Matahari baru mulai bangkit dari balik bukit cahayanya seolah sedang menyelimuti sesosok tubuh ramping yang sedang bermeditasi dalam sikap lotus di atas bukit itu, tubuhnya dengan rakus menyerap energi alam disekitarnya, dari subuh dia sudah ada di sana.
Tidak jauh dari sosok itu berbaring seekor binatang sebesar kucing dewasa seperti kucing tetapi juga bukan kucing, mungkin lebih tepat binatang itu bisa disebutkan sebagai harimau.
Ya itu adalah Macho, hewan peliharaan Alpha, sudah empat tahun sejak dia diketemukan oleh Alpha tetapi kelihatannya dia tidak banyak bertumbuh, tubuhnya masih saja kecil seperti seekor kucing dewasa.
Alpha1 sudah berusia tujuh tahun saat ini, dia sudah siap untuk bergabung dengan klan utama di provinsi, tubuhnya sudah bertambah tinggi, meskipun nafsu makannya tetap tinggi seperti biasanya, dia masih memiliki tubuh yang ramping.
Kedua orang tuanya mengajarkan ilmu beladiri tetapi dia sendiri tidak terlalu suka mempelajarinya karena menurutnya yang paling penting adalah kekuatan dan kemampuan melihat kelemahan lawan. Untuk apa seratus kombinasi serangan kalau tidak mengenai sasaran, cukup dengan satu tinju atau tendangan yang tepat sasaran, itu sudah pasti bisa menjatuhkan lawan.
Biar memiliki ilmu beladiri yang banyak ragamnya tapi jika tidak punya kekuatan yang lebih baik dari lawan maka menurutnya itu hanya membuang-buang nafas saja. Itu sebabnya dia lebih suka berlatih kuda-kuda dan berkultivasi untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar daripada mempelajari jurus-jurus beladiri.
Dia juga suka melatih kecepatannya dalam berlari sebab dia punya jurus yang sangat diandalkannya jika menemukan lawan yang lebih kuat darinya, dia menamakannya sebagai ilmu kudu.
Alpha bukan orang yang idealis sebaliknya dia adalah orang yang pragmatis, jadi kalau menemukan lawan yang lebih kuat darinya, dia akan memakai jurus andalannya yaitu kudu....
melarikan diri secepatnya.
Ha ha ha.
Dari bawah bukit seseorang berlari dan memanggilnya dengan suara yang melebihi kecepatan orangnya untuk datang, Alpha mengenali itu suara kakak laki-laki satu-satunya Shi Lin.
"Alpha cepat turun, kamu dipanggil ayah dan nyonya besar".
"Ya kak, sebentar".
Alpha merapikan pakaiannya, kakaknya masih berdiri di tempatnya untuk menstabilkan nafasnya, Alpha sudah lari meninggalkannya untuk menuruni bukit.
"Uh dasar tidak setia, sudah lari duluan dia".
Shi Lin mengumpat adiknya saat yang disebut terakhir itu langsung lari meninggalkannya.
"Ayo kakak, sini kejar aku".
Alpha1 menggoda kakaknya, dia berteriak dari kejauhan. Meskipun Shi Lin sudah belajar ilmu meringankan tubuh tetapi tetap saja dia tidak bisa mengejar adiknya yang berusia lima tahun lebih muda darinya.
Alpha tidak mau terus menggoda kakaknya, dia sengaja menurunkan kecepatan larinya dan menunggu kakaknya, mereka kemudian berlari sejajar menuruni bukit menuju rumah mereka.
Macho berlari di samping Alpha, meskipun tubuhnya kecil seperti kucing dewasa tetapi kecepatannya tidak bisa diremehkan karena dia selalu bisa mengejar Alpha dalam kecepatan tertingginya saat berlari.
Alpha1 mengira bahwa ada kemungkinan jiwa Macho telah disegel sehingga tubuhnya tidak berkembang secara wajar karena dia tahu ibu Macho adalah binatang yang sangat besar tetapi dia tidak terlalu memperdulikan hal itu.
Baik-baik saja untuk itu karena dengan tubuh kecilnya, Macho bisa mengikutinya kemanapun tanpa membuat orang ribut dengan keberadaannya. Kalau tubuhnya menjadi besar dengan luar biasa, dia tahu ayahnya pasti tidak akan mengijinkan Macho tinggal bersamanya.
Jadi dia pun cukup senang dengan kondisi Macho saat itu apalagi dia akan berangkat untuk bergabung dengan Klan utama di provinsi, di sana dia tidak akan diijinkan untuk membawa binatang yang besar tetapi tidak masalah untuk membawa seekor kucing.
Keluarganya saat ini sudah berkumpul di aula utama di manor klan Long, ada ibu, kedua isteri ayahnya dan juga seluruh anggota klan. Bukan hanya Alpha1 yang akan bergabung ke klan tetapi juga anak-anak dari anggota klan lain yang merupakan sepupu dari Alpha1, ada dua puluh anak berusia tujuh tahun yang akan pergi bersamanya.
Shi Lin sebenarnya ingin pergi juga tetapi sebagai anak laki-laki satu-satunya dari kepala klan, dia tidak memiliki kewajiban untuk bergabung dengan klan utama provinsi karena dia memiliki tanggung jawab untuk belajar mengelola klan Long di sana.
Ada kesempatan baginya untuk bertemu kembali dengan Alpha1 pada waktu dia resmi memasuki akademi untuk belajar, anak-anak itu akan belajar di klan selama enam tahun sebelum memasuki akademi, itupun tidak semua anak karena hanya mereka yang lulus seleksi internal yang dapat belajar di akademi.
Untuk mereka yang gagal, mereka akan kembali pulang ke klan cabang masing-masing, tidak ada anak waras yang ingin pulang ke klan cabang, mereka semua punya ambisi untuk meningkatkan diri, membawa kebanggaan dan kehormatan mereka bagi orang tua, Juga klan keluarga cabang mereka.
Alpha1 sendiri tidak mau terikat pada klan, dia mau hidup bebas seperti burung, berpergian ke seluruh dunia yang luas ini, mencari pengalaman dan menikmati keindahan alam di benua yang masih tanpa polusi dan kerusakan lingkungan.
Tentu bukan untuk saat ini, dia masih begitu lemah, di dunia ini dimana hanya kekuatan yang berbicara. Dia harus terlebih dahulu menjadi kuat agar bisa dihargai oleh orang lain, jadi dia sama sekali tidak keberatan untuk bergabung di klan utama provinsi dan bersekolah di akademi, bukan untuk mengejar kedudukan yang lebih baik di klan tetapi sebagai batu loncatan untuk menjadi lebih baik dan lebih kuat.
Alpha1 segera datang kepada ibunya, dia melompat ke pelukan ibunya, seperti biasa dia suka untuk duduk dipangkuan ibunya, semua orang di situ hanya tersenyum saja melihat kelakuannya karena mereka tahu meskipun Alpha1 suka bermanja-manja dengan ibunya. Dia adalah anak yang sangat bertanggungjawab, mereka tahu dia berkerja keras dalam berlatih beladiri lebih dari semua anak yang ada di situ.
Tidak ada yang memungkiri bahwa meskipun ilmu beladirinya sangat tidak mengesankan karena mereka tahu Alpha tidak suka untuk belajar ilmu beladiri tetapi tidak dipungkiri dia anak yang paling kuat fisiknya di klan itu. Tidak ada anak lain bahkan anak laki-laki di klan itu yang dapat melawannya, biasanya anak-anak itu dikalahkannya cukup dengan satu pukulan.
Saat berkelahi, dia akan dengan malas memperhatikan gaya kembangan lawannya yang bersilat di depannya memperagakan jurus-jurus andalan mereka, tetapi kemudian dia hanya akan meninju atau menendang secara sederhana tanpa ada kembangan jurus yang menurutnya tidak berguna, bisa dipastikan lawannya langsung terkapar.
Tidak seperti anak dari kepala klan pada umumnya, Alpha1 suka mengambil bagian tugas untuk berkerja dalam pekerjaan sehari-hari bersama anak-anak anggota klan lainnya, itu berbeda dengan kedua saudara tirinya yang tidak pernah mau berkerja saat mereka ada di rumah, itu sebabnya semua orang di klan sangat menyayangi Alpha.
Ibunya sebenarnya tidak mau Alpha1 meninggalkannya, semalaman dia ribut dengan suaminya untuk mempertahankan Alpha di rumah, dia minta kepada tuan Long agar menunggu enam tahun lagi sebelum memasukkan Alpha langsung ke akademi tetapi justru Alpha sendiri yang meminta agar ibunya merelakan dia untuk pergi bergabung ke klan provinsi.
Akhirnya dengan mata sembab karena menangis semalaman, nyonya besar dengan berat hati mengijinkan Alpha untuk berangkat menuju klan provinsi. Semalam ada banyak nasehat dan saran yang dia berikan kepada Alpha1 yang sebagian besar adalah bentuk kekuatirannya untuk anaknya.
Ada banyak barang dan makanan yang dipersiapkan oleh ibunya, dia takut Alpha1 akan kelaparan di sana, tidak ada ibunya yang akan menyiapkan makanan untuknya. Di rumah ibunya sangat rewel kalau itu menyangkut makanan untuk Alpha, dua sendiri yang selalu mengawasi juru masak untuk memasak makanan buat Alpha meskipun Alpha1 sendiri tidak pernah pilih-pilih makanan.
Dia akan makan apa saja yang dihidangkan tanpa pernah mengeluh atau memprotes tentang rasanya karena dia tahu bahwa ibunya selalu mencoba dulu semua apa yang mau dimakannya, jadi sudah bisa dipastikan tidak ada makanan yang rasanya tidak layak yang bisa melewati mulut ibunya. Ha ha ha
Kali ini ibunya memberikannya cincin ruang milik keluarganya yang sudah diwariskan turun temurun, cincin ruang itu memiliki luas seratus meter persegi, jadi ada banyak barang yang bisa dimasukkan di sana, sangat praktis untuk membawa banyak barang, sayangnya tidak bisa membawa benda hidup, kalau tidak Alpha akan membawa semua ayam peliharaannya masuk di sana.
Entah kenapa saat melihat cincin ruang itu, perasaan Alpha jadi melankolis, dia seperti merasa mengingat sesuatu, seperti dia pernah melihat benda semacam cincin ruang ini yang pernah dimilikinya sebelumnya.
Dia tidak tahu darimana perasaan itu berasal, dia tidak berlama-lama dengan perasaan itu. Untuk apa memikirkan sesuatu yang dia belum tahu, biar saja waktu berjalan, mungkin dikemudian hari, dia akan menemukan sesuatu yang hari ini masih rahasia baginya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
EL Shawieto
Ayo semangat Alpha! 💪💪
2023-04-10
2