Tuan Long memberikan petunjuk dan pengarahan kepada semua anak yang akan berangkat bergabung di klan provinsi, inti dari pengarahannya agar anak-anak itu tidak melupakan dari mana mereka berasal dan karena mereka berasal dari keluarga cabang yang sama, mereka dianjurkan untuk saling memperhatikan dan saling menjaga satu dengan yang lain.
Belajar dengan baik, tidak boleh bermalas-malasan, tidak boleh mempermalukan keluarga, harus bisa membawa diri dengan baik sehingga bisa membawa kehormatan dan kebanggaan bagi orang tua dan klan mereka.
Anak-anak mendengarkan petuah itu dengan serius, semua duduk dengan tenang di tempatnya masing-masing, tidak semua sebab Alpha satu-satunya yang tidak bisa tenang, seperti biasa dia makan dengan disuapi ibunya.
Nyonya Long merasa sangat sedih akan berpisah dengan anaknya, dia biasa menyuapi Alpha untuk makan, dia ingin ikut ke klan utama untuk menemani Alpha1 tetapi suaminya tidak mengijinkannya, bagaimana kalau semua ibu meminta untuk menemani anaknya.
Akhirnya semua acara seremonial itu berakhir, kereta-kereta kuda sudah siap di depan perumahan klan Long. Peluk cium dan tangisan ibu dan anak terdengar di mana-mana. Nyonya Long memeluk kuat anaknya, rasa enggan untuk melepaskannya.
Hanya ketika tuan Long mengambil Alpha dari pelukannya, barulah nyonya Long melepasnya. Tuan Long menggendong Alpha sampai ke kereta, Alpha meminta untuk duduk di samping pengemudi kereta.
Kereta-kereta itu mulai bergerak untuk kemudian terbang ke udara, ya mereka tidak menggunakan kereta kuda tetapi menggunakan kereta yang ditarik oleh binatang roh yang bisa terbang.
Ruang pengemudi itu memiliki pandangan yang luas ke depan dan samping kereta, Alpha melihat sekelilingnya dengan antusias, dia melihat kerumunan orang di bawahnya yang semakin lama terlihat semakin mengecil, akhirnya menghilang dari pandangannya.
Selama kehidupannya di dunia ini, baru kali ini dia meninggalkan orang tua dan rumahnya, meskipun sedih karena berpisah dari ibunya tetapi dia juga sangat antusias untuk menghadapi petualangan yang akan terjadi ke depannya.
Pemandangan alam yang terlihat dari atas itu sangat indah, pucuk-pucuk pepohonan kehijauan dengan warna-warni bunga pohon-pohon buah, kelokan sungai seperti seekor naga yang sedang melayang.
Macho tertidur dalam gendongannya, Alpha memakan bekalnya stik paha ayam sebagai camilan. Nyonya Long membawakan sekantong besar stik paha ayam untuknya. Alpha tidak menikmatinya sendiri, dia membagikannya dengan pengemudi dan pengawal yang ada bersamanya.
Penerbangan itu ditempuh sehari semalam, disaat teman-temannya tertidur, Alpha tetap bermeditasi di ruang kemudi itu, dia merasakan energi alam di atas langit itu lebih tebal daripada di daratan, energi alam itu mengalir melalui pernafasannya, larut dalam pembuluh darahnya, memperkuat tulang dan fisiknya.
Pengemudi dan pengawal yang ada di ruang kemudi itu kagum dengan ketekunannya, mereka percaya di masa depan anak ini akan bersinar membawa cahaya kemuliaan bagi klan cabang mereka.
Matahari baru mulai bersinar di ufuk timur saat pegunungan yang mengular panjang muncul dihadapan matanya. Tampak dari atas tampilan seluruh perumahan, eh itu tidak bisa lagi dikatakan perumahan seperti di tempat klan mereka.
Perumahan klan utama di provinsi ini lebih tepat dikatakan sebagai kota kecil, ada lima puncak bukit yang terlihat cukup ramai dengan orang, mereka tidak turun di atas salah satu puncak bukit itu tetapi kereta-kereta itu turun di tanah lapang di kaki bukit itu.
Ada ratusan anak sudah datang sebelum mereka, mereka berdiri berdesakan di depan pintu gerbang yang belum terbuka, beberapa meja panjang diletakkan di sana, ada berapa puluh orang anak remaja dan pemuda dengan satu dua orang paruh baya, mereka adalah panitia penerimaan yang berasal dari anak-anak yang sudah lebih dahulu bergabung di klan dan berapa orang paruh baya itu adalah pengawas di Klan itu.
Anak-anak itu mendaftarkan diri mereka di sana, mencatatkan nama, tgl lahir dan asal mereka. Masing-masing menerima token identitas yang juga berfungsi sebagai kartu ATM, koin tembaga, perak dan emas adalah mata uang untuk masyarakat umum di benua itu tetapi untuk lingkungan dalam klan, mata uang yang dipakai adalah poin yang tercatat dalam token identitas mereka.
Setiap anak akan mendapatkan poin setiap bulan, berapa yang didapat itu akan bergantung kepada kinerja mereka di klan. Murid luar akan mendapatkan sepuluh poin dan murid dalam akan mendapatkan dua puluh lima poin, poin mereka akan bertambah jika mereka ikut dalam misi atau tugas yang diberikan oleh klan kepada mereka, jumlahnya bervariasi sesuai dengan kesulitannya.
Tidak boleh berkelahi dengan sesama anggota klan tetapi buat mereka yang memiliki perselisihan, mereka dapat menyelesaikan perselisihan mereka di ring duel dengan terlebih dahulu mendaftarkan diri ke pengawas ring duel.
Setiap penantang harus membayar dua poin sedangkan yang menerima tantangan tidak perlu membayar, yang ditantang juga boleh menolak tantangan itu tetapi biasanya tidak ada yang menolak tantangan itu karena anak itu pasti akan dibully oleh seluruh anggota klan itu.
Hanya agar adil, kalau yang ditantang itu memiliki kecakapan bertarung yang lebih rendah, dia bisa menolak tantangan itu tanpa harus takut untuk dibully karena pengawas pasti akan membatalkan pertarungan itu kalau pihak yang ditantang menolak.
Pembayaran itu sebenarnya dimaksudkan agar penantang itu memikirkan kembali tantangannya karena poin itu dibutuhkan untuk menyewa ruang meditasi atau untuk biaya masuk perpustakaan untuk mengakses manual beladiri.
Poin juga digunakan untuk jual beli barang kebutuhan yang biasanya dijual di pasar malam yang diadakan setiap minggu sekali di kaki bukit itu.
Untuk yang bertarung di luar ring duel akan mendapatkan sanksi yang cukup berat, yaitu diusir dari klan dan kalau sampai melukai dengan berat atau sampai lawannya terbunuh, maka meridiannya akan dilumpuhkan sehingga orang itu tidak akan bisa lagi menjadi kultivator di masa depan.
Sesudah menyelesaikan pendaftaran, mereka akan menunggu pembukaan pintu gerbang, di sanalah seleksi sesungguhnya akan di mulai. Tengah hari saat matahari ada dipuncaknya, mereka akan dilepas untuk naik ke puncak bukit itu yang jaraknya sekitar sepuluh kilometer.
Mereka harus berlomba lari ke puncak bukit itu, itu seperti lomba lari halang rintang, hanya rintangannya terdiri dari rintangan alam. Jalanan yang menanjak sepanjang sepuluh kilometer, kemudian di ujung perjalanan, mereka akan melewati jurang dengan berjalan di atas kabel baja sebagai jembatan antar jurang tersebut sepanjang dua ratus meter.
Jurang itu diliputi oleh kabut yang tebal sehingga anak-anak itu tidak tahu seberapa jauh kabel itu membentang, sesudah kecapean berlari, mereka harus menyeberangi jurang itu untuk mencapai tujuan mereka, tentu itu bukan hal yang mudah, bukan hanya ketahanan fisik tetapi juga ketahanan mental yang sangat dibutuhkan untuk menyeberangi kabel baja tersebut apalagi mereka tidak tahu seberapa dalam jurang tersebut.
Tentu saja pengurus klan itu sebenarnya tidak mau membahayakan nyawa anak-anak kecil itu sebab mereka semua adalah aset klan yang sangat berharga.
Di dalam jurang itu sudah diletakkan sebuah jaring besar yang akan membuat anak-anak yang tidak berhasil menyeberang dan jatuh ke dalam jurang itu tidak akan mengalami cidera.
Seratus anak yang mencapai garis finis terlebih dahulu akan menjadi murid dalam, sedangkan yang lainnya akan menjadi murid luar tetapi itu tidak akan berlaku selamanya. Setiap tahun akan ada seleksi kembali untuk menilai kinerja mereka, kalau kinerjanya baik, mereka akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi murid dalam, demikian juga sebaliknya, murid dalam jika kinerjanya buruk juga dapat turun statusnya menjadi murid luar.
Hal ini dimaksudkan agar anak-anak ini tidak bermalas-malasan atau puas dengan status yang mereka miliki saat itu. Semua harus berkerja keras untuk mendapatkan penghargaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
EL Shawieto
Yosh...
2023-04-10
1