Chapter 6 - Teriakan Hati

"Tidak ada?" ucap Lucius pada dirinya sendiri setelah tiba kembali di goa dimana dirinya bersama wanita itu disekap.

'Kau yakin tak salah tempat?' tanya Carmilla dengan suara yang sedikit kesal.

Bagaimanapun, Carmilla sedikit kecewa atas betapa lemahnya tubuh Lucius. Tapi bagaimanapun, hingga hari ini hanya Lucius yang berhasil menyelamatkannya.

Bahkan sejak masa sebelum sosok kehancuran bernama Ashenflare dikenal.

"Ya, aku sangat yakin. Tapi kenapa...."

'Lihat disana.'

Lucius segera menoleh ke arah yang dimaksudkan oleh Carmilla. Di kejauhan, Ia dapat melihat sebuah pedang besi menancap di tanah.

Merasa penasaran, Lucius segera berjalan mendekat untuk melihatnya dengan lebih baik.

Apa yang membuat Lucius penasaran adalah pedang dengan kualitas sebaik itu tak pernah dimiliki oleh para Goblin. Terlebih lagi, pedang itu berlumuran darah Goblin yang berwarna merah gelap dengan sedikit semburat kehijauan.

"Pedang itu.... Milik prajurit kerajaan, dan lambang di gagangnya.... Kota Arcanum?" ucap Lucius pada dirinya sendiri.

'Arcanum?' tanya Carmilla dalam pikiran Lucius.

"Yah, itu adalah kota dimana aku tinggal dan belajar di akademi. Tapi kenapa ada disini? Jangan katakan.... Ada regu penyelamat? Tapi kenapa?"

'Masa bodoh dengan itu. Lucius, kita berdua memang telah terikat kontrak. Tapi tak bisakah kau melakukan sesuatu pada tubuh payahmu itu?

Aku bisa paham jika tubuhmu lemah tapi memiliki energi Mana yang besar. Tapi bahkan energi Mana di dalam tubuhmu tak lebih besar dari yang dimiliki anak kecil. Kau tak malu?'

Perkataan kasar dari Carmilla benar-benar menusuk Lucius tepat di hatinya.

Lucius sadar bahwa dirinya memang lemah. Jauh lebih lemah dari orang-orang di akademi. Bahkan, dia sendiri tak yakin apakah bisa bertahan di kelas E.

Jika tahun ini peringkatnya diturunkan ke tingkat F, maka Lucius hanya memiliki 1 tahun untuk kembali ke tingkat E. Jika tidak, dirinya akan dikeluarkan dari akademi secara paksa.

Belum lagi, kabar mengenai kota tempat keluarganya tinggal.

Jika keluarga dan orangtuanya benar-benar telah terbunuh oleh bangsa barbar, maka apakah Lucius bisa tetap membayar biaya akademi sekaligus biaya hidupnya?

'Oi bocah, aku berbicara padamu. Setidaknya balas sepatah dua patah ka....'

"Hiks.... Hikss.... Maaf.... Maafkan aku...." balas Lucius sambil menangis. Kini tubuhnya terpuruk di tanah.

Pikirannya mulai campur aduk atas berbagai hal yang selama ini dihiraukannya karena nyawanya dalam bahaya.

Tapi kini setelah menyadari nyawanya, juga nyawa wanita yang membantunya telah selamat, maka semua beban pikiran itu kembali padanya.

'Cih, tak hanya lemah dan tak berguna, kau juga cengeng? Menyedihkan seka....'

"Aku tahu! Aku sangat tahu soal betapa menyedihkannya diriku! Aku.... Sesaat bahkan aku sempat berfikir, bahwa kematian di tangan Goblin tak buruk juga....

Karena dengan kematian itu, aku tak lagi perlu hidup menyedihkan seperti ini.... Aku.... Aku yang paling tahu soal betapa menyedihkannya diriku....

Jika memang ada suatu hal untuk menghapus semua kelemahan ku ini, aku takkan ragu melakukan apapun! Hanya saja itu tak ada! Itu sama sekali tak ada!

Sebagai manusia yang dilahirkan dari darah rakyat jelata, sihirku jauh lebih lemah daripada bangsawan yang sebenarnya. Belum lagi pendidikan sejak kecil, juga dukungan keuangan.... Aku.... Aku telah mencoba banyak hal kau tahu?!" balas Lucius dengan teriakan dan nangisan yang semakin kencang.

Ocehan Lucius yang begitu panjang dan lebar itu membuat Carmilla terdiam. Ia tak tahu bahwa sosok yang baru saja dihina dengan mudahnya olehnya, ternyata telah mengusahakan semuanya.

"Aku selalu belajar dengan rajin, berlatih hingga sore hari sebelum kembali mempelajari sihir hingga tertidur! Tapi apa?! Aku sama sekali tak bisa menandingi mereka yang benar-benar berasal dari kalangan bangsawan!

Bahkan! Saat ini aku tak tahu bagaimana kabar orangtua dan adikku di desa yang sangat jauh dari sini! Mereka berharap banyak padaku! Tapi apa?! Tempat mereka dikatakan telah dibantai oleh bangsa barbar kau tahu?!

Lalu kau tahu kenapa aku bisa ada disini?! Teman-teman kelasku yang melemparkan aku ke dalam goa ini! Bahkan aku tak berbuat apapun pada mereka! Kau pikir.... Aku sama sekali tak berusaha?!" lanjut Lucius mengutarakan semua hal yang telah dipendamnya selama ini.

Carmilla yang melihat sosoknya ini, justru mengingatkannya atas suatu hal di masa lalunya.

Pada masa dimana Carmilla masih sama sekali tak menyadari atas seberapa besar berkah yang diperolehnya, karena terlahir sebagai putri tunggal Raja Iblis terkuat pada masa itu.

Sosoknya yang selalu menganggap semua orang selain dirinya dan Ayahnya itu lemah dan tak berguna.

'Lilya....'

"Apa kau bilang?" tanya Lucius yang mulai mengusap air matanya. Setelah mengeluarkan seluruh isi hatinya, Lucius merasa begitu lega. Tak ada lagi beban di hatinya.

Karena pada akhirnya, Ia bisa meluangkan semuanya pada Carmilla.

'Tidak ada. Juga, maaf.... Aku tak bermaksud menyinggungmu.'

"Tak masalah. Lagipula, memang itulah kenyataannya. Justru aku yang harusnya minta maaf. Maaf karena membuatmu terjebak di tubuh tak berguna ini." balas Lucius sambil tersenyum. Ia mulai berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan ini.

Carmilla hanya terdiam.

Sikap Lucius benar-benar mengingatkannya pada sosok teman masa kecilnya, Lilya.

Tapi bahkan hingga detik ini, Carmilla masih bertanya-tanya apakah dirinya sanggup menganggap Lilya sebagai temannya. Karena bagaimanapun, karena sikap Carmilla sendiri....

"Ah, benar juga. Katanya kau ingin dibangkitkan? Bagaimana caranya? Akan segera kuusahakan agar kau benar-benar bisa bebas." tanya Lucius sambil terus menyusuri goa gelap ini dengan sihir api di tangan kirinya.

Untuk berjaga-jaga, Lucius juga membawa pedang yang dibuang prajurit kota sebelumnya. Meskipun telah tumpul dan kotor karena banyak darah Goblin, pedang itu jauh lebih baik daripada tidak membawa senjata sama sekali.

'Soal itu, mungkin masih butuh cukup banyak persiapan. Dan juga, aku tak ingin siapapun mengetahui keberadaan ku. Jadi....' balas Carmilla.

"Berapa lama menurutmu?"

Carmilla terdiam sejenak sebelum mampu menjawabnya.

'Tergantung dari seberapa keras usahamu.'

"Aku akan berusaha dengan sangat keras! Apapun agar aku tak lagi...."

'Benarkah kau akan berjuang dengan keras?'

"Tentu saja! Aku.... Tak lagi ingin menjadi sosok yang sama sekali tak berguna . Aku tak lagi ingin menjadi sosok yang selalu bergantung pada orang lain. Jadi....

Katakan, apa yang perlu ku lakukan? Aku akan menuruti semuanya! Yah, selama kau tidak memintaku untuk bunuh diri, hahaha...." balas Lucius sambil tertawa ringan.

Meskipun tak mampu melihat sosok Carmilla secara langsung, Lucius dapat merasakannya.

Bahwa saat ini, Carmilla sedang tersenyum.

Bersamaan dengan cahaya yang mulai nampak di ujung goa ini, Carmilla memberikan balasan yang segera mengenyahkan perasaan senang Lucius karena telah berhasil keluar dari goa terkutuk ini.

Dan balasan itu....

'Maafkan aku, Lucius. Tapi, aku benar-benar ingin kau mati untukku.'

"Eh?"

Mendengar balasan itu, Lucius sadar. Bahwa kehidupannya takkan lagi sama seperti sebelumnya.

Sebuah kehidupan membosankan, yang hanya terus menerus berjuang untuk bertahan di tepian jurang kehancuran.

Kali ini....

Lucius harus terjun ke dalam jurang itu secara langsung.

Terpopuler

Comments

John Singgih

John Singgih

permintaan yang sulit dari ratu iblis buat MC kita

2023-07-13

0

『Minecraft』

『Minecraft』

Eh?

2023-04-18

3

Abed Nugi

Abed Nugi

weiiii, chapter ini chapter pendekatan terhadap mc kepada ratu iblis, jujur gua sejak awal udah menebak kalau ratu iblis berniat kemungkinan bakal membunuh mc untuk hidup kembali.

Tapi d*mn, gua gak nyangka dia bakal bilangnya secara langsung, jadi para pembaca bisa terkejut, menunjukkan bahwa ratu iblis itu bisa dibilang tak peduli hidup anak itu sepenuhnya, yang mana membuat jalan cerita dan plot menjadi lebih menarik

2023-04-11

4

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Kehidupan di Akademi
2 Chapter 2 - Sisi Gelap
3 Chapter 3 - Neraka
4 Chapter 4 - Permintaan
5 Chapter 5 - Awal Baru
6 Chapter 6 - Teriakan Hati
7 Chapter 7 - Kebenaran di balik Kabut
8 Chapter 8 - Pelatihan Iblis
9 Chapter 9 - Ujian
10 Chapter 10 - Pulang
11 Chapter 11 - Kembali ke Akademi
12 Chapter 12 - Pengajar
13 Chapter 13 - Masalah
14 Chapter 14 - Kekhawatiran
15 Chapter 15 - Arena
16 Chapter 16 - Realita
17 Chapter 17 - Dongeng
18 Chapter 18 - Kehangatan
19 Chapter 19 - Mana Flow
20 Chapter 20 - Pelajaran Tambahan
21 Ilustrasi Karakter + Trivia - Bagian 1
22 Chapter 21 - Guild
23 Chapter 22 - Perburuan
24 Chapter 23 - Lepasnya Belenggu
25 Chapter 24 - Kabar yang Tertinggal
26 Chapter 25 - Evaluasi
27 Chapter 26 - Alasan
28 Chapter 27 - Pertemuan tak Terduga
29 Chapter 28 - Besi dan Kayu
30 Chapter 29 - Rumor
31 Chapter 30 - Pekerjaan
32 Chapter 31 - Pertemuan
33 Chapter 32 - Jarak
34 Chapter 33 - Dunia Luar
35 Chapter 34 - Smithworks
36 Chapter 35 - Desain
37 Chapter 36 - Permintaan
38 Chapter 37 - Pekerjaan
39 Chapter 38 - Perpustakaan
40 Chapter 39 - Pelajaran
41 Chapter 40 - Sisi Lain
42 Chapter 41 - Kejanggalan
43 Chapter 42 - Quest
44 Chapter 43 - Jejak
45 Chapter 44 - Secercah Harapan
46 Chapter 45 - Bala Bantuan
47 Chapter 46 - Harapan
48 Chapter 47 - Kenyataan
49 Chapter 48 - Api Abadi
50 Chapter 48.5 - Dua Sisi
51 Chapter 49 - Penyesalan
52 Chapter 50 - Kembali ke Akademi
53 Chapter 51 - Clairvoyance
54 Chapter 52 - Latihan
55 Chapter 53 - Bandit
56 Chapter 54 - Tawaran
57 Chapter 55 - Konsekuensi
58 Chapter 56 - Batas
59 Chapter 57 - Kegelisahan
60 Chapter 58 - Dalang
61 Chapter 59 - Tantangan
62 Chapter 60 - Arcana
63 Chapter 61 - Taruhan
64 Chapter 62 - Hari H
65 Chapter 63 - Duel
66 Chapter 64 - Takdir
67 Chapter 65 - Tanah yang tak Dikenal
68 Chapter 66 - Perbedaan Kekuatan
69 Chapter 67 - Petunjuk
70 Chapter 68 - Harapan Kecil
71 Chapter 69 - Buah dari Kerja Keras
72 Chapter 70 - Waktu yang Berlalu
73 Chapter 71 - Iblis tak Sempurna
74 Chapter 72 - Bencana
75 Chapter 73 - Sisa
76 Chapter 74 - Pahlawan
77 Chapter 75 - Hasil Akhir
78 Chapter 76 - Reruntuhan
79 Chapter 77 - Perbatasan
80 Chapter 78 - Kebangkitan
81 Chapter 79 - Reuni
82 Chapter 80 - Latih Tanding
83 Chapter 81 - Awakening
84 Chapter 82 - Kekuatan Baru
85 Chapter 83 - Kembali ke Akademi
86 Chapter 84 - Tuduhan
87 Chapter 85 - Tekanan
88 Chapter 86 - Rumor
89 Chapter 87 - Tentara Bayaran
90 Chapter 88 - Kesempatan
91 Chapter 89 - Pertandingan
92 Chapter 90 - Dinding
93 Chapter 91 - Ramalan
94 Chapter 92 - Permintaan
95 Chapter 93 - Kedamaian
96 Chapter 94 - Ujian Tulis
97 Chapter 95 - Ujian Praktik
98 Chapter 96 - Quest
99 Chapter 97 - Ekspedisi
100 Chapter 98 - Tubrukan
101 Chapter 99 - Keseimbangan Dunia
102 Chapter 100 - Organisasi Misterius
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Chapter 1 - Kehidupan di Akademi
2
Chapter 2 - Sisi Gelap
3
Chapter 3 - Neraka
4
Chapter 4 - Permintaan
5
Chapter 5 - Awal Baru
6
Chapter 6 - Teriakan Hati
7
Chapter 7 - Kebenaran di balik Kabut
8
Chapter 8 - Pelatihan Iblis
9
Chapter 9 - Ujian
10
Chapter 10 - Pulang
11
Chapter 11 - Kembali ke Akademi
12
Chapter 12 - Pengajar
13
Chapter 13 - Masalah
14
Chapter 14 - Kekhawatiran
15
Chapter 15 - Arena
16
Chapter 16 - Realita
17
Chapter 17 - Dongeng
18
Chapter 18 - Kehangatan
19
Chapter 19 - Mana Flow
20
Chapter 20 - Pelajaran Tambahan
21
Ilustrasi Karakter + Trivia - Bagian 1
22
Chapter 21 - Guild
23
Chapter 22 - Perburuan
24
Chapter 23 - Lepasnya Belenggu
25
Chapter 24 - Kabar yang Tertinggal
26
Chapter 25 - Evaluasi
27
Chapter 26 - Alasan
28
Chapter 27 - Pertemuan tak Terduga
29
Chapter 28 - Besi dan Kayu
30
Chapter 29 - Rumor
31
Chapter 30 - Pekerjaan
32
Chapter 31 - Pertemuan
33
Chapter 32 - Jarak
34
Chapter 33 - Dunia Luar
35
Chapter 34 - Smithworks
36
Chapter 35 - Desain
37
Chapter 36 - Permintaan
38
Chapter 37 - Pekerjaan
39
Chapter 38 - Perpustakaan
40
Chapter 39 - Pelajaran
41
Chapter 40 - Sisi Lain
42
Chapter 41 - Kejanggalan
43
Chapter 42 - Quest
44
Chapter 43 - Jejak
45
Chapter 44 - Secercah Harapan
46
Chapter 45 - Bala Bantuan
47
Chapter 46 - Harapan
48
Chapter 47 - Kenyataan
49
Chapter 48 - Api Abadi
50
Chapter 48.5 - Dua Sisi
51
Chapter 49 - Penyesalan
52
Chapter 50 - Kembali ke Akademi
53
Chapter 51 - Clairvoyance
54
Chapter 52 - Latihan
55
Chapter 53 - Bandit
56
Chapter 54 - Tawaran
57
Chapter 55 - Konsekuensi
58
Chapter 56 - Batas
59
Chapter 57 - Kegelisahan
60
Chapter 58 - Dalang
61
Chapter 59 - Tantangan
62
Chapter 60 - Arcana
63
Chapter 61 - Taruhan
64
Chapter 62 - Hari H
65
Chapter 63 - Duel
66
Chapter 64 - Takdir
67
Chapter 65 - Tanah yang tak Dikenal
68
Chapter 66 - Perbedaan Kekuatan
69
Chapter 67 - Petunjuk
70
Chapter 68 - Harapan Kecil
71
Chapter 69 - Buah dari Kerja Keras
72
Chapter 70 - Waktu yang Berlalu
73
Chapter 71 - Iblis tak Sempurna
74
Chapter 72 - Bencana
75
Chapter 73 - Sisa
76
Chapter 74 - Pahlawan
77
Chapter 75 - Hasil Akhir
78
Chapter 76 - Reruntuhan
79
Chapter 77 - Perbatasan
80
Chapter 78 - Kebangkitan
81
Chapter 79 - Reuni
82
Chapter 80 - Latih Tanding
83
Chapter 81 - Awakening
84
Chapter 82 - Kekuatan Baru
85
Chapter 83 - Kembali ke Akademi
86
Chapter 84 - Tuduhan
87
Chapter 85 - Tekanan
88
Chapter 86 - Rumor
89
Chapter 87 - Tentara Bayaran
90
Chapter 88 - Kesempatan
91
Chapter 89 - Pertandingan
92
Chapter 90 - Dinding
93
Chapter 91 - Ramalan
94
Chapter 92 - Permintaan
95
Chapter 93 - Kedamaian
96
Chapter 94 - Ujian Tulis
97
Chapter 95 - Ujian Praktik
98
Chapter 96 - Quest
99
Chapter 97 - Ekspedisi
100
Chapter 98 - Tubrukan
101
Chapter 99 - Keseimbangan Dunia
102
Chapter 100 - Organisasi Misterius

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!