Sesampainya di sekolah Ryan langsung bergabung mengikuti tim basketnya untuk latihan. Ryan begitu bersemangat karena beberapa hari ini dia tidak bermain basket dengan teman-temannya. Sampai tak terasa latihan pun selesai. Ryan berjalan ke pinggir lapangan dan duduk untuk menghilangkan segala rasa lelahnya.
"Ryan, ini minuman buat lo," kata Cinta yang tiba-tiba duduk di samping Ryan dan menyodorkan satu botol minuman dingin. Meskipun Cinta memang tidak ikut basket tapi dia selalu melihat Ryan latihan.
"Thanks." Ryan langsung meneguk minuman itu sampai habis karena dia memang kehausan.
Cinta terus menatap wajah Ryan dengan tersenyum. Dia teringat lagi kejadian tadi malam yang sangat berkesan baginya. Hal itu membuat pipinya bersemu merah.
"Lo kenapa liatin gue kayak gitu?" tanya Ryan yang melihat Cinta tidak seperti biasanya.
"Gue seneng banget karena lo udah berubah sama gue."
Tentu saja kata-kata Cinta membuat Ryan tidak mengerti. Berubah bagaimana? Tapi dia teringat kalau semalam Cinta jalan sama Rayn. Yah, mungkin yang dia maksud adalah Rayn. Daripada Ryan salah bicara lebih baik dia hanya diam.
Tiba-tiba Cinta menarik tangan Ryan dan mengajaknya ke kelas. Ryan pun menurutinya.
Mereka berdua duduk di dalam kelas yang sepi.
"Rik, makasih yah jaketnya. Ternyata lo perhatian banget sama gue." Cinta memberikan jaket Rayn yang dia pakai semalam. Hal itu membuat Ryan teringat juga dengan jaketnya yang dipakai oleh Shella.
Jaket? Gawat kalau Shella sampai kembaliin jaket itu ke Rayn. Rayn bisa marah sama gue. Apalagi Rayn sampai tahu kalau gue bilang cinta sama Shella.
"Yan, kok bengong?" tanya Cinta yang sedari tadi melihat ekspresi wajah Ryan.
"Eh, gak papa kok."
"Yan, setelah gue pikir-pikir, omongan lo semalam memang benar. Kita memang harus berubah jadi yang lebih baik."
Lagi-lagi Ryan hanya terdiam. Tentu saja pasti Rayn sudah menceramahi Cinta agar dia berubah.
"Tapi Yan, boleh gue minta satu hal sama lo?"
"Minta apa?" tanya Ryan sambil mengernyitkan dahinya.
Cinta nampak ragu mengungkapkannya. Sebenarnya dia tak perlu minta izin dulu untuk melakukan hal itu seperti yang biasa dia lakukan. Akhirnya dia membisikkan kata-kata itu dengan lirih tepat di samping telinga Ryan.
Gue ingin merasakannya sekali lagi. Ciuman lembut yang lo berikan semalam.
Kata-kata Cinta membuat Ryan marah. Berani sekali Rayn melakukan itu. Meskipun Cinta memang bukan pacarnya tapi dia tidak rela saudara kembarnya juga ikut merasakan bibir Cinta. Ryan langsung berdiri dari duduknya dengan penuh emosi. "Cinta lo jangan mau gitu aja dicium sama cowok lain."
Cinta ikut berdiri menatap Ryan bingung. "Ciuman dari cowok lain? Apa sih maksud lo? Udah jelas-jeas itu lo."
Ryan tak bisa menjawab lagi. Dia membalikkan badannya akan melangkah pergi dari kelas.
"Ryan! Apa maksud lo! gue gak pernah dekat dengan cowok lain kecuali sama lo!"
Ryan tak tahu harus bicara apa lagi. Yang jelas sekarang dia merasa ingin menghajar Rayn. Ryan pergi meninggalkan Cinta dengan mengepalkan tangannya.
Cinta hanya terdiam. Mengapa Ryan begitu marah padanya? Apa yang telah dia lakukan? Selama ini dia begitu sabar menunggu balasan cinta dari Ryan.
...***...
Di depan rumah mereka, Rayn dan Ryan datang secara bersamaan. Mereka langsung turun dari motor mereka masing-masing dan saling bertatap tajam. Tanpa menunggu lama lagi Ryan mendaratkan satu pukulan keras di pipi Rayn.
Bugh!!
Badan Rayn terhuyung ke belakang. Rayn meringis kesakitan memegang pipinya yang mungkin langsung membiru. Sebenarnya hatinya pun tidak kalah emosi. Dia bangkit dan pertama kali dalam hidupnya dia memukul Ryan.
Bugh!!
Satu pukulan keras dilayangkan Rayn di rahang bawah Ryan yang membuat setitik darah keluar di ujung bibir Ryan. Ryan meringis kesakitan tapi hanya sesaat.
"Pukulan yang bagus." ucap Ryan sambil menyunggingkan tawa miringnya. "Lo tahu apa kesalahan lo."
"Kamu sendiri tahu gak apa kesalahan kamu?"
"Lo yang salah ngapain lo nyalahin gue balik." Mereka mulai berseteru. Suara mereka cukup keras.
"Kamu kenapa gak cerita kalau kemaren habis jalan sama Shella. Terus apa maksud dari ucapan cinta itu. Kamu cinta sama Shella?"
Ryan terdiam sesaat. Dia memang salah sudah lancang bilang cinta pada Shella. tapi kesalahan Rayn jauh lebih dalam. "Lo sendiri, ada hak apa lo nyium Cinta."
Rayn melebarkan matanya. Dia teringat kejadian itu yang sudah membuatnya tidak bisa tidur semalaman. "Bukan aku yang mulai, tapi Cinta."
"Harusnya lo bisa tolak dia."
"Kamu tahu sendiri kan bagaimana Cinta. Bagaimana aku bisa menolaknya."
"Bilang aja kalau lo mau nyicipin Cinta juga."
"Terus apa mau kamu deketin Shella? Apa tujuan kamu bilang cinta sama Shella? Apa kamu mau ngelakuin hal yang sama pada Shella seperti apa yang udah kamu lakuin pada Cinta. Aku gak akan biarkan itu terjadi!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
Opa Sujimim
waduhhh jd berantem ni sikembar gegara cewek🤭🤭
2023-07-22
0