Mendengar keributan Ryan dan Rayn, kedua orang tua mereka keluar dari rumah.
"Ryan! Rayn! Tumben berantem kayak gini." Andini memegang Rayn sedangkan Eza memegang Ryan. Mereka berdua harus segera dilerai. Mereka memang sering bertengkar tapi biasanya Rayn selalu mengalah.
"Ada masalah apa sampai bertengkar seperti ini? Kalian itu saudara, Ayah paling tidak suka melihat kalian bertengkat.
Mendengar suara keras Ayahnya, Rayn dan Ryan hanya terdiam.
"Pokoknya kita gak mau lihat kalian bertengkar lagi. Sekarang, selesaikan masalah kalian berdua di dalam kamar, jangan keluar kalau kalian belum baikan."
Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam kamar Rayn. Masih sama-sama terdiam dengan ego masing-masing.
Ryan melenguh panjang lalu dia berjalan ke dekat jendela dan menatap langit yang masih terang benderang siang itu. Sedangkan Rayn, duduk di tepi ranjang dengan pandangan kosong. Mereka tetap dalam kediaman sampai beberapa saat.
"Kamu cinta sama Shella?" tanya Rayn memecah kebisuan mereka.
"Gue cuma mau ngebantu lo. Biar hubungan lo sama Shella ada perkembangan. Lo sendiri, apa maksud dari ciuman itu? Asal lo tahu Cinta begitu menyukai ciuman lo."
"Aku gak ada maksud apa-apa. Lo sendiri tahu kan gimana agresifnya Cinta."
Kemudian mereka kembali terdiam untuk mencari solusi yang terbaik.
"Bagaimana kalau kita jujur tentang identitas kita." usul Rayn.
"Gak!!! Gue gak akan pernah setuju. Lo tahu kan selama ini gak pernah ada yang tahu kalau kita itu saudara kembar."
"Apa salahnya mereka tahu kalau kita kembar."
Ryan menatap lagi kaca jendela, mengalihkan pandangan kesalnya pada Rayn. "Besok lo jadi gue, lo selesaiin masalah lo sama Cinta dan gue akan selesaiin masalah gue sama Shella."
"Bagaimana caranya? Tanpa mengaku, masalah itu gak akan selesai." Rayn diam beberapa saat untuk menimbang keinginan Ryan, sebelum akhirnya Rayn melanjutkan bicaranya. "Oke, kita akan tetap bertukar identitas. Aku juga gak mau bertengkar sama kamu hanya karena cewek. Aku rasa Shella butuh seseorang seperti kamu yang bisa mengungkapkan perasaannya secara terbuka. Bukan aku yang selalu menutupi perasaan."
Ryan kini membalikkan badannya dan berjalan mendekati Rayn. Dia kini duduk di samping saudara kembarnya. "Oke. gue juga akan biarin lo sama Cinta. Mungkin Cinta bisa berubah jadi lebih baik kalau sama lo."
"Tapi ingat, kamu harus bisa lebih menghargai Shella. Jangan sampai kamu mempermainkannya."
"Lo juga, jangan sampai lo mau lagi diajak ciuman sama Cinta. Oke. Deal!!"
"Deal!" mereka saling bersalaman dan tersenyum.
...***...
Jalanan yang ramai tak sedikitpun mengganggu lamunan Shella. Dia berjalan kaki di trotoar dengan pelan dan masih memikirkan semua perkataan Rayn.
Itu bukan aku?
Pernyataan dari Rayn itu menjadi tanda tanya besar baginya. Bagaimana mungkin?
Tak sengaja Shella menabrak seseorang karena dia sama sekali tak melihat ada orang yang berbelok di depannya hingga beberapa buku yang dibawanya terlepas dari tangan Shella. "Eh, maaf," ucapnya.
"Iya gak papa. Gue barusan juga gak liat." ucap gadis yang ditabrak Shella sambil membantu Shella mengambil bukunya yang terjatuh.
Mereka sama-sama berdiri dan tak disangka mereka sama-sama duduk di bangku yang berada di dekat pohon besar. "By the way nama lo siapa? Kenalin gue Cinta." kata Cinta sambil mengulurkan tangannya pada Shella.
"Nama gue Shella." Shella membalas uluran tangan Cinta. Mereka dipertemukan dengan cara yang tak terduga.
"Lo sekolah dimana?" tanya Cinta.
"Gue sekolah di SMA Negri 05. Lo sendiri?"
"Gue di SMA Negri 10. Wah sekolah kita berlawanan arah yah. Lo tadi mikirin apa sampai gak fokus?" tanya Cinta yang mencoba mengakrabkan dirinya.
"Gue lagi mikirin seseorang."
"Pacar yah?" tebak Cinta.
Shella menggelengkan kepalanya. "Bukan. Dia bukan pacar gue."
"Bukan pacar tapi kefikiran sampai gak liat orang. Sama kayak gue. Gue selama ini hanya friendzone. Gue kira dia bakal berubah tapi ternyata gak. Sikap dia sekarang malah berubah-ubah sama gue." cerita Cinta tanpa sadar. "Eh, kok gue malah curhat sama lo sih."
"Iya, gak papa. Masalah lo sama yang kayak yang gue alami saat ini. Tadi malam dia ungkapin perasannya sama gue tapi barusan ketemu di sekolah dia malah bilang kalau yang bilang semalem itu bukan dia. Aneh kan?" kata Shella yang juga mulai percaya mencurahkan hatinya pada Cinta.
"Kita kok bisa sama yah. Tadi dia juga bilang gitu sama gue. Padahal udah jelas-jelas dia bukan orang lain. Ternyata banyak yah cowok aneh di dunia ini dan sayangnya kita mencintai cowok aneh itu." Cinta menertawakan dirinya sendiri yang diikuti tertawa Shella. "Minta nomor WA dong, siapa tahu kita bisa jadi teman baik."
"Iya." Dan sejak saat itu mereka akan menjadi teman dekat. Teman dekat dari pertemuan yang tidak di sengaja. Entah sampai kapan mereka tidak menyadari bahwa seseorang yang menjadi topik curhatan mereka adalah saudara kembar. Saudara kembar yang bertukar identitas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
Opa Sujimim
kok sepi ya padahal critanya bagus
2023-07-22
0