Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis

Asha menjadi terpikirkan karakter atau perilaku yang dimiliki oleh Ehan dan Caius, tapi Asha mengurungkan fakta kalau keduanya adalah orang yang sama karena terlihat pada saat Asha memasang alat anti sihir di tangan Caius wajahnya tidak berubah sama sekali yang berarti itu adalah wajah asli tidak dibuat-buat menggunakan sihir.

Sesampainya di taman, Asha dan Ehan terkejut dengan sosok perempuan yang tidak asing atau pernah ditemuinya saat pesta berada di tempat yang seharusnya sulit dimasuki oleh orang-orang tanpa undangan masuk atau izin dari orang itu.

Melihat ekspresi Ehan yang terkejut dengan kedatangan perempuan itu, membuat teman-temannya saling menatap dan seketika paham dengan situasi mereka saat ini.

"Nona Bleistift, kenapa anda bisa berada di rumah saya? Saya sangat ingat kalau saya tidak pernah mengundang anda ke sini," ucap Ehan dengan tatapan tajam dan dingin ke arah perempuan itu

Perempuan itu sedikit gemetaran dan kepala tertunduk.

"Saya pikir karena anda adalah teman saya jadinya saya juga datang ke sini dan maafkan saya karena saya juga masih berusaha beradaptasi di dunia para bangsawan,"

"Saya jadi berpikiran pendek kalau semuanya bisa berteman tanpa memandang status," ucap perempuan yang menggunakan nama keluarga Bleistift itu dengan suara yang lemah

"Maafkan saya jika ini akan terasa menyudutkan anda,"

"Tapi kami adalah pewaris keluarga Duke, oleh karena itu kami tidak bisa sembarang berteman,"

"Karena setiap ada orang yang bergabung artinya membuat faksi, saya harap nona Bleistift mengerti dengan situasi ini," sambung Dain dengan tatapan dingin ke arah perempuan itu

Perempuan itu kemudian terduduk di atas tanah dan menangis, seolah-olah telah di bully. Asha, Grace, Dain dan Ian saling menatap kemudian menatap ke arah Ehan yang menyuruh tuan rumah untuk menenangkan perempuan itu karena Ehan adalah orang yang menolongnya dan bersikap baik jadi dia diminta untuk turun tangan.

"Hah..."

"Maafkan perilaku kasar aku dan jangan terlalu banyak mendengarkan ucapan mereka,"

"Dain, segera minta maaf kepada nona Bleistift," ucap Ehan dengan tatapan tajam ke arah orang yang ada di depannya

"Maafkan aku nona Bleistift," ucap Dain dengan pasrah karena bagaimanapun dia pasti akan di pukul oleh Ehan jika dia tidak ingin melakukannya

"Apakah perasaanmu sudah lebih baik?" tanya Asha yang mencairkan suasana yang hening sebentar sambil mengulurkan tangannya kepada nona keluarga Bleistift itu, tetapi pada saat dia menggapai tangan Asha tiba-tiba dia terjatuh

"Nona Edelstein, saya tau saya baru saja bergabung kembali menjadi bangsawan, dan tidak pantas jadi anda tidak perlu mendorongku jika anda tidak ingin membantuku,"

"Anda cemburu karena tuan Aelfraed memberikan saya perhatian bukan? hingga anda memutuskan untuk mendorong saya ketika saya menggapai tangan anda," ucap nona Bleistift dengan tatapan tertindas dan mata yang telah kembali berkaca-kaca

"Asha, jelaskan kalau ini adalah kesalahpahaman? Karena dia baru saja kembali ke keluarganya jadi belum banyak tata Krama yang dipelajari," ucap Ehan dengan tatapan dingin ke arah Asha membuat Asha terkejut dan mengepalkan tangannya

Karena merasa tersudutkan dan diperlakukan layaknya antagonis oleh situasi, yang akibatnya mungkin penjelasannya hanya akan menjadi penghias atau perpanjangan masalah. Tanpa penjelasan Asha memutuskan untuk pulang ke mansion, Grace yang melihat Asha pergi begitu saja tentu tidak mungkin tidak membelanya.

"Asha, tidak pernah bersikap seperti itu," ucap Grace dengan lantang dan tatapan tajam ke arah nona Bleistift, dengan ketakutan gadis itu menundukkan kepalanya

"Saya hanya mengatakan kebenaran, tidak bermaksud menuduhnya, tapi bukankah sudah terlihat jika dia tidak senang dengan keberadaan saya di sini ketika dia datang,"

"Tuan Aelfraed juga melihatnya dengan jelas bukan kalau dia mendorong saya?" ucap perempuan itu dengan air mata yang berlinang

"Grace, jangan bilang kamu ingin memojokkan orang yang baru kembali ke keluarganya?" ucap Ehan membuat Grace cukup terkejut dengan sikapnya

"Hah..."

"Aku merasa bodoh di sini,"

"Dain dan Ian,"

"Apakah kalian masih ingin berada di sini? Jika tidak kita pulang dari sini sekarang," ucap Grace dengan tatapan kesal meninggalkan Ehan dan nona Bleistift berdua di taman itu

Pertemanan yang telah dibangun bertahun-tahun itu menjadi retak seketika, seperti kue kering yang terjatuh. Asha merasa kalau semua di dalam novel akan terus berjalan sesuai dengan alurnya, walaupun dia telah tidak memiliki hubungan dengan Ehan.

Anehnya hanya karena masalah sepele itu semua hubungan mereka bisa berantakan dan juga tidak pernah sekalipun Ehan menatapnya dengan begitu dingin seperti orang yang tidak suka kepadanya. Asha merasa kalau Ehan benar-benar menyayangi pemeran utama seharusnya dia lega karena melihat kejadian itu, tapi kenapa dia juga merasakan sakit dan sesak ketika melihat kejadian yang ada di depannya.

Asha berdiam di kamarnya sejak dia kembali ke mansion, tidak pernah sekalipun dia terlihat ingin keluar dari kamarnya untuk sekedar makan malam atau makan cemilannya setelah dia pulang dari mansion Aelfraed. Kedua orang tua Asha yang kembali dari istana awalnya ingin memarahi Asha karena perjalanan ke negeri timur tengah sebagai duta tapi dia juga saat ini sedang tidak tega memarahi putrinya yang sedang tengah bersedih, entah di masalah apa saat ini.

Sampai larut malam Asha terus-menerus duduk di atas kasur dengan melamun memikirkan kejadian-kejadian yang telah terjadi sampai tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu balkon yang membuat dirinya tersadar. Dibukanya pintu itu dan ditatapnya sosok laki-laki yang bertudung menemui dirinya, kemudian dia memutar badannya dan berjalan kembali ke dalam kamar tanpa berbicara apapun kepada laki-laki itu.

"Asha, apakah ada masalah yang terjadi kepadamu hingga kamu tidak ingin berbicara denganku?" tanya Caius yang kebingungan dengan sikap Asha yang diam saat ini tapi yang pasti dia merasakan kalau masalah itu pasti ada sangkut pautnya dengan kejadian di mansion

"Asha, aku adalah tunanganmu,"

"Kamu bisa menceritakan semua masalahmu, jika kamu berada di dalam masalah,"

"Aku akan berjanji kepadamu untuk tidak akan menceritakan kepada siapapun,"

"Atau jika kamu tidak ingin menceritakannya tidak masalah sama sekali, tapi tolong jangan diam seperti ini," ucap Caius yang berlutut memohon di hadapan Asha yang hanya diam duduk di atas kursi kemudian memegang tangannya dan menciumnya untuk menghiburnya

"Jika kamu tidak ingin berbicara maka tulis saja semuanya di kertas ini," ucap Caius yang memunculkan sebuah pena bulu, tinta dan kertas untuk Asha menulis

Asha yang diam kemudian mengambil pena bulu, tinta dan kertas dari Caius untuk menulis. Setelah selesai menulis Caius mengambil kertas yang di serahkan oleh Asha.

"Asha, jika kamu ingin tau,"

"Ehan adalah sepupuku dan sepertinya dia menemukan surat yang aku sembunyikan di kamar karena aku pernah menginap di sana,"

"Tapi aku serius aku tidak pernah menceritakan apapun kepada dirinya,"

Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

Episodes
1 Bab 1 Reinkarnasi
2 Bab 2 Pertunangan
3 Bab 3 Caius Vil
4 Bab 4 Asha dan Caius
5 Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6 Bab 6 Teramat sopan
7 Bab 7 Edelstein
8 Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9 Bab 9 Menginap
10 Bab 10 Anak kecil
11 Bab 11 Menara sihir
12 Bab 12 Dirindukan
13 Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14 Bab 14 Dansa pertama
15 Bab 15 Gadis pelayan
16 Bab 16 Mimpi itu
17 Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18 Bab 18 Edelweiss
19 Bab 19 Negeri timur tengah
20 Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21 Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22 Bab 22 Hanya sebatas kertas
23 Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24 Bab 24 Negeri timur tengah
25 Bab 25 Afsanur Seyyal
26 Bab 26 Firasat buruk
27 Bab 27 Dia akan menyukai aku
28 Bab 28 Ehan dan Edel
29 Bab 29 Kamu tidak sadar
30 Bab 30 Pulang ke rumah
31 Bab 31 Pasangan
32 Bab 32 Lupakan segalanya
33 Bab 33 Bercerita
34 Bab 34 Akademi
35 Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36 Bab 36 Monster
37 Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38 Bab 38 Penyesalan
39 Bab 39 Penyelidikan
40 Bab 40 Putri keluarga Baron
41 Bab 41 Cermin
42 Bab 42 Penjara bawah tanah
43 Bab 43 Tidak layak di atas
44 Bab 44 Sosok yang di sesali
45 Bab 45 Tanpa aku sadari
46 Bab 46 Qi Lin
47 Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48 Bab 48 Persidangan
49 Bab 49 Di Istana atau keluar
50 Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51 Bab 51 Kunjungan
52 Bab 52 Kembali berteman?
53 Bab 53 Maaf
54 Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55 Bab 55 Calon menantu
56 Bab 56 Koki jujur
57 Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58 Bab 58 Tertidur karena menunggu
59 Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60 Bab 60 chapter special 1
61 Bab 62 Chapter special 2
62 Bab 63 Chapter special 3
63 Bab 64 Chapter special 4
64 Bab 65 Chapter special 5
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Reinkarnasi
2
Bab 2 Pertunangan
3
Bab 3 Caius Vil
4
Bab 4 Asha dan Caius
5
Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6
Bab 6 Teramat sopan
7
Bab 7 Edelstein
8
Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9
Bab 9 Menginap
10
Bab 10 Anak kecil
11
Bab 11 Menara sihir
12
Bab 12 Dirindukan
13
Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14
Bab 14 Dansa pertama
15
Bab 15 Gadis pelayan
16
Bab 16 Mimpi itu
17
Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18
Bab 18 Edelweiss
19
Bab 19 Negeri timur tengah
20
Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21
Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22
Bab 22 Hanya sebatas kertas
23
Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24
Bab 24 Negeri timur tengah
25
Bab 25 Afsanur Seyyal
26
Bab 26 Firasat buruk
27
Bab 27 Dia akan menyukai aku
28
Bab 28 Ehan dan Edel
29
Bab 29 Kamu tidak sadar
30
Bab 30 Pulang ke rumah
31
Bab 31 Pasangan
32
Bab 32 Lupakan segalanya
33
Bab 33 Bercerita
34
Bab 34 Akademi
35
Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36
Bab 36 Monster
37
Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38
Bab 38 Penyesalan
39
Bab 39 Penyelidikan
40
Bab 40 Putri keluarga Baron
41
Bab 41 Cermin
42
Bab 42 Penjara bawah tanah
43
Bab 43 Tidak layak di atas
44
Bab 44 Sosok yang di sesali
45
Bab 45 Tanpa aku sadari
46
Bab 46 Qi Lin
47
Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48
Bab 48 Persidangan
49
Bab 49 Di Istana atau keluar
50
Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51
Bab 51 Kunjungan
52
Bab 52 Kembali berteman?
53
Bab 53 Maaf
54
Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55
Bab 55 Calon menantu
56
Bab 56 Koki jujur
57
Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58
Bab 58 Tertidur karena menunggu
59
Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60
Bab 60 chapter special 1
61
Bab 62 Chapter special 2
62
Bab 63 Chapter special 3
63
Bab 64 Chapter special 4
64
Bab 65 Chapter special 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!