Di padang rumput itu, Fang Huang dan Shi Lin duduk dihamparan rumput itu sedang Alpha1 tidur-tiduran di depan mereka, Fang Huang menceritakan tentang kegiatan yang dilakukannya selama mengikuti Klan utama di provinsi.
Kemampuannya terhitung biasa-biasa saja, dia hanya bisa menjadi anggota luar saja. Di Klan anggota keluarga cabang yang bergabung di sana dibagi menjadi tiga bagian, keluarga luar, keluarga dalam dan keluarga inti.
Keluarga luar hanya bertugas untuk mengurus pekerjaan sederhana seperti membantu untuk menjaga toko milik klan, keluarga dalam akan membantu dalam pekerjaan administrasi dan bisa menduduki jabatan yang cukup baik di klan, sedang keluarga inti biasanya berasal dari keluarga utama.
Selain itu mereka menjalani pendidikan dan pelatihan yang sama, saat ini Fang Huang sudah ada di kelas dua, empat tahun lagi kalau nilainya bagus dia akan melanjutkan pendidikannya di akademi, kalau tidak lulus, dia akan dipulangkan ke keluarga yang sudah mengirimkannya.
Saat mereka sedang berbincang-bincang, lamat-lamat terdengar suara seperti suara perkelahian dari dalam hutan itu, sekitar satu dupa kemudian suara-suara itu menghilang (satu dupa sekitar lima belas menit).
Alpha1 berdiri di tempatnya, dia berkata kepada kedua saudaranya.
"Tunggu di sini ya, aku mau melihat ada apa di sana"
"Alpha jangan!"
Belum sempat berbicara lebih banyak, Alpha sudah berlari meninggalkan tempat itu, Fan Huang mau mengejarnya tetapi Shi Lin mencegahnya.
"Tidak usah kak, kita tidak mungkin dapat mengejarnya, dia lebih cepat dari rusa kalau berlari, kita tunggu saja di sini, kalau dia tidak kembali dalam satu dupa, kita akan memanggil penjaga untuk datang mencarinya".
Perkataan Shi Lin menenangkan hati Fang Huang, mereka kemudian duduk kembali untuk menunggu Alpha1.
Alpha1 berlari ke arah sumber suara keributan itu, ada beberapa pohon yang patah, ada yang terpotong oleh sabetan pedang, ada jejak darah di beberapa tempat tetapi tidak ada seorangpun di sana, kelihatannya ada yang berlari ke arah sana dan berapa orang yang mengejarnya.
Alpha1 mengikuti jejak yang orang-orang itu tinggalkan, tidak disadarinya dia sudah cukup jauh masuk ke dalam hutan itu. Di sepanjang jalan itu dia menemukan berapa orang yang tergeletak tidak bernyawa lagi, orang-orang itu berjubah hitam, ada yang masih memegang senjatanya, ada yang hanya bertangan kosong.
Berjalan beberapa langkah lagi, Alpha1 sampai di sebuah gua, dari dalam gua itu dia mendengar suara erangan yang cukup lemah, tanpa rasa takut Alpha1 memasuki gua itu.
Ada seekor binatang seperti harimau yang panjangnya sekitar tiga meter, besar seperti seekor sapi, binatang itu terluka parah, terlihat seperti hampir mati, dia meringkukkan tubuhnya seperti sedang melindungi sesuatu.
Alpha1 mengambil kantong minumnya, dia menghampiri binatang itu dengan hati-hati, binatang itu terlihat sudah mengerti kalau ada yang datang, dia menggeram menunjukkan dua gigi taringnya yang tajam tetapi saat dia melihat yang datang adalah seorang anak kecil yang terlihat masih berusia tiga atau empat tahun.
Binatang itu terlihat seperti menurunkan kewaspadaannya, dia melihat anak itu menyodorkan kantong minumnya kepadanya, seolah mengerti kalau anak ini mau menolongnya, dia memandang anak kecil itu dengan ramah.
"Sini nak mendekatlah"
"Oh kamu binatang ajaib, kok bisa bicara".
"Ya, aku adalah binatang roh, aku sudah mendapatkan kecerdasan sehingga bisa bicara sepertimu, tolong berikan air minum itu, aku haus".
Alpha1 mendekati binatang itu, tanpa takut tangannya memegang kepala binatang harimau itu dan memberikan minum kepada binatang itu.
"Anak baik, bolehkah aku meminta tolong kepadamu".
"Tentu saja boleh, aku harus memanggilmu apa?".
"Oh panggil saja aku bibi".
"Oh ya bibi harimau, apa yang bisa kubantu ".
"Waktu kamu datang kesini tentu kamu menemukan orang-orang yang tewas di perjalananmu, mereka adalah musuh-musuhku dan mereka mau membunuhku dan anakku, aku sudah terluka dan aku tidak mungkin bisa lagi melindungi anakku, jadi aku minta tolong padamu untuk merawat anakku ".
Harimau itu meluruskan tubuhnya dan tampak seekor anak harimau kecil seperti seekor kucing berwarna kemerahan sedang tertidur.
Alpha1 memandang kepada anak harimau itu, dia langsung menyukainya.
"Tentu saja bibi, aku akan senang merawatnya, dia akan jadi temanku eh saudaraku".
Harimau itu senang mendengar tanggapan dari Alpha1, dia meminta Alpha1 untuk mengambil anak harimau itu. Alpha1 menggendong anak harimau itu, anak harimau itu bergelung digendongannya
"Bawalah dia pergi, aku juga akan pergi dari sini untuk mengecoh orang-orang yang mengejarku, mereka mau merebut anakku, lebih baik aku menyerahkan anakku kepadamu. Peliharalah dia, saat dia bisa membangkitkan garis keturunannya, dia akan menjadi penolongmu yang tangguh".
"Cepat pergilah dari sini, hati-hati jangan ada orang yang menemukanmu, kalau berjodoh, kita pasti akan bertemu lagi, bibi harimau itu sejenak memandang kepada anaknya yang ada dalam gendongan Alpha1".
Dia segera berlari meninggalkan gua itu, tidak lama kemudian terdengar suara ribut yang semakin lama semakin menjauh.
Alpha1 tidak berlambat- lambat, dia segera meninggalkan gua itu, kembali melewati jalan yang sama, dia tidak menemukan seorangpun yang tadi tergeletak di jalan, kemungkinan teman-temannya sudah membawa mereka kembali.
Fang Huang dan Shi Lin masih menunggu di tempat itu, mereka melihat Alpha1 datang sambil menggendong seekor anak kucing berwarna kemerahan. Eh lucunya anak kucing itu, kamu dapat dari mana.
Tidak menanggapi pertanyaan Fang Huang, Alpha1 memberikan kode untuk mereka mengikutinya kembali ke tempat kediaman. Tanpa berkata apa-apa lagi, mereka berjalan dengan cepat menuju ke halaman belakang pagar perumahan klan Long.
Penjaga di sana segera membukakan pintu itu, mereka segera menuju ke taman belakang rumah, Alpha menurunkan anak harimau kecil itu, baru kemudian dia berkata kepada Fang Huang.
"Aku menemukannya di dalam hutan itu, ini bukan kucing, ini anak harimau ".
"Astaga, anak harimau, kamu harus melepasnya, nanti kalau ibunya mencari anaknya, kita bisa dalam bahaya".
"Tidak apa-apa, bibi harimau yang memberikan anaknya ini kepadaku".
"Maksudmu, induknya yang memberikan anak harimau ini".
Fang Huang dan Shi Lin tidak bisa membayangkan keberuntungan Alpha1 sehingga bisa mendapatkan anak harimau itu, hanya mereka tidak tahu jenis harimau itu. Alpha1 menitipkan anak harimau itu kepada Shi Lin dan Fang Huang karena dia mau meminta ijin ayahnya untuk dapat memelihara anak harimau itu.
Tuan Long sedang ada di ruang kerjanya saat Alpha datang menemuinya, anak ini biasanya tidak pernah menemuinya di tempat perkerjaannya, dia selalu menunggu ayahnya pulang kerja baru mengajaknya bermain. Tuan Long mengerti, kalau ada sesuatu yang penting yang akan disampaikannya.
"Salam ayah".
"Ya nak, ada apa?".
"Aku menemukan seekor anak hewan dan aku mau memeliharanya, apakah ayah akan mengijinkannya".
"Oh tentu saja nak, kamu boleh memelihara anak hewan apa saja, tetapi kamu harus benar-benar merawatnya dan ingat juga untuk memberinya makan dan membersihkan kandangnya"
"Aku tidak mau dia dikandang ayah, kasihan dia masih kecil, aku mau menaruhnya di kamar ku"
"Di kamarmu, nanti dia buang air sembarangan, ibumu bisa marah".
"Tidak ayah, aku akan melatihnya untuk buang kotorannya di ******".
"Ha ha ha, yakin kamu bisa melatihnya untuk membuang kotoran di ******?".
Kata ayahnya dengan tidak yakin bahwa Alpha1 bisa melatih hewan piaraannya untuk buang kotoran di ******.
"Iya ayah, kalau dia buang kotoran sembarangan, aku akan membuangnya ke hutan. Aku akan memandikannya tiap hari biar dia menjadi cantik seperti diriku ".
"Ha ha ha, ya ayah percaya padamu, beritahu ibumu kalau aku sudah mengijinkanmu memelihara anak hewan itu".
"Terimakasih, aku sayanggg sama ayah"
Alpha berjingkat untuk mencium pipi ayahnya, tuan Lon segera membungkukkan tubuhnya agar Alpha bisa menciumnya.
"Cup, cup, cup".
Tidak cukup sekali, dia mencium pipi ayahnya tiga kali, ayahnya sangat senang dengan perbuatan Alpha.
Alpha segera berlari ke taman itu untuk memberitahukan kabar baik ini kepada Fang Huang dan Shi Lin. Anak harimau itu sudah bangun dari tidurnya, dia sedang bermain-main dengan kedua anak itu.
Saat Alpha datang, anak harimau itu seperti mengerti, dia berhenti bermain dan datang kepada Alpha1, anak harimau itu menjilati kaki Alpha kemudian memandangnya.
Alpha memberikan semangkuk susu kepada anak harimau nya.
"Kamu harus memberikan dia nama?"
Kata Shi Lin kepada Alpha1.
"Nama apa ya, oh namamu Macho!".
"Macho, nama apa itu, kok rasanya aneh".
Kata Fang Huang tidak mengerti kenapa Alpha memberikan nama seperti itu kepada anak harimau nya.
"Macho, itu singkatan Macan Chowok, ha ha ha, baguskan kedengarannya. Jadi namamu mulai sekarang adalah Macho ya?.
Anak harimau itu menggelengkan kepalanya dengan sedih, nama apa itu, tidak terlihat berwibawa sama sekali tetapi dia tidak protes, terserahlah bos mau kasih nama apa saja, dia bosnya.
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
amanda
satu dupa itu dalam arti satu jam kah thor?
2023-08-26
0
anggita
ng👍like ae thor, mugo sukses novelmu yoh.
2023-04-19
1