Baru semalam di klan, Alpha sudah diijinkan untuk kembali terlebih dahulu ke klan Long di Juwana, seminggu lagi ketua Klan yang akan menjemputnya untuk mengantarkannya ke akademi.
"Mana token indentitasmu, aku akan menukarnya dengan batu roh, itu akan berguna untuk kultivasi mu, sebentar aku akan mengajarkan bagaimana caranya untuk menyerap batu roh untuk kultivasimu, ini ada manual tehnik untuk kultivasi dasar, kamu bisa mempelajarinya".
"Terimakasih kakek".
Alpha menyerahkan token identitasnya, ketua Klan kemudian memberikan sepuluh batu roh yang disimpan Alpha ke dalam cincin ruangnya, ia meletakkan tangannya di atas kepala Alpha, serangkaian teknis kultivasi segera membanjiri pikiran Alpha, dia menyimpan manual tehnik itu dalam memorinya.
Tanpa disadari oleh siapapun, manual tehnik itu diuraikan kemudian disusun kembali dan disempurnakan, jadi Alpha menerima sebuah manual kultivasi yang lebih tinggi daripada apa yang diberikan oleh ketua Klan.
Ketua Klan juga memberikan sebuah artefak untuk menyembunyikan kultivasi Alpha, sebenarnya Alpha tidak membutuhkan hal itu karena di dalam tubuhnya sudah ada alat yang lebih baik daripada artefak yang diberikan ketua Klan tetapi Alpha tidak menolak dan menerimanya dengan sopan.
"Terimakasih kakek".
Alpha berpamitan kepada teman-teman seasramanya, mereka tidak mengerti mengapa Alpha harus pulang, apakah benar dia sama sekali tidak memiliki bakat sehingga harus dipulangkan.
Bagaimana mungkin anak yang punya kekuatan fisik yang luar biasa bisa gagal pada tes bakat. Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang terjadi di ruangan pengukur bakat pada pagi hari itu, memang ketua Klan justru meminta supaya semua tetua merahasiakan dulu hal itu sampai Alpha diterima secara resmi di akademi.
Fan Huang bersama lima anak dari Klan Long Juwana yang berhasil masuk akademi juga menemaninya pulang, Fan Huang juga tidak mengerti mengapa Alpha yang baru datang sehari sebelumnya harus pulang bersamanya. Dia tidak berani bertanya kepada Alpha karena takut Alpha bersedih.
Sepanjang perjalanan pulang Alpha terus bermeditasi untuk memperkuat tubuh fisiknya karena kakek Long sudah mengatakan kepadanya bahwa fondasi fisik yang kuat akan membantu dalam meningkatkan kultivasinya.
Fan Huang tidak tahu bagaimana dia harus menghibur Alpha karena sedari berangkat dari Klan Long Provinsi, Alpha masih terus bermeditasi, hanya ketika malam hari dia langsung beristirahat.
Di Manor Long Juwana dari kemarin ada pesta yang meriah merayakan keberhasilan Alpha mendapatkan juara pertama dalam seleksi penerimaan murid dalam Klan Long Provinsi.
Ketiga saudara pertama yang juga sedang berlibur dari akademi justru menjadi cemburu mendengar keberhasilan Alpha.
Di Akademi mereka mengalami penindasan karena bakat kultivasi mereka yang biasa saja, hanya empat warna, itu agak tinggi untuk di Klan tetapi untuk akademi yang siswanya berasal dari seluruh kerajaan, bakat mereka hanya dianggap biasa.
Di akademi bakat empat warna itu bakat paling rendah untuk syarat penerimaan murid luar, untuk murid dalam, minimal harus memiliki bakat lima warna.
Saat kereta terbang itu mendarat di halaman perumahan klan Long, ketua klan tuan Long, nyonya besar, selir pertama dengan ketiga anak perempuannya, selir kedua bersama Shi Lin sedang menunggu kedatangan Fan Huang. Keberhasilan Fan Huang berserta lima anak dari anggota klan Long Juwana untuk masuk akademi memberikan kepada mereka kebanggaan yang luar biasa.
Setiap tahun, selalu ada anak-anak dari Klan Long Juwana yang berhasil masuk ke akademi dan tahun ini mereka masih mempertahankan tradisi itu, bukankah itu satu hal yang mereka harus banggakan karena itu berarti pola pendidikan yang dijalankan oleh tetua Klan Juwana itu dapat dinilai sebagai kesuksesan.
Fan Huang dan ke lima anak yang lain bergantian turun dari kereta, mereka tidak langsung mendatangi orang tua mereka tetapi mereka terlebih dahulu berbaris rapi, biasanya mereka harus memberikan penghormatan dahulu kepada tetua dan leluhur.
Mereka tidak melakukannya sebaliknya mereka seperti sedang menunggu seseorang, siapa? Bukankah kabar dari Klan Long Provinsi hanya enam anak dari Klan Long Juwana yang tahun ini berhasil masuk akademi.
Jadi semua mata terarah ke pintu kereta, sebuah tangan kecil terulur memegang pinggiran pintu kereta, sebelum kakinya melangkah keluar pintu. Seekor kucing berwarna kemerahan sudah mendahului melompat keluar.
Mereka semua mengenali kucing itu, itu Macho, bukankah dia bersama Alpha, apakah itu Alpha?
"Jreng".
Alpha melompat turun dari kereta dan merentangkan kedua tangannya.
"Ayah, ibu, halo semuanya aku pulang".
Alpha menjura dan memberi hormat kepada tetua diikuti oleh keenam anak lain yang sudah berdiri terlebih dahulu sebelumnya, kemudian mereka memberi hormat kearah leluhur.
Semua orang terpana melihatnya, tidak ada seorangpun yang percaya kalau anak yang baru mereka bicarakan dengan gembira semalaman akan kembali secepat itu.
"Ha ha ha, gagal, dia pasti gagal".
Long Ming Mei, anak kedua dari selir pertama tanpa sadar langsung tertawa kecil tetapi dia langsung terdiam saat saudara pertamanya melihatnya dengan cemberut.
"Jangan berbicara seperti itu, kalau didengar nyonya besar, kamu bisa celaka ".
Kata saudara pertama memperingatkan saudara keduanya. Ming Mei langsung terdiam, kakaknya benar, tapi dia senang dengan dugaannya itu.
"Alpha".
Nyonya Long yang terlebih dahulu pulih dari keterkejutannya, dia cemas sekaligus senang melihat kepulangan anaknya, baru dua hari tetapi rasanya sudah sepuluh tahun anak itu meninggalkannya.
Tuan Long yang seharusnya memberikan sambutan, lupa dengan apa yang akan dikatakannya, dia hanya termangu-mangu melihat Alpha yang langsung digendong ibunya.
Biarpun sudah berusia tujuh tahun tetapi nyonya Long masih suka menggendong Alpha, apalagi di tahun mendatang dia tidak bisa lagi menggendong Alpha karena tubuhnya pasti sudah lebih besar.
Karena kejadian tidak terduga ini, tuan Long tidak jadi memberikan sambutan, dia langsung membubarkan acara itu. Semua orang bubar dengan perasaan galau karena tidak tahu apa yang musti dilakukan.
Anak kesayangan nyonya besar gagal dalam studinya, meskipun berhasil lolos sebagai juara pertama untuk seleksi murid dalam tetapi gagal dalam penerimaan bakat.
Itu pasti menjadi alasan satu-satunya yang bisa diterima dalam kepulangannya kali ini. Ironi yang sangat luar biasa mengingat pesta meriah yang mereka lakukan malam sebelumnya.
Tuan Long hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia menaruh kedua tangannya dibelakang punggung dan berjalan mengikuti nyonya besar yang sudah terlebih dahulu melangkahkan kakinya ke paviliunnya.
Selir pertama dan ke dua bersama anak-anaknya berjalan di belakang tuan Long. Fang Huang bersama Shi Lin dan ibunya yang biasanya banyak berbicara saat Fan Huang pulang berlibur juga berdiam diri, semua orang merasa sedih sampai tidak berani berkata-kata.
Alpha merasa heran dengan suasana yang sunyi seperti kuburan, kenapa semua orang terlihat sedih, apa yang sedang terjadi di klan, apakah ada kedukaan. Baru dua hari dia meninggalkan rumahnya, apa ada kecelakaan, siapa yang meninggal tetapi tidak ada yang memakai baju atau pita berkabung.
Alpha menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia lalu bertanya kepada ibunya.
"Ma, kenapa wajah semua orang terlihat sedih, apa yang terjadi di sini?".
Hanya nyonya besar saja yang mukanya ceria, lainnya termasuk ayahnya, wajah mereka seperti ayam kalah tarung. Nyonya besar memandang wajah Alpha yang kebingungan, dia tidak melihat ada kesedihan pada wajah Alpha, seperti biasa saja, senyuman selalu menghias wajahnya.
"Ah anakku ini selalu bisa menyembunyikan kesedihannya".
Pikir nyonya besar. Dia kembali memandang wajah Alpha mencari-cari kalau ada kata "gagal" tetapi dia tidak menemukannya malahan Alpha memandangnya sambil membesarkan matanya.
"Apa yang ada di wajahku ma, mama kok melihatku seperti itu".
"Kalau kamu mau menangis, menangis saja tidak usah malu".
Kata nyonya besar kepada Alpha.
"Kenapa aku harus menangis".
Alpha terheran-heran dengan perkataan nyonya besar.
"Lha kamu tidak mengerti, mereka semua bersedih karena dirimu ".
Akhirnya nyonya besar harus mengatakannya....
Note. Episode ini kubuat diruang tunggu bandara APT. Pranoto Samarinda, mau jelong-jelong dulu naik kereta terbang ke Jakarta
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments