Dalam keseharian, gadis A1 terlihat sama saja dengan perempuan muda pada umumnya, pagi ini dia memakai setelan blazer warna merah yang membuatnya terlihat semakin energik.
Hari ini dia mendapatkan tugas untuk menculik seorang anak perempuan berusia tujuh tahun dari seorang ilmuwan di negeri itu, tugas ini dikerjakannya bersama robot android lain dengan kode A5, seorang perempuan muda berusia delapan belas tahun, mereka bertemu di sebuah mall karena target mereka sedang berbelanja bersama ibunya.
Keduanya melakukan penyamaran dengan mengubah wajah mereka A5 menjadi seorang nenek tua dan A1 menjadi seorang gadis remaja yang wajahnya dipenuhi dengan jerawat. Target mereka saat ini sedang berbelanja disebuah toko pakaian, hanya ada dua robot humanoid yang mengawal mereka.
A5 berjalan tertatih-tatih digandeng oleh A1, sampai di depan ibu anak itu, A1 meninggalkan A5 untuk mengamati sebuah pakaian wanita, A5 berpura-pura jatuh terpeleset, ibu anak itu melepaskan pegangan tangan anaknya dan menghampiri nenek tua itu untuk menolongnya sementara anak itu berdiri sendiri, A1 segera menangkap dan menggendongnya, dia berbalik untuk melarikan diri ke arah berlawanan.
"Mama".
Anak itu berteriak memanggil ibunya dan ia mulai menangis.
A1 terus berlari tanpa memperdulikan tangisan anak itu, dia lari melalui tangga darurat untuk menuju atap gedung. Dua robot humanoid yang melihat hal itu segera mengejarnya tanpa melepaskan tembakan karena takut mengenai anak itu.
Ibu anak itu hanya bisa tertegun saat melihat kejadian itu sambil memandang ke arah A1 membawa lari anaknya, lepas dari keterkejutannya, dia menoleh untuk melihat nenek tua yang tadi ditolongnya tetapi ternyata nenek tua itu sudah tidak ada lagi disana, saat itulah dia sadar bahwa dia sudah tertipu. Wanita itu segera menelepon suaminya untuk memberitahukan kejadian itu.
Robot Humanoid itu mengejar sampai ke atas atap hanya untuk menjumpai atap yang kosong tanpa ada seorangpun di sana, mereka memindai keadaan sekelilingnya tetapi tetap tidak ada tanda-tanda keberadaan A1 dan anak itu.
Tidak lama setelah wanita itu menelepon, suaminya datang dengan sejumlah besar polisi, mereka menginvestigasi kejadian yang baru berlalu itu, menanyakan beberapa hal tertentu yang berkaitan dengan peristiwa itu kepada ibu itu juga pada pengunjung dan pelayan toko.
Dari hasil rekaman cctv, juga dari rekaman robot humanoid itu mereka mendapatkan foto wajah ke dua penculik itu yang hanya dalam berapa menit sudah tercetak dan diedarkan melalui semua sarana media komunikasi di seluruh negeri.
Tentu saja mereka tahu bahwa langkah ini tidak terlalu berguna karena mereka menduga ke dua orang perempuan yang menculik anak itu adalah bentuk penyamaran dari dua pribadi yang berbeda tetapi mereka masih melakukannya juga karena siapa tahu ada orang yang mengenal salah satu dari perempuan itu dan menginformasikan kepada kepolisian.
A1 membawa anak perempuan kecil itu bersamanya, anak gadis kecil itu anak yang berani, sebentar saja dia berhenti menangis, dia melihat wajah gadis yang menculiknya dan dia tidak merasa bahwa gadis itu orang yang jahat, dia melihat gadis itu dan bertanya;
"Kakak, kakak mau bawa aku kemana, aku mau pulang, aku mau bertemu ibuku".
Karena A1 tidak menanggapi omongannya, anak gadis kecil itu bertanya lagi.
"Kakak namaku Aini, nama kakak siapa?".
Kata gadis kecil itu dengan tatapan mata memohon, matanya bening dan jernih, dengan mata polos yang memandangnya akhirnya hati A1 sedikit tersentuh.
"Namaku Alpha 1, Sini bisa memanggilku A1".
"Ah, nama kakak lucu sekali, kenapa ada angka satu, apa kakak anak pertama".
A1 menatap anak gadis itu dengan bingung, pertanyaan itu mengganggu pikirannya, ya kenapa namanya ada angka 1, dia tidak tahu bagaimana akan menjawab pertanyaan itu.
"Aku tidak tahu kenapa ada angka 1, aku tidak punya saudara".
"Oh kakak tidak punya saudara, aku juga anak tunggal, tidak punya kakak atau adik atau maukah kakak Alpha mau jadi kakakku".
Menanggapi perkataan Gadis kecil itu, A1 hanya mengelus rambut gadis itu. Dia merenungkan baru kali ini targetnya berbicara banyak dengannya, biasanya dia tidak akan mengindahkannya tetapi entah kenapa anak gadis kecil ini sangat menggugah hatinya, saat dia melihat anak gadis kecil itu menggandeng tangan mamanya, dia merasakan ada sesuatu yang berdesir di hatinya, selintas bayangan seorang ibu yang menggendong anaknya melintas dipikirannya.
A1 merasa dia tidak akan mampu berbicara dengan gadis kecil itu, dia mempercepat laju motornya, pelindung yang terpasang di depan motor menghalangi orang di sekelilingnya untuk dapat melihat anak yang duduk di depannya tetapi gadis kecil itu juga duduk dengan tenang, sesekali dia melihat dengan rasa ketertarikan yang jelas di matanya untuk memperhatikan aksesoris motor itu.
Menuju ke arah berlawanan, motor dan mobil polisi melaju ke arah mall yang baru mereka tinggalkan, anak itu hanya memandang sekilas kepada pemandangan itu, anak gadis kecil itu tidak berusaha untuk menarik perhatian para polisi itu.
Dia gadis kecil yang pintar, dia tahu gerakan kecilnya tidak akan mungkin menarik perhatian orang kepadanya apalagi adanya pelindung di depannya yang mungkin merupakan kaca gelap yang tidak bisa terlihat dari luar.
Juga yang terpenting baginya, entah bagaimana, dia memiliki kepercayaan kakak ini tidak akan berbuat jahat kepadanya.
"Motor kakak cantik, kalau aku sudah besar, aku akan minta papa membelikanku motor juga".
Mendengar perkataan gadis kecil itu, hati A1 menjadi terenyuh, dia tahu apa yang akan dihadapi anak gadis ini kedepannya, organisasinya sedang mengumpulkan anak-anak kecil seperti anak ini, anak-anak dari orang-orang yang terkenal sebagai orang jenis yang memiliki IQ tinggi untuk dipersiapkan menjadi generasi robot android berikutnya.
Entah kenapa hatinya merasa tidak rela untuk anak gadis ini, sementara dalam perjalanan ini, pikirannya mulai memilah-milah berapa fragmen ingatan tentang anak gadis kecil dengan ibunya. Dia mulai berpikir bahwa itu mungkin ingatan yang terhapus dari dirinya.
A1 sudah memerintahkan Alexa untuk menyusun potongan-potongan fragmen itu untuk menjadi suatu gambaran yang utuh. Alexa setiap malam mengambil potongan fragmen itu, memvisualisasikan dan menyimpannya dalam memori internalnya.
Motor itu melewati beberapa jalan dan gang kecil sebelum memasuki sebuah lorong yang menuju basemen di sebuah gedung perkantoran yang menjadi kamuflase bagi organisasi misterius yang A1 ikuti.
Dengan tetap menggendong anak itu, A1 menarik kembali motor itu ke dalam ruang dimensinya yang sukses membuat gadis kecil itu ternganga mulutnya menjadi sebesar bola pingpong saat melihat motor itu tiba-tiba lenyap dari hadapannya.
Sementara mereka berjalan menyusuri lorong-lorong itu, Alexa mulai menampilkan gambar visual dari fragmen ingatan yang dilihat oleh A1 dalam mimpinya.
Tiba di suatu tempat, seorang pria yang mengenakan pakaian laboratorium mengambil gadis kecil itu dari gendongan A1, dengan enggan A1 menyerahkannya.
"Tolong jangan melukainya".
Seperti tanpa sadar, A1 mengatakan hal itu kepada Pria itu, terkejut mendengar permintaan yang tidak biasa itu, pria itu mengernyitkan dahinya tetapi tidak mengatakan apa-apa.
Anak gadis kecil itu memeluk A1 dengan erat, dia mulai menangis dan berteriak.
"Tidak, aku tidak mau berpisah dari kakak. Aku mau mama..., mama ...".
Pria dengan memakai baju laboratorium itu mengambil gadis kecil itu secara paksa dari gendongan A1, tentu saja tenaga gadis kecil itu tidak akan mungkin bisa melawan tarikan pria dewasa.
Dia sudah ada dalam gendongan pria itu, gadis kecil itu menangis kuat--kuat, tangan dan kakinya meronta-ronta dalam pelukan laki-laki itu. Gadis kecil itu melihat kepada A1 yang masih berdiri terdiam di tempatnya berdiri dengan tatapan memohon.
A1 masih linglung di tempat itu, tiba-tiba sesuatu seperti sengatan listrik menghujam dalam kesadarannya, dia seperti teringat akan sesuatu yang sudah lama dilupakannya.
A1 memandang kepada pria yang memakai baju laboratorium itu yang berjalan semakin menjauh dengan gadi kecil dalam gendongannya yang tidak juga berhenti menangis.
"Kakak".
Suara anak gadis kecil itu terngiang di telinganya, akhirnya dia tidak tahan lagi, A1 segera berlari ke arah pria itu tanpa di duga oleh pria itu, dia merebut anak gadis kecil itu dan menendang yang terakhir itu.
"Anak gadis kecil itu berhenti menangis, memandang kepada A1 dengan tatapan memuja.
"Kakak hebat sekali"
Tidak memperdulikan pujian dari gadis kecil itu, A1 segera berlari kembali menyusuri lorong itu ke basemen. Pria itu sadar dari pingsannya, dia mencoba untuk bangkit berdiri hanya untuk jatuh kembali, dia diam sejenak kemudian dia kembali mencoba berdiri.
Sambil terhuyung-huyung, pria itu berjalan menuju ke dalam ruang monitor, dia memencet sebuah tombol, tidak lama terdengar suara sirene di seluruh ruangan perkantoran itu.
Laki-laki itu berbicara di interkom.
"Perhatian, perhatian A1 telah membelot, tangkap hidup atau mati tetapi ambil dahulu target dari tangannya"
Kejadian itu sangat tidak terduga, belum pernah ada pelanggaran seperti itu sebelumnya, ruang Lab itu sangat tersembunyi dan tidak ada orang luar yang dapat masuk kesana tanpa mengetahui kode password yang tepat.
Di ruangan itu selama ini tidak ada tenaga keamanan karena selama ini tempat itu selalu aman jadi selama ini mereka tidak pernah perduli dengan keamanan.
Tiba di basemen, A1 mengeluarkan motornya, dia menaiki motor itu dan menaruh gadis kecil itu di depannya, menyalakan motornya dengan cepat, dia segera melaju keluar dari basemen itu.
Pintu baja yang ada di ujung lorong itu perlahan-lahan menutup hanya menyisakan sedikit celah yang untungnya cukup untuk motor itu menerobos sebelum pintu itu tertutup sepenuhnya.
Berapa robot android yang telah menerima panggilan itu keluar dari gedung kantor itu, mereka yang sedang bertugas di beberapa tempat di kota itu segera dimobilisasi untuk mencari dan menangkap A1 hidup atau mati.
A1 mengubah tampilan wajahnya, dia memakai helmnya yang secara otomatis menutupi wajahnya, mengubah warna motornya menjadi warna biru langit. Anak gadis kecil itu melihat tampilan motor itu dalam warna yang baru. Dia menunjukkan wajah yang imut sambil menepuk-nepuk punggung motor itu.
Meskipun motor itu melaju dalam kecepatan tinggi, meliuk-liuk di jalanan sambil menghindari pengejaran beberapa motor dan mobil yang dikendarai robot android yang lain, anak gadis kecil itu tidak terlihat ketakutan.
"Ehm memang anak yang berani".
Pikir A1 sambil tersenyum dibalik helm nya.
A1 membawa motornya ke dalam sebuah gang buntu, bukannya terjebak tetapi memang dia sengaja masuk ke dalam gang itu, sampai di ujung gang yang berada di samping gedung berlantai tiga puluh, motor itu naik secara vertikal menyusuri dinding gedung itu, anak gadis kecil itu bukannya ketakutan, dia malah terlihat senang.
Dia melambai-lambaikan tangannya tanpa menyadari bahaya yang sedang mereka hadapi, malah meminta A1 itu untuk melakukan berapa manuver lagi tapi tentu saja A1 tidak mungkin bisa melakukannya dengan santai karena dia harus berpikir cepat untuk membingungkan pengejarnya.
Tidak mudah untuk melarikan diri dari mereka karena sebagai rekan kerja yang sering melakukan operasi bersama, sedikit banyak mereka mengerti jalan pikirannya.
"Alexa"
"Ya nona".
"Kirimkan koordinat kita kepolisian kota".
"Siap nona"
A1 berpikir cepat, tidak mudah baginya untuk melepaskan diri dari robot-robot android itu tetapi kalau pihak kepolisian itu menemukannya, dia kemungkinan bisa melepaskan anak gadis itu terlebih dahulu. A1 mengubah penyamarannya kembali kepada wajah gadis muda berjerawat yang sudah menculik anak itu.
Mengubah tampilan motornya juga seperti moge pada umumnya.
Markas polisi yang menemukan seseorang sudah mengirimkan kepada mereka profil penculik anak dan sepeda motor yang di kendarainya.
A1 menunggu di pinggir sebuah gang, melihat mobil-mobil polisi itu sudah bergerak, memasang barikade di ujung jalan itu, A1 menyalakan motornya kembali langsung menuju kepada barikade polisi itu.
Strateginya berjalan baik, robot android yang mengejarnya segera berhenti dari kejauhan memperhatikannya, mereka tidak mengerti dengan apa yang dia akan lakukan. Mereka tidak mengerti mengapa pihak kepolisian dengan cepat bisa menemukan A1 karena biasanya dia tidak pernah bisa terlacak oleh kepolisian dalam setiap tugasnya.
A1 menjalankan motornya dengan tenang saat lampu sorot dan puluhan pucuk senjata diarahkan kepadanya. Komandan kepolisian itu memberikan perintahnya.
"Pengendara motor di depan, anda sudah terkepung. Hentikan motormu, lepaskan sandera dan taruh tangan di kepala"
A1 memberhentikan motornya tetapi tidak mematikan mesin motornya, ia menurunkan anak gadis kecil itu, mengelus rambutnya dan mengatakan sesuatu kepadanya.
"Aini, jadilah anak yang baik, rajin belajar dan hormati orang tuamu"
Seolah mengerti bahwa besar kemungkinannya mereka tidak akan bertemu lagi, anak itu menatap wajah A1 yang berbeda. A1 mengubah kembali penampilannya.
"Jangan menangis, Ini wajahku yang sesungguhnya, kamu adalah adikku satu-satunya ".
Kata A1 mengingat perkataa anak gadis kecil itu yang mengatakan dia untuk menjadi kakaknya. Anak gadis kecil itu menahan air matanya, dia memandang wajah A1 lekat-lekat seolah mau menanamkan wajah itu dalam ingatannya.
A1 melepaskan tangan anak gadis kecil itu yang terasa begitu enggan untuk meninggalkannya. A1 tersenyum kepadanya, melambaikan tangannya untuk menyuruh anak itu pergi.
Gadis kecil itu berbalik kembali untuk melihatnya sekali lagi, dia melangkahkan kakinya dengan lambat ke arah petugas kepolisian yang mulai berjalan keluar dari barikade mobil kepolisian, seorang polisi berlari cepat dan mengambil anak gadis kecil itu ke dalam pelukannya dan kembali ke belakang barikade.
A1 memandang ke arah gadis kecil itu berjalan, dia menurunkan kaca helmnya. Sebelum para polisi itu bertindak, dia menjalankan motornya, bukan berbalik tetapi justru maju ke depan dengan kecepatan penuh, tindakannya ini mengejutkan semua orang di sana, tidak mengerti apa yang dipikirkannya.
Motor itu melaju dan terbang melayang di atas kepala setiap anggota kepolisian yang terperangah tidak percaya, anak gadis kecil itu juga mengangkat kepalanya melihat siluet motor yang melintas di atasnya, dia mengepalkan tangannya dan berteriak.
"Kakak hebat"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
anggita
A5,,, A1...
2023-04-19
1