Selingkuh

Mendapati jika suaminya berselingkuh benar-benar mendapat pukulan telak bagi Nita. Tak pernah ia menyangka kehidupannya akan datang pada titik hancur seperti ini. Selalu bersabar dengan semua tingkah suaminya karena masih berharap pria itu berubah, tapi ia lupa jika manusia seperti Adam tak akan pernah kembali seperti dulu lagi.

Ia benar-benar sudah muak! Sudah cukup sampai disini ia bertahan, tak ingin lagi jadi bodoh karena cinta. Dia ingin menyelesaikan masalah diantara mereka ini, dia juga tak rela dibohongi seperti ini. Lebih baik mereka bercerai dan dia kehilangan suami seperti Adam itu, daripada seumur hidup ia harus menahan hati melihat sikap bejat Adam yang tak bisa setia.

Untung anak-anak menginap di rumah nenek mereka, ia bisa berbicara dengan leluasa nantinya. Nita menunggu Adam dengan tak sabaran, ia tak sabar ingin menanyakan kebenaran tentang foto itu.

Tapi dalam hatinya yang paling dalam sebenarnya ia masih berharap kalau itu tidak benar. Tapi dia juga tak bisa menutup mata, benar uang dikatakan Sofi, dia tak boleh selamanya menjadi wanita lemah di depan suami seperti Adam.

Suara derap langkah yang semakin dekat membuat jantung Nita ikut berdetak kencang, ia tak bisa menebak apa yang akan dilakukan suaminya nanti.

“Mas?” panggil Nita.

“Ya, kenapa?” tanya adam acuh tak acuh, pria itu meletakkan tas kerjanya sembarangan. “Tumben rumah sepi, anak-anak kemana?”

Nita menahan gejolak dalam hatinya, “anak-anak aku biarkan mereka menginap di rumah ibumu ... Mereka bilang masih rindu kakek neneknya.” Adam mengangguk mengerti.

“Kamu sudah masak? Aku lapar sekali, tadi siang tak sempat makan karena terlalu sibuk.” Adam berganti pakaian tanpa mandi dahulu, pria itu sepertinya sudah tak sabar menyantap masakan istrinya.

“Mas ... Aku mau bicara,” ucap Nita gugup.

Adam berbalik. Ia menatap wanita didepanya dengan intens. Tadi ia tidak terlalu memperhatikan istrinya ini, sekarang ia menyadari ada yang aneh.

“Apa yang mau kau katakan?” Adam semakin menajam pelihatnya, “kenapa mata kamu sembab? Kamu habis menangis?” pria itu mencacar pertanyaan pada istrinya ya tertunduk sedih.

Wanita itu tak menjawab, tapi ia mengambil ponselnya dan membuka galeri. Ia menyodorkan ponselnya didepan Adam yang terlihat bingung.

“Siapa dia mas? Dan sejak kapan kalian melakukan itu?” Nita berusaha menahan air matanya. Ia tak ingin sekarang menangis, ia ingin mendengar penjelasan suaminya terlebih dahulu sebelum ia lepas kendali.

Adam bergeming melihat layar ponsel itu. Lidahnya kelu untuk menjawab apa, nyatanya ia tak bisa mengelak ataupun mencari alasan untuk melepaskan diri.

“Dari mana kamu mendapatkan foto ini?”

“Kenapa kamu balik bertanya, mas. Seharusnya kamu jawab dulu pertanyaan aku.” Nita semakin mendesak Adam, “katakan sejak kapan kamu sudah berbagi tubuh dengannya?”

Adam mengeram kesal, “kita bisa membicarakan ini dengan baik-baik. Dan seharusnya kamu membiarkan saya makan dulu sebelum mengajak berdebat, benar-benar tidak pengertian.”

Pria itu masih berusaha bersikap tenang, tapi kegugupan tak lagi bisa ia tahan. Ia tak berani membalas tatapan tajam istrinya, ia bahkan terlihat begitu bingung dan terlihat seperti orang bodoh untuk menghindari tatapan Nita.

“Aku selalu bertahan dengan semua kelakuan buruk mu, mas. Tapi kali ini benar-benar tak bisa aku maafkan! Kau tidak hanya menelantarkan kami bertiga, tapi kau juga sudah berselingkuh dan menghianati cinta kita. Suami macam apa kau ini, Mas?!”

Kali ini wanita itu tak lagi bertanya, tapi berteriak keras didepan Adam. Ia melepaskan rasa sakit yang ia tahan selama ini.

“Aku tak menyangka kau bisa berbuat begitu keji padaku! Apa salahku sampai kau menghancurkan hidup kami seperti ini, mas?! Kau benar-benar tak berperasaan!” Nita berteriak pilu. Berharap suaminya menolak mengakuinya dan mengatakan itu tidak benar, tapi melihat sikap Adam yang begitu, dia sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi.

Adam mengepal tinjunya, ia merasa tak terima saat wanita ini menyalahkan dirinya. Merasa harga dirinya terluka melihat Nita berani berteriak di depan wajahnya. Adam yang tadi terlihat gugup sekarang berubah menjadi begitu mengerikan.

“Lalu kau mau apa? Itu sudah lama terjadi, kamu tidak perlu membesar-besarkan masalah!”

Nita semakin marah melihat respons yang diberikan suaminya, bukanya merasa bersalah pria ini malah berbicara begitu santai.

“Kamu gak punya hati, mas! Aku pikir kamu akan meminta maaf padaku, tapi apa ... Kamu malah mencari pembenaran! Gila kamu mas!”

“Nita! Diam kau! Berani sekali kau berbicara pada ku seperti itu!” Mata Adam berkilat marah.

“Kenapa kamu marah! Kenyataannya kamu memang sudah gila karena barang haram itu! Kau bahkan juga berselingkuh dengan wanita murahan!”

“Diam!”

Plak... Plak!

Dua tamparan bersarang di pipi wanita itu. Tak tanggung-tanggung Adam mendamparnya sekuat tenaga, membuat bibir Nita mengeluarkan darah.

“Mas ... Kamu tampar aku, lagi?!” Nita menggeleng tak percaya, “Kamu yang salah mas, tapi kamu balah marah sama aku. Kamu benar-benar bajingan! Kamu gak punya perasaan!”

Nita berteriak pilu, meskipun pipinya terasa perih ia masih tetap ingin melawan pria ini, ia ingin tahu seberapa hebat pria yang dicintainya selama ini.

“Ya, saya bajingan. Lalu kamu mau apa?”

Nita memejam matanya, berharap dengan begitu ia bisa menghilangkan rasa sesak di dadanya, tapi ternyata tidak. Rasanya sekali menyakitkan, terpaksa ia mengucapkan apa yang suda ia pikirkan.

“Aku mau kita cerai! Lebih baik aku pisah dari laki-laki kasar seperti kamu. Aku sudah gak sanggup lagi bertahan disisi mu jika kamu selalu seperti ini.” Nita berucap lemah penuh keputusasaan.

Adam mengepal tinjunya, “aku tidak akan pernah menceraikan mu?”

“Kalau kamu tak mau, aku yang akan menggugat mu di pengadilan!”

Adam murka, tangan melayang ke pipi wanita itu. Tak sampai disana Adam menarik rambut panjang Nita membuat ia berteriak kesakitan.

“Mas... Sakit!” Ia mencoba melepaskan, tapi tarikan Adam semakin menguat.

Adam bagaikan telah dirasuki setan, tanpa belas kasihan ia menghempaskan tubuh istrinya ke lantai sehingga membentur dinding. Adam mengeluarkan pisau kecil dari balik bajunya, ia menyeringai menatap Nita yang ketakutan.

“Mas ... Apa yang ingin kamu lakukan?” Nita bergetar ketakutan melihat pisau mengilap didepan matanya. Ia tak percaya suaminya segila ini.

“Jika kau berani berpisah dari ku, lebih baik kau ku habisi!” Adam mendekati pisau itu ke leher Nita. Wanita itu sudah bergetar ketakutan, ia bahkan menahan nafasnya saat merasakan dinginnya benda tajam itu menyentuh kulit lehernya.

Nita sudah pucat pasi melihat pisau sudah menempel di kulit lehernya, ia tak tahu harus ini hidupnya akan berakhir di tangan orang yang dicintainya?

Adam berdiri menjauh setelah ia melancarkan ancamannya. Tanpa rasa bersalah pria itu langsung meninggalkan rumah dan meninggalkan istrinya dengan bersimbah air mata

Tak ada penyesalan. Entah apa yang dia rasakan setelah menyakiti orang yang selama ini menemani hidupnya sehari-hari. Dan lihatlah, demi keinginannya uang begitu egois dia bahkan tak ingin melepaskan Nita, dia malah lebih mempertahankan Istrinya dengan cara yang salah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!