Bab 3: Target Menghasilkan 1000 Buah Apel Merah

Leon berhasil menumbuhkan tiga pohon apel merah. Awalnya, Leon bingung padahal di bumi sekali panen di satu pohon bisa mencapai 50 buah. Namun, di dunia sihir hanya menghasilkan 30-40 buah di satu pohon apel merah.

"Mungkin pengaruh dari mengalirkan Mana," ucap Leon.

Benar sekali. Master juga harus mengetahui bahwa pohon apel merah hanya bisa berbuah tiga kali. Setelahnya, pohon apel merah akan layu lalu mati!

"Oh, jadi begitu." ucap Leon.

Leon membawa beberapa buah ke rumah. Namun, saat memperlihatkan buah tersebut seketika tangan ibu memukul dan membuang buah yang dipegang Leon. Ibu langsung memeriksa telapak tangan Leon seperti mencari tanda keanehan. Dia bernapas lega karena tidak menemukan apa pun.

"Ibu, ada apa?" tanya Leon bingung dengan sikap ibunya.

"Leon jangan bawa buah aneh dan beracun di rumah ini!" teriak ibu marah.

"Aneh? Beracun? Buah itu? Ibu tenang saja, buah ini sama sekali tidak beracun!" bantah Leon mengambil kembali buah yang dibuang ibunya.

"Leon!" teriak ibu marah besar.

"Ibu lihat, aku baik-baik saja! Buah ini sungguh tidak beracun, kok!" ucap Leon berusaha menenangkan ibunya yang lagi memegang sapu

Selagi mereka berdua berdebat. Fey mengambil satu buah dan tidak ada yang sadar lalu memakannya ketika ibu melirik sisa buah yang Leon bawa. Ibu langsung syok sambil mengeluarkan sihir penyembuh, tetapi Fey bukannya kesakitan malah berteriak "Manisnya!"

"Fey, apa buah itu tidak pahit?" tanya ibu dengan wajah kebingungan.

"Ibu tidak perlu khawatir karena buah ini sangat manis!" jawab Fey sambil lanjut makan.

Ibu langsung mencobanya dan ternyata memberikan rasa manis di mulut yang membuatnya ketagihan. Ibu langsung paham kalau buah itu tidak beracun dan 10 buah yang Leon bawakan seketika habis dimakan mereka berdua.

"Enak dan manis bukan?" tanya Leon sambil senyum.

"Kak, barusan buah apa itu?" tanya balik Fey dengan sangat penasaran nama buahnya.

"Itu adalah apel merah yang kakak tanam dan sekarang sudah panen!" jawab Leon.

"Maafkan ibu karena sudah membuang buah yang Leon panen. Warna merah pada buah dan rasa pahit biasanya menandakan buah tersebut mengandung racun. Jadi, ibu sangat terkejut melihatmu membawanya dengan tangan kosong!" ungkap ibu dengan sangat menyesal.

Sebelum memberikannya lebih baik Master menjelaskan buah tersebut agar tidak terjadi keributan seperti tadi!

"Aku lupa kalau buah apel merah memang tidak ada di dunia sihir ini. Bahkan, aku lupa kalau buah berwarna merah tidak bisa di makan di dunia ini." ucap Leon dalam hatinya.

Leon menjelaskan buah apel yang ditanamnya itu secara perlahan pada ibu dan adiknya. Mereka berdua pergi ke belakang rumah dan melihat pohon apel merah seketika terkejut. Mereka terkejut karena Leon berhasil menumbuhkan tanaman di lahan tersebut. Padahal, lahan yang dijual itu memiliki risiko jika ditanam sesuatu karena sering mati yang disebabkan adanya serangga tanah.

"Tenang, aku sudah mengatasi dan mencegah masalah itu!" ucap Leon.

"Kakak luar biasa!" balas Fey kagum melihat pohon apel merah.

Di saat itu juga, Leon meminta sesuatu untuk ibunya yaitu buah hasil panen dijadikan makanan sehari-hari agar mengurangi biaya pangan. Awalnya, ibu merasa ragu tetapi Leon memaksa agar hasil panennya itu dijadikan makanan dan sudah dipastikan keamanannya.

"Baiklah, buahnya boleh di makan!" ucap ibu sambil disuap memakai buah.

Ting! Selamat Master telah mendapatkan sebuah prestasi karena sudah mengenalkan buah apel merah di dunia sihir ini. Saya telah memberikan tas ruang yang bisa menyimpan banyak barang mirip sebelumnya.

"Benarkah? Itu sangat membantuku untuk menyimpan pasokan buah tapi apa di tas ruang itu bisa membuat buah masih dalam keadaan prima?" tanya Leon dalam hatinya.

Tentu saja, karena tas ruang bagaikan ruangan tanpa waktu.

"Bagus dengan itu, aku bisa menaiki harganya." ucap Leon dengan nada semangat.

Apa Master sudah mengenal mata uang di dunia sihir ini?

"Tentu saja, di dunia ini mata uangnya memakai koin emas, perak dan tembaga. Satu koin emas berjumlah lima silver dan satu silver berjumlah sepuluh tembaga!" jawab Leon.

Master belajar dengan baik.

"Begitulah tapi masalahnya adalah aku tidak tahu harga pasaran." ungkap Leon sambil menghela napas.

Ting! Misi baru diberikan yaitu menghasilkan 1000 buah apel merah dengan hadiah berupa 300 poin buah. Master, misi ini merupakan syarat untuk membuka evolusi pada buah apel merah. Evolusi yang dimaksud adalah menjadikan buah apel merah mengandung manfaat luar biasa, untuk lebih detailnya tolong periksa di toko buah!

Leon menggeser layer toko buah lalu masuk ke Evolusi Buah ternyata ada kandungan manfaat luar biasa yaitu menyegarkan stamina. Seketika, Leon teringat item konsumsi yang pernah ayah beli untuk menyembuhkan luka yang ibu tidak bisa sembuhkan.

"Syaratnya harus kudapatkan dan membutuhkan 200 poin buah untuk menukarkan Evolusi Buah apel merahnya. Aku semakin bersemangat untuk terus menjalani kehidupan sebagai petani buah!" teriak Leon dengan penuh semangat.

Leon teringat sesuatu tentang kedewasaan yang mana bisa masuk Kerajaan Estonia. Ibunya pernah berkata "Dewasanya seseorang ditentukan oleh umur dan minimal 15 tahun agar bisa memasuki Kerajaan mana pun termasuk Kerajaan Estonia!"

Saat ini, Leon ingin menjadikan buah dalam kondisi prima dan kandungan manfaat sebagai nilai jual nantinya di Kerajaan Estonia. Masih ada 10 tahun lagi, Leon akan memanfaatkan waktunya itu untuk menanam buah lain dan meningkatkan nilai jual buahnya agar bisa bersaing cepat dengan produk lama.

"Baiklah, mari menganalisis. Pada panen hari ini, total ada 100 buah dari tiga pohon yang masing-masing menghasilkan 30 buah tetapi salah satu pohonku ada yang 40 buah. Jika berpatokan sama 30 buah untuk satu pohon apel merah dan berharap salah satu pohon menghasilkan 40 buah maka dibutuhkan 33 pohon apel merah untuk sekali panen tapi lahan pertanianku memangnya cukup?" tanya Leon pada dirinya sendiri

Leon mengukur lahan pertaniannya dan tiga pohon apel merah yang sudah tumbuh ternyata hanya cukup dua pohon lagi berarti lahannya Leon hanya bisa menampung lima pohon apel merah.

"Lima pohon apel merah kalau tiga kali panen menghasilkan 450 buah kalau di ulang sekali lagi maka hasilnya 900 buah. Selesai dua minggu ini, aku sudah menghasilkan 160 buah jadi totalnya 1060 buah apel merah. Baiklah, mari lakukan ini dengan kunci keberhasilan adalah sabar!"

Leon mulai mengerjakan misi tersebut dengan penuh kesabaran. Hari demi hari, dia dengan giat menjadi seorang petani gigih yang terus konsisten dengan targetnya. Adiknya terkadang ikut membantu memetik buah apel merah dan setidaknya buah-buahan yang Leon panen menangani sedikit kelaparan.

Bersambung....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!