BAB 13

Ryan melangkahkan kakinya dengan yakin di sekolah Rayn. Hari ini dia kembali menjadi Rayn. Entah kenapa dia merasa begitu bahagia. Tentunya, karena dia akan kembali dekat dengan Shella. Seseorang yang sudah berhasil mencuri hatinya. Meskipun dia tahu Shella sebenarnya tidak mencintainya melainkan Rayn.

Dia berjalan santai menyusuri koridor kelas. Dengan kedua tangannya masuk ke dalam saku celana sambil bersenandung pelan. Tak lama dia sampai di depan kelasnya. Dia menghentikan langkahnya saat Ryan berpapasan dengan gadis yang sedari tadi menghantui pikirannya.

"Pagi Shella," sapa Ryan yang sama sekali tidak ditanggapi Shella.

Shella justru berlenggang melewati Ryan.

Ryan mengernyitkan dahinya.

Kenapa Shella bersikap dingin seperti itu. Pasti ini gara-gara Rayn kemaren. Yah, pasti Shella ngira kalau gue cuma PHP-in dia aja.

Ryan memutar langkahnya dan menyusul Shella. "Shel.." Ryan menarik tangan Shella saat berhasil menyusulnya.

Shella hanya terdiam dan tak menatap Ryan.

"Shel, maafin aku soal kemaren. Aku gak bermaksud seperti itu. Aku.."

Belum selesai Ryan berbicara, Shella sudah memotongnya. "Ka, udahlah. Aku gak tahu sama kamu yang sekarang. Sikap kamu berubah-ubah sama aku. Jadi, jangan pernah lagi kasih harapan kosong sama aku." Shella menarik tangannya tapi genggaman Ryan terlalu kuat hingga Shella gagal melepaskan.

"Shel, apa yang aku ungkapin sama kamu malam itu jujur dari dalam hati aku."

"Tapi kenapa kemaren kamu bilang kamu gak pernah ungkapin perasaan kamu?

"Karena aku gak ada keberanian buat..."

Tiba-tiba ada yang melepas tangan mereka dengan paksa. "Hentikan omong kosong lo Rayn. Sampai kapanpun lo gak akan bisa dapetin Shella. Lo itu cemen. Lo itu pengecut."

Mendengar hinaan Diega, emosi Ryan seketika tersulut. "Apa lo bilang! Lo fikir gue gak berani sama lo." Lagi-lagi mereka bertatap tajam dan sudah bersiap untuk berkelahi.

"Diega! Rayn! Udah jangan berantem." Shella berusaha melerai mereka.

Bughh!!

Satu pukulan dari Diega yang sebenarnya tertuju pada Ryan mendarat di pipi Shella. Shella langsung menangkup pipinya dan meringis kesakitan.

"Shella, maafin gue. Gue gak sengaja." Diega ingin menolong Shella tapi dengan cepat Ryan menangkis tangan Diega. "Lo lihat kan. Ini gara-gara lo. Lebih baik sekarang lo pergi."

"Gue gak sengaja. Ini semua juga gara-gara lo!"

"Udah stop!" Shella mulai kesal dengan mereka berdua. "Kalian bertengkar aja terus. Gue gak peduli." Shella melepaskan pegangan tangan Ryan lalu berjalan masuk ke dalam kelas.

Ryan segera mengikuti langkah Shella. "Shella maafin aku." Ryan kini duduk di samping Shella. menatap Shella yang masih saja memegangi pipinya. Tentu saja pipinya masih terasa sakit.

Ryan meraih tangan Shella agar dia bisa menyentuh pipinya. Mengusapnya dengan lembut berharap rasa sakit itu bisa berkurang.

Pandangan Shella kini tertuju pada Ryan. Hatinya bergetar merasakan lembutnya usapan tangan Ryan. "Kenapa sikap kamu berubah-ubah kayak gini?"

"Karena aku sedang mencari jati diri aku yang sebenarnya."

"Tapi aku bingung dengan sikap kamu Rayn."

Ryan pun menghentikan aksi jemarinya di pipi Shella. "Aku sekarang memang seperti ini. Mungkin kamu bingung dengan perubahan sikap aku. Tapi pernyataan aku kemaren malam itu serius. Aku beneran cinta sama kamu. Butuh waktu lama untuk mengumpulkan segala keberanianku. Meskipun mungkin kamu tidak membalas cintaku tapi aku lega setidaknya kamu sudah tahu cinta aku yang sebenarnya." terang Ryan meskipun kata-katanya memang terlalu formal tapi sudah cukup membuat hati Shella tersentuh.

"Rayn." Perlahan Shella meggenggam tangan Ryan. "Aku juga mencintaimu..."

Senyum bahagia mengembang di wajah Ryan. Entah mengapa hatinya merasa begitu bahagia. Meskipun dia tahu yang Shella cintai adalah Rayn. "Kalau begitu kita mulai sekarang pacaran?"

Shella mengangguk sambil tersenyum malu.

Yes!!

Ryan tersenyum bahagia. Meskipun dia harus menyamar menjadi Rayn seumur hidupnya, dia rela, asalkan dia bisa bersama Shella. Seseorang yang telah membuatnya merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya.

...***...

Rayn sebenarnya ragu menginjakkan kakinya di sekolah Ryan. Teman-teman Ryan yang begitu urakan terasa mengganggunya. Tapi dia harus melakukan ini demi Shella. Karena dia tahu Shella butuh seseorang seperti Ryan. Seseorang yang bisa dengan mudah mengungkapkan perasaannya dan tentu saja pasti bisa membahagiakannya. Takkan ada lagi kekecewaan di matanya seperti hari kemaren.

Rayn berjalan masuk ke dalam kelas dan duduk dibangku Ryan yang berada di pojok paling belakang. Melempar tasnya dan duduk dengan malas. Beberapa saat kemudian Cinta masuk. Pandangan mereka bertaut beberapa saat, sebelum akhirnya Cinta mengalihkan pandangannya dan duduk di bangkunya.

Lagi-lagi Rayn teringat kembali kejadian Sabtu malam lalu. Apa dia harus meminta maaf. Tapi tunggu dulu. Dia kan tidak tahu apa yang sudah dikatakan Ryan kemaren. Rayn berpikir sejenak. Apa dia biarkan saja Cinta cuek padanya. Tidak! Dia sudah janji pada Ryan untuk menyelesaikan masalah ini. Kali ini dia harus menunjukkan keberaniannya sebagai seorang pria.

Rayn akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Cinta. Cinta sama sekali tidak menoleh ke arahnya sampai Rayn duduk di sebelahnya.

"Cinta," panggil Rayn.

Menunggu sampai beberapa detik sampai akhirnya Cinta mau menoleh ke arahnya. "Yang duduk di sampig gue sekarang ini beneran Ryan kan?"

Deg!

Jantung Rayn bergetar hebat. Apa Cinta sudah tahu akan identitasnya? "Emang kalau gue bukan Ryan terus siapa?" kali ini Rayn benar-benar menunjukkan tampang polosnya.

Cinta tak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Rayn. "Lo lucu banget sih. Tapi gue tetap sebel sama lo. Apa maksud lo yang kemaren itu? Lo bilang yang ngelakuin Sabtu malam itu bukan lo. Lo amnesia?"

Rayn terdiam sejenak. Berikir untuk mencari alasan yang tepat. "Gue cuma ingin berubah. Gue ingin lebih bisa menghargai lo sebagai cewek. Gue mohon lo jangan berpikir yang aneh-aneh tentang perubahan gue. Gue ingin berubah jadi yang lebih baik. Jadi lo juga harus bisa mendukung gue."

"Gue seneng sama perubahan lo. Tapi Yan, apa perasaan lo berubah sama gue? Apa lo akan menjauhin gue juga? Bahkan untuk menjadi friendzone pun lo sudah gak mau lagi?" Cinta mulai khawatir akan statusnya dengan Ryan.

Lagi-lagi Rayn harus berikir dengan keras agar dia tidak salah bicara. "Maksud gue bukan gitu. Perasaan gue sama lo gak berubah. Cuma gue sekarang gak suka aja ama friendzone. Kalau emang berteman ya udah kita berteman aja. Kalau memang pacaran ya udah kita pacaran aja biar satusnya jelas."

"Apa lo bilang?" tanya Cinta memastikan pendengarannya tentang status pacaran yang disebut Rayn.

"Pa-ca-ran??" ucap Rayn ragu. Rupanya dia salah menyusun kalimat sehingga Cinta salah mengartikannya.

"Pacaran? Jadi lo ingin status kita berubah jadi pacar biar hubungan kita serius." kata Cinta dengan mata berbinarnya.

"Eh, bukan maksud gue.." Entah kenapa lidah Rayn terasa kaku. Dia tak bisa menjelaskannya pada Cinta apa maksud perkataannya. Belum juga Rayn bicara lagi, Cinta sudah memotongnya.

"Iya gue mau. Gue mau kalau kita sekarang pacaran." Cinta meraih tangan Rayn. "Ryan lo tahu, sudah lama gue menantikan saat-saat seperti ini. Akhirnya lo menyadari cinta gue."

Rayn pun menjadi tak tega membuat Cinta kecewa. Cinta memang begitu cantik saat tersenyum. Senyuman itu harusnya tidak akan hilang oleh kesakitan yang diberikan Ryan selama ini tentang harapan palsu dan semuanya. "I-iya Cin. Tapi kali ini gue akan bisa menghargai lo. Perbuatan gue sama lo sebelumnya gak usah dilakukan lagi. Lo mau kan pacaran secara sehat sama gue?"

Cinta mengangguk dengan semangat. "Gue akan dukung semua perubahan lo. Gue yakin lo yang sekarang gak akan meladeni setiap cewek yang menggoda lo."

Rayn hanya tersenyum. Ya tentulah. Dia bukan Ryan.

Dengan begini apakah permasalahan mereka akan selesai atau malah kacau? Bagaimana jika Cinta ataupun Shella mengetahui identitas mereka? Rayn dan Ryan tak pernah membayangkan betapa kecewanya mereka jika tahu selama ini mereka telah dibohongi.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!