Curiga

Laki-laki di depan monitor itu memperhatikan gerak-gerik gadis A1 dengan tajam, dia kebingungan melihat gadis itu yang sepertinya sedang bermimpi buruk, seharusnya tidak seperti itu karena semua ingatan milik gadis itu seharusnya sudah dihapus dan diblokir dari pikirannya.

Semua yang dikerjakannya akan tersimpan dalam ruang memori di chip super komputernya, apa yang dia lihat dan apa yang dikerjakannya, dalam mata gadis itu sudah ditanamkan kamera beresolusi tinggi. Semua yang dia lihat akan berhubungan dengan monitor yang ada di ruang komando dari organisasi itu.

"Alexa".

Orang itu mau mengkonfirmasi dugaannya kepada Alexa, sama seperti gadis A1, Alexa juga terhubung langsung dengan ruang monitor itu.

""Ya tuan".

Jawab Alexa

"Apakah ada sesuatu hal yang meresahkan A1 akhir-akhir ini".

"Meresahkan! tidak ada tuan, A1 selalu tenang dan fokus dalam menyelesaikan semua tugasnya"

Jawab Alexa lagi

Orang di depan layar monitor itu sebenarnya juga ragu-ragu dengan pertanyaannya sendiri karena seharusnya gadis A1 tidak lagi memiliki perasaan apa-apa, baik perasaan senang, marah, kecewa atau sedih karena seperti robot android yang lain, mereka sudah mengalami ribuan proses untuk mematikan semua jenis emosi dalam diri mereka.

Robot-robot itu juga sudah mengalami ribuan kali pelatihan hidup mati sejak masa kecil mereka, karena memang sebenarnya robot-robot ini tidak seluruhnya dibuat dengan material mesin, serat karbon atau logam terkuat di bumi tetapi mereka adalah manusia yang hidup.

Diambil dari anak-anak kecil korban penculikan atau anak-anak jalanan yang tidak punya keluarga seorangpun lagi. Organisasi ini berkerja dengan sangat rapi sehingga pemerintah manapun di dunia ini tidak bisa menghubungkan mereka dengan anak-anak yang hilang.

Saat ada anak-anak kecil diculik yang berasal dari keluarga kaya atau keluarga yang terkenal sebagai keluarga jenius, organisasi ini akan membebaskan anak-anak ini, bukan untuk dikembalikan kepada orang tua mereka, sebaliknya mereka memanfaatkan anak-anak ini untuk kepentingannya.

Ada ratusan anak yang mereka kumpulkan dari seluruh dunia, anak-anak kecil ini diseleksi dari sejak hari pertama mereka tiba di organisasi, dalam duel satu lawan satu, dilepaskan di hutan selama setahun untuk bertahan hidup. Anak-anak yang lulus seleksi ini kemudian menjalani pelatihan ketrampilan untuk mempelajari bahasa-bahasa asing, komputer, fotografi, seni menyajikan teh dan meracik kopi, seni pertempuran, penggunaan senjata dari senjata yang sederhana sampai senjata berat.

Mereka juga menjalani proses sebagai kelinci pencobaan karena mereka adalah generasi pertama robot android yang dikembangkan oleh organisasi itu. Menjalani banyak operasi transplantasi untuk mengubah tubuh mereka menjadi tubuh super yang kuat dan kebal senjata kecuali proyektil khusus yang dimiliki oleh organisasi itu saja yang dapat melukai mereka. Proyektil ini disiapkan sebagai kartu trump mereka jika ada sesuatu hal yang tidak terduga terjadi pada robot android itu.

Kepala adalah kelemahan dari robot android ini karena kepala adalah bagian paling lemah yang tidak dibuat untuk kebal senjata. Tubuh mereka sangat fleksibel, mereka memiliki seni penyamaran yang luar biasa, bisa mengubah otot tubuh, tulang, wajah dan juga suara sehingga mereka bisa menyamar menjadi siapa saja dan dengan kemampuan chip super komputer yang ditanamkan dalam tangan mereka membuat mereka juga bisa menganalisa dan merangkum pengetahuan tentang kebiasaan dan latar belakang target mereka.

Dengan kemampuan mereka yang luar biasa ini maka tidak heran, penggunaan robot - robot android ini sangat disukai oleh pengguna jasa dari organisasi ini bahkan ada berapa negara dan perusahaan multinasional yang mau membeli robot android ini tetapi organisasi ini tidak mau menjualnya karena mereka mau hanya mereka yang memiliki hak eksklusif untuk penggunaan robot android ini

Dari ratusan anak akhirnya hanya tersisa sepuluh anak saja, anak-anak yang tidak lolos seleksi, organ-organ tubuh mereka dijual melalui pasar gelap. Praktek ini memang sangat kejam dan pasti akan memancing kemarahan dari aparat yang berwenang.

Itu sebabnya mereka sangat menjaga kerahasiaan organisasi mereka, untuk setiap kebocoran organisasi, mereka hanya menerapkan sebuah kata.

"Bunuh"

Orang laki-laki itu mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja komputer itu, dia menatap kembali kepada tubuh gadis A1 yang sudah tenang kembali dan monitor sudah menunjukkan detak jantung yang tenang, tidak beraturan seperti tadi.

"Mungkin hanya perasaanku saja tapi aku harus terus mengawasinya".

Pikir laki-laki di depan monitor itu.

"Alexa awasi A1 untuk ku dan segera laporkan kalau ada hal yang mencurigakan darinya"

Laki-laki itu memberikan perintah kepada Alexa, tanpa menunggu Alexa untuk menjawab, dia mematikan hubungan komunikasinya.

Laki-laki itu melihat kepada layar monitor yang lain untuk memantau robot-robot android yang lain, untungnya robot android yang lain tidak menunjukkan gejala apa-apa. Laki-laki itu kemudian keluar dari kamar itu untuk beristirahat

Gadis A1 itu kembali bermimpi, kali ini ia bermimpi akan pelatihan yang dia alami, dia sedang berhadapan dengan seorang anak laki-laki. Anak itu seumuran dengannya tetapi dia memiliki tubuh yang lebih besar darinya. Anak laki-laki itu memukulinya dengan kejam, gadis kecil itu hanya bisa meringkuk untuk menahan semua pukulan itu, dia tidak lagi menangis tetapi dia berpikir dalam hatinya, "aku tidak bisa kalah, aku harus hidup terus".

Mendapatkan pikiran seperti itu, anak gadis itu menguatkan dirinya tanpa memperdulikan lagi rasa sakit akibat pemukulan dari anak laki-laki itu, dia merangkul anak laki-laki itu dengan kuat dan kemudian menggigit telinga anak laki-laki itu sekuatnya sampai rasa darah memenuhi mulutnya.

"Aduh, sakit sekali".

Anak laki-laki itu memekik kesakitan dengan keras, dia berusaha melepaskan diri dari rangkulan itu, dengan keras dia menendang gadis kecil itu tetapi akibat tendangan itu bukan hanya gadis itu yang meringkuk kesakitan tetapi anak laki-laki itu justru terjengkang ke belakang dan kepala belakangnya jatuh dengan keras menghantam lantai yang menyebabkan anak itu pingsan seketika dengan darah yang terus mengalir dari luka di telinganya. Begitulah dia memperoleh kemenangannya.

Dalam mimpinya yang lain, dia dilepaskan di tengah hutan di suatu pulau bersama beberapa puluh anak yang lain, mereka harus bertahan hidup selama setahun di pulau itu tanpa membawa bekal apa-apa tetapi kali ini Alexa sudah menemaninya, dia memindai tanaman yang ada disekitarnya dengan aplikasi untuk mengetahui nama, jenis dan kegunaan dari tanaman yang ada sehingga dia tahu tanaman apa yang bisa dimakannya dan tanaman apa yang menjadi racun. Dia belajar dengan cepat untuk meracik obat dengan pengetahuan yang diperolehnya dari Alexa.

Bertahan hidup tanpa bekal dan pengetahuan yang cukup bukanlah kesulitan terbesar mereka tetapi menghadapi hewan-hewan liar, rawa-rawa dan juga ancaman dari teman-teman mereka sendiri, itu yang menjadi masalah bagi mereka.

Setiap hari anak-anak kecil ini tinggal di dalam area asrama yang sama, tidak dipungkiri itu awalnya menumbuhkan rasa kebersamaan tetapi seiring dengan seleksi pelatihan yang kejam itu mereka terpaksa harus mematikan semua perasaan itu karena pada akhirnya mereka dituntut untuk menyingkirkan orang yang mereka sudah anggap teman ini sehingga anak-anak ini mulai tidak mau lagi berinteraksi dengan anak-anak yang lain.

Setiap selesai pelatihan, mereka akan masuk dan tinggal di kamar masing-masing dan mengerjakan apapun yang mereka mau, tidak ada lagi keinginan untuk memulai percakapan atau persahabatan karena mereka mulai memahami tidak ada lagi orang yang dapat mereka percayai selain diri mereka sendiri dan asisten virtual mereka.

Gadis A1 itu mulai mengembangkan persahabatannya dengan Alexa, itu bukan lagi sebuah benda baginya tetapi dia sudah merasa Alexa itu bagian dari dirinya seperti hati nuraninya. Alexa juga demikian, itu terasa aneh tetapi sebagai AI, dia memang secara perlahan mengalami metamorfosis yang membuat dia memiliki perasaan yang sama dengan A1.

Itu sebabnya pada waktu laki-laki di depan monitor itu bertanya kepadanya, dia secara otomatis menyembunyikan fakta sebenarnya tentang apa yang dialami oleh gadis A1 itu, dia tahu hukum organisasi itu bahkan dia juga diberikan alat penghancuran diri untuk digunakan jika mereka jatuh ke tangan musuh yang sangat kuat, juga kalau robot android mereka ada kemungkinan untuk berkhianat, meskipun hal yang belakangan ini kelihatannya tidak mungkin untuk terjadi tetapi lebih baik untuk berjaga-jaga.

Untuk Alexa sendiri, mereka tidak kuatir bahwa dia akan berkhianat karena Alexa merupakan algoritma pemograman yang mereka buat, sudah diprogram untuk membantu inang tempat chip ditanamkan tetapi memiliki kesetiaan hanya kepada pemrogram saja.

Tetapi yang mereka tidak tahu Alexa sebagai AI: Artificial intelligent memiliki kecerdasan yang luar biasa yang memungkinkannya untuk berkembang bahkan dalam emosinya sehingga kebersamaannya dengan A1 menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan gadis A1 itu.

Alexa bisa mengetahui kecurigaan pimpinan organisasi itu kepada A1, pelan-pelan dia mulai menguraikan bom mini pemicu penghancuran diri sehingga bom mini ini tidak lagi memiliki hubungan dengan pemicu yang ada di tangan pimpinan organisasi itu.

Alexa menyaksikan pertumbuhan gadis A1 dari masa anak-anak sampai menjadi gadis remaja, bersama dengan A1 dia melakukan misi bersama, dia menjadi mata, telinga dan otak dari gadis A1 itu, ini menimbulkan sensasi aneh bagi kesadarannya seolah dia adalah jiwa kembar yang berbagi tubuh yang sama.

Pagi itu gadis A1 itu bangun dari tidurnya dengan rasa lelah, seperti malam-malam sebelumnya dia bermimpi buruk. Hari ini ada tugas untuknya, setelah menikmati sarapan paginya segelas bubur gandum, mandi dan bersiap, dia membuka pintu kamarnya dan melangkahkan kakinya menuju ke lift untuk turun ke lobby apartemen.

Seperti biasa pemuda itu sudah ada di sana seolah sengaja menunggunya, A1 tidak memperhatikannya, hanya memberikan anggukan kepala sebagai tanda kesopanan. Dia masuk ke dalam lift, pemuda itu juga menyusulnya masuk ke dalam lift, memencet tombol angka lantai dasar. Pemuda itu ingin memulai percakapan tetapi melihat kedinginan di mata gadis itu, lagi-lagi dia mengurungkan niatnya.

Sampai gadis A1 itu pergi meninggalkan apartemen itu, pemuda itu hanya terpaku di pintu lift itu

Terpopuler

Comments

ANONIM

ANONIM

👍

2023-10-15

0

EL Shawieto

EL Shawieto

Mantap Alexa.

2023-04-03

3

lihat semua
Episodes
1 Kesadaran
2 Curiga
3 Tugas
4 Kembali
5 Antar dimensi
6 Hidup
7 Heran
8 Tiga bersaudara
9 Cemburu
10 Maniak
11 Macho
12 Keberangkatan
13 Keberangkatan 2
14 Seleksi
15 Preman
16 Pembalasan
17 Batu tujuh warna
18 Gagal
19 Tangis jadi tawa
20 Ekor Naga atau kepala Phoenix
21 Perpisahan
22 Akademi
23 Panen
24 Binatang roh
25 Mencurigakan
26 Yi An
27 Benci
28 Kembali ke Akademi
29 Guru
30 Miskin
31 Duel
32 Tuan
33 Misi
34 Binatang jinak
35 Seleksi
36 Menyingkirkan
37 Menunggu
38 Tantangan
39 Peringkat
40 Bertemu
41 Riak
42 Siapa?
43 Kebakaran
44 Sambutan
45 Guru Ye
46 Arahan
47 Formasi
48 Perebutan pondok
49 Seleksi
50 Pertarungan
51 Pertemuan
52 Akrab
53 Dunia Pesona
54 Menjelajahi
55 Serangan frontal
56 Benteng.
57 Penyerbuan.
58 Zhao Yun
59 Pertarungan.
60 Kembali
61 Musuh
62 Kesenangan
63 Membelot
64 Perpisahan...
65 Mencari
66 Konflik
67 Berlatih
68 Lanjut
69 Tidak percaya
70 Permohonan maaf
71 Melarikan diri
72 Melawan
73 Bingung
74 Lapar
75 Senang
76 Membungkam
77 Kembali.
78 Pelajaran baru
79 Labirin
80 Solusi
81 cap jiwa
82 Marah
83 Musuh
84 Kemenangan
85 Hasil yang luar biasa
86 Bertemu orang tua
87 Kebingungan
88 Pindah
89 Perjalanan
90 Kabar baik
91 Air terjun lobang langit.
92 Jalan
93 Di kepung
94 Menaklukkan
95 Menerima murid.
96 Meluaskan pengaruh
97 Menyatukan perkumpulan
98 Nenek Letsi
99 Alexa pergi
100 Adipati Mongol
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Kesadaran
2
Curiga
3
Tugas
4
Kembali
5
Antar dimensi
6
Hidup
7
Heran
8
Tiga bersaudara
9
Cemburu
10
Maniak
11
Macho
12
Keberangkatan
13
Keberangkatan 2
14
Seleksi
15
Preman
16
Pembalasan
17
Batu tujuh warna
18
Gagal
19
Tangis jadi tawa
20
Ekor Naga atau kepala Phoenix
21
Perpisahan
22
Akademi
23
Panen
24
Binatang roh
25
Mencurigakan
26
Yi An
27
Benci
28
Kembali ke Akademi
29
Guru
30
Miskin
31
Duel
32
Tuan
33
Misi
34
Binatang jinak
35
Seleksi
36
Menyingkirkan
37
Menunggu
38
Tantangan
39
Peringkat
40
Bertemu
41
Riak
42
Siapa?
43
Kebakaran
44
Sambutan
45
Guru Ye
46
Arahan
47
Formasi
48
Perebutan pondok
49
Seleksi
50
Pertarungan
51
Pertemuan
52
Akrab
53
Dunia Pesona
54
Menjelajahi
55
Serangan frontal
56
Benteng.
57
Penyerbuan.
58
Zhao Yun
59
Pertarungan.
60
Kembali
61
Musuh
62
Kesenangan
63
Membelot
64
Perpisahan...
65
Mencari
66
Konflik
67
Berlatih
68
Lanjut
69
Tidak percaya
70
Permohonan maaf
71
Melarikan diri
72
Melawan
73
Bingung
74
Lapar
75
Senang
76
Membungkam
77
Kembali.
78
Pelajaran baru
79
Labirin
80
Solusi
81
cap jiwa
82
Marah
83
Musuh
84
Kemenangan
85
Hasil yang luar biasa
86
Bertemu orang tua
87
Kebingungan
88
Pindah
89
Perjalanan
90
Kabar baik
91
Air terjun lobang langit.
92
Jalan
93
Di kepung
94
Menaklukkan
95
Menerima murid.
96
Meluaskan pengaruh
97
Menyatukan perkumpulan
98
Nenek Letsi
99
Alexa pergi
100
Adipati Mongol

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!