'Kreeeek!'
Lucius membuka pintu kamarnya secara perlahan. Dengan segera, Ia mengganti pakaiannya dengan kaos hitam tipis.
Senyuman tak kunjung memudar dari wajahnya setelah makan bersama dengan teman-temannya. Karena barusan, mungkin adalah pengalaman yang paling nyaman selama mulai tinggal di Kota Arcanum ini.
'Kau senang?' tanya Carmilla juga dengan nada yang terdengar begitu bahagia.
"Tentu saja. Aku.... Sama sekali tak menyangka bisa hidup senyaman ini disini."
'Bagus. Kalau begitu kau tahu harus apa untuk melindungi kebahagiaan kecilmu itu kan?' tanya Carmilla sekali lagi. Kali ini, dengan intonasi yang sedikit lebih serius.
"Ya, aku tahu."
Untuk melindungi kehidupannya yang saat ini, mau tak mau Lucius harus menjadi lebih kuat lagi.
Terlebih lagi, setelah Ia membuat cukup banyak musuh di akademi ini. Mulai dari keluarga Goldencrest, hingga para pengikutnya seperti keluarga Emberheart.
Mereka tentu takkan hanya diam menerima penghinaan itu. Sebuah penghinaan dimana kelas C dapat dikalahkan dengan cukup telak oleh kelas F yang dianggap kelas gagal itu.
'Pinjamkan tubuhmu.' ucap Carmilla singkat sebelum mengambil alih kendali tubuh pemuda itu.
Carmilla segera duduk bersila di tengah-tengah lantai kamar ini.
Setelah bersiap untuk beberapa saat, Carmilla langsung memproyeksikan gambaran lingkaran sihir di sekitar tubuh Lucius berada.
Lingkaran sihir itu cukup rumit dan memiliki warna biru muda yang cerah. Ukurannya sendiri cukup besar dengan diameter mencapai 3 meter.
Huruf-huruf kuno yang rumit nampak terus berputar mengelilingi lingkaran sihir itu.
Diantaranya, terlihat garis-garis sihir yang menyerupai sebuah saluran. Berawal dari sisi kiri Lucius sebelum memutar dan kembali bersatu, mengarah tepat ke tubuh Lucius dari sisi kanan.
"Sedikit lagi." ujar Carmilla.
'Swuuusshhh!!!'
Kali ini, proyeksi sihirnya menciptakan sebuah segienam yang sedikit lebih besar daripada lingkaran sihir sebelumnya.
Secara perlahan, dari garis segienam itu mulai naik dan membentuk menyerupai dinding. Mengelilingi tubuh Lucius seutuhnya. Termasuk pada bagian atas.
'Apa ini?' tanya Lucius penasaran setelah melihat dirinya sendiri seakan-akan terkurung di dalam penjara sihir berbentuk segienam ini.
"Mana Flow. Sebuah teknik latihan sihir yang ku pelajari dari manusia. Sebagian bangsawan tingkat tinggi memiliki teknik ini dalam berbagai variasi. Tapi aku menyempurnakannya hingga mencapai batas maksimal." jelas Carmilla panjang lebar sambil terus mempersiapkan formasi sihir yang rumit ini.
'Mana Flow? Latihan sihir? Ini semua untuk latihan?' tanya Lucius kebingungan.
"Melihat kondisi dunia saat ini, bahkan bangsawan kelas menengah kebawah seperti teman-temanmu tak mengetahui keberadaan latihan sihir semacam ini.
Sementara itu, bangsawan tingkat tinggi seperti Emberheart memilikinya. Wajar, karena ini adalah metode latihan sihir paling efisien sehingga tak mengejutkan jika mereka saling menyembunyikannya." balas Carmilla.
'Bagaimana kau tahu soal itu?'
"Melihat perbedaan jumlah Mana mereka itu sudah jelas." balas Carmilla singkat.
Bahkan di akademi, para profesor sama sekali tidak menyebutkan sedikit pun mengenai latihan sihir ini.
Mungkin karena tekanan dari bangsawan tingkat tinggi atau keluarga kerajaan, mereka terpaksa untuk tidak mengajarkan teknik rahasia ini.
'Jadi.... Sebenarnya apa fungsi dari formasi sihir ini?' tanya Lucius kembali ke topik utama.
"Sebelum ku jawab, aku ingin tanya padamu. Bagaimana cara melatih kapasitas Mana seseorang?"
'Hah? Tentu saja dengan terus menerus menggunakan sihir kan? Hanya itu caranya agar kapasitas Mana seseorang bisa meningkat.' jawab Lucius percaya diri.
"Benar sekali. Tapi, apa kelemahan dari latihan seperti itu?" tanya Carmilla kembali, kini dengan formasi sihir yang hampir sempurna.
'Kelemahannya.... Jika sering dilakukan, kau mungkin takkan memiliki Mana yang tersisa untuk menghadapi situasi darurat. Juga, bisa membuat pingsan atau kehilangan kendali saat terlalu banyak menguras Mana.'
Carmilla terlihat tersenyum puas setelah mendengar jawaban dari Lucius.
"Cerdas. Jawabanmu benar. Jadi sekarang ku tanya, bagaimana jika ada sebuah sihir yang memungkinkan seseorang memulihkan Mana orang lain?"
'Eh?!'
Lucius terkejut bukan main setelah mendengar pertanyaan itu.
Menggunakan sihir untuk menyerang, bertahan, menyembuhkan, atau meningkatkan kemampuan seseorang adalah hal yang sudah cukup wajar didengarnya.
Tapi menggunakan sihir untuk memulihkan Mana orang lain?
'Tergantung penggunaannya, bukankah sihir seperti itu terlalu kuat?' tanya Lucius panik.
Lucius membayangkan bagaimana jika seorang penyihir yang kuat bertarung di medan perang, lalu seratus penyihir lainnya bekerja di garis belakang hanya untuk memulihkan Mana penyihir itu.
Jika hal itu bisa dimungkinkan, maka keseimbangan suatu pertempuran dapat berubah 180 derajat.
"Itu benar. Terlalu kuat. Sekalipun hanya sepersepuluh dari Mana yang digunakan diterima oleh targetnya, itu masih terlalu kuat. Lalu, bagaimana jika kau menggunakannya untuk dirimu sendiri?" tanya Carmilla sekali lagi.
'Eh?! Tapi apa gunanya memberikan Mana pada diri sendi....'
Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Lucius tersadar atas potensi dari sihir semacam itu.
Mengingat kembali dari berbagai pertanyaan Carmilla yang sebelumnya, Lucius dapat melihat jawabannya dengan cepat.
'Ji-jika sihir seperti itu benar-benar ada.... Kau bisa melatih kapasitas Mana jauh lebih cepat daripada orang lain.' lanjut Lucius setelah membenahi jawabannya.
Untuk meningkatkan kapasitas Mana, penyihir cukup terus menerus menguras Mananya. Sama seperti pelari yang mampu meningkatkan staminanya hanya dengan terus berolahraga.
Dan karena Mana seseorang selalu terbatas, maka latihan untuk meningkatkan kapasitas Mana hanya bisa mencapai potensi 80% hingga 95% saja dari yang seharusnya.
Tapi jika Mana yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas Mana itu, justru kembali sebagian? Dan bisa digunakan kembali, juga untuk memulihkan Mana diri sendiri?
Saat Carmilla memperhatikan sekelilingnya untuk memperlihatkan formasi sihir yang telah dibuatnya, Lucius segera paham.
Bahwa formasi sihir yang sedari tadi sedang disempurnakan oleh Carmilla, adalah formasi sihir untuk memulihkan Mana diri sendiri.
"Perhatikan baik-baik bagaimana aku melakukannya, dan ingat baik-baik apa yang dirasakan tubuhmu." ucap Carmilla sebelum memulai penggunaan sihir ini.
'Swwuuuuussshhh!!!'
Aliran Mana dengan warna kuning gelap mulai muncul dari tangan kiri Lucius. Merembet secara perlahan dalam alur sihir di sebelahnya.
Sebagian dari aliran Mana itu terlihat menguap, namun terjebak dalam ruang yang tersegel oleh sihir perisai segienam sebelumnya.
Sedikit demi sedikit, aliran Mana berwarna kuning itu mulai memutari lingkaran sihir ini dan akhirnya kembali ke tubuh Lucius melalui tangan kanannya. Mengembalikan sebagian besar dari Mana yang digunakannya.
"Dalam versi formasi sihirku ini, kau bisa memulihkan sekitar 80% dari Mana yang digunakan. Tergantung dari seberapa baik kau mengendalikannya." jelas Carmilla.
Lucius berpikir bahwa 80% bukanlah angka yang benar-benar hebat. Mengingat betapa rumit dan sulitnya mengatur formasi sihir ini.
Tanpa menyadari, bahwa formasi sihir milik Carmilla ini jauh lebih sempurna dibandingkan dengan formasi sihir manapun dalam sejarah umat manusia.
Dimana saat ini, formasi sihir Mana terbaik di kerajaan Arathor ini hanya mampu mengembalikan 25% Mana yang digunakan saja.
Tentunya, Lucius yang tak mempertanyakannya juga tak pernah mendapatkan kebenarannya. Karena hingga saat ini, Lucius masih menganggap Carmilla sebagai sosok iblis biasa.
"Kau paham? Sekarang giliran mu. Aku lelah jika harus terus melakukannya untuk mu." ujar Carmilla sebelum mengembalikan kendali tubuh ini pada Lucius.
"Ku rasa aku paham." balas Lucius dengan senyuman lebar di wajahnya.
Hanya saja....
'Bodoh! Keluarkan Mana secara perlahan! Jika seperti ini akan terlalu banyak yang menguap!' teriak Carmilla kesal.
"Eeh?! Se-seperti ini?!" balas Lucius yang merubah metodenya sedikit. Tapi justru meningkatkan kecepatan pengeluaran Mana miliknya.
'Aku minta kau memperlambatnya! Bukan mempercepat alirannya!'
Dan akhirnya, Carmilla harus memulai ulang dari 0. Mulai dari mengajari Lucius cara mengendalikan aliran Mana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
rizal zailani
tolol
2024-12-06
0
Sayidina Ali
sampah ya tetap sampah. naif
2023-05-29
1
zuyoka
konsepnya kek recycle?
2023-04-18
2