Bab 7: Kandungan Manfaat Buah Mangga. Part 2

Leon menyentuh lantai rumah sambil menyebarkan sejumlah Mana. Dia menyebarkan ke seluruh Desa Archi untuk menemukan keberadaan Cacing Gemma dan ternyata ada sebuah sarang jauh di dalam tanah. Jumlah Cacing Gemma di sarangnya mencapai 50 ekor dan 5 ekornya berukuran besar.

"Apa yang bisa saya bantu?" tanya Even untuk perkataan Leon tadi.

"Antarkan aku ke tempat penduduk yang terluka!" jawab Leon.

"Ayah ..." ucap Meylin pelan

Even merasa sangat lega ketika putrinya sudah siuman, tetapi kondisi tubuhnya masih lelah karena kandungan manfaat buah mangga hanya menyembuhkan luka luar. Leon memberikan apel merah dan menyuruh Even untuk membiarkan putrinya memakan buah tersebut.

Meylin memakan apel merah dan menerima efek buahnya. "Tubuhku!"

"Buah yang barusan kamu makan mempunyai kandungan manfaat untuk menyegarkan stamina." Ungkap Leon

Even sadar diri betapa berharganya buah tersebut, sedangkan dia menerimanya tanpa memberikan apa pun kepada Leon.

"Leon, apa ada yang bisa saya berikan sebagai ganti buah itu?" tanya Even gelisah

"Kalau begitu cepat antar aku ke tempat penduduk yang terluka!" ucap Leon marah

Even bergegas mengantarkan Leon menuju rumah kincir angin, sedangkan Meylin mengikuti mereka dari belakang. Di dalam sudah banyak sekali penduduk yang terluka, bahkan ada yang lukanya sudah mengeluarkan nanah. Leon juga melihat Kepala Desa Archi sibuk menangani korban yang menjerit sakit.

"Mohon bertahanlah! Hey, kalian sudah kubayar mahal lalu kenapa lukanya tidak kunjung sembuh?" tanya Retou marah dan kesal terhadap pendeta yang sudah dibayarnya.

Pendeta beralasan luka tersebut tidak akan sembuh, kecuali air suci dari Pendeta Agung. Namun, harga untuk air suci sangat mahal dan Retou sudah kehabisan hartanya. Dia kebingungan dan berekspresi sedih setiap kali mendengar jeritan penduduknya.

"Apa yang harus kulakukan?" tanya Retou.

Leon berdiri di hadapannya Retou. "Sudah aku bilang untuk mempertimbangkan bantuanku!"

"Kamu?" tanya Retou mengingat anak yang dipanggilnya bocah.

Retou kembali melihat semua penduduknya yang menjerit sakit dan keluarga korban menangis. Dia tidak mempunyai pilihan selain menerima bantuan anak kecil, tetapi Meylin menegaskan bahwa Leon pasti bisa membantu mereka yang sedang terluka.

"Aku adalah buktinya!" ucap Meylin tegas.

Retou tahu kalau putrinya Even juga terluka, tetapi dia terlihat baik-baik saja. "Saya akan membayarmu sebanyak apa pun. Jadi, tolong mereka semua!"

Leon menjentikkan jarinya seketika menciptakan pelindung sihir, sedangkan mereka yang melihatnya tampak terkejut. Selanjutnya, Leon mengeluarkan buah apel merah dan mangga sambil mengupasnya secara cepat memakai pisau kecil pemberian ibunya.

"Sisanya kuserahkan padamu, Tuan Even." ucap Leon fokus mengupas buahnya.

"Baik!" balas Even tegas.

Retou masih belum yakin dengan memakan buah bisa menyembuhkan penduduknya, bahkan buahnya terlihat asing dan beracun. Buah yang sudah dikupas lalu Even memberikannya pada yang terluka seketika sembuh. Retou yang menyaksikannya bergegas ikut membantu dan perlahan mereka berhasil mengurangi korban yang terluka.

Leon memakai sihirnya untuk menghitung jumlah penduduk Desa Archi yang mencapai 1000 ke atas. Jumlah yang banyak dan menyisakan buah apel merah sebanyak 200 buah, sedangkan mangga tersisa 150 buah. Sore harinya, mereka berhasil menyembuhkan penduduk yang terluka dan Leon sangat lelah karena tiga jam terus mengupas buahnya.

"Leon, apa kamu baik-baik saja?" tanya Even sangat khawatir.

"Tolong istirahatlah jangan memaksakan diri." ucap Retou ikut khawatir.

Tiba-tiba suara berisik dari luar rumah kincir angin berusaha masuk. Leon kembali berdiri sambil mengatur napasnya dan berkonsentrasi akan sihirnya. Leon sudah menebak kalau Cacing Gemma akan menyerang sehingga pelindung sihir yang dibuat tadi menahan mereka.

"Cacing Gemma menyerang!" teriak salah satu penduduk.

"Ayah di luar." ucap Meylin barusan dari atas melihat rumah penduduk.

Mereka bergegas ke atas dan melihat seluruh rumah penduduk sudah diberikan pelindung sihir, sedangkan Cacing Gemma mengamuk di sepanjang permukaan tanah Desa Archi. Retou sungguh menyesal karena menolak bantuan Leon dengan kasar, sedangkan anak itu masih mau menolong.

Leon kelelahan melindungi seluruh penduduk. "Astaga kalian para monster sungguh membuatku kesal, padahal aku mau berjualan!"

Leon mengamuk memakai sihir tanah lalu menciptakan tombak dari permukaan tanah dan menusuk Cacing Gemma, bahkan menghancurkan sarangnya. Monster yang mati berubah menjadi batu kristal dan Leon sudah membasmi mereka semua.

"Mereka mati?" tanya Retou seakan tidak percaya semua Cacing Gemma mati dalam sekejap mata.

Leon mendadak jatuh duduk. "Ibu, aku sudah menuruti permintaanmu."

Semua penduduk mencoba keluar rumah ketika merasa sudah aman. Mereka kembali pulang ke rumah untuk bertemu keluarganya sehingga senyum dan tangisan bahagia memeriahkan Desa Archi.

Retou meminta maaf sambil sujud. "Mohon maaf sebesar-besarnya, Leon!"

Leon masih bernapas terengah-engah. "Tidak perlu, aku melakukan ini juga karena permintaan ibuku."

Leon mengeluarkan apel merah dan menyuruh Even untuk mengupas buahnya ketika dikupas malah berantakan, bahkan daging buahnya kebanyakan dipotong. Dia terpaksa memakan sisa buah yang berhasil dikupas seketika tubuhnya kembali bertenaga.

Pendeta datang di hadapan Retou sambil meminta bayaran, tetapi penduduk marah karena mereka sama sekali tidak membantu. Kemarahan penduduk memaksa pendeta untuk segera meninggalkan Desa Archi, sedangkan Leon mendadak dipuji. Namun, Retou tidak enak hati karena tadi mendengar Leon yang datang mau berjualan. Dia mau balas budi dengan membayar semua buah yang digunakan tadi.

"Leon sebutkan harga kedua buah tadi karena saya akan membayarnya." ucap Retou.

"Kau yakin? Buah apel merah sebanyak 1010 buah, sedangkan buah mangga sebanyak 1050 buah. Apel merah seharga 5 tembaga dan buah mangga 2 silver." balas Leon.

Retou terkejut. "Astaga harganya sesuai dengan kegunaannya."

"Tentu saja karena produkku Magic Fruit sekelas item konsumsi seperti potion!" ucap Leon tegas.

Retou menghitung total harganya, yaitu untuk apel merah totalnya 202 koin emas dan mangga totalnya 420 koin emas. Jadi, total seluruhnya adalah 622 koin emas seketika Retou pusing karena harus membayarnya. Dia berpikir untuk menjadikannya utang, tetapi Leon kembali mempertegasnya dengan tidak memaksa Retou untuk membayarnya.

"Aku akan tetap membayarnya," ucap Retou tegas.

"Anda sungguh baik, Tuan. Akan tetapi, aku masih menolak pembayarannya karena tujuanku datang ke sini selain berjualan adalah menyelesaikan permintaan ibuku. Jika anda terus ingin membayarnya maka cukup bayar dengan apa yang aku inginkan," ucap Leon sambil senyum.

"Apa yang Leon inginkan?" tanya Retou.

"Berikan aku lahan kosong dan berikan aku izin keluar-masuk desa!" jawab Leon.

"Baik, saya akan segera menyiapkannya. Jadi, tolong istirahat di desa ini untuk sementara waktu," ucap Retou sambil menyuruh penjaga desa mengarahkan Leon menuju penginapan.

Leon diberikan penginapan dengan fasilitas terbaik di Desa Archi.

Ting! Selamat telah menjual 2060 buah dan total poin yang di dapatkan adalah 1030 poin buah!

"Aku sudah menebaknya!" ucap Leon berekspresi senang

Kesepakatan antara Retou dan Leon termasuk menjual dalam arti barter. Leon mendapatkan lahan kosong yang akan digunakannya untuk menanam buahnya, bahkan mempunyai izin keluar-masuk Desa Archi sehingga bebas tanpa membayar pajak keluar-masuk desa.

Leon istirahatkan dirinya dan menunggu hari esok untuk melihat lahan kosongnya.

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!