Tangis jadi tawa

"Lho kenapa semua bersedih karena aku, Ma, aku akan tidak apa-apa ".

Alpha turun dari gendongan nyonya besar dan memutarkan tubuhnya di hadapan nyonya besar, semua orang yang berjalan di belakangnya berhenti di tempatnya dan memandangnya. Kenapa dia tidak mengerti juga, sejak kapan anak ini menjadi bodoh!

Ho ho ho kalau mereka tahu apa yang terjadi, mereka akan sadar bahwa justru mereka lah yang menjadi bodoh!

Nyonya besar tidak bisa menahan senyumnya melihat kelakuan anak gadis semata wayangnya itu.

"Kamu pulang cepat, apa yang terjadi, apakah kamu gagal dalam penilaian bakatmu"

Tuan Long yang sudah maju ke depan memberanikan diri untuk bertanya kepada Alpha.

"Gagal!"

Alpha baru memahami kenapa setiap orang bersikap aneh hari ini. Dia membalikkan badannya membelakangi mereka, mengeluarkan plakat bakat tujuh warna yang diperolehnya. Dia berbalik kembali tetapi plakat itu masih disembunyikan di punggungnya.

Alpha tersenyum lebar.

"Ayah kalian mau pindah rumah atau mau tetap di sini".

Alpha menunjukkan gulungan surat yang diterimanya dari ketua klan Long provinsi untuk ayahnya. Gulungan surat yang menawarkan jabatan tetua kehormatan di klan provinsi, meskipun hanya tetua kehormatan tetapi itu adalah sebuah kesempatan untuk naik jabatan yang lebih tinggi, juga fasilitas dan sarana yang lebih baik untuk peningkatan kultivasi mereka.

Tuan Long gemetar, dia mengenali gulungan itu, dia mengerti apa yang mewakili gulungan dengan corak gambar seperti itu, dia tidak tahu apa isinya tetapi sedikit banyak dia sudah menebaknya, itu peluang besar yang bisa dia tangkap.

Tuan Long menerima gulungan itu dengan hati-hati, memegangnya seolah-olah itu adalah barang yang sangat berharga. Dia tidak membukanya di sana, sebaliknya dia berjalan dengan tergesa-gesa ke aula utama karena surat seperti itu harus dibacakan di hadapan tetua Klan.

Saat tuan Long pergi, Alpha mengangkat plakat bakat tujuh warnanya di depan semua orang di sana.

"Jreng".

Semua orang terpana, mata mereka melebar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat bersama.

"Itu plakat tujuh warna"

Long Ah Lam berteriak keras dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin anak itu memiliki bakat yang lebih baik dari mereka semua. Ming Mei merasa malu, tadi dia sudah menertawakan kegagalan Alpha, mukanya menjadi merah, dia seperti orang yang ditampar wajahnya.

Alpha tidak memperdulikan hal itu, apa urusannya orang mau cemburu terhadap prestasinya. Buat dia yang penting ibunya senang.

Tuan Long sudah pergi ke aula utama, dia tidak mendengar keributan yang terjadi di belakangnya, tuan Long membunyikan lonceng untuk memanggil semua tetua Klan berkumpul.

Mereka baru saja meninggalkan acara penyambutan yang berantakan karena "kegagalan" Alpha, kenapa tuan Long memanggil mereka kembali, apa dia akan mengumumkan pengunduran diri sebagai ketua Klan akibat malu karena kegagalan anaknya masuk sebagai murid klan Long provinsi.

Semua tetua senang dengan kepemimpinan tuan Long, ada banyak kemajuan yang dialami oleh Klan Long Juwana. Sebelum kepemimpinannya, anak-anak yang berhasil masuk dalam klan Long provinsi sangat sedikit, seringkali hanya bisa menjadi murid luar saja, itupun tidak setiap tahun, kadan ada tahun yang bolong.

Sejak tuan Long menjadi ketua Klan menggantikan ayahnya, dia bisa membawa klan Long Juwana untuk mencetak prestasi meloloskan anak-anak asuhan mereka untuk bergabung sebagai murid dalam Klan Long Provinsi.

Jadi akan sangat disayangkan kalau dia mengundurkan diri, anak laki-lakinya juga masih kecil. Kalau dia mengundurkan diri saat ini, kans untuk anaknya menggantikannya akan menjadi sangat kecil. Ketua Klan yang baru pasti akan berupaya agar anaknya sendiri yang akan menjadi ketua Klan berikutnya.

Dengan pemimpin seperti itu, para tetua Klan datang berkumpul, mereka semua duduk sesuai dengan hirarki yang ada, ketua Klan duduk di kursi paling atas, dibawahnya adalah tetua kehormatan, baru para tetua bidang dan guru-guru.

Sesudah melihat semua tetua berkumpul, tuan Long membacakan gulungan surat itu dihadapan mereka. Saat tuan Long membuka gulungan surat itu, dia tertegun sejenak, matanya berkilat-kilat, lekat-lekat menatap untaian kata-kata itu, dia merasa sulit untuk mengucapkannya.

Dia tidak berani membaca gulungan surat itu, tubuhnya terasa lemas, keringat membanjiri wajahnya, melihat hal itu, semua tetua itu menjadi cemas.

Apakah ketua Klan Long Provinsi akan menjatuhkan hukuman atas kegagalan Alpha atau lebih parah lagi, mereka akan memecat tuan Long dengan tidak hormat.

Salah satu tetua kehormatan akhirnya berdiri, dia meminta gulungan surat itu untuk membacakannya tetapi sama seperti tuan Long, dia juga merasa lemas, akhirnya dia menyerahkan surat itu kepada tetua kehormatan yang lain.

Yang menerima surat juga menjadi gemetar setelah melihat isi gulungan surat itu. Gulungan itu tidak lagi dibacakan tetapi malah beredar dari tangan ke tangan. Semua yang membacanya menjadi lemas, bukan karena ketakutan tetapi justru karena kegembiraan yang terlalu besar.

Seseorang melepaskan ketegangan itu dengan bertepuk tangan, yang diikuti oleh tepuk tangan dan pecahlah suara sorakan dari semua orang di ruangan aula utama itu.

Orang-orang yang ada di luar aula utama itu serempak menghentikan semua kegiatan mereka dan melihat ke aula utama Klan Long itu.

Mengapa mereka bersorak sorai, para tetua itu adalah orang-orang yang berdisiplin tinggi, tidak biasanya ada hal yang membuat mereka kehilangan ketenangan. Ada kejadian apa , membuat mereka menjadi seheboh itu.

"Luar biasa, ini sungguh luar biasa, anakku itu benar-benar penuh keajaiban".

Tuan Long merenung dalam hatinya, matanya menjadi berkaca-kaca, tadinya dia mengira anaknya sudah gagal masuk menjadi murid dalam klan Long provinsi dan mempermalukan seluruh keluarganya. Diduga sebagai pecundang, Alpha tiba-tiba menjadi pahlawan di hati semua orang di klan itu.

Semua tetua itu memberikan selamat kepada tuan Long untuk keberhasilan Alpha yang bukan hanya bisa masuk di akademi tetapi juga menjadi satu-satunya anak dengan bakat tujuh warna di seluruh Klan Long di Benua Biru.

Tuan Long memerintahkan tetua untuk kembali menyelenggarakan pesta besok malam dan memberikan bonus kepada seluruh anggota Klan sebesar satu bulan gaji.

Setelah pertemuan itu selesai, tuan Long dengan tergesa-gesa pulang kembali ke paviliun utama, dia pergi ke paviliun milik nyonya besar untuk menemui Alpha.

Nyonya besar, kedua selir lengkap dengan anak-anak mereka bersama sedang bercakap-cakap membicarakan prestasi yang sudah didapatkan Alpha.

Alpha memberikan hadiah yang dia terima dari ketua klan Long provinsi kepada ayahnya tetapi ayahnya memintanya untuk tetap menyimpannya sendiri bahkan menambahkan sepuluh batu roh lagi kepada Alpha.

Tuan Long tahu Alpha membutuhkan banyak batu roh untuk membangunkan kultivasinya dan memperkuat jiwanya, itu juga bisa menggunakan pil tetapi belum diperlukan saat ini.

Untuk kultivasi dasar cukup dengan bermeditasi dengan bantuan batu roh untuk mempercepat penyerapan energi alam masuk kedalam tubuhnya. Alpha baru masuk kedalam tingkat satu Alam Bumi Qi dalam kultivasinya.

Ada sepuluh tingkat Alam Bumi Qi, meskipun Alpha memiliki tubuh dewa itu tidak serta merta membuat kultivasinya meroket, dia juga harus giat bermeditasi untuk membangun kekuatan alam Qi nya hanya dapat dikatakan bahwa peluangnya jauh lebih tinggi dari siapapun yang memiliki bakat dibawah tujuh warna.

Setelah Alam Bumi Qi ada Alam Langit Qi, ada tujuh tingkatan Alam Langit dan di atasnya ada Alam Surga Qi ada tiga tingkat. Untuk atasnya lagi ada desas desus itu tingkat Raja Dewa, tetapi di seluruh Benua Biru hanya sedikit orang yang sudah mencapainya bahkan mungkin tidak ada karena memang orang sulit untuk menemukannya.

Tuan Long bukan hanya memberi kepada Alpha tetapi saudara-saudaranya yang lain juga mendapatkan batu roh tetapi mereka hanya mendapatkan lima batu roh untuk masing-masing anak. Mereka berterimakasih atas pemberian yang murah hati dari tuan Long.

Baru kali inilah mereka menerima hadiah batu roh dan itu karena prestasi Alpha, Fan Huang dan Shi Lin berterimakasih juga kepada Alpha tetapi ke tiga bersaudara dari selir pertama hanya diam saja karena mereka cemburu kepada Alpha

Episodes
1 Kesadaran
2 Curiga
3 Tugas
4 Kembali
5 Antar dimensi
6 Hidup
7 Heran
8 Tiga bersaudara
9 Cemburu
10 Maniak
11 Macho
12 Keberangkatan
13 Keberangkatan 2
14 Seleksi
15 Preman
16 Pembalasan
17 Batu tujuh warna
18 Gagal
19 Tangis jadi tawa
20 Ekor Naga atau kepala Phoenix
21 Perpisahan
22 Akademi
23 Panen
24 Binatang roh
25 Mencurigakan
26 Yi An
27 Benci
28 Kembali ke Akademi
29 Guru
30 Miskin
31 Duel
32 Tuan
33 Misi
34 Binatang jinak
35 Seleksi
36 Menyingkirkan
37 Menunggu
38 Tantangan
39 Peringkat
40 Bertemu
41 Riak
42 Siapa?
43 Kebakaran
44 Sambutan
45 Guru Ye
46 Arahan
47 Formasi
48 Perebutan pondok
49 Seleksi
50 Pertarungan
51 Pertemuan
52 Akrab
53 Dunia Pesona
54 Menjelajahi
55 Serangan frontal
56 Benteng.
57 Penyerbuan.
58 Zhao Yun
59 Pertarungan.
60 Kembali
61 Musuh
62 Kesenangan
63 Membelot
64 Perpisahan...
65 Mencari
66 Konflik
67 Berlatih
68 Lanjut
69 Tidak percaya
70 Permohonan maaf
71 Melarikan diri
72 Melawan
73 Bingung
74 Lapar
75 Senang
76 Membungkam
77 Kembali.
78 Pelajaran baru
79 Labirin
80 Solusi
81 cap jiwa
82 Marah
83 Musuh
84 Kemenangan
85 Hasil yang luar biasa
86 Bertemu orang tua
87 Kebingungan
88 Pindah
89 Perjalanan
90 Kabar baik
91 Air terjun lobang langit.
92 Jalan
93 Di kepung
94 Menaklukkan
95 Menerima murid.
96 Meluaskan pengaruh
97 Menyatukan perkumpulan
98 Nenek Letsi
99 Alexa pergi
100 Adipati Mongol
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Kesadaran
2
Curiga
3
Tugas
4
Kembali
5
Antar dimensi
6
Hidup
7
Heran
8
Tiga bersaudara
9
Cemburu
10
Maniak
11
Macho
12
Keberangkatan
13
Keberangkatan 2
14
Seleksi
15
Preman
16
Pembalasan
17
Batu tujuh warna
18
Gagal
19
Tangis jadi tawa
20
Ekor Naga atau kepala Phoenix
21
Perpisahan
22
Akademi
23
Panen
24
Binatang roh
25
Mencurigakan
26
Yi An
27
Benci
28
Kembali ke Akademi
29
Guru
30
Miskin
31
Duel
32
Tuan
33
Misi
34
Binatang jinak
35
Seleksi
36
Menyingkirkan
37
Menunggu
38
Tantangan
39
Peringkat
40
Bertemu
41
Riak
42
Siapa?
43
Kebakaran
44
Sambutan
45
Guru Ye
46
Arahan
47
Formasi
48
Perebutan pondok
49
Seleksi
50
Pertarungan
51
Pertemuan
52
Akrab
53
Dunia Pesona
54
Menjelajahi
55
Serangan frontal
56
Benteng.
57
Penyerbuan.
58
Zhao Yun
59
Pertarungan.
60
Kembali
61
Musuh
62
Kesenangan
63
Membelot
64
Perpisahan...
65
Mencari
66
Konflik
67
Berlatih
68
Lanjut
69
Tidak percaya
70
Permohonan maaf
71
Melarikan diri
72
Melawan
73
Bingung
74
Lapar
75
Senang
76
Membungkam
77
Kembali.
78
Pelajaran baru
79
Labirin
80
Solusi
81
cap jiwa
82
Marah
83
Musuh
84
Kemenangan
85
Hasil yang luar biasa
86
Bertemu orang tua
87
Kebingungan
88
Pindah
89
Perjalanan
90
Kabar baik
91
Air terjun lobang langit.
92
Jalan
93
Di kepung
94
Menaklukkan
95
Menerima murid.
96
Meluaskan pengaruh
97
Menyatukan perkumpulan
98
Nenek Letsi
99
Alexa pergi
100
Adipati Mongol

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!