaja menyebarkan racun tersebut untuk menghancurkan penghasilan utama Desa Nemma.

"Nona Loufi tolong beritahu di mana lokasi sumber mata air panas," ucap Leon.

Loufi mengantarkan Leon ke lokasi sumber mata air panas. Di lokasi tersebut ada orang penting yang bertugas menjaga mata air panas. Leon mulai beraksi dengan mengintimidasi mereka berlima, bahkan Loufi sendiri bisa merasakan tatapan tajam seakan menusuk.

Namun, mereka berlima menjawab semua pertanyaan Leon dengan jujur tanpa kebohongan sedikit pun. Leon sudah mempersempit pelaku karena orang dalam tidak melakukan apa pun sehingga memastikan bahwa pelaku adalah pelancong. Loufi memerintahkan seluruh penjaga untuk menahan semua pelancong, tetapi Leon menghentikannya.

"Jangan lakukan nanti pelaku bisa saja kabur. Saya akan menjebaknya di tempat ini dan hal pertama yang harus dilakukan adalah menetralisir racunnya," ucap Leon memakai sihirnya.

Cahaya menerangi sumber mata air panas seketika racun menghilang. Mereka terkejut terutama Loufi tidak menyangka bisa melihat sihir besar dari anak usia 7 tahun. Leon berencana membiarkan pelaku menyebarkan racunnya lagi lalu menangkapnya.

Tengah malam ketika lima orang penting menurunkan tingkat pemeriksaan. Pelancong itu datang sambil membawa guci berisi getah pohon eden. Saat mau dituangkan ke mata air panas tiba-tiba Leon menghentikan tubuhnya memakai sihir. Pelaku mendadak panik karena sudah terjebak dan berusaha melarikan diri secara paksa sampai terluka.

"Tangkap!" teriak Loufi.

"Tidak perlu," ucap Leon membuat dinding kasat mata.

Pelaku tidak bisa kabur ke mana pun, bahkan tidak melihat apa pun yang membuatnya tidak bisa pergi. Leon membuat penghalang bening dari sihirnya sehingga pelaku di tangkap. Masalah selesai dengan pelaku akan dipenjara seumur hidup atau hukuman mati karena telah menyerang Desa Nemma.

Sebagai rasa terima kasih, Loufi menawarkan salah satu putrinya untuk menjadi selir. Akan tetapi, Leon menolaknya walaupun harus terpaksa. Loufi tertawa, padahal hanya bercanda sehingga Leon kesal padanya. Namun, jauh di lubuk hati yang terdalam dia sangat berterima kasih atas bantuannya Leon.

"Nona Loufi jaga diri. Sampai jumpa lagi!" ucap Leon pulang ke rumahnya.

Loufi merasa lega, senang seperti Jenix dan Retour karena memilih menjadi rekan bisnisnya Leon.

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!