"Salam bagi nyonya besar".
"Salam bagi nona muda".
Ketiga bersaudara itu memberikan salam bagi nyonya Long dan Alpha1 yang duduk dipangkuan nyonya Long sambil menikmati stik paha ayamnya.
"Cepat sekali anak ini sampai di sini".
Pikir saudara pertama melihat Alpha sudah ada dipangkuan nyonya Long.
"Oh kalian sudah pulang, berapa lama liburannya? Ini adik bungsu kalian, sudah tahu namanya kan tapi dia lebih suka dipanggil Alpha One".
Sebenarnya Alpha sendiri juga tidak mengerti mengapa dia minta untuk orang memanggilnya Alpha1, dia hanya mengingat bahwa dia merasa dengan nama itu dia biasa dipanggil sebelumnya.
"Hi, nama apa itu, nama yang aneh seperti nama monster saja".
Tentu saja perkataan ini hanya ada dalam pikiran mereka saja, tidak diucapkan, apa mereka punya nyawa dobel untuk berani memperkatakan hal seperti itu.
Nyonya Long menyayangi mereka, biasanya kalau mereka pulang liburan sekolah, nyonya Long akan memberikan pelukan hangat kepada setiap anak dan menanyakan banyak hal yang membuat hati mereka senang karena merasa diperhatikan.
Hari ini nyonya Long terlihat tidak begitu antusias lagi saat bertemu dengan mereka, perhatiannya hanya tercurah bagi Alpha1 saja, dia tidak lagi memanggil untuk memeluk mereka seperti biasanya.
"Kami hanya liburan satu minggu saja nyonya besar".
"Oh begitu ya, sudah temui dulu ibu kalian, dia sangat merindukankanmu".
"Ya nyonya besar, kami undur diri dulu".
Mereka segera meninggalkan kamar itu dan mengambil tas mereka yang ditinggalkan Alpha1 di ruang tamu sebelum menemui ibu mereka. Kebiasaan itu seringkali menimbulkan rasa memiliki, kebiasaan ditegur, disapa dan disayang oleh nyonya Long membuat mereka merasa memiliki nyonya Long, jadi saat mereka merasa kehilangan rasa memiliki kasih sayang nyonya Long.
Itu menimbulkan luka di hati mereka, merasa kasih sayang yang mereka miliki direnggut secara paksa dari hati mereka. Rasa iri itu membuat mereka mulai menaruh kebencian kepada Alpha1 yang mereka pikir sudah merampas kasih sayang yang selama ini mereka miliki.
Mereka meninggalkan ruangan itu dengan kemarahan yang menggumpal di hati mereka, saat mereka datang menemui ibunya. Ibu langsung tahu ada sesuatu yang mengganggu hati mereka karena itu jelas terlihat di wajah mereka.
"Ada apa nak, kenapa kok wajah kalian terlihat murung".
Tidak menyangka bahwa ibu bisa menebak kemarahannya, mereka jadi sedikit merasa bersalah, itu bukan rasa penyesalan tetapi lebih merupakan rasa cemas karena sebagai puteri samping, mereka akan dihukum jika ketahuan memiliki rencana jahat bagi nona resmi keluarga Long.
"Tidak ada apa-apa ma, hanya perjalanan tadi agak melelahkan".
Saudara pertama cepat-cepat mengatakan hal itu agar ibunya tidak bertanya lebih jauh, dia memberi isyarat kepada kedua saudaranya agar mereka mengubah penampilan wajah mereka agar terlihat ceria.
"Iya, benar ma, kami hanya agak lelah saja, tidak ada apa-apa yang mengganggu kami".
Kata saudara kedua menegaskan pendirian mereka.
"Ya sudah kalau tidak ada apa-apa, apakah kalian sudah bertemu dengan nona muda, dia adalah keajaiban klan kita. Semoga dia akan membawa klan samping ini untuk naik ke keluarga utama di masa depan ".
Mendengar ibu mereka memuji Alpha1, hati mereka menjadi lebih sakit lagi, mengapa ibunya tidak menaruh harapan yang sama buat mereka, apakah Alpha1 sebenarnya yang adalah anak ibunya dan mereka adalah anak tiri.
"Ibu, kami juga pasti akan membawa kejayaan bagi keluarga kita"
Melihat anaknya seperti tidak senang kalau dia memuji Alpha1, ibu itu cepat-cepat mengubah nada suaranya
"Oh tentu saja, kalian pasti akan membawa keluarga ini ke puncak kejayaan bersama semua saudara kalian".
"Benar bu, tahun depan aku akan lulus dan aku akan mengikuti seleksi klan untuk bisa mengikuti pendidikan di akademi".
"Ya bu kami bertiga pasti akan diterima di akademi, saat itu ibu pasti akan bangga kepada kami".
Nona muda masih kecil, ada berapa tahun perbedaan usia mereka, biarpun dia anak ajaib, masih butuh berapa tahun lagi untuk dia masuk akademi. Mereka masih beberapa langkah darinya, saat mereka sudah mengukir nama mereka di akademi, saudara terkecil ini baru akan masuk di pendidikan dalam Klan.
Jadi sebenarnya untuk apa mereka cemburu, guru mereka pernah berkata bahwa kecemburuan itu adalah tanda tidak mampu, daripada memupuk kecemburuan lebih baik menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk mencapai tujuan yang lebih baik sehingga mereka bisa membuktikan bahwa mereka mampu untuk berbuat lebih baik.
Dengan pemikiran itu, rasa kecemburuan mereka bisa sedikit ditekan, meskipun masih merasa tidak senang tetapi mereka sudah tidak marah seperti sebelumnya.
Di ruangan lain, paviliun dari selir kedua atau isteri ketiga tuan Long, anak keempat Long Fang Hua menemui ibunya dan adik laki-lakinya Long Shi Lin yang juga merupakan anak laki-laki satu-satunya dari tuan Long dari ketiga istrinya.
Hal ini merupakan keuntungan selir ke dua karena meskipun kedudukannya rendah dalam hirarki keluarga tetapi anak laki-lakinya merupakan kandidat utama untuk menjadi ketua Klan, itu juga yang membuatnya tidak perlu bergabung dengan klan utama.
Itu berbeda jika ada saudara laki-laki lain di rumah itu. Long Shi Lin memiliki hak untuk tinggal lebih lama bersama keluarganya, dia langsung bisa masuk ke akademi saat dia berusia tiga belas tahun.
Tentu saja itu sangat menyenangkan hati ibunya, anak pertama bergabung ke klan tetapi dia masih memiliki Long Shi bersamanya.
Long Tian Ba meskipun anak sah, dia juga harus bergabung di klan saat berusia tujuh tahun.
"Ibu, aku tadi bertemu dengan nona muda, dia sangat ramah, tadi dia membantu mengangkatkan tasku, meskipun masih kecil tetapi tenaganya kuat sekali, tadi dia sanggup mengangkat dua buah tas yang lebih besar dari badannya ".
Fang Hua sudah tahu kalau anak kecil itu adalah nona muda di kediaman keluarga Long setelah dia bertanya kepada pengawal yang menjaga di depan paviliun utama tentang anak kecil yang sudah membantunya.
"Ya, benar, adik kecil itu sangat kuat, dia sangat rajin berlatih bela diri tapi malas kalau jam pelajaran, dia suka bermain-main saja".
Kata Long Shi kepada kakaknya, dia cukup dekat dengan Alpha1 karena dia sudah menemani Alpha1 sejak kelahirannya kembali di dunia ini, dia juga senang dengan adiknya. Nyonya Long mempercayakannya untuk menjaga adik bungsunya tetapi kenyataannya dia yang dijaga adik kecilnya itu.
Pernah satu kali saat mereka sedang bermain, ada sekelompok anak dari klan lain mengganggu mereka, tentu saja sebagai kakak, juga anak laki-laki, dia harus berdiri di depan adiknya.
Sebenarnya Long Shi sudah sangat ketakutan karena anak-anak itu lebih besar dan juga lebih banyak, dia tahu dia tidak akan mampu melawan mereka sendirian, jadi dia meminta adiknya untuk pulang dulu dan memanggil pengawal mereka.
Dia sudah siap untuk menerima pukulan tetapi bukannya rasa sakit yang datang, dia justru melihat adik kecilnya maju untuk memukuli anak-anak yang bukan hanya badannya lebih besar tetapi juga usianya lebih tua darinya.
Tidak ada seorangpun dari anak-anak laki-laki itu yang luput dari pukulan dan tendangannya, semua anak-anak itu menangis meninggalkan mereka.
Long Shi segera memeriksa tubuh adiknya tetapi tidak ada satupun luka di tubuh adiknya, sejak saat itu dia menjadi pemujanya.
"Kuat sekali".
Fang Hua terheran-heran mendengar hal itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
anggita
alpha one..
2023-04-19
1