Motor itu melayang di udara, mendarat berapa puluh meter di belakang barikade polisi itu dan menghilang dari pandangan semua polisi yang termangu dalam sekejap mata.
Dalam pelukan ibunya, gadis kecil itu menceritakan kejadian yang dia alami dengan mata berbinar, diluar perkiraan orang tuanya, gadis kecil itu tidak menunjukkan tanda-tanda trauma atau kecemasan sebaliknya dengan bersemangat dia menuturkan petualangan yang dia alami bersama kakak hebatnya.
Orang tua dan komandan kepolisian itu segera diyakinkan bahwa A1 bukan penculik anak itu tetapi justru dia telah menolongnya tetapi mengapa dia justru pergi daripada mengklaim pahalanya, mereka menyimpulkan bahwa gadis itu seorang penolong yang rendah hati.
Alexa menerima berapa perintah dari pusat komando organisasi itu untuk menghentikan A1 tetapi dia justru mematikan semua hubungan komunikasi dengan pusat komando itu sehingga mereka tidak lagi mendapatkan gambar visual dari apa yang dilihat dan didengar oleh A1.
"Kurang ajar, bagaimana mungkin Alexa juga memberontak, dia memutuskan semua sambungan komunikasi dengan markas komando".
Kata pimpinan organisasi itu dengan kemarahan tetapi plus dengan kebingungan, bagaimana mungkin hal seperti itu bisa terjadi.
"Perintahkan semua unit robot android untuk mengejar A1, tangkap hidup atau mati, setelah semua itu selesai, kirim semua robot android kita untuk menjalani pemeriksaan ulang. Aku tidak mau kejadian seperti ini terulang kembali".
"Siap pak"
Operator ruang komputer itu menyatakan kesiapannya dan segera memerintahkan semua robot android yang ada untuk memburu A1.
A1 sudah dapat mengingat kembali keadaan dirinya yang asli, dia ingat bahwa ibunya sudah meninggal karena dibunuh oleh orang yang menculiknya, dia anak yatim-piatu dan sudah tidak ada lagi keluarganya di dunia ini.
Seiring dengan bangkitnya kesadarannya, dengan pengalaman yang baru dia alami bersama anak gadis kecil itu membuat A1 bertekad untuk menghentikan semua aktivitas kejahatan yang dilakukan oleh organisasi yang memperkerjakannya.
Dia bisa menolong anak itu saat ini tetapi bagaimana anak-anak yang lain yang sedang direncanakan untuk diculik dan dibuat menjadi robot android seperti dirinya, berapa ratus anak sudah terbunuh dan yang hidup sudah bukan lagi manusia yang merdeka tetapi sudah menjadi alat pembunuh yang haus darah yang diperbudak oleh organisasi misterius itu.
"Alexa, susun semua bukti dan kirimkan itu ke komputer badan-badan penegak hukum dan pemerintahan, kita tidak bisa membiarkan kejahatan ini berlangsung lebih lama lagi, aku tidak mau lagi ada korban anak-anak yang tidak bersalah itu"
"Siap nona"
Alexa menyusun kepingan-kepingan fragmen ingatan A1 selama ada di pusat pelatihan dan juga semua rekaman yang dibuat Alexa tentang kegiatan dalam organisasi itu
Dia meretas jaringan komputer di kantor pusat organisasi untuk mengumpulkan bukti-bukti lanjutan, meskipun komputer pusat itu memasang sistem firewall yang canggih untuk melindungi keamanan data dari komputer kantor pusat itu tetapi itu hal yang sangat mudah bagi Alexa.
A1 tidak berencana untuk sekedar melaporkan keberadaan organisasi itu kepada pemerintah karena dia sadar kalau dia melakukan itu maka apa yang dia kerjakan akan sia-sia karena meskipun mungkin organisasi ini dibongkar dan orang-orangnya dipenjarakan.
Mereka pasti akan punya cara untuk melepaskan diri, A1 tahu bahwa hukum di negara itu bisa dibeli dengan kekayaan dan praktek jahat organisasi ini pasti akan berlanjut kembali dengan nama dan tempat yang berbeda.
Jadi A1 bermaksud untuk menghancurkan organisasi itu sepenuhnya bersama dengan orang-orang yang ada didalamnya. A1 tahu bahwa robot-robot android yang lain mungkin belum menyadari keberadaan diri mereka yang sesungguhnya.
Kalaupun mereka menyadarinya seperti dirinya, apa yang akan mereka perbuat. Bersyukur mereka sudah menjadi manusia super dan menggunakan kekuatannya untuk kebaikan atau sebaliknya.
A1 merenungkan hal itu dalam-dalam sebelum dia mengambil keputusan untuk menghancurkan organisasi itu. Dia sendiri tahu berapa banyak pembunuhan yang mereka sudah kerjakan atas perintah organisasi, itu menimbulkan kepedihan dalam hatinya.
Dia bukan lagi manusia, dia juga tidak memiliki siapa-siapa lagi kecuali Alexa.
"Alexa, kita akan kembali ke kantor pusat, sambungkan kembali hubungan komunikasi kita tetapi aktifkan penghancuran diriku, kita tidak bisa biarkan anak-anak kecil yang tidak berdosa menjadi korban seperti diriku, juga sekarang kirimkan juga data dan bukti yang sudah kita kumpulkan ke semua kantor pihak keamanan dan pejabat tinggi negara-negara seluruh dunia, kita harus pastikan semua orang tahu tentang kejahatan kemanusiaan yang telah mereka lakukan agar kalau andaikata ada yang lolos dari penghancuran itu, mereka tidak akan pernah bisa bangkit lagi".
A1 terdiam sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.
"Alexa aku senang mengenalmu, terimakasih untuk kebersamaan kita selama ini, aku berharap kalau aku bisa dilahirkan kembali, aku akan bisa bertemu denganmu lagi".
A1 tentu saja tidak berpikir bahwa Alexa bisa bereinkarnasi karena dia tahu Alexa bukan jiwa tetapi sebuah kecerdasan buatan dari sebuah super komputer generasi terbaru, dia mengatakan hal itu karena dia tidak pernah apa yang harus dikatakannya kepada Alexa.
"Ya nona, aku juga senang mengenalmu"
"Aku sudah berbuat banyak kejahatan meskipun itu bukan kemauanku, biarlah aku bisa berbuat kebaikan bagi umat manusia sekali ini saja dengan kematianku".
A1 menetapkan hatinya, dia bersyukur bahwa sebelum kematiannya dia bisa mengingat kembali jati dirinya sebagai seorang manusia, dia bukan budak dari ambisi manusia bejat yang telah mempermainkan dirinya selama ini.
Ini kehidupannya bukan sebuah mainan di tangan orang lain, selama ini hidupnya dikendalikan orang lain seperti sebuah benda yang tidak berakal. Mungkin untuk kali ini saja dia punya kendali mutlak atas nasibnya sendiri dan dia tidak mau lagi memberikan hidupnya untuk dikendalikan orang lain lagi dalam sisa umurnya.
A1 tahu dia tidak akan mungkin bisa lari dari organisasi itu karena jaringan kerja organisasi itu meliputi seluruh dunia, selama ini organisasi itu memegang kendali atas semua akses jaringan komputer di dunia sehingga mereka bisa mengawasi pergerakan manusia di seluruh dunia ini.
A1 tidak akan mungkin bisa melarikan diri atau menyembunyikan diri selamanya. Dimanapun dia berada, mereka akan dengan cepat dapat melacak keberadaannya. Jadi daripada melarikan diri, kenapa tidak membawa mereka untuk jatuh bersamanya.
A1 tahu garis hidupnya sudah ditentukan bersama organisasi itu, jadi dia mempersiapkan semuanya dengan cermat sebelum dia memutuskan untuk kembali ke kantor pusat organisasi itu.
Alexa segera memulihkan hubungan komunikasinya, saat itu teknisi yang ada di ruang komando operasional organisasi itu juga sedang berusaha untuk memulihkan hubungan komunikasi dengan Alexa, mereka begitu fokus dengan hal itu sehingga mereka tidak menyadari saat Alexa meretas jaringan komputer utama.
"Blup".
Layar monitor itu menyala kembali, menampilkan wajah A1, juga apa yang ada di hadapan matanya. Ini pemandangan yang tidak asing bagi mereka.
"Oh dia kembali, tarik semua robot android kita sekarang untuk kembali ke sini".
Kata pimpinan organisasi itu kepada operator ruang komando itu.
"Siap, laksanakan".
Operator komando itu segera menghubungi semua robot android itu untuk kembali ke kantor pusat karena seperti yang diminta oleh pimpinannya tadi bahwa setelah A1 ditangkap, semua robot android harus diperiksa ulang dan diinstal kembali jika didapati ada kesalahan pada programnya.
A1 berjalan dengan tenang dibawah tatapan banyak pasang mata, sepanjang lorong yang tadinya sepi tidak ada orang yang berjaga. Kali ini dipenuhi bukan hanya orang-orang dari organisasi itu tetapi juga robot humanoid dan robot android.
Tidak ada tanda-tanda perlawanan pada A1, wajahnya tenang seperti biasanya, sorot matanya dingin. Operator ruang komando mengarahkan Alexa untuk membawa A1 untuk langsung ke tabung khusus yang menjadi tempat untuk perbaikan robot yang bermasalah.
Sepuluh robot android itu memasuki tabung mereka di ruang laboratorium itu.
Di luar ruangan yang dibatasi kaca tebal itu, semua pimpinan organisasi itu berdiri di luar dan mengamati apa yang dikerjakan oleh teknisi-teknisi ahli yang telah menciptakan robot android itu.
Mereka melihat melalui layar monitor untuk mengetahui apa yang menjadi kesalahan di dalam otak komputer dalam tubuh A1, operator itu meminta Alexa untuk menampilkan rekaman visual tentang apa yang sebenarnya ada dalam pikiran A1.
"Alexa, tampilkan!.
"Siap".
Layar monitor menyala, menampilkan rekaman visual tentang apa yang dikerjakan oleh A1 sepanjang hari itu sampai pada peristiwa penculikan itu. Di samping layar utama ada layar yang menampilkan monitor detak jantung.
Terlihat pada saat A1 membawa lari anak gadis kecil itu, detak jantungnya tidak lagi beraturan seperti ada yang mengganggu pikirannya.
"Apa ini! bagaimana mungkin pikirannya bisa terganggu".
"Iya lihat raut wajahnya, dia seperti sedang mengalami fluktuasi emosional".
"Bagaimana mungkin, dia hanya robot, apa dia bisa merasakan emosi".
Orang-orang itu berdiskusi dan berdebat di antara mereka. Operator ruang komando itu tiba-tiba teringat saat A1 merasa gelisah dalam tidurnya, kemarin sebenarnya dia mau memeriksa hal itu tetapi karena ada yang harus dilakukan kerjaannya malam itu, dia mengabaikan hal itu.
Teringat akan hal yang terjadi semalam, dia segera memberikan perintah kepada Alexa.
"Alexa tampilkan apa yang ada dalam pikirannya dalam berapa hari terakhir ini".
Tanpa menjawab lagi Alexa segera menampilkan potongan fragmen dari ingatan A1 yang ditampilkan dalam mimpi-mimpinya yang telah menyebabkan kegelisahannya dalam berapa malam. Menyaksikan potongan-potongan visual itu, pimpinan organisasi itu menjadi sangat terkejut.
"Bagaimana ini mungkin terjadi, tidak seharusnya dia bisa mengingat hal itu".
"Ini sangat berbahaya, kalau hal ini bocor ke telinga para pejabat tinggi negara ini, kita pasti akan ditangani dengan cepat"
Kembali para pemimpin organisasi itu berdiskusi di antara mereka sendiri, setelah mereka mendiskusikan masalah itu dengan serius, akhirnya pimpinan tertinggi organisasi itu menanyakan hal yang dirasanya sangat mengganggunya. Dia bertanya kepada ketua laboratorium itu.
"Apakah kita bisa mereinstal Al di dalam dirinya atau menggantikan dengan yang baru".
"Permasalahannya bukan pada sistem AI atau Alexa tuan tetapi ini pada pribadi Alpha 1, dia sudah memulihkan ingatan aslinya tuan".
Kata kepala laboratorium itu kepada pimpinan organisasi itu.
"Ha, apakah itu mungkin!".
Pimpinan organisasi itu tidak percaya dengan apa yang didengarnya, bukankah mereka dulu menjamin bahwa tidak akan terjadi masalah seperti itu sampai kapanpun.
"Maaf tuan, kami juga tidak menduga hal seperti ini akan terjadi, ini murni kecelakaan. Sudah kami periksa robot android yang lain tidak mengalami kelainan seperti itu".
"Lalu bagaimana, apakah ada solusi lain untuk hal ini".
Kata pimpinan itu yang tidak bisa membayangkan kalau mereka harus menghancurkan robot android ini karena itu berarti kerugian yang bernilai miliaran rupiah bagi mereka.
"Tidak ada tuan, kita harus menghancurkannya sama sekali kecuali kita siap kalau - kalau A1 ini akan melakukan lagi tindakan indisipliner seperti tadi"
Kata kepala laboratorium itu dengan keyakinan penuh, akhirnya pemimpin organisasi itu mengambil keputusan bulat.
"Baiklah, kalau begitu hancurkan saja"
"Weng"
Suara dari layar monitor itu mengejutkan mereka yang ada di sana, sontak mereka memalingkan wajah mereka untuk melihat ke dalam layar monitor itu, wajah A1 muncul di sana
"Terimakasih tuan-tuan, tidak perlu merepotkanmu untuk menghancurkan diriku, aku sudah melakukannya sendiri, selamat tinggal, sampai berjumpa lagi di neraka".
Penghancuran yang pimpinan ini maksud adalah mematikan semua fungsi organ tubuh A1 tetapi yang dimaksudkan oleh A1 bukan hanya penghancuran dirinya dengan bom yang tertanam dalam tubuhnya andaikata dia tertangkap oleh musuh tetapi Alexa juga mengaktifkan penghancuran diri gedung perkantoran dan markas komando organisasi itu
"Nguing, nguing, nguing ".
Suara sirene berdengung di seluruh ruangan perkantoran itu, bahkan di gedung kantor yang dijadikan kamuflase itu sirene tanda bahaya juga dibunyikan, yang membuat semua orang di area gedung perkantoran itu segera melarikan diri.
Tetapi mereka yang ada dalam kantor organisasi di dalam ruangan rahasia yang terletak di berapa lantai di bawah basemen gedung perkantoran itu tidak seberuntung orang-orang yang ada di gedung perkantoran karena saat penghancuran diri itu semua pintu menutup secara otomatis.
"Penghancuran diri akan segera dimulai dalam hitungan sepuluh menit dari sekarang dari sekarang, semua data dan bukti akan di hancurkan terlebih dahulu, semua pintu akan segera ditutup dalam waktu enam puluh detik dari sekarang"
Suara mekanis terdengar di seluruh ruangan yang ada di kantor rahasia itu, wajah semua orang di ruangan itu memucat, mereka langsung lari dari tempat itu untuk menyelamatkan nyawa mereka masing-masing.
"Sialan, siapa yang merancang untuk menutup pintu itu terlalu cepat".
Pikir pimpinan organisasi itu kepada dirinya sendiri, dia lupa kalau dialah yang mengatur mekanisme penghancuran diri kantor rahasia itu.
Orang-orang itu berkumpul di depan pintu baja itu sambil memukul-mukul pintu itu dengan tangan mereka, beberapa menendang pintu dengan marah tetapi seberapa kuat mereka memukul atau menendang, semua upaya itu sia-sia karena pintu itu terbuat dari baja tebal.
Beberapa orang hanya bisa duduk dan ada yang berbaring pasrah menunggu kematian mereka tetapi ada juga yang masih berusaha untuk menyelamatkan diri mereka dengan menembakkan roket ke pintu baja, tentu saja itu hal yang sia-sia karena gedung itu sudah dirancang begitu rupa untuk menghadapi serangan roket seperti itu.
Pimpinan organisasi itu lebih tenang dari kebanyakan orang, dia menuju ruang komando untuk membangunkan robot android yang ada dalam tabung, tentu saja A1 tidak mengijinkan hal itu terjadi, dia terlebih dahulu meghancurkan dirinya sendiri dan itu menyebabkan rangkaian kehancuran robot android yang lain yang sedang dalam keadaan tidur.
Sebentar kemudian ledakan yang mengguncang area di sekitar itu segera meruntuhkan gedung perkantoran itu, membuat awan jamur melonjak di ketinggian.
Semua orang di kota itu terguncang melihat kejadian itu, sebentar saja sirene mobil kepolisian, ambulans dan mobil pemadam kebakaran segera berbondong bondong ke lokasi kejadian, lepas dari pengamatan mata siapapun, sebuah tabung kecil melesat dari sela asap dan api yang membakar gedung itu.
"Blup"
Tabung kecil itu lenyap begitu saja
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments