Bab 19 Negeri timur tengah

Setelah menulis surat untuk melamar sebagai seorang duta kerajaan untuk menjalin kerja sama di bidang perdagangan, Asha meminta pengawalnya Karl untuk mengirimkan surat itu secara diam-diam ke kerajaan karena jika orang tuanya tau kalau dia mencalonkan diri menjadi seorang duta dan pergi ke negeri timur tengah, orang tuanya akan mengamuk dan menceramahi dirinya panjang lebar dan mungkin hak keluar rumahnya di cabut selama beberapa bulan.

Untuk menghindari hal tersebut, Asha memutuskan untuk menulis surat dan mengirimkan kepada sang raja supaya memberikan pertimbangan kepada dirinya pergi ke timur tengah. Beberapa hari setelah suratnya di kirim, pihak kerajaan memberikan surat balasan ke mansion Edelstein yaitu untuk hadir di rapat pertemuan para dewan-dewan kerajaan, Asha tau kalau dia pasti tidak akan langsung diberikan izin oleh kerajaan karena dia terlalu muda dan seharusnya di waktu-waktu seperti itu Asha memasuki akademi.

Karena surat itu, Asha yakin dia pasti akan bertemu dengan ayahnya saat rapat berlangsung karena ayahnya adalah perdana menteri kerjaan dan tangan kanan sekaligus teman dekat sang raja. Sesampainya di istana Asha langsung di pandu oleh seorang knight atau kesatria kerajaan untuk menuju ke ruang dewan pertemuan.

Terlihat semua bangsawan dan orang-orang yang berpengaruh di dunia politik duduk di kursi meja panjang menatap ke arahnya terutama tatapan tajam sang ayah yang menatap lurus dengan senyuman yang menyeramkan di mata Asha.

"Saya memberikan hormat kepada pemimpin negeri ini,"

"Saya memberikan hormat juga kepada para dewan-dewan kerajaan yang telah bekerja keras untuk negeri ini," ucap Asha sambil memberikan hormat setelah beberapa langkah dia memasuki pintu besar

Terlihat suasana yang mencekam dan tekanan begitu terasa di dalam ruangan itu. Asha merasa sesak karena tegang dengan situasi saat ini.

"Asha Edelstein, mengesampingkan asal dari keluargamu dan sepengetahuan orang tuamu yang sepertinya tidak tau apa-apa mengenai ini, aku membaca suratmu yang mengajukan diri sebagai seorang duta dalam melakukan perdagangan dengan negeri timur tengah,"

"Surat itu memang sangat meyakinkan untuk memberikan dirimu izin pergi ke negeri timur tengah,"

"Tetapi, kamu masih harus belajar di akademi, karena pendidikan sangatlah penting untuk membantumu dalam menyelesaikan kepala dengan kepala dingin," ucap sang raja dengan tatapan yang bijaksana dan tegas ke arah Asha yang berdiri di hadapannya

Tepat sesuai dengan prediksi Asha, alasan kalau dia tidak diizinkan oleh pihak kerajaan karena alasan pendidikannya. Hal ini tentu akan membuatnya dengan mudah keluar dari kerajaan kalau masalahnya hanya karena ini.

"Yang mulia, ini hanya masalah karena aku masih harus belajar di akademi bukan?" tanya Asha untuk memastikan kalau sang raja tidak mengubah perkataannya, sedangkan sang ayah sedang berharap kalau ada alasan tambahan yang diberikan oleh sang raja karena tidak ingin putrinya pergi ke negeri timur tengah akan tetapi keberuntungan tidak berpihak kepada sang Duke yang merupakan ayah dari Asha.

"Iya itu memang benar," ucap sang raja dengan anggukan

"Kalau begitu yang mulia, ini bisa di jadikan izin kalau saya bisa ke negeri timur tengah sebagai duta bukan?"

"Karena ini adalah ijazah kelulusan saya di akademi," ucap Asha yang sambil mengeluarkan sebuah gulungan berstempel akademi terbaik di kerjaan, membuat semua orang yang berada di dalam ruangan tercengang kecuali sang Duke Edelstein yang merupakan sang ayah

"Nona, apakah kami bisa melihat gulungan yang anda pegang itu asli atau palsu karena banyak sekali orang yang menipu menggunakan yang palsu," ucap salah seorang dari anggota dewan dengan tatapan kurang yakin dengan Asha yang telah lulus bukan baru ingin masuk ke akademi

Kemudian Asha menyerahkan gulungan ijazahnya kepada salah seorang dewan yang tidak percaya dengan keaslian dari kelulusan yang dimiliki oleh Asha. Setelah dibakar dan dibasahi oleh air, sudah di pastikan kalau itu adalah ijazah asli.

"Jadi bisakah mengizinkan aku langsung yang mulia?" tanya Asha dengan tatapan berbinar-binar menunggu izinnya sebagai duta dikeluarkan

Sang raja menatap perdana menterinya sebentar kemudian dengan helaan nafas panjang dan berat hati sang raja menyetujuinya karena itu tidak ada pilihan lain.

"Karena syaratnya telah terpenuhi dan itu adalah janji yang aku janjikan kepada nona Asha Edelstein,"

"Maka aku akan menyetujuinya, akan tetapi karena kamu masih sangat muda,"

"Aku ingin kamu pergi dengan para pengawal kerajaan dan selama disana aku harap kamu tidak pergi sendirian," ucap sang raja dengan tatapan khawatir karena bagaimanapun Asha adalah putri dari temannya yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri, walaupun Asha tidak mengingatnya

Setelah Asha mendapatkan izin, Asha tidak langsung pulang ke mansion karena teman-temannya saat ini sedang berkumpul di mansion keluarga Duke Aelfraed menunggu dirinya datang.

Pada saat dia datang dia hanya disambut oleh seorang pelayan, tapi tidak dipandu lagi ke arah mana dia harus pergi karena dia sudah paham struktur mansion besar ini. Tetapi di tengah perjalanan ada yang membuat Asha tertarik, sebuah ruangan terbuka karena tidak biasanya ada sebuah ruangan terbuka. Dengan perlahan dia berjalan masuk ke dalam ruangan karena penasaran.

"Ini sepertinya ruang kerja Ehan,"

"Kalau di lihat dari isi mejanya, semuanya adalah buku-buku yang aku sarankan,"

"Tapi bukankah ini adalah surat-surat yang aku kirimkan kepada Caius? Kenapa ini ada di ruang kerja Ehan?" Gumam Asha yang melihat tulisan dan isi surat yang tidak asing untuknya di atas meja laki-laki itu

"Asha, kenapa kamu berada di sini?" tanya seorang laki-laki yang berjalan masuk ke dalam ruangan itu sontak membuat Asha terkejut dan membalikkan badannya dengan senyuman kaku

"Aku hanya melihat pintu terbuka, kemudian karena penasaran aku masuk ke dalam ruangan ini," jelas Asha dengan terbata-bata seperti ketahuan mencuri

"Tidak perlu gugup seperti itu, karena ruangan ini adalah milikku tanpa izinku kamu juga boleh masuk seperti yang pernah aku katakan dulu,"

"Selama itu adalah ruanganku maka kalian boleh masuk tanpa izin langsung dariku," ucap Ehan dengan senyuman lembut ke arah Asha, walaupun sebenarnya Ehan tidak pernah berbicara seperti itu tetapi untuk mengurangi rasa bersalah Asha maka dia akan mengatakan hal yang tidak masuk akal

Ehan kemudian menggenggam tangan Asha dan membawanya keluar dari ruangan besar itu dengan cepat.

'Sepertinya Asha telah melihat isi surat yang belum aku simpan, karena terlihat posisi suratnya berbeda dari sebelumnya,' ucap Ehan di dalam hatinya yang mengingat dengan jelas posisi surat sebelum dia keluar dari ruangannya menyambut para tamu yang merupakan teman-temannya

"Asha, tidak perlu memikirkannya,"

"Ayo segera kita ke taman sekarang,"

Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

Episodes
1 Bab 1 Reinkarnasi
2 Bab 2 Pertunangan
3 Bab 3 Caius Vil
4 Bab 4 Asha dan Caius
5 Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6 Bab 6 Teramat sopan
7 Bab 7 Edelstein
8 Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9 Bab 9 Menginap
10 Bab 10 Anak kecil
11 Bab 11 Menara sihir
12 Bab 12 Dirindukan
13 Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14 Bab 14 Dansa pertama
15 Bab 15 Gadis pelayan
16 Bab 16 Mimpi itu
17 Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18 Bab 18 Edelweiss
19 Bab 19 Negeri timur tengah
20 Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21 Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22 Bab 22 Hanya sebatas kertas
23 Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24 Bab 24 Negeri timur tengah
25 Bab 25 Afsanur Seyyal
26 Bab 26 Firasat buruk
27 Bab 27 Dia akan menyukai aku
28 Bab 28 Ehan dan Edel
29 Bab 29 Kamu tidak sadar
30 Bab 30 Pulang ke rumah
31 Bab 31 Pasangan
32 Bab 32 Lupakan segalanya
33 Bab 33 Bercerita
34 Bab 34 Akademi
35 Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36 Bab 36 Monster
37 Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38 Bab 38 Penyesalan
39 Bab 39 Penyelidikan
40 Bab 40 Putri keluarga Baron
41 Bab 41 Cermin
42 Bab 42 Penjara bawah tanah
43 Bab 43 Tidak layak di atas
44 Bab 44 Sosok yang di sesali
45 Bab 45 Tanpa aku sadari
46 Bab 46 Qi Lin
47 Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48 Bab 48 Persidangan
49 Bab 49 Di Istana atau keluar
50 Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51 Bab 51 Kunjungan
52 Bab 52 Kembali berteman?
53 Bab 53 Maaf
54 Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55 Bab 55 Calon menantu
56 Bab 56 Koki jujur
57 Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58 Bab 58 Tertidur karena menunggu
59 Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60 Bab 60 chapter special 1
61 Bab 62 Chapter special 2
62 Bab 63 Chapter special 3
63 Bab 64 Chapter special 4
64 Bab 65 Chapter special 5
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Reinkarnasi
2
Bab 2 Pertunangan
3
Bab 3 Caius Vil
4
Bab 4 Asha dan Caius
5
Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6
Bab 6 Teramat sopan
7
Bab 7 Edelstein
8
Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9
Bab 9 Menginap
10
Bab 10 Anak kecil
11
Bab 11 Menara sihir
12
Bab 12 Dirindukan
13
Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14
Bab 14 Dansa pertama
15
Bab 15 Gadis pelayan
16
Bab 16 Mimpi itu
17
Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18
Bab 18 Edelweiss
19
Bab 19 Negeri timur tengah
20
Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21
Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22
Bab 22 Hanya sebatas kertas
23
Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24
Bab 24 Negeri timur tengah
25
Bab 25 Afsanur Seyyal
26
Bab 26 Firasat buruk
27
Bab 27 Dia akan menyukai aku
28
Bab 28 Ehan dan Edel
29
Bab 29 Kamu tidak sadar
30
Bab 30 Pulang ke rumah
31
Bab 31 Pasangan
32
Bab 32 Lupakan segalanya
33
Bab 33 Bercerita
34
Bab 34 Akademi
35
Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36
Bab 36 Monster
37
Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38
Bab 38 Penyesalan
39
Bab 39 Penyelidikan
40
Bab 40 Putri keluarga Baron
41
Bab 41 Cermin
42
Bab 42 Penjara bawah tanah
43
Bab 43 Tidak layak di atas
44
Bab 44 Sosok yang di sesali
45
Bab 45 Tanpa aku sadari
46
Bab 46 Qi Lin
47
Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48
Bab 48 Persidangan
49
Bab 49 Di Istana atau keluar
50
Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51
Bab 51 Kunjungan
52
Bab 52 Kembali berteman?
53
Bab 53 Maaf
54
Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55
Bab 55 Calon menantu
56
Bab 56 Koki jujur
57
Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58
Bab 58 Tertidur karena menunggu
59
Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60
Bab 60 chapter special 1
61
Bab 62 Chapter special 2
62
Bab 63 Chapter special 3
63
Bab 64 Chapter special 4
64
Bab 65 Chapter special 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!