BAB 19

"Rayn, aku pulang dulu yah."

"Iya, aku antar."

Shella mengangguk sambil tersenyum kecil lalu mereka segera berjalan menuju motor Ryan. Untunglah saat itu Cinta sudah pulang. Mereka segera naik ke atas motor dan beberapa saat kemudian motor Ryan mulai melaju.

Beberapa meter dari rumah Ryan nampak Cinta sedang berdiri menunggu ojek online. Mata Ryan melebar saat melihat Cinta. Apakah Cinta akan mengenalinya.

Gawat! Ada Cinta. Jangan sampai Cinta melihat gue.

Ryan langsung menutup kaca helmnya dan mempercepat laju motornya saat melewati Cinta.

Bibir itu! Cinta melihat Ryan sekilas. Dia begitu mengenali bibir Ryan yang tak tertutup oleh kaca helm.

Mana mungkin itu Ryan. Ryan kan sedang sakit. Lagian dia pakai seragam sekolah SMA lain. Tapi bukankah itu Shella?

Cinta terus melihat sampai motor Ryan menjauh. Sangat terlihat jelas bahwa yang ada di boncengan adalah Shella. "Mungkin Shella juga habis dari rumah cowoknya di daerah sini." gumam Cinta yang menebak-nebak. Lalu beberapa saat kemudian, ojek online Cinta datang.

...***...

"Gak! Bukan kamu yang aku cintai Rayn. Bukan kamu." Shella belari menjauhiku. Aku ingin mengejarnya tapi langkah kakiku seolah berat. Ada seseorang yang menggenggam tanganku begitu hangat. Aku menolehnya. Kulihat senyuman tulus darinya yang penuh dengan kasih sayang.

"Kamu jangan mengejarnya lagi. Ada aku yang akan selalu mencintai kamu."

"Cinta!" teriak Rayn yang terbangun dari tidurnya.

Ryan yang saat itu baru memasuki kamar sedikit kaget mendengar teriakan Rayn. Dia mengernyitkan dahinya mendengar nama yang Rayn panggil. Ryan segera berjalan mendekat dan duduk di samping Rayn. "Lo mimpiin Cinta?" tanya Ryan.

"Nggak! Aku gak mimpiin Cinta." Rayn mengatur napasnya sambil mengusap wajahnya. "Shella udah pulang?" tanya Rayn tiba-tiba.

"Udah barusan gue anterin. Gue tadi liat Cinta di pinggir jalan deket rumah, untungnya dia gak liat gue."

"Yah, syukurlah. Kamu ngapain ajak Shella ke rumah?" pertanyaan Rayn yang telah tersimpan sedari tadi akhirnya keluar.

Ryan terdiam sesaat sambil menopang dagunya. "Sebenarnya gue ingin jujur sama Shella. Gue kasian sama lo. Gue tahu gimana perasaan lo sama Shella."

"Kamu gak perlu ngelakuin itu. Biar Shella bahagia sama kamu. Justru aku kasihan sama Cinta. Dia begitu mencintai kamu tapi kamu gak pernah membalas cintanya."

Ryan berusaha mencerna perkataan Rayn. Apa Rayn sudah menaruh hati pada Cinta sampai dia bisa berbicara seperti ini. Barusan saja, Rayn sampai memimpikan Cinta. "Lo pasti bisa bahagia dong dicintai Cinta sebesar itu. Cinta itu cewek yang begitu perhatian. Gue pasti seneng kalau lo bisa mencintai Cinta tapi kalau lo masih tetap mencintai Shella, gue akan mundur demi kebahagiaan lo." Ryan menepuk pundak Rayn lalu dia berjalan ke dalam kamar mandi.

Rayn kembali merebahkan badannya dan memikirkan kalimat Ryan. Apakah dia bisa mencintai Cinta? Mungkin saja bisa, karena cinta itu akan datang seiring dengan berjalannya waktu. Entah butuh proses yang lama atau sebentar tapi itu pasti. Meskipun sulit untuk mengartikannya, tapi rasa itu pasti bisa dirasakan oleh hati.

...***...

Keesokan harinya, Rayn menyusuri koridor sekolah pagi itu sambil melamun. Sampai saat itu dia masih tetap menjadi Ryan. Dia tak sadar untuk apa dia lakukan semua itu. Karena bullyan Diega? Bukan! Dia sekarang sudah merasa jika namanya adalah Ryan.

Tiba-tiba dia menabrak seseorang. Deg!! Jantung Rayn bagai berhenti berdetak saat dia melihat siapa yang dia tabrak. "Pak Teguh, maaf Pak saya tidak sengaja."

Aneh? Pak Teguh malah tersenyum pada Rayn. "Ryan, bapak begitu senang melihat perubahan kamu. Kamu sekarang lebih tenang. Tidak pernah berbuat ulah lagi. Dan yang paling penting semua nilai ulangan kamu hampir sempurna. Bapak benar-benar bangga sama kamu. Kamu harus bisa mempertahankan itu semua."

"I.. Iya pak." Pak Teguh menepuk pundak Rayn sesaat lalu pergi. Mengingat nilai ulangan, Rayn jadi kepikiran dengan Ryan. Bagaimana dengan nilai ulangannya di sekolah. Pasti turun drastis tentu saja Rayn menjadi khawatir dengan nilai-nilainya yang selama ini selalu bagus dan nyaris sempurna. Apa kata kedua orang tuanya jika mengetahui hal itu.

Rayn masuk ke dalam kelas dan langsung duduk dibangkunya. Sejumlah teman-temannya melirik tajam pada Rayn. Rayn terasa menciut. Apa akan muncul masalah baru lagi. Tiga teman sepaguyupannya, Dion, Ali dan Rangga langsung mendekati Rayn.

"Ryan lo sekarang banyak berubah yah." kata Dion sambil duduk di meja Rayn.

"Iya lo gak asyik banget sekarang." timpal Ali.

"Nongkrong jarang, main basket juga gak pernah. Lo mau jadi kutu buku sekarang. Nanti kacamata lo tebel dong." Ledek Rangga. "Dan akhirnya jadi si cupu. Hahaha." Tertawa mereka pun menggema di seluruh ruangan dengan keras.

Rayn hanya terdiam. Sebenarnya dia begitu tersinggug mendengar ucapan mereka. Dia memang Rayn bukan Ryan. Sampai kapanpun dia akan tetap jadi Rayn.

Untunglah beberapa saat kemudian guru mereka masuk ke dalam kelas, Rayn jadi terbebas dari pertanyaan-pertanyaan yang memberatkannya.

...***...

"Rayn, kamu dipanggil Bu Lisa ke ruangannya." kata salah satu temannya saat Ryan baru saja akan masuk ke dalam kelas. Ryan segera berbalik dan menuju ke ruang guru. Dengan permisi, Ryan segera masuk dan duduk di depan Bu Lisa sang wali kelas dari kelas Rayn.

"Rayn, nilai ulangan kamu akhir-akhir ini turun drastis. Kamu ada masalah?"

Gawat! Apa yang harus gue katakan. Jelas saja semua nilai Rayn turun, gue sama sekali gak bisa pelajaran IPA.

Ryan pun menjawab sekenanya. "Hmm.. tidak apa-apa, Bu. Namanya nilai kan naik turun Bu seperti harga barang di pasar."

Jawaban Ryan membuat Bu Lisa tidak habis pikir. Kenapa Rayn bisa menjawab sekonyol itu. "Rayn kamu mau bercanda sama ibu. Apa ada seseorang yang mempengaruhi kamu sampai kamu berubah seperti ini? Atau kamu sudah mempunyai pacar sekarang?" Lagi-lagi Bu Lisa melontarkan tuduhannya.

"Tidak. Saya janji saya akan belajar lebih giat lagi." Kata-kata itu yang harus dia ucapkan sedari tadi agar Bu Lisa tida semakin memperpanjang masalahnya.

"Oke. Ibu akan tunggu bukti dari ucapan kamu."

Beberapa saat kemudian Ryan keluar dari ruang guru. Dia berjalan dengan lemas menuju kelasnya.

"Rayn, ada apa kamu dipanggil Bu Lisa?" tanya Shella saat Ryan sudah duduk di bangkunya.

Ryan hanya menggaruk rambutnya. Yah, dia sangat bingung. Bagaimana dengan Rayn? Rayn pasti marah kalau dia tahu nilainya hancur semua. Padahal selama ini Rayn begitu bersikeras ingin mengajarinya mata pelajaran IPA terutama Kimia dan Fisika.

"Bukan apa-apa sih." jawab Ryan sambil memaksakan senyumnya.

"Hmm, aku tahu pasti kamu dipanggil karena nilai ulangan kamu turun drastis kan." Shella kini menatap Ryan. "Apa semua gara-gara aku? Apa aku begitu menyita waktu dan perhatian kamu."

Ryan menggelengkan kepalanya. "Nggak! Kamu salah. Nilai aku turun karena aku memang gak bisa sama pelajarannya. Aku..." Ryan seketika menghentikan ucapannya karena dia hampir saja keceplosan,

"Kamu gak bisa? Mana mungkin Rayn. Selama ini kamu yang selalu ngajarin aku." Shella terus menatap Ryan dengan sejuta pertanyaan. Baginya ini sungguh tidak mungkin. "Mungkin memang akulah penyebab nilai kamu turun."

"Maksud kamu? Shella ini bukan gara-gara kamu." Tegas Ryan sekali lagi. Tapi Shella malah membuang wajahnya. "Shill..." belum selesai pembicaraan mereka sang guru masuk ke dalam kelas.

Belum juga selesai masalah yang satu muncul masalah baru. Gimana nyelesein masalah ini? Masak iya pada akhirnya gue harus kembali jadi Ryan. Gue gak mau salah paham ini berlarut-larut. Tapi gue gak mau kehilangan Shella.

Terpopuler

Comments

Zuni Zun

Zuni Zun

muasal dari ryan ya mak thor..kasian sella,cinta,dn perasaan rayn ..,meskipun akhirnya terungkap..semngaatt

2023-05-30

1

meiy sakhaku

meiy sakhaku

udah jujur aja lah ryan sama rayn biar ga bikin pusing orang🤣

2023-04-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!