Maniak

"Iya kak, adik bungsu adalah maniak beladiri sejati, tiap pagi sebelum ayam berkokok, dia sudah mulai latihannya, dia berlatih membentuk kuda-kuda lebih dari dua jam sehari, aku baru berdiri satu jam saja sudah rasa capek, setelah itu dia berlari mengelilingi pagar keliling klan kita.".

"Tidak ada pengawal dalam klan kita yang bisa menandingi kecepatan larinya padahal dia belum berkultivasi, baru berlatih untuk membentuk tubuh fisiknya saja, aku heran dengan kecakapannya, kalau aku tidak mengingat usianya, aku curiga dia sudah pernah berlatih sebelumnya, he he he".

Long Shi jadi tertawa sendiri, adiknya baru berusia tiga tahun, kapan dia berlatih, apa dalam kandungan ibunya?

Apa mungkin perut nyonya Long adalah ruang dimensi, Alpha1 sudah berlatih beladiri sebelum dia dilahirkan.

"Nafsu makannya juga besar sekali kak seperti dia makan untuk tiga orang setiap dia makan tapi itu memang setimpal dengan giatnya dia berlatih"

Alpha1 tidak bisa mengingat dirinya sebelumnya tetapi ada dorongan dalam dirinya untuk berlatih, itu seperti suatu hal yang otomatis dalam dirinya. Dalam kehidupannya sebelumnya, dari kecil setiap hari adalah perjuangan hidup dan mati, berulang-ulang dia menghadapi keadaan yang nyaris mengambil nyawanya.

Alpha1 tidak perlu belajar tentang pengetahuan umum, dia memiliki sumber pengetahuan yang luar biasa melalui chip AI yang ditanamkan pada dirinya. Itu yang membuatnya terlihat seperti malas belajar karena dia punya pengetahuan yang lebih luas dari semua gurunya.

Guru-gurunya sudah tidak berdaya mengajarnya karena dia sudah terlebih dahulu tahu apa yang akan diajarkan guru, tidak ada seorangpun dari gurunya yang bisa bersoal jawab dengannya.

Dia tidak mengerti mengapa dia demikian pintar karena dia belum menyadari adanya Alexa dalam dirinya tetapi itu berbeda dengan pelatihan beladirinya, itu seperti sesuatu yang sudah berurat akar yang membuatnya menjadi maniak beladiri.

Dia juga suka bermain seperti anak yang lain, bersenda gurau dan menggoda setiap orang di tempat kediamannya. Dari semua hal itu, yang paling disukainya adalah berlatih dan berkelahi.

Ayahnya menerima bukan hanya keluhan dari keluarga-keluarga lain tetapi juga pujian untuk Alpha1 karena memang dia berkelahi bukan tanpa alasan, kebanyakan perkelahian yang dia lakukan adalah untuk membela atau menolong orang lain.

Semua yang dia kerjakan di dunia yang lama membentuk karakter yang tangguh dan juga perasaan yang dingin, kurang peduli dengan lingkungannya tetapi saat dia dilahirkan kembali di dunia ini, dia yang sebelumnya selalu sendiri sekarang dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayangi dan memperdulikannya.

Aslinya memang dia memiliki karakter yang ceria dan baik hati, itu sebabnya dia mau menolong Aini di dalam kehidupan sebelumnya tetapi didikan yang kejam itu sempat membuat dirinya kehilangan sisi kemanusiaannya.

Kelahirannya di Benua ini membuatnya memperoleh kembali rasa kemanusiaannya, hanya dia sudah lupa asal-usul dirinya, dia selalu merasa ada bagian yang hilang dari dirinya, sudah berulang kali dia mencoba mengingatnya tetapi itu hanya membuatnya sakit kepala. Jadi dia tidak lagi melakukannya.

Shi Lin mengajak Fang Hua untuk bertemu dengan Alpha1 sekalian dia mau memberikan salam kepada nyonya besar, nyonya menyayangi semua anak suaminya, anak-anak itu juga menyayanginya apalagi selama itu dia sendiri tidak mempunyai anak.

Waktu Fang Huang dan Shilin menemui nyonya besar, Alpha1 masih belum selesai makan, melihat sisa-sisa tulang ayam di atas meja, barulah Fang Huang mempercayai perkataan adiknya, memang nona muda ini memiliki nafsu makan yang besar.

"Salam nyonya besar".

"Salam nona muda".

"Tidak perlu memanggil nona muda, panggil saja aku adik bungsu".

Kata Alpha1 kepada Fang Huang, Alpha1 menyenangi perasaan sebagai adik, dia melihat bagaimana Shi Lin menyayangi dirinya, juga dia bisa melihat bahwa Fang Hua ini memiliki sikap yang baik, dia langsung merasa cocok dengannya.

"Ehm, baiklah".

Nyonya Long melihat kepada kedua anak di hadapannya, dia membalas salam mereka lalu dia berkata kepada mereka.

"Sebentar setelah Alpha1 makan, kalian bisa bermain bersama, aku akan meninggalkan kalian di sini"

Mendengar hal itu, Alpha1 cepat-cepat menyelesaikan makannya, dia mencium pipi ibunya dengan mulut yang masih berminyak dan segera menggandeng tangan Fang Huang untuk membawanya ke taman, Shi Lin mengikuti mereka dari belakang.

"Dasar anak itu"

Nyonya Long menggelengkan kepalanya mengingat kelakuan anaknya yang menciumnya tanpa terlebih dahulu membersihkan mulutnya, di mengusap pipinya dengan sapu tangan, hatinya terasa hangat, dia sungguh sangat bersyukur memiliki anak yang mencintainya.

Memang benar dia menyayangi semua anak suaminya tetapi tentu saja cinta terbesar adalah untuk anaknya sendiri, anak yang telah dikandungnya selama sembilan bulan, sepuluh hari. Yang sempat mati namun hidup kembali, bagaimana mungkin dia tidak mencurahkan segenap cinta untuknya.

Buatnya saat ini, lebih baik kehilangan cinta suaminya daripada kehilangan anaknya, dia juga tidak rela jika dalam usia tujuh tahun, anak itu harus masuk dalam pengasuhan klan, dia lebih baik mati daripada berpisah dengannya.

Menggandeng tangan Fang Hua dan Shi Lin, Alpha1 berada di tengah keduanya, mereka berjalan menuju ke halaman belakang dari rumah itu, ada tanaman bunga dan juga pohon buah-buahan di taman itu.

Bukannya duduk di situ, Alpha1 mengajak kedua kakaknya untuk berjalan terus melewati taman itu, keluar dari pintu belakang perumahan Klan, ada dua orang pengawal yang berjaga di sana, mereka sudah biasa melihat Alpha1 keluar masuk melalui pintu itu.

Dia selalu berkeliaran sendiri, kadang dengan saudara kelimanya Shi Lin, awalnya ayahnya selalu memberikan seorang pelayan untuk menjaganya tetapi Alpha1 selalu punya cara untuk menjauhkan diri dari penjaganya, akhirnya ayahnya membiarkan dia pergi sendirian.

Untungnya dia selalu berjalan-jalan di tempat yang mudah diawasi oleh penjaga-penjaga di klan itu, jadi lambat-laun mereka mulai mengurangi pengawasan mereka.

Tanpa setahu penjaga-penjaga itu sebenarnya dia mulai suka menyelinap kedalam hutan yang ada di belakang perumahan Klan itu, dia sudah bosan berjalan-jalan hanya disekitar rumah karena tidak ada lagi yang menarik perhatiannya di sana.

Hanya dia juga mengerti bahayanya di dalam hutan, dia cuma berjalan di pinggiran hutan saja, Alpha menemukan sebuah padang rumput yang dipenuhi dengan tanaman bunga, dia suka duduk di sana sambil mengawasi hewan-hewan kecil yang sering melintasi tempat itu.

Dia mengajak kedua saudaranya ke padang rumput itu, Shi Lin sudah pernah pergi ke tempat itu juga, berbeda dengan Fang Huang, meskipun dia sudah lebih lama tinggal di sana tetapi dia sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya di tempat itu.

Untuk keluar dari halaman belakang saja, dia tidak pernah melakukannya, hanya melihat ke dua penjaga yang berjaga di pintu itu saja, dia sudah ketakutan apalagi mau meminta ijin mereka untuk keluar dari sana.

Alpha1 berjalan biasa saja bahkan kelihatan cuek dengan keberadaan penjaga itu, dia hanya sekedar melambaikan tangannya dan tersenyum kepada mereka, kedua penjaga itu segera membukakan pintu dengan sikap hormat tanpa menanyakan kemana tujuannya .

Fang Huan terkejut melihat sikap kedua penjaga itu, dia tidak tahu sebenarnya kedua penjaga itu awalnya melarang Alpha1 untuk keluar dari pintu itu bahkan mereka tidak membuka pintu itu untuknya.

Mereka tahu bahwa Alpha1 anak kesayangan nyonya Long, mereka takut ada kecelakaan yang tidak diharapkan pada anak itu kalau mereka ijinkan dia keluar apalagi tanpa perintah dari nyonya atau tuan Long tetapi ternyata Alpha1 selalu terlihat pulang kembali lewat pintu itu.

Mereka tidak tahu kapan dia keluar tetapi yang jelas tiap dia pulang selalu lewat pintu yang sama, pertama kali penjaga itu membukakan pintu untuknya, dia kebingungan karena dia tahu dia tidak membukakan pintu untuk Alpha1 keluar.

Ternyata Alpha1 selalu keluar dengan melompati tembok pagar di samping pos penjagaan, ada pohon beringin yang besar di sana jadi tidak ada orang yang memperhatikannya saat dia memanjat pohon itu.

Setelah mereka melaporkan hal itu kepada tuan Long, akhirnya tuan Long memerintahkan mereka untuk memberikan ijin kepadanya saat dia mau keluar dari pintu itu tetapi dia meminta penjaga-penjaga itu untuk mengawasinya diam-diam.

Episodes
1 Kesadaran
2 Curiga
3 Tugas
4 Kembali
5 Antar dimensi
6 Hidup
7 Heran
8 Tiga bersaudara
9 Cemburu
10 Maniak
11 Macho
12 Keberangkatan
13 Keberangkatan 2
14 Seleksi
15 Preman
16 Pembalasan
17 Batu tujuh warna
18 Gagal
19 Tangis jadi tawa
20 Ekor Naga atau kepala Phoenix
21 Perpisahan
22 Akademi
23 Panen
24 Binatang roh
25 Mencurigakan
26 Yi An
27 Benci
28 Kembali ke Akademi
29 Guru
30 Miskin
31 Duel
32 Tuan
33 Misi
34 Binatang jinak
35 Seleksi
36 Menyingkirkan
37 Menunggu
38 Tantangan
39 Peringkat
40 Bertemu
41 Riak
42 Siapa?
43 Kebakaran
44 Sambutan
45 Guru Ye
46 Arahan
47 Formasi
48 Perebutan pondok
49 Seleksi
50 Pertarungan
51 Pertemuan
52 Akrab
53 Dunia Pesona
54 Menjelajahi
55 Serangan frontal
56 Benteng.
57 Penyerbuan.
58 Zhao Yun
59 Pertarungan.
60 Kembali
61 Musuh
62 Kesenangan
63 Membelot
64 Perpisahan...
65 Mencari
66 Konflik
67 Berlatih
68 Lanjut
69 Tidak percaya
70 Permohonan maaf
71 Melarikan diri
72 Melawan
73 Bingung
74 Lapar
75 Senang
76 Membungkam
77 Kembali.
78 Pelajaran baru
79 Labirin
80 Solusi
81 cap jiwa
82 Marah
83 Musuh
84 Kemenangan
85 Hasil yang luar biasa
86 Bertemu orang tua
87 Kebingungan
88 Pindah
89 Perjalanan
90 Kabar baik
91 Air terjun lobang langit.
92 Jalan
93 Di kepung
94 Menaklukkan
95 Menerima murid.
96 Meluaskan pengaruh
97 Menyatukan perkumpulan
98 Nenek Letsi
99 Alexa pergi
100 Adipati Mongol
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Kesadaran
2
Curiga
3
Tugas
4
Kembali
5
Antar dimensi
6
Hidup
7
Heran
8
Tiga bersaudara
9
Cemburu
10
Maniak
11
Macho
12
Keberangkatan
13
Keberangkatan 2
14
Seleksi
15
Preman
16
Pembalasan
17
Batu tujuh warna
18
Gagal
19
Tangis jadi tawa
20
Ekor Naga atau kepala Phoenix
21
Perpisahan
22
Akademi
23
Panen
24
Binatang roh
25
Mencurigakan
26
Yi An
27
Benci
28
Kembali ke Akademi
29
Guru
30
Miskin
31
Duel
32
Tuan
33
Misi
34
Binatang jinak
35
Seleksi
36
Menyingkirkan
37
Menunggu
38
Tantangan
39
Peringkat
40
Bertemu
41
Riak
42
Siapa?
43
Kebakaran
44
Sambutan
45
Guru Ye
46
Arahan
47
Formasi
48
Perebutan pondok
49
Seleksi
50
Pertarungan
51
Pertemuan
52
Akrab
53
Dunia Pesona
54
Menjelajahi
55
Serangan frontal
56
Benteng.
57
Penyerbuan.
58
Zhao Yun
59
Pertarungan.
60
Kembali
61
Musuh
62
Kesenangan
63
Membelot
64
Perpisahan...
65
Mencari
66
Konflik
67
Berlatih
68
Lanjut
69
Tidak percaya
70
Permohonan maaf
71
Melarikan diri
72
Melawan
73
Bingung
74
Lapar
75
Senang
76
Membungkam
77
Kembali.
78
Pelajaran baru
79
Labirin
80
Solusi
81
cap jiwa
82
Marah
83
Musuh
84
Kemenangan
85
Hasil yang luar biasa
86
Bertemu orang tua
87
Kebingungan
88
Pindah
89
Perjalanan
90
Kabar baik
91
Air terjun lobang langit.
92
Jalan
93
Di kepung
94
Menaklukkan
95
Menerima murid.
96
Meluaskan pengaruh
97
Menyatukan perkumpulan
98
Nenek Letsi
99
Alexa pergi
100
Adipati Mongol

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!