Tuan Long mengajak keluarganya untuk berunding, dia tidak mau memutuskan sendiri apa yang ditawarkan oleh ketua Klan Long Provinsi untuknya.
Oleh karena Alpha memiliki bakat tujuh warna maka Alpha mendapatkan hak pengasuhan dari klan Long provinsi. Tuan Long sebagai ketua cabang klan Long Juwana mendapatkan penawaran untuk bergabung dengan klan utama di Provinsi.
Meskipun banyak keluarga cabang yang merindukan untuk bergabung dengan klan utama tetapi buat tuan Long itu bukan prioritas karena buat tuan Long, kebahagiaan keluarga adalah prioritasnya.
Mereka duduk mengelilingi meja bundar, Alpha seperti biasa duduk di atas pangkuan ibunya, Shi Lin di sebelahnya di samping tuan Long.
"Bagaimana, apakah kita harus menerima tawaran dari Klan utama Provinsi ataukah kita tetap tinggal di sini sebab kalau kita bergabung dengan klan Long provinsi, Ayah hanya akan menjadi salah satu tetua kehormatan. Artinya kalian tidak akan lagi menerima penghormatan dari orang-orang di sana seperti di tempat ini.
Di sini, biarpun ini cabang Klan Long tetapi ayah adalah kepala Phoenix, kalau di Klan utama meskipun kelihatannya kedudukan ayah lebih baik dari ketua Klan cabang tetapi di sana ayah akan hanya menjadi ekor Naga, jadi bagaimana pendapat kalian".
"Kalau kami sebagai isteri, kami akan menuruti keinginan tuan Long dan nyonya besar saja".
Kata ke dua selir, meskipun mereka bisa dikatakan sebagai isteri, sebenarnya mereka tidak mempunyai hak untuk berbicara tetapi tuan Long tidak merendahkan mereka, mau mengajak mereka untuk ikut mengutarakan pendapat.
Untuk itu saja, mereka sudah merasa sangat bersyukur untuk kebaikan hati tuan Long dan nyonya besar. Jadi mereka juga tidak mau menuntut terlalu banyak.
"Anak-anak bagiamana?".
Ketiga anak dari selir pertama, biasa menerima penghormatan orang, di Klan utama mereka merasa tidak ada orang yang menghargai mereka. Kalau pulang ke rumah mereka menikmati pemujaan dari anak-anak anggota Klan.
"Kami lebih suka kita di sini ayah, kami semua lahir di tempat ini, di Klan utama kita hanya akan menjadi keluarga samping tetapi di sini kita adalah keluarga utama".
Ah Lam mewakili adik-adiknya menyuarakan pendapat mereka.
Tuan Long melihat Fang Huang dan Shi Lin.
"Bagaimana pendapat kalian"
"Kami ikut ayah saja".
Shi Lin yang menjawab pertanyaan ayahnya yang diikuti oleh anggukan Fang Huang.
Tuan Long menoleh ke arah Alpha dan ibunya.
"Bagaimana dengan dirimu nyonya Long".
Yang dipanggil menyahut dengan asal
"Itu terserah Alpha saja, dia yang sudah mendapatkan kehormatan itu".
Semua orang langsung melihat Alpha. Dia melihat kembali kepada ayahnya lalu melihat kepada ibunya. Alpha tahu sebenarnya ayah ingin kembali bergabung dengan Klan Long Provinsi tetapi dia tidak pernah mengutarakannya karena menjaga hati anak-anaknya.
Untuk anak-anak, memang mereka tidak akan mendapatkan penghormatan seperti ditempat ini tetapi bukankah penghormatan itu bergantung kepada diri sendiri.
Orang harus berkerja keras dan membuktikan dirinya layak memperoleh penghormatan dari orang lain. Itu yang selalu diajarkan ibu kepadanya, kalau penghormatan itu diberikan hanya karena rasa takut akan kekuasaan makan penghormatan itu tidak akan abadi.
Alpha dihormati oleh orang-orang di Klan bukan semata karena dia anak dari ketua Klan tetapi terlebih oleh karena prestasi dan juga rasa hormat yang dia berikan kepada semua orang di klan, tidak perduli apakah orang itu punya jabatan tinggi atau hanya pelayan rendahan, Alpha memberikan penghormatan yang sama.
Berbeda dengan ketiga anak selir pertama yang selalu menuntut penghormatan karena mereka merasa mereka adalah anak ketua Klan tetapi mereka tidak memberikan penghargaan kepada orang-orang yang memiliki kedudukan rendah.
Sebenarnya banyak dari keluarga anggota klan Long Juwana yang tidak menyukai mereka, hanya saja orang-orang ini tidak berani menunjukkan secara berterang.
"Kurasa ayah harus bergabung di Klan utama, memang ayah hanya akan menjadi ekor Naga tetapi itu hanya untuk sementara, aku percaya dengan dukungan dan sarana yang akan diberikan Klan utama Provinsi, ayah pasti bisa menjadi orang pertama di sana".
Kata Alpha memotivasi ayahnya. Tuan Long sangat senang mendengar perkataan Alpha. Dia tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan itu.
"Ha ha ha, memang hanya Alpha yang mengerti ambisiku. Kalau aku di sini terus, orang-orang disini akan sulit berkembang, mereka hanya akan terus ada dibawah bayang-bayangku".
"Tapi ayah...".
Ah Lam mencoba untuk menyanggah perkataan Alpha tetapi ibunya menarik tangannya di bawah meja untuk mencegahnya memperkatakan hal yang tidak berguna karena selir pertama tahu jelas sifat tuan Long.
"Tuan Long pasti sudah memutuskan untuk bergabung dengan klan utama, hanya dia mau mendengarkan pendapat Alpha saja, untuk anak-anak yang lain itu hanya sekedar menyenangkan hati mereka saja".
Itu pikiran yang ada pada selir pertama, itu sebabnya dia mencegah Ah Lam.
"Ada apa Ah Lam".
"Tidak ada apa-apa ayah, aku hanya setuju saja dengan keinginan ayah".
"Ha ha ha, memang semua anakku ini adalah anak yang baik".
Kata tuan Long sambil mengelus jenggotnya. Mulut Ah Lam memang mengatakan hal itu tetapi tidak dengan hatinya, dia merasa sangat marah kepada Alpha yang mengusulkan ayahnya untuk bergabung dengan klan utama.
Dia tahu dengan kemampuannya yang dianggap biasa-biasa saja, dia akan sulit mendapatkan penghormatan dari rekan-rekan sebayanya di klan utama.
Di sini, selama ini dia mendapatkan penghormatan bukan hanya dari rekan-rekan sebayanya tetapi juga semua anggota klan menghormatinya karena kedudukan ayahnya sebagai ketua Klan.
Keputusan ayahnya membuat dia semakin membenci Alpha, dia sudah tahu bahwa Alpha akan masuk ke akademi sebagai peserta didik termuda dalam sejarah akademi bahkan juga dalam sejarah Klan.
Itu menambah api dalam dadanya, dia pasti memperhitungkan hal ini sesampainya di akademi, dia sudah memiliki beberapa teman di sana dan ada orang-orang yang dapat dihasutnya untuk menimbulkan kesulitan bagi Alpha.
"Tunggu saja nanti, akan tiba giliranku untuk tertawa".
Pikir Ah Lam dalam hatinya, ia sudah memiliki beberapa rencana untuk mencelakakan Alpha.
Ah Lam cukup pintar untuk menyembunyikan kebenciannya terhadap Alpha, dia bisa bersikap normal selama ada di Klan, jadi tidak ada keluarganya yang tahu tentu saja kecuali kedua saudaranya sebab mereka berbagi kebencian yang sama terhadap Alpha.
Tuan Long memanggil para tetua untuk merundingkan dan memilih penggantinya untuk memimpin Klan Long Juwana. Para tetua ini sebenarnya enggan untuk melepaskan tuan Long mengingat prestasinya selama dia memimpin Klan.
Berbeda dengan klan lainnya, tuan Long benar-benar mempraktekkan asas kekeluargaan dalam memimpin klan.
Dia tidak pernah memberlakukan nepotisme, mementingkan kekerabatan, semua anggota klan mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan jabatan apapun.
Tuan Long selalu melakukan apapun berdasarkan aturan main yang sudah ditetapkan oleh Klan tetapi dia juga adalah pribadi yang murah hati.
Dalam banyak kesempatan, saat seseorang yang bersalah dijatuhi hukuman denda, dia selalu menjadi orang pertama yang akan mengulurkan tangannya untuk membantu orang itu.
Itulah sebabnya semua anggota klan menghormati dan menghargainya, ini membuat mereka lebih sulit lagi untuk melepaskan kepergiannya.
Tetapi sebagai praktisi beladiri, mereka tahu bahwa inilah peluang terbesar untuk tuan Long terbang ke langit untuk membentangkan sayapnya.
Jadi mereka turut senang atas keberuntungan yang diperoleh tuan Long, atas prestasi yang diperoleh Alpha yang membuat klan mereka juga memperoleh nama baik dan kemasyhuran dari antara semua klan Long cabang di Benua Biru.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments