BAB 15

Di luar cafe Rayn dan Ryan sedang mengintai. Apakah Cinta percaya dan keluar dari cafe? Ternyata Cinta beneran keluar dari cafe. "Rayn, rencana kita berhasil. Sekarang biar gue masuk ke dalam cafe." Tanpa menunggu lama lagi Ryan masuk ke dalam cafe.

Rayn menjadi bingung, bukankah yang berada di dalam cafe sekarang adalah Shella? Kenapa jadi Ryan yang menemui Shella? Mau tidak mau, Rayn yang harus menemui Cinta dan menyamar kembali menjadi Ryan.

Saat di dalam cafe, Ryan baru tersadar. Kenapa gue malah nyamperin Shella. Harusnya kan gue yang sama Cinta. Memang hati ini gak bisa dibohongi. Jika dia berbalik sudah terlambat karena Shella sudah terlanjur melihatnya.

Shella tersenyum ke arahnya, segera Ryan membalas senyumannya dan berjalan mendekat lalu duduk di depan Shella. "Maaf yah udah lama menunggu."

"Gak kok. Gak papa." Lagi-lagi Shella tersenyum dengan manisnya yang membuat Ryan terpesona. Ryan terus menatap Shella.

"Kenapa kamu liatin aku kayak gitu?" tanya Shella yang merasa malu karena Ryan terus menatapnya.

"Kamu cantik." kata Ryan yang secara spontan yang membuat merah merona pipi Shella. Entah sejak kapan seorang Rayn berani memujinya. Tentu saja karena dia adalah Ryan. Ryan yang memang sudah pandai meluluhkan hati banyak gadis.

"Sejak kapan kamu pinter ngegombal."

"Aku gak ngegombal tapi kenyataan. Semua orang pasti tahu kalau kamu itu cantik. Tapi bukan karena itu aku mencintaimu. Aku mencintaimu tanpa alasan, dan aku gak akan pernah meninggalkanmu tanpa alasan."

Shella semakin tersenyum kecil. Dia benar-benar sudah dibuat Ryan jatuh cinta.

...***...

Di dekat perempatan sebelum belokan ke arah cafe, Rayn duduk di atas sepeda motornya. Beberapa saat kemudian terlihat Cinta berlari ke arahnya. Entah mengapa tiba-tiba Rayn tersenyum pada Cinta. Sekelebat bayangan Shella melintas di matanya. Namun ternyata itu Cinta. Cinta yang begitu mencintai Ryan.

"Ryan, kenapa bisa mogok?" tanya Cinta sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.

Rayn tersenyum pada Cinta. "Sebenarnya motor aku gak mogok. Aku cuma gak mau janjian sama kamu di cafe. Yuk kamu ikut aku. Aku mau ajak kamu ke tempat yang lebih indah daripada cafe." Rayn kini mulai lancar berbicara romantis.

Cinta tersenyum bahagia.

Akhirnya aku bisa merasakan cinta kamu. Aku sangat bahagia. Sudah lama aku menantikan saat-saat seperti ini.

Cinta mengangguk lalu menaiki motor Rayn. Dia peluk tubuh Rayn dari belakang saat Rayn mulai menjalankan motornya.

Kali ini Rayn membiarkan Cinta memeluknya. Meski pun dalam fikirannya masih terbesit bayangan Shella. Andai saja aku yang bersama Shella malam ini. Aku pasti akan menjadi seseorang yang sangat bahagia. Tempat yang saat ini akan aku datangi bersama Cinta harusnya kamu yang jadi orang pertama melihatnya, Shella.

Cukup lama akhirnya Rayn menghentikan motornya. Mereka segera turun dari motor. Malam itu adalah malam yang indah. Bintang-bintang bertaburan di atas langit. Berkedip-kedip seolah menggoda setiap insan yang memandangnya.

Cinta tersenyum takjub menatap hamparan bintang yang ada di depan matanya. Ternyata Rayn mengajak Cinta ke sebuah bukit yang berada di pinggir kota. Selama ini Rayn hanya seorang diri datang ke tempat itu. Dia sebenarnya ingin mengajak Shella sebagai orang pertama yang akan melihat tempat itu. Tapi semua itu hanya tinggal impian, yang berada di sampingnya saat ini adalah Cinta. Seseorang yang tak pernah terfikir di benaknya. Seseorang yang begitu mencintai Ryan dan kini harus menjadi tanggungannya.

"Ryan, sumpah ini keren banget." Cinta tak henti-hentinya berdecak kagum.

"Iya, tempat ini memang begitu indah. Jutaan bintang bisa terlihat di sini. Kamu tahu, kamu adalah orang pertama yang aku ajak ke tempat ini." kata Rayn sambil duduk di sebuah batang pohon besar yang telah roboh dan menatap langit malam itu.

Cinta mendekat dan duduk di samping Rayn. Dia mengalihkan pandangannya dari langit untuk menatap seseorang yang sedang melamun saat itu. "Apa aku istimewa buat kamu?"

Mendengar pertanyaan Cinta, Rayn mengalihkan pandangannya. Dia kini menatap lekat pada Cinta. Apa yang harus dia jawab. Yah tentu saja. "Iya kamu istimewa buat aku." Meskipun terdengar begitu flat tapi setidaknya sudah mengurangi rasa kecewa Cinta.

"Apa kamu sekarang sudah mencintaiku?" tanya Cinta dengan hati-hati.

Rayn terdiam. Apa yang harus dia jawab. Apa dia harus terus melakukan kebohongan ini. "Cinta itu datang karena terbiasa. Aku yakin entah sekarang atau nanti, pasti aku akan bisa mencintai kamu dengan sepenuhnya." Jawaban yang begitu sangat menyentuh hati Cinta.

Ryan, sifat kamu yang seperti inilah yang selalu aku nantikan sejak dulu.

Kemudian Cinta bersandar di bahu Rayn. Rayn hanya terdiam dan membiarkan Cinta bersandar dengan nyaman di pundaknya.

Terpopuler

Comments

Azizah az

Azizah az

dari bayi selalu ngalah kamu Rayn

2024-03-22

0

fitria widyani

fitria widyani

kasihan cinta. gak ada yg cinta dia

2023-05-20

2

meiy sakhaku

meiy sakhaku

duh rayn semoga kamu bahagia sama cinta

2023-04-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!