Preman

Ketiga saudara dari isteri ke dua tuan Long sudah bersekolah di akademi, jadi hanya Fang Huang yang tersisa di sana, ada juga beberapa puluh anak anggota klan Long Juwana yang masih tinggal di sini, bersama Fang Huang ada sepuluh anak yang akan bergabung di akademi.

Fang Huang membawa Alpha ke kamarnya, itu terletak dipaling ujung dari asrama murid-murid dalam, tepat di pinggir jurang, ada jendela yang mengarah ke jurang, Alpha bisa melihat ke bawah tetapi tidak bisa melihat sampai kedasar karena ada kabut yang menggantung di tengah jurang itu, pintu belakang kamar itu keluar ke arah hutan tapi ada tembok yang cukup tinggi mengelilingi seluruh area asrama itu.

Memang energi alam di tempat itu terasa sangat tebal, pori-pori Alpha dengan rakus melahap energi alam itu untuk memberi makan meridiannya, menguatkan tulang dan fisiknya.

Di Kamar terdapat dua buah ranjang kecil dan sebuah meja rias yang diperlengkapi cermin tembaga, terlihat bahwa kamar itu memang disediakan untuk perempuan. Ada kamar mandi umum untuk perempuan tepat di depan pintu belakang, jadi Alpha tidak perlu berjalan jauh-jauh untuk ke kamar mandi.

Alpha1 melepaskan Macho di dalam kamar, berpesan kepadanya untuk tidak berlarian di luar kamar, sebagai binatang roh, Macho cukup cerdas untuk mengerti bahasa manusia, hanya dia belum bisa bicara layaknya manusia karena dia belum membangkitkan garis keturunannya.

Menjelang sore semakin banyak anak-anak yang datang, satu kamar biasa diisi oleh dua orang anak, teman sekamar Alpha seorang anak perempuan dari keluarga cabang Long di kota Pati yang bernama Wang Ying, anaknya ceria dan mudah bergaul, badannya gemuk nyaris seperti bola, itu membuat Alpha kagum dengannya, bagaimana dia bisa menyelesaikan perjalanan yang berat tadi dan berhasil masuk sebagai murid dalam, bukankah itu berarti dia termasuk kelompok seratus orang.

Mereka yang diterima sebagai murid dalam adalah seratus anak tercepat yang masuk garis finis di Manor Utama, Wang Ying finis di urutan sembilan puluh sembilan.

"Nyaris saja".

Alpha tidak pelit untuk berbagi, dia mengeluarkan persediaan stik paha ayamnya untuk berbagi dengan Macho dan Wang Ying. Fan Huang sudah kembali ke tempat pendaftaran setelah mengantar Alpha ke kamarnya.

"Ehm enak sekali, apa aku boleh dapatkan satu lagi"

Macho melirik Wang Ying dengan tidak senang, dia tidak mau Alpha berbagi paha ayam dengan Wang Ying, selama ini Alpha selalu berbagi paha ayamnya dengan Macho, sekarang bertambah satu anak gendut yang meminta jatah.

Alpha memberikan sebuah stik paha ayam buat Wang Ying, menambahkan dua stik paha ayam buat Macho, yang menerimanya dengan sukacita. Dia pergi ke pojok kamar untuk menikmati stik paha ayamnya, dia takut Wang Ying akan minta paha ayamnya.

Wang Ying merasa aneh melihat Macho yang melihatnya dengan tidak senang, kenapa kucing kecil itu suka sekali makan stik paha ayam, kan biasanya kucing hanya suka makan ikan. Wang Ying tidak tahu kalau kucing kemerahan itu seekor harimau.

Hari itu belum ada kegiatan, anak-anak yang lulus seleksi diberikan istirahat semalam, besok pagi-pagi sekali pada waktu kokok ayam pertama mereka sudah harus berkumpul di aula besar.

Anak-anak anggota klan Long Juwana yang datang bersama Alpha1 hanya ada lima belas anak yang masuk sebagai murid dalam, sisanya menjadi murid luar, untungnya tidak ada dari mereka yang tereliminasi tetapi hanya Alpha yang berhasil masuk sepuluh besar.

Jadi satu kereta yang tadinya tetap ada di sana untuk berjaga-jaga kalau ada anak yang tereliminasi untuk membawanya pulang. Sore harinya kusir kereta itu pulang dengan membawa kabar gembira karena baru kali ini, semua anak klan Long Juwana berhasil lolos seleksi, tidak ada seorangpun yang tereliminasi.

Datang dengan membawa berita gembira ini, pasti mereka yang bertugas mengantar anak-anak ini akan mendapatkan bonus yang besar, belum lagi akan ada pesta meriah yang akan diadakan oleh klan untuk merayakan ini, apalagi kali ini Alpha1 membawa kehormatan besar bagi klan dengan menjadi juara satu dalam seleksi murid dalam.

Plakat juaranya langsung dibawa pulang hari itu juga, lagian Alpha berpikir untuk apa menyimpan plakat itu, tidak juga bisa dijual. Plakat itu di taruh ibunya di ruang utama Manor.

Malam harinya anak-anak dari klan Long Juwana berkumpul di depan kamar Alpha, anak-anak ini sudah biasa menganggap Alpha sebagai pemimpin mereka. Ada yang melapor kepada Alpha1 bahwa mereka dipalak oleh preman asrama, uang bekal yang mereka bawa diminta paksa oleh preman-preman itu.

Uang mereka memang tidak berlaku di dalam klan tetapi masih mereka butuhkan kalau mereka mau belanja kebutuhan sehari-hari di perkampungan anggota klan Long yang terletak di bawah bukit.

Yang dimaksud anak-anak preman itu adalah anak-anak senior yang lebih dahulu masuk ke klan tetapi belum lulus untuk bergabung di akademi. Preman-preman ini dipimpin oleh seorang anak berusia sebelas tahun yang biasa dipanggil Siao Bak, pamannya adalah seorang tetua penegakan hukum, jadi dia suka bersikap semena-mena terhadap murid-murid lain yang lebih lemah darinya.

Alpha yang mendengar laporan itu menjadi marah, belum sempat dia pergi keluar untuk mencari Siao Bak. Preman-preman itu ternyata sudah ada di depan pintu kamarnya untuk memeras uang jasa keamanan dari anak-anak di blok A tempat Alpha tinggal.

Wang Ying sedang bertukar mulut dengan Siao Bak, dia tidak rela memberikan uang bekalnya kepada mereka, apalagi Siao Bak bukan hanya meminta uang bekalnya tetapi juga meminta uang jasa bulanan sebesar lima poin untuk murid luar dan sepuluh poin untuk murid dalam

Mereka hanya mendapatkan jatah bulanan sepuluh poin bagi murid luar dan dua puluh lima poin bagi murid dalam, itu jelas-jelas perampokan. Mendengar perkataan Siao Bak, Alpha menjadi marah, dia memanggil Siao Bak untuk mendekat.

"Hai bos kemari, aku mau memberimu sesuatu".

Siao Bak yang dipanggil Bos merasa senang, apalagi menurutnya Alpha terlihat cantik di matanya. Dia segera mendekati Alpha.

"Nah ini contoh sikap yang baik, kalian harus pintar seperti anak kami ini".

Katanya sambil memutarkan kepalanya kepada anak-anak yang ada di sana, dia berjalan mendekati Alpha dengan perut yang ditarik ke belakang dan kepala sedikit mendongak, dia pikir dia akan terlihat berwibawa kalau berjalan dengan gaya seperti itu.

Sampai di depan Alpha, dia mau bertanya kepada Alpha1.

"Apa yang a....., aduh".

Belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, Alpha sudah menendang perutnya sampai dia jatuh berguling-guling sampai keluar ke halaman, mulutnya dipenuhi dengan tanah, dia meringkuk seperti Trenggiling, perutnya sangat sakit, dia baru saja selesai makan, sekarang semua makanan itu sudah dimuntahkannya keluar.

"Sialan, beraninya kamu menendangku, jangan panggil aku Siao Bak kalau aku tidak memukulmu sampai mati".

Siao Bak bangkit berdiri, dia menyeka mulutnya yang dipenuhi tanah. Dia berlari ke arah Alpha untuk menyerangnya.

"Ugh".

Kembali dia terlempar ke belakang, kali ini tendangan itu membuatnya langsung pingsan.

Preman-preman yang lain langsung ketakutan, Siao Bak adalah yang terkuat di antara mereka, dia sudah dikalahkan oleh Alpha dengan begitu mudah. Tentu saja itu sudah cukup untuk membuat mereka ketakutan, mereka mengangkat Siao Bak dan membawanya pergi dari sana.

Semua anak di sana bersorak melihat preman-preman yang melarikan diri itu tetapi mereka juga agak cemas memikirkan bahwa mungkin dia akan kembali besok untuk membalas dendam, Alpha menenangkan mereka dan mengatakan bahwa dia akan bertanggungjawab untuk itu.

Perkelahian dilarang tetapi dia hanya merasa membela diri, masak dia hanya diam saja kalau dipukuli orang apalagi anak-anak itu sudah melakukan praktek premanisme di asrama murid. Alpha pikir bahwa praktek premanisme itu pasti tidak diketahui oleh tetua klan di sana karena dia tidak bisa percaya bahwa hal itu mendapatkan restu dari tetua klan.

Terpopuler

Comments

Fitriani Usman

Fitriani Usman

kenapa narasinya trlalu pnjng.? baru dialognya cmn sedikit.. pembaca akan bosan.

2023-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 Kesadaran
2 Curiga
3 Tugas
4 Kembali
5 Antar dimensi
6 Hidup
7 Heran
8 Tiga bersaudara
9 Cemburu
10 Maniak
11 Macho
12 Keberangkatan
13 Keberangkatan 2
14 Seleksi
15 Preman
16 Pembalasan
17 Batu tujuh warna
18 Gagal
19 Tangis jadi tawa
20 Ekor Naga atau kepala Phoenix
21 Perpisahan
22 Akademi
23 Panen
24 Binatang roh
25 Mencurigakan
26 Yi An
27 Benci
28 Kembali ke Akademi
29 Guru
30 Miskin
31 Duel
32 Tuan
33 Misi
34 Binatang jinak
35 Seleksi
36 Menyingkirkan
37 Menunggu
38 Tantangan
39 Peringkat
40 Bertemu
41 Riak
42 Siapa?
43 Kebakaran
44 Sambutan
45 Guru Ye
46 Arahan
47 Formasi
48 Perebutan pondok
49 Seleksi
50 Pertarungan
51 Pertemuan
52 Akrab
53 Dunia Pesona
54 Menjelajahi
55 Serangan frontal
56 Benteng.
57 Penyerbuan.
58 Zhao Yun
59 Pertarungan.
60 Kembali
61 Musuh
62 Kesenangan
63 Membelot
64 Perpisahan...
65 Mencari
66 Konflik
67 Berlatih
68 Lanjut
69 Tidak percaya
70 Permohonan maaf
71 Melarikan diri
72 Melawan
73 Bingung
74 Lapar
75 Senang
76 Membungkam
77 Kembali.
78 Pelajaran baru
79 Labirin
80 Solusi
81 cap jiwa
82 Marah
83 Musuh
84 Kemenangan
85 Hasil yang luar biasa
86 Bertemu orang tua
87 Kebingungan
88 Pindah
89 Perjalanan
90 Kabar baik
91 Air terjun lobang langit.
92 Jalan
93 Di kepung
94 Menaklukkan
95 Menerima murid.
96 Meluaskan pengaruh
97 Menyatukan perkumpulan
98 Nenek Letsi
99 Alexa pergi
100 Adipati Mongol
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Kesadaran
2
Curiga
3
Tugas
4
Kembali
5
Antar dimensi
6
Hidup
7
Heran
8
Tiga bersaudara
9
Cemburu
10
Maniak
11
Macho
12
Keberangkatan
13
Keberangkatan 2
14
Seleksi
15
Preman
16
Pembalasan
17
Batu tujuh warna
18
Gagal
19
Tangis jadi tawa
20
Ekor Naga atau kepala Phoenix
21
Perpisahan
22
Akademi
23
Panen
24
Binatang roh
25
Mencurigakan
26
Yi An
27
Benci
28
Kembali ke Akademi
29
Guru
30
Miskin
31
Duel
32
Tuan
33
Misi
34
Binatang jinak
35
Seleksi
36
Menyingkirkan
37
Menunggu
38
Tantangan
39
Peringkat
40
Bertemu
41
Riak
42
Siapa?
43
Kebakaran
44
Sambutan
45
Guru Ye
46
Arahan
47
Formasi
48
Perebutan pondok
49
Seleksi
50
Pertarungan
51
Pertemuan
52
Akrab
53
Dunia Pesona
54
Menjelajahi
55
Serangan frontal
56
Benteng.
57
Penyerbuan.
58
Zhao Yun
59
Pertarungan.
60
Kembali
61
Musuh
62
Kesenangan
63
Membelot
64
Perpisahan...
65
Mencari
66
Konflik
67
Berlatih
68
Lanjut
69
Tidak percaya
70
Permohonan maaf
71
Melarikan diri
72
Melawan
73
Bingung
74
Lapar
75
Senang
76
Membungkam
77
Kembali.
78
Pelajaran baru
79
Labirin
80
Solusi
81
cap jiwa
82
Marah
83
Musuh
84
Kemenangan
85
Hasil yang luar biasa
86
Bertemu orang tua
87
Kebingungan
88
Pindah
89
Perjalanan
90
Kabar baik
91
Air terjun lobang langit.
92
Jalan
93
Di kepung
94
Menaklukkan
95
Menerima murid.
96
Meluaskan pengaruh
97
Menyatukan perkumpulan
98
Nenek Letsi
99
Alexa pergi
100
Adipati Mongol

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!