Tetua Penegakan hukum di klan Long adalah paman dari Siao Bak, meskipun dia merasa marah terhadap Alpha yang sudah memukul keponakannya tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena tahu dia tidak mungkin menghukum Alpha tanpa alasan, apalagi dia tahu Alpha mendapatkan juara satu saat seleksi.
Alpha bahkan juga mendapatkan pujian dan hadiah dari ketua Klan, meskipun belum diketahui apakah Alpha juga seorang jenius dalam kultivasi tetapi sudah terlihat bahwa Alpha memiliki potensi besar dalam dirinya.
Anak seperti itu pasti akan mendapatkan banyak perhatian dan fasilitas untuk mengembangkan kemampuannya karena klan sangat membutuhkan mereka di masa depan untuk mengangkat nama klan.
Kalau tidak ada kecelakaan yang membuat mereka kehilangan kultivasinya atau mengalami kematian dini, anak seperti itu pasti akan menjadi salah satu eselon teratas dalam klan, sayangnya Alpha seorang perempuan.
Sudah menjadi hukum yang tidak tertulis bahwa penerus ketua klan Long harus seorang laki-laki tetapi kalau hanya menjadi seorang tetua, Alpha pasti akan mendapatkan kedudukan itu.
Paman Siao Bak tidak bisa menghukum Alpha tetapi dia bisa menggunakan sarana lainnya, jadi dia meminjamkan hewan jinaknya kepada Siao Bak, hewan itu seekor serigala monster abu-abu, besarnya seperti seekor lembu. Meskipun dikatakan sebagai hewan jinak, sesungguhnya ini hewan yang sangat buas.
Hanya dia berpesan kepada Siao Bak untuk menakut-nakuti Alpha, tidak mempergunakan hewan itu untuk menyerang Alpha karena hewan itu sangat ganas dan suka membunuh. Dia kuatir kalau Alpha sampai terbunuh, bukan hanya Siao Bak yang akan dihukum mati tetapi dia juga pasti terkena imbasnya.
Sesudah berulangkali dia menekankan hal itu kepada Siao Bak, barulah dia menyerahkan hewan jinaknya kepadanya. Siao Bak sangat bangga karena pamannya menyerahkan hewan jinak itu kepadanya.
Dia bersama antek-anteknya segera pergi ke asrama Alpha, tentu saja dia tidak bisa membawa serigala itu melewati jembatan kabel baja itu. Mereka harus berjalan memutar, turun ke lembah baru naik kembali lewat jalan yang normal.
Itu sangat melelahkan baginya, serigala monster abu-abu itu memiliki tenaga yang sangat kuat, jadi saat serigala itu berjalan di depannya, Siao Bak memegang tali rantai itu kuat-kuat dibantu seorang temannya.
Sampai di depan pintu kamar Alpha, Siao Bak berteriak memanggil Alpha keluar dan itu sontak membuat seisi asrama di blok A keluar bersama untuk melihat kejadian itu.
Mereka sangat takut ketika melihat serigala monster abu-abu yang sangat besar itu. Lidahnya keluar dari sela-sela gigi taring yang terlihat tajam dengan air liur yang berlelehan di mulutnya, sangat menyeramkan.
Beberapa anak yang lemah mentalnya segera masuk ke kamarnya kembali tetapi lebih banyak anak yang keluar untuk menonton pertunjukan yang akan terjadi. Sebagian besar mereka tahu kejadian yang terjadi semalam, mereka tahu Siao Bak sudah dikalahkan dengan dua tendangan saja.
"Oh itu binatang yang sangat ganas, bisakah Alpha melawannya".
"Alpha pasti takut melihat binatang itu, bagaimana? haruskah kita membayar uang perlindungan kepada preman-preman itu".
"Aduh aku takut kalau binatang itu akan mencabik-cabik tubuh Alpha, lebih baik kita memperingatkannya untuk mengalah saja. Uang bisa dicari tetapi nyawa lebih berharga" .
Anak-anak itu berbicara diantara mereka menyiratkan kekuatiran mereka masing-masing.
Alpha keluar dari ruangannya bersama Wan Ying dan Macho, semalam sudah banyak teman-temannya yang tahu bahwa Macho adalah hewan peliharaan Alpha.
Macho mendahului langkah Alpha, dengan cepat di berlari keluar tetapi Alpha lebih cepat lagi darinya. Alpha mengulurkan tangannya untuk menggendong Macho, dia mengelus kepalanya dan menenangkannya.
"Jangan terburu-buru, lihat serigala itu besar sekali, dia cuma perlu satu suapan saja untuk memakanmu".
"Huh, sebaliknya aku yang akan memakannya, hanya seekor serigala bodoh mau melawan tuan yang Agung ini".
Macho menggerutu dalam hatinya mendengar perkataan Alpha yang meremehkannya, dia bergelung dengan nyaman digendongan Alpha.
Tiba di luar kamarnya, Alpha melihat rekan-rekan seasramanya sudah ada di luar, wajah mereka nampak sangat terlihat ketakutan.
"Alpha mengalah saja, kamu tidak akan mungkin menang melawan binatang monster itu".
Alpha tersenyum mendengar perkataan itu, dia mengerti dan berterimakasih untuk keperdulian mereka terhadapnya.
"Ha ha ha bocah sombong, kamu pasti takut sekarang".
Siao Bak berkoar-koar di depan Alpha, serigala monster abu-abu itu melihat Alpha dengan wajah yang menyiratkan kekejaman. Satu perintah keluar dari mulut Siao Bak, dia akan segera mencabik-cabik gadis kecil itu.
Dia tidak mengerti kenapa Siao Bak yang memiliki tubuh tiga kali lebih besar dari Alpha membawanya untuk menakut-nakuti gadis kecil ini. Tidakkah dia bisa bertarung dengannya dan memukulinya dengan tangannya sendiri.
"Berlutut, bersujud padaku tiga kali dan tampar dirimu seratus kali, patuhlah untuk menyerahkan dua ratus poin yang kamu dapatkan kemarin, baru aku akan mengampunimu".
Siao Bak berkata dengan arogan, dia pikir Alpha pasti ketakutan melihatnya datang dengan membawa serigala monster abu-abu itu, ternyata dugaannya sangat keliru.
"Berlututlah dan tampar dirimu dua ratus kali, aku akan mengampunimu".
Kata Alpha1 membalas perkataan Siao Bak sambil tersenyum memandangnya.
Melihat gadis kecil ini meremehkannya, serigala monster abu-abu itu menjadi sangat marah, dia menggeram dan memperlihatkan gigi taringnya.
"Oh bocah sombong, sudah dikasih hati malah meminta jantung, aku akan membunuhmu sekarang".
"Membunuhku, sudah lupakah dirimu dengan kejadian semalam, siapa yang pergi dari sini dengan digotong pulang. Itu apa bukan dirimu sendiri"
Kata Alpha dengan tajam, beberapa anak mendengar perkataan Alpha, tidak lagi bisa menahan dirinya dan tertawa.
Siao Bak mendengar tertawaan berapa anak itu, dia menjadi sangat marah. Serigala monster abu-abu itu menoleh untuk melihat Siao Bak dengan rasa tidak percaya.
Apa telinga nya rusak, bagaimana anak gadis kecil itu mengalahkan Siao Bak yang tubuh dan usianya jauh di atas Alpha. Ah dia menjadi malu mempunyai bos yang sangat lemah.
"Huh jangan sombong, itu semalam karena aku tidak siap, kamu tidak lihat apa yang aku bawa sekarang. Ini serigala monster abu-abu yang sangat ganas, kalau kamu tidak mau menyerah dan melakukan apa yang kuperintahkan tadi. Jangan salahkan aku kalau bersikap kejam".
"O silahkan, kebetulan paha ayamku habis, mungkin paha serigala monster abu-abu ini juga enak kalau dipanggang".
"Groarr"
Serigala monster abu-abu itu meraung dengan marah mendengar gadis kecil itu akan memanggangnya. Dia sedikit maju dua langkah ke depan untuk mendekati Alpha. Siao Bak sedikit terseret ke depan, dua temannya segera membantunya untuk memegang tali rantai yang mengikat serigala monster abu-abu itu.
"Berengsek tidak tahu diuntung!".
Siao Bak menjadi marah sekali, dia sudah lupa pesan pamannya, dia menepuk bahu Serigala monster abu-abu itu, menyuruh untuk menyerang Alpha. Serigala itu baru akan melangkah maju saat seekor kucing berwarna kemerahan melompat dari gendongan Alpha1.
Mungkin lupa kalau dirinya saat ini hanya seukuran kucing saja, Macho berpikir dia adalah keturunan raja dari semua binatang roh, tanpa dapat dicegah oleh Alpha, dia sudah melompat turun untuk menghadapi serigala monster abu-abu itu.
Semua anak yang melihat hal itu menjadi tertegun, habislah sudah pasti kucing ini akan dibuat camilan oleh serigala monster abu-abu itu. Serigala monster abu-abu itu juga terkejut melihat seekor kucing berwarna kemerahan berdiri di depannya.
Dia mau tertawa terbahak-bahak ketika melihat kucing kecil itu membuka mulutnya, Macho mengaum....
Bukan, dia hanya mengeong...
"Meong...".
Siao Bak nyaris tertawa terbahak-bahak, semua anak-anak itu juga tertawa bersama-sama.
Serigala monster abu-abu itu tertegun, suara eongan yang lemah itu mengguncang hatinya, semua bulu kuduknya berdiri, seluruh tubuhnya bergetar.
Dia mendapatkan sinyal bahaya, ini suara dari keturunan raja besar, penguasa binatang roh, bagaimana kucing kecil ini memiliki garis keturunan raja.
Menjepit ekornya di belakang kaki belakangnya, Serigala itu segera berbalik dan berlari dari arah dia datang tadi.
Siao Bak sama sekali tidak menduga bahwa hal itu akan terjadi, jadi saat serigala monster abu-abu itu berbalik dan melarikan diri, dia melilitkan tali rantai itu ke tangannya. Kedua temannya hanya membantu memegang tali rantai itu, mereka segera melepaskannya.
Sial bagi Siao Bak karena dia tidak bisa melepaskan tali rantai itu dari tangannya, akibatnya dia segera terseret, tubuhnya memantul-mantul di jalanan saat serigala monster abu-abu yang ketakutan itu berlari tanpa menoleh kebelakang lagi.
Teriakan dan jeritan kesakitan dari mulut Siao Bak bergema di sepanjang jalur pegunungan itu. Alpha dan semua anak itu terpana melihat pemandangan itu. Mereka melihat Macho dengan rasa tidak percaya.
"Apa itu tadi, meongan kucing yang lemah itu membuat serigala monster abu-abu yang ganas itu lari ketakutan seperti tikus yang dikejar kucing".
Macho yang merasa bangga, membusungkan dadanya dan berlenggak lenggok berjalan kembali ke dalam kamar Alpha
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments