Asha menjadi terpikirkan karakter atau perilaku yang dimiliki oleh Ehan dan Caius, tapi Asha mengurungkan fakta kalau keduanya adalah orang yang sama karena terlihat pada saat Asha memasang alat anti sihir di tangan Caius wajahnya tidak berubah sama sekali yang berarti itu adalah wajah asli tidak dibuat-buat menggunakan sihir.
Sesampainya di taman, Asha dan Ehan terkejut dengan sosok perempuan yang tidak asing atau pernah ditemuinya saat pesta berada di tempat yang seharusnya sulit dimasuki oleh orang-orang tanpa undangan masuk atau izin dari orang itu.
Melihat ekspresi Ehan yang terkejut dengan kedatangan perempuan itu, membuat teman-temannya saling menatap dan seketika paham dengan situasi mereka saat ini.
"Nona Bleistift, kenapa anda bisa berada di rumah saya? Saya sangat ingat kalau saya tidak pernah mengundang anda ke sini," ucap Ehan dengan tatapan tajam dan dingin ke arah perempuan itu
Perempuan itu sedikit gemetaran dan kepala tertunduk.
"Saya pikir karena anda adalah teman saya jadinya saya juga datang ke sini dan maafkan saya karena saya juga masih berusaha beradaptasi di dunia para bangsawan,"
"Saya jadi berpikiran pendek kalau semuanya bisa berteman tanpa memandang status," ucap perempuan yang menggunakan nama keluarga Bleistift itu dengan suara yang lemah
"Maafkan saya jika ini akan terasa menyudutkan anda,"
"Tapi kami adalah pewaris keluarga Duke, oleh karena itu kami tidak bisa sembarang berteman,"
"Karena setiap ada orang yang bergabung artinya membuat faksi, saya harap nona Bleistift mengerti dengan situasi ini," sambung Dain dengan tatapan dingin ke arah perempuan itu
Perempuan itu kemudian terduduk di atas tanah dan menangis, seolah-olah telah di bully. Asha, Grace, Dain dan Ian saling menatap kemudian menatap ke arah Ehan yang menyuruh tuan rumah untuk menenangkan perempuan itu karena Ehan adalah orang yang menolongnya dan bersikap baik jadi dia diminta untuk turun tangan.
"Hah..."
"Maafkan perilaku kasar aku dan jangan terlalu banyak mendengarkan ucapan mereka,"
"Dain, segera minta maaf kepada nona Bleistift," ucap Ehan dengan tatapan tajam ke arah orang yang ada di depannya
"Maafkan aku nona Bleistift," ucap Dain dengan pasrah karena bagaimanapun dia pasti akan di pukul oleh Ehan jika dia tidak ingin melakukannya
"Apakah perasaanmu sudah lebih baik?" tanya Asha yang mencairkan suasana yang hening sebentar sambil mengulurkan tangannya kepada nona keluarga Bleistift itu, tetapi pada saat dia menggapai tangan Asha tiba-tiba dia terjatuh
"Nona Edelstein, saya tau saya baru saja bergabung kembali menjadi bangsawan, dan tidak pantas jadi anda tidak perlu mendorongku jika anda tidak ingin membantuku,"
"Anda cemburu karena tuan Aelfraed memberikan saya perhatian bukan? hingga anda memutuskan untuk mendorong saya ketika saya menggapai tangan anda," ucap nona Bleistift dengan tatapan tertindas dan mata yang telah kembali berkaca-kaca
"Asha, jelaskan kalau ini adalah kesalahpahaman? Karena dia baru saja kembali ke keluarganya jadi belum banyak tata Krama yang dipelajari," ucap Ehan dengan tatapan dingin ke arah Asha membuat Asha terkejut dan mengepalkan tangannya
Karena merasa tersudutkan dan diperlakukan layaknya antagonis oleh situasi, yang akibatnya mungkin penjelasannya hanya akan menjadi penghias atau perpanjangan masalah. Tanpa penjelasan Asha memutuskan untuk pulang ke mansion, Grace yang melihat Asha pergi begitu saja tentu tidak mungkin tidak membelanya.
"Asha, tidak pernah bersikap seperti itu," ucap Grace dengan lantang dan tatapan tajam ke arah nona Bleistift, dengan ketakutan gadis itu menundukkan kepalanya
"Saya hanya mengatakan kebenaran, tidak bermaksud menuduhnya, tapi bukankah sudah terlihat jika dia tidak senang dengan keberadaan saya di sini ketika dia datang,"
"Tuan Aelfraed juga melihatnya dengan jelas bukan kalau dia mendorong saya?" ucap perempuan itu dengan air mata yang berlinang
"Grace, jangan bilang kamu ingin memojokkan orang yang baru kembali ke keluarganya?" ucap Ehan membuat Grace cukup terkejut dengan sikapnya
"Hah..."
"Aku merasa bodoh di sini,"
"Dain dan Ian,"
"Apakah kalian masih ingin berada di sini? Jika tidak kita pulang dari sini sekarang," ucap Grace dengan tatapan kesal meninggalkan Ehan dan nona Bleistift berdua di taman itu
Pertemanan yang telah dibangun bertahun-tahun itu menjadi retak seketika, seperti kue kering yang terjatuh. Asha merasa kalau semua di dalam novel akan terus berjalan sesuai dengan alurnya, walaupun dia telah tidak memiliki hubungan dengan Ehan.
Anehnya hanya karena masalah sepele itu semua hubungan mereka bisa berantakan dan juga tidak pernah sekalipun Ehan menatapnya dengan begitu dingin seperti orang yang tidak suka kepadanya. Asha merasa kalau Ehan benar-benar menyayangi pemeran utama seharusnya dia lega karena melihat kejadian itu, tapi kenapa dia juga merasakan sakit dan sesak ketika melihat kejadian yang ada di depannya.
Asha berdiam di kamarnya sejak dia kembali ke mansion, tidak pernah sekalipun dia terlihat ingin keluar dari kamarnya untuk sekedar makan malam atau makan cemilannya setelah dia pulang dari mansion Aelfraed. Kedua orang tua Asha yang kembali dari istana awalnya ingin memarahi Asha karena perjalanan ke negeri timur tengah sebagai duta tapi dia juga saat ini sedang tidak tega memarahi putrinya yang sedang tengah bersedih, entah di masalah apa saat ini.
Sampai larut malam Asha terus-menerus duduk di atas kasur dengan melamun memikirkan kejadian-kejadian yang telah terjadi sampai tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu balkon yang membuat dirinya tersadar. Dibukanya pintu itu dan ditatapnya sosok laki-laki yang bertudung menemui dirinya, kemudian dia memutar badannya dan berjalan kembali ke dalam kamar tanpa berbicara apapun kepada laki-laki itu.
"Asha, apakah ada masalah yang terjadi kepadamu hingga kamu tidak ingin berbicara denganku?" tanya Caius yang kebingungan dengan sikap Asha yang diam saat ini tapi yang pasti dia merasakan kalau masalah itu pasti ada sangkut pautnya dengan kejadian di mansion
"Asha, aku adalah tunanganmu,"
"Kamu bisa menceritakan semua masalahmu, jika kamu berada di dalam masalah,"
"Aku akan berjanji kepadamu untuk tidak akan menceritakan kepada siapapun,"
"Atau jika kamu tidak ingin menceritakannya tidak masalah sama sekali, tapi tolong jangan diam seperti ini," ucap Caius yang berlutut memohon di hadapan Asha yang hanya diam duduk di atas kursi kemudian memegang tangannya dan menciumnya untuk menghiburnya
"Jika kamu tidak ingin berbicara maka tulis saja semuanya di kertas ini," ucap Caius yang memunculkan sebuah pena bulu, tinta dan kertas untuk Asha menulis
Asha yang diam kemudian mengambil pena bulu, tinta dan kertas dari Caius untuk menulis. Setelah selesai menulis Caius mengambil kertas yang di serahkan oleh Asha.
"Asha, jika kamu ingin tau,"
"Ehan adalah sepupuku dan sepertinya dia menemukan surat yang aku sembunyikan di kamar karena aku pernah menginap di sana,"
"Tapi aku serius aku tidak pernah menceritakan apapun kepada dirinya,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments