Rayn membelokkan motornya masuk ke halaman depan rumahnya. Beberapa saat kemudian saat dia turun dari sepeda motornya, Ryan pun datang. Rayn kini menatap Ryan yang juga turun dari motornya. Mereka saling bertatap. Apa mereka akan bertengkar seperti kemarin?
"Gue udah jadian sama Shella." kaya Ryan.
"Aku udah jadian sama Cinta." kata Rayn secara bersamaan.
Mereka sama-sama terkejut dan tidak menyangka jika mereka jadian dalam waktu yang sama. "Apa? Kamu jadian sama Shella?"
"Iya. Gue gak mau buat Shella kecewa lagi. Memang lo sendiri tega?"
Rayn terdiam. Kalau demi kebahagiaan Shella, dia rela. Toh setahu Shella, dia jadian sama Rayn bukan Ryan. "Iya. Tapi kamu jangan sampai memanfaatkan Shella."
"Gue udah berkali-kali bilang sama lo, gue gak akan manfaatin Shella. Shella itu beda dengan cewek-cewek lainnya." Kemudian mereka berjalan masuk ke dalam rumah sambil berbicara. "Tapi lo juga harus bisa merubah Cinta agar bisa jadi lebih baik."
Rayn membuka pintu kamarnya dan langsung duduk di atas tempat tidurnya sambil melepas sepatunya. Ryan masih mengikutinya dan duduk di sampingnya.
"Iya itu pasti. Aku rasa Cinta sekarang sudah mulai berubah. Yah, meskipun tidak mungkin bisa seperti Shella." kata Rayn sambil menatap tajam Ryan. Dia masih saja tidak rela jika membayangkan Ryan berpacaran dengan Shella.
Iya, gak akan ada gadis seperti Shella. dan gue beneran udah jatuh hati sama Shella. maafin gue Rayn.
Ryan mengalihkan pandangannya. Dia sebenarnya tidak mau mencintai gadis yang sudah dicintai oleh Rayn. Tapi apalah daya, hatinya tak kuasa menolak kehadiran cinta itu.
Beberapa saat kemudian ponsel Rayn yang masih berada di saku seragam Ryan berbunyi. Ryan langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan dari Shella. "Ka, Shella ngajak gue keluar ntar malem. Eh, maksud gue, elo. Lo aja yang keluar. Lo nikmati aja kencan pertama lo."
Belum juga menjawab, ponsel Ryan yang ada di saku Rayn juga berbunyi. Rayn langsung mengambilnya dan ada pesan whatsapp dari Cinta. Rayn menghela napas panjang. "Cinta juga ngajak kamu keluar ntar malem. Terus gimana?"
Mereka terdiam sejenak. "Ya udah biar gue yang keluar sama Cinta, lo sama Shella." kata Ryan. Dia tak bicara apa-apa lagi lalu dia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
Rayn bisa merasakan kekecewaan Ryan. Ikatan batin mereka sebenarnya memang kuat. Dia tidak pernah mengira, Ryan akan beneran jatuh hati dengan Shella. Tapi kebohongan ini tidak boleh terus-terusan dilanjutkan.
...***...
Malam itu mereka tengah bersiap-siap tanpa bicara satu sama lain. Ryan hanya setengah hati menemui Cinta. Tapi Ryan tetap berangkat. Bahkan dia berangkat terlebih dahulu. Dia tidak mau mengecewakan Cinta dan juga Rayn.
Selang beberapa saat kemudian Rayn pun berangkat. Dia menuju tempat janjian mereka yaitu di cafe "KITA". Tak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat itu. Rayn segera turun dari motornya dan berjalan menuju pintu masuk namun tak disangka dia berpapasan dengan Ryan.
"Ryan!" seketika mata Rayn melebar. Dia tak mengira bisa bertemu dengan saudara kembarnya di tempat yang sama. Apa Cinta juga mengajak janjian di tempat itu?
"Rayn kok lo ada di sini? Lo ngikutin gue?"
"Aku janjian sama Shella di sini."
"Gue juga janjian sama Cinta di sini."
Mereka saling bertatap lalu secara bersamaan menoleh ke dalam cafe. Terlihat Shella dan Cinta sedang bercengkerama sambil sesekali tertawa. Tanpa berpikir panjang mereka mengalihkan langkahnya dan bersembunyi agar tidak terlihat oleh mereka.
"Ka, kenapa mereka bisa saling kenal?" tanya Ryan pada Rayn.
"Aku juga gak tahu. Setahu aku mereka gak saling kenal." Tanda tanya besar bagi mereka. Kenapa tiba-tiba mereka bisa saling kenal dan seakrab itu?
Di dalam cafe, Shella dan Cinta masih saja terus bercerita. Baru sehari saling kenal, mereka berdua sudah merasa sangat akrab.
"Jadi nama pacar lo Ryan." kata Shella sambil tertawa.
"Iya dan nama pacar lo Rayn. Nama mereka udah kayak saudara kembar aja." Cinta juga tertawa. Mereka tidak tahu jika dua orang yang mereka bicarakan memang benar saudara kembar.
"Tapi tentunya mereka gak kembar dong."
Mereka berbicara ngalor-ngidul sampai lebih dari 30 menit tapi yang di tunggu-tunggu tak juga datang. Beberapa saat kemudian terdengar ponsel Cinta berbunyi. Rupanya panggilan dari Ryan. Segera Cinta mengangkat panggilan Ryan. "Iya. Hallo, Yan.." terdengar suara Ryan di seberang sana yang cukup panjang lebar. Entah cerita apa yang dikarang Ryan saat ini untuk menutupi kebohongannya. "Ya udah, gue ke sana sekarang." Kemudian Cinta menutup panggilan dari Ryan.
"Shell, gue pergi dulu yah. Ban Ryan tadi bocor di tengah jalan, gue harus nyusul dia." kata Cinta sambil bersiap-siap untuk pergi.
"O, ya udah. Kapan-kapan aja kita janjian lagi."
"Oke." Cinta berdiri dan langsung bergegas keluar dari cafe.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments