Inikah akhir hidupku?

“Aku ingin bercerai dengan suamiku, mas.” Akhirnya ia bisa mengucapkan tujuannya setelah merasa ragu.

“Astagfirullah, dek. Apa yang kamu bilang ... Gak baik seorang wanita berbicara seperti itu!” pria itu menegur adiknya.

“Tapi aku merasa sudah gak kuat mas, aku suka lelah menjadi istrinya.”

Mas Isal semakin heran. Tapi ia merasa sebagai seorang laki-laki tak suka adiknya berkata cerai, bagaimanapun itu yang lebih berhak pihak laki-laki bukan perempuan.

“Jika ada masalah selesaikan dengan baik-baik, tak elok kamu berbicara cerai seperti itu.” Isal masih saja keras dengan pendapatnya.

“Tapi Mas...,” Nita belum selesai tapi Mas Isal langsung memotong.

“Jangan egois, dek! Bagaimana pun kamu sudah punya anak dua, kamu mau mereka tak punya ayah?” Isal berdiri ingin masuk ke dalam, “dan masalah ini jangan dibicarakan lagi, Nit. Jika bunda dengar dia bisa sakit jantungnya ... Dan ingat pesan Mas, jangan berpikiran singkat menghadapi masalah,”

Mas Isal berlalu masuk ke dalam rumah. Pria itu bahkan tak mendengarkan apa yang ingin adiknya katakan. Nita menatap punggung kakaknya dengan sendu, ternyata saudaranya sendiri tak ingin membantu dirinya.

“Haruskah aku berakhir disini?”

....

Tak semua yang dimulai dengan kebahagiaan akan berakhir pula dengan bahagia. Nyatanya hati saja tak cukup membuat seseorang mencintaimu sampai akhir hayatnya. Atau memang sampai akhir, tapi tangan yang dicintainya itu sendiri yang membuat ia berakhir.

Jika ditanya seberapa terluka dirinya selama ini, mungkin dengan kata-kata saja tak cukup untuk menjelaskannya, karena hanya tuhan yang tahu mengukur besar apa cinta yang ia miliki untuk selalu memaafkan kesalahan suaminya.

Tapi ia tidak tahu dengan sikapnya yang begitu pasrah, dan selalu menyembunyikan kebaikan suami dengan alasan takut dosa. Dan sekarang berakhir seperti ini. Tidak... Nita tidak pernah memimpikannya, bahkan dalam mimpinya sekalipun.

*****

“Bunda,” Nita memeluk Wanita kesayangannya cukup lama. “Aku merindukan bunda,”

“Loh, kok ngomong seperti itu? Kan kita sudah bertemu Nak?” Bunda nur mengusap lembut kepala anak perempuan satu-satunya itu.

“Bukan sekarang, tapi nanti ... Pasti Nita akan merindukan kalian semua.” Nita tersenyum bahagia, tapi ia tak berani membalas tatapan bundanya yang menatap wajahnya.

“Kenapa? Kan kamu bisa sering-sering main ke rumah bunda. Bunda akan sangat senang jika kalian Berkumpul seperti ini.” Nur tak berpikir macam-macam dengan perkataan putri bungsunya itu.

Nita mengangguk setuju, “iya kita akan berkumpul lagi. Nita janji kumpul yang akan datang keluarga kita pasti lebih lengkap, semua akan datang ke rumah bunda.” Kata-kata itu datang dari hatinya yang paling dalam.

Semua orang tertawa bahagia dan saling mengiyakan ucapan Nita. Bereka akan berkumpul lagi, tentu saja bunda senang mendengarnya. Jika bisa di hari tuanya itu ia ingin selalu bersama anak-anaknya sepanjang hari. Tapi itu bagaimana bisa terjadi, sedangkan anak-anaknya sudah berumah tangga. Dan saat Nita mengungkit tentang berkumpul semuanya, Ibu Nur hanya tersenyum senang, berharap itu sebuah petanda baik.

Setelah mengobrol begitu lama, setelah melepas rindu akhirnya Nita memilih untuk pulang. Ia harus sampai rumah lebih cepat agar bisa mengurus keperluan suaminya saat pulang kerja nanti. Itu pun kalau dia sudah kembali

Nita berpamitan pada seluruh keluarga. Wanita itu menghampiri Mas Isal kembali, ia hanya tersenyum manis sembari berucap, “selamat tinggal Mas.”

Isal tertegun sejenak, tapi pria itu kembali tak ambil pusing dengan senyum adiknya yang terasa aneh.

“Ingat pesan mas, dek. Jangan mengambil keputusan yang gegabah, yang pada akhirnya akan kamu sesali nanti.”

Nita tak menjawab, wanita itu hanya tersenyum saja setelah itu melangkah meninggalkan rumah orang tuanya dengan perasaan sedih. Ternyata kakak yang ia anggap mampu untuk melindunginya, tapi malah tak ingin mendengar penjelasannya. Hatinya semakin perih melihat semua kejadian ini, pada akhirnya ia hanya mampu untuk bersabar dan kembali hidup dalam rasa takut sendiri.

BERSAMBUNG...

....

Jangan lupa berikan komen terbaik kailian untuk cerita ini ya. Dan kalau ada kesalahan dalam penulisannya mohon maaf🙏

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!