Begitu tanda aba-aba untuk memulai diberikan, anak-anak ini yang berpikir bahwa mereka hanya harus berlari secepatnya karena mereka tidak diberi tahu terlebih dahulu apa yang ada di dalam perjalanan itu, semangat mereka terpacu juga karena adanya iming-iming hadiah bagi mereka yang masuk dalam sepuluh besar.
Alpha1 yang sudah melihat dari ketinggian puncak bukit itu, dia berlari dengan langkah terukur, tidak cepat tetapi tidak juga lambat, dua kilometer pertama masih ada yang berlari , jalanan semakin menanjak, sudah ada banyak yang kehabisan nafas apalagi di tengah panas terik seperti itu.
Alpha berpikir andaikata dia jualan es pasti dia akan mendapatkan banyak uang tetapi belum ada diantara mereka yang memiliki poin di tokennya, sementara yang lain hanya bisa berjalan tertatih-tatih, Alpha terus berlari dengan konstan.
Dia berkeringat cukup deras, dia membawa Macho dalam tas ransel di punggungnya, Macho bisa saja berlari tetapi Alpha tidak mau menarik perhatian yang tidak perlu untuk binatang peliharaannya, dia tidak mau itu akan memancing keingintahuan orang tentang binatang jinaknya.
Diperjalanan, sudah ada berapa anak yang tadi berlari dengan cepat mendahuluinya, sekarang berjalan dengan sulit seolah sedang menyeret badannya. Semakin naik ke ketinggian, jalanan itu semakin terjal, bahkan ada yang seperti dinding yang nyaris tegak vertikal, itu membuat anak-anak itu terpaksa harus memanjat di dinding batu dengan memanfaatkan pegangan akar-akar pohon yang menjuntai.
Mungkin tidak ada yang memikirkan bahwa mereka akan memulai seleksi itu pada awal kedatangan mereka, jadi beberapa anak tidak membawa persediaan air minum berlebih. Panas yang menyengat dan jalanan yang semakin menanjak, membuat kombinasi yang sempurna untuk membuat orang menjadi dehidrasi, sehingga berapa anak memilih untuk menyerah, tidak lagi mampu untuk berjalan lagi.
Dapat dipastikan anak-anak itu sudah tersingkir, artinya untuk menjadi murid luarpun mereka sudah tidak layak. Mereka harus kembali ke klan yang telah mengirimnya, anak-anak yang pulang di awal seleksi ini sudah pasti tidak akan lagi mendapatkan dukungan dari klan untuk kultivasi mereka di masa depan.
Mereka biasanya akan berakhir hanya sebagai pengawal atau pegawai biasa saja. Itu sebabnya banyak anak yang tidak mau menyerah, ada berapa anak yang terus memaksakan diri untuk maju meskipun sudah sangat kelelahan.
Anak-anak ini tidak mengerti bahwa upaya mereka berjuang sampai akhir ini sangat dihargai oleh klan, meskipun mereka gagal mencapai garis finis tetapi mereka akan tetap mendapatkan kesempatan untuk menjadi murid luar.
Alpha tidak tertarik untuk masuk dalam kelompok sepuluh besar, itu tidak penting untuknya, cukup bisa masuk menjadi murid dalam, itu pasti akan membahagiakan ayah dan ibunya.
Sampai di tepi jurang tempat kabel baja itu terentang, banyak anak yang berhenti di sana, ada lima kabel baja yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara jurang itu.
Anak-anak itu melihat-lihat pinggiran jurang, kelihatannya mau mencoba mengukur kedalaman jurang, tentu saja itu sukses membuat beberapa orang menjadi cemas dan ragu-ragu untuk melanjutkan.
Ada tiga anak yang memberanikan diri untuk menyeberangi kabel baja itu, ada yang berjalan dengan tangan yang direntangkan, ada yang bergantungan dengan melingkarkan kakinya pada kabel baja dan menyeret badannya dengan kedua tangannya mencengkram kabel baja itu.
Alpha berhenti sebentar, dia duduk di atas rumput, dia melepaskan berapa gelang besi yang dia pakai selama ini dikedua kakinya, tidak ada orang yang tahu kalau dia memakai gelang beban itu karena dia menutupinya di dalam celana panjangnya.
Anak-anak laki-laki yang lebih besar darinya terheran-heran dengan apa yang mereka lihat. Bagaimana mungkin anak perempuan kecil itu selama ini berjalan dengan membawa gelang beban yang berat di kakinya, mereka yang tidak membawa apa-apa, sudah begitu kesulitan tetapi dari tadi anak perempuan itu terlihat seperti berlari dengan santai.
Dia berkeringat bukan karena lelah tetapi karena panas matahari yang menyengat. Anak-anak itu menggelengkan kepalanya seraya mengagumi kekuatan Alpha1.
Alpha tidak memperdulikan pandangan mereka, dia meletakkan gelang beban itu di cincin penyimpanannya, kemudian dia melihat kabel baja yang kosong tidak ada anak yang berjalan di atasnya.
Kalau ada anak yang sudah memakai kabel baja itu, dia pasti akan menunggu anak itu sampai terlebih dahulu, dia langsung berlari di atas kabel baja itu, langkah pertamanya jelas membuat kabel itu menjadi sedikit bergoyang tetapi dia lari terus tanpa memperdulikan hal itu.
Tanpa kesulitan yang berarti, dia sudah sampai di seberang jurang itu, dihadapannya ada sebuah bangunan besar dengan plakat nama: Manor Long Klan. Itu adalah rumah utama dari klan Long provinsi.
Ternyata dia adalah yang pertama yang berhasil sampai di sana, ada beberapa orang menunggunya di depan rumah itu, diantaranya seorang laki-laki tua berusia enam puluhan tetapi masih terlihat gagah diikuti beberapa laki-laki dan perempuan paruh baya datang menghampirinya.
"Salam tetua".
Alpha tidak melupakan kesopanannya, dia menjura untuk memberikan salam kepada para tetua yang ada di hadapannya.
"Tidak buruk, tidak buruk".
Kata laki-laki tua itu sambil mengelus jenggot panjangnya yang sudah berwarna keabu-abuan sama seperti rambutnya.
"Kamu yang pertama datang, siapa namamu nak".
"Oh namaku Alpha1, maksud ku itu nama panggilanku, nama asliku adalah Long Tian Ba berasal dari keluarga Long di kota Juwana"
Alpha1 hampir lupa memperkenalkan nama aslinya.
"Oh anak dari Long Kian Liong dan Soe Ya, hebat, Soe Ya benar-benar beruntung bisa memiliki anak secantik dirimu di usia tuanya".
Tetua itu mengatakan hal itu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya kepada orang-orang yang berdiri bersamanya, rupanya mereka mengenal kedua orang tuanya.
"Perkenalkan, aku adalah ketua klan Long provinsi, kamu bisa memanggilku kakek Long, karena kamu yang pertama sampai di tempat ini, kamu akan mendapatkan seratus poin sebagai hadiah, oh tidak!, aku akan menambahkan seratus poin untukmu sebagai hadiah dariku secara pribadi ".
"Terimakasih kakek Long" .
Alpha1 berterimakasih untuk hadiah yang murah hati dari kakek Long, kakek Long menunjuk kepada salah satu perempuan yang berdiri di sampingnya.
"A Nan bantulah gadis ini untuk mendapatkan hadiahnya dan tunjukkan kamar untuknya".
Perempuan yang dipanggil dengan nama A Nan oleh kakek Long segera mengajak Alpha1 untuk pergi bersamanya.
"Terimakasih kakek Long dan para tetua, aku pamit dulu".
Alpha menjura kembali kepada tetua klan di sana dan dia mengikuti A Nan berjalan ke samping bangunan utama itu, ada meja pendaftaran di sana, salah satu orang yang berjaga di sana adalah seorang yang dikenalnya, Fang Huang kakak keempatnya.
Fang Huang sangat senang bertemu dengannya, mereka berpelukan sejenak melepaskan rasa rindu.
"Hebat, kamu mendapatkan tempat pertama, ayah pasti akan bangga terhadapmu, dulu aku hanya mendapatkan tempat ke seratus dua puluh dua saja".
Fang Huang memuji Alpha1, dia sangat termotivasi oleh adik bungsunya itu. Setiap waktu liburan di rumahnya, dia selalu berlatih bersama Alpha1 dan Shi Lin, meskipun Alpha belum mempelajari jurus-jurus beladiri yang dia miliki tetapi Alpha bisa menunjukkan dan memperbaiki kesalahannya hanya dari pengamatannya saat dia memperagakan jurus beladirinya di hadapan Alpha.
Hanya dengan melihatnya memperagakan jurus itu sekali saja, secara cepat dan tepat, Alpha bisa menemukan kekurangan dari jurus beladirinya, bahkan Alpha bisa memperagakan kembali tanpa kesalahan bahkan lebih sempurna daripada dia yang sudah berlatih berapa tahun.
Tentu dia tidak tahu bahwa Alpha memiliki mata fotografis dan otak super komputer. Alpha bisa secara cepat mereka dan memutar kembali apa yang dia lihat dalam memori otaknya, menganalisa setiap gerakan sehingga dia bisa dengan jelas menguraikannya kembali.
Melalui latihan bersama yang mereka lakukan di kala senggang dalam liburannya, Fang Huang mendapatkan banyak kemajuan sehingga dia bisa menduduki peringkat sepuluh besar, berapa hari ini dia akan meninggalkan klan untuk masuk ke akademi.
Setelah mengisi poin yang dia dapatkan ke tokennya, juga mendapatkan token murid dalam. Fang Huang membawa Alpha menuju kamar yang telah diberikan oleh bibi A Nan, begitulah perempuan paruh baya itu meminta Alpha1 memanggilnya.
"Wah kamu beruntung lho, kamu mendapatkan kamar no satu, itu tempat yang penuh dengan energi alam".
Fan Huang mengajak Alpha untuk kembali menyeberangi kabel baja, ini berbeda dari kabel baja yang sebelumnya dilalui oleh Alpha, jembatan kabel baja ini ada di samping sisi kanan Manor utama klan Long menuju ke bukit yang lain.
Rupanya puncak-puncak bukit di atas pegunungan itu memiliki bangunan yang memiliki fungsi berbeda, untuk tempat tinggal murid-murid luar ada di bukit yang dinamakan bukit Kesabaran, tempat tinggal murid-murid Dalam disebut bukit Kemurahan, sedang untuk sekolah dan aula beladiri tempat dimana ring duel didirikan itu ada di bukit kekuatan, bukit-bukit yang lain merupakan tempat tinggal anggota klan.
Selain kabel baja itu rupanya ada jalan lain yang menghubungkan antar bukit itu, itu jalan yang biasa tetapi akan sangat menyingkat waktu kalau mereka lewat kabel baja itu.
Setelah mengetahui ada jalan yang lain, Alpha lebih suka mempergunakan jalan biasa itu , bukan karena dia takut berjalan di atas bentangan kabel baja itu tetapi sekalian dia berolahraga naik turun gunung itu.
Selama di rumah, Alpha1 hanya belajar beladiri yang membutuhkan kekuatan fisik saja tetapi di tempat ini, dia akan mulai belajar berkultivasi agar bisa mencapai kekuatan immortal, bukan hanya budidaya tetapi juga menentukan usia yang dapat dikategorikan abadi ketika orang bisa mencapai ranah dewa dalam kultivasinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments