Bab 9 Menginap

Asha meminta kedua temannya untuk berbicara di dalam mansion karena jika mereka berada di depan mansion pembicaraan itu tidak akan selesai-selesai.

Asha meminta para pelayan untuk tidak banyak bertanya atau banyak menyinggung mengenai identitas terutama mata anak kecil yang dia pungut di gang. karena mata anak itu adalah mata yang dianggap sebagai pembawa bencana bagi kerajaan ini, tetapi juga anak ini adalah salah satu pemeran utama di dalam novel yang aslinya tubuhnya menyusut karena ramuan yang diberikan oleh orang-orang yang membencinya, walaupun dikira oleh orang itu kalau yang diberikan adalah racun.

Di dalam cerita aslinya dia seharusnya di pungut oleh master pihak menara sihir dan di jadikan sebagai calon pewaris menara sihir karena bakat dan kapasitas sihir yang dimilikinya sangat luar biasa. Dia didik dengan keras sampai akhirnya dia melebihi sang master, dan dia tidak sengaja bertemu dengan pemeran utama pada saat pembantaian monster di akademi yang kemudian itu menumbuhkan perasaan suka kepada pemeran utama.

Dan dia adalah orang yang dimasa depan akan menangkap Asha ketika Asha hampir berhasil melarikan diri ke perbatasan ke negeri timur tengah, dan kemudian di serahkan kepada duke untuk dibunuh.

"Aku harap dia tidak akan membunuhku di masa depan karena aku yang menolongnya," Gumam Asha sambil menatap anak laki-laki itu tertidur dengan nyenyak

Di luar ruangan kamar tamu, terlihat tunangan dan teman-temannya menunggunya keluar dari ruangan itu menginginkan penjelasan mengenai anak laki-laki yang dipungut.

"Jadi, Asha kenapa kamu memungut anak laki-laki itu? Aku pikir kalian berdua berjalan-jalan romantis," ucap Grace dengan tatapan penasaran

"Ah itu, karena..."

'Aku belum menyiapkan kata-kata kenapa aku memungutnya,'

"Itu karena aku yang meminta Asha untuk memungutnya,"

"Ini terjadi karena aku ku merasakan aliran sihir yang besar dari anak itu, jadi aku rasa tidak masalah kalau kita memungutnya karena ada keuntungan," ucap Caius yang melindungi Asha tidak bisa mengatakan alasannya, jika Asha mengatakan kalau dia merasakan ada aliran sihir maka dia bisa dikatakan pembohong karena dia hanya bisa sihir dasar jadi tidak mungkin dia bisa merasakan aliran sihir yang ada di tubuh anak itu

Asha yang melihat Caius yang membela tentu membuat Asha menoleh ke arah laki-laki di sebelahnya karena tidak menyangka kalau ada orang yang bisa menggunakan sihir ternyata. Ketiga di depan Asha dan Caius hanya mengangguk paham dengan yang dilakukan oleh ucapannya.

"Asha, sepertinya aku harus pulang sekarang karena masih ada pekerjaan malam yang harus aku lakukan," ucap Caius dengan senyuman lembut ke arah tunangannya

"Terima kasih ya telah mau datang hari ini,"

"Padahal kamu pasti sedang sangat sibuk hingga meluangkan waktu untukku," ucap Asha dengan tatapan bersalah dan menundukkan kepalanya

Tiba-tiba sebuah tangan menyambar, mengangkat dagunya untuk menatap ke atas menatap ke arah laki-laki yang sedang tersenyum lembut, jarak yang dekat antara keduanya membuat wajah sang gadis semerah tomat. Asha menutup matanya karena di pikirnya kalau sedekat ini mungkin Caius akan mencium bibirnya, tetapi Caius malah membuat impian Asha patah karena dia hanya mencium keningnya. Ketiga orang yang menonton di depan tentu saja berusaha menahan tawa karena ini adalah hal yang lucu, walaupun mereka bertiga harus menjadi nyamuk di tengah hubungan kedua orang di depannya.

"Asha, kenapa ekspresimu seperti kecewa? Apakah ada yang membuat dirimu tidak puas?" tanya Caius dengan tatapan kebingungan membuat Asha tentu merasa malu ingin mengatakan isi hatinya karena tidak ingin di cap sebagai gadis yang punya pemikiran kotor, Asha hanya diam dan menggelengkan kepalanya dengan wajah merah

Setelah pamit pulang, Grace dan kedua lainnya malah meminta izin untuk menginap karena setiap mansion keluarga mereka masing-masing berada di ujung wilayah jadi solusi yang paling mendukung adalah mereka izin menginap, kedua orang tua Asha tidak mempermasalahkan ini karena sudah sejak masih kecil mereka telah terbiasa menginap di mansion keluarga Edelstein hingga mereka punya kamar pribadi di mansion itu begitu juga dengan Asha dan Ehan, keduanya juga memiliki kamar di setiap tempat tinggal para keluarga Duke karena mereka sering menginap setiap kali kunjungan hingga sore.

"Asha, malam ini kita sekamar ya?"

"Sudah lama kita tidak berbincang sesama perempuan," ucap Grace dengan tatapan berbinar-binar memohon

"Baiklah, kalau begitu di kamarmu saja ya," ucap Asha dengan senyuman lembut ke arah sahabatnya yang selalu bersikap begitu manja

Makan malam tiba, Asha dan teman-temannya saling menunggu untuk pergi ke ruangan makan bersama-sama karena itu adalah kebiasaan mereka sejak kecil selalu bersama.

"Akhirnya kalian para perempuan tiba,"

"Kami berdua telah menunggu sampai merasa akan tidur di sini," ucap Ian dengan tatapan suram dan lemas seperti orang yang tidak makan berhari-hari padahal kenyataannya dia hanya menunggu

"Kalian pantas saja tidak populer di kalangan perempuan karena sikap buruk kalian seperti ini,"

"Terang-terangan berbicara," ucap Grace dengan tatapan kesal yang kemudian memicu pertengkaran antara Ian dan Grace sedangkan Dain dan Asha diam menonton tidak banyak menanggapi atau membela kedua belah pihak sampai seorang pelayan menghampiri Asha untuk memberikan laporan

"Nona, anak laki-laki itu sudah bangun dan terlihat sekali kalau dia begitu waspada terhadap kepada kami,"

"Apa nona ingin mengunjunginya?" tanya sang pelayan dengan tatapan khawatir

"Aku tentu akan mengunjunginya tapi tidak sekarang karena aku harus makan malam bersama dengan orang-orang ini,"

"Untuk saat ini bawakan saja dia makanan kalau dia masih ingin waspada tinggalkan saja makanan di atas meja nanti aku dan orang-orang bertengkar di sana akan melihat keadaannya," ucap Asha sambil menunjuk pertengkaran yang dimaksud kemudian dijawab dengan anggukan paham oleh sang pelayan. Secepat mungkin pelayan itu hilang begitu saja setelah memberikan laporan.

"Apakah kalian masih lama bertengkar?"

"Jika iya kami berdua akan duluan pergi ke ruang makan,"

"Kalian bisa menyusul kalau sudah selesai," ucap Dain yang memberikan isyarat kepada Asha untuk lebih cepat ke ruang makan sebelum membuat Duke Edelstein dan istrinya menunggu di ruang makan, seketika pertengkaran itu hilang begitu saja seolah-olah itu adalah mantra.

Sesampainya di pintu besar ruang makan terlihat sosok laki-laki tidak asing untuk mereka berempat terlihat, ke empatnya terutama Asha merasa kebingungan orang yang katanya sibuk saat di ajak berada di ruang makan sedang duduk manis menunggu kedatangan mereka. Sedangkan ketiganya berpikir bukankah dia sudah pulang barusan, kenapa bisa berada di ruangan ini.

"Bukankah kamu bilang sibuk hari ini? Hingga tidak bisa datang kenapa kamu ada di sini?"

Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

Episodes
1 Bab 1 Reinkarnasi
2 Bab 2 Pertunangan
3 Bab 3 Caius Vil
4 Bab 4 Asha dan Caius
5 Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6 Bab 6 Teramat sopan
7 Bab 7 Edelstein
8 Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9 Bab 9 Menginap
10 Bab 10 Anak kecil
11 Bab 11 Menara sihir
12 Bab 12 Dirindukan
13 Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14 Bab 14 Dansa pertama
15 Bab 15 Gadis pelayan
16 Bab 16 Mimpi itu
17 Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18 Bab 18 Edelweiss
19 Bab 19 Negeri timur tengah
20 Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21 Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22 Bab 22 Hanya sebatas kertas
23 Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24 Bab 24 Negeri timur tengah
25 Bab 25 Afsanur Seyyal
26 Bab 26 Firasat buruk
27 Bab 27 Dia akan menyukai aku
28 Bab 28 Ehan dan Edel
29 Bab 29 Kamu tidak sadar
30 Bab 30 Pulang ke rumah
31 Bab 31 Pasangan
32 Bab 32 Lupakan segalanya
33 Bab 33 Bercerita
34 Bab 34 Akademi
35 Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36 Bab 36 Monster
37 Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38 Bab 38 Penyesalan
39 Bab 39 Penyelidikan
40 Bab 40 Putri keluarga Baron
41 Bab 41 Cermin
42 Bab 42 Penjara bawah tanah
43 Bab 43 Tidak layak di atas
44 Bab 44 Sosok yang di sesali
45 Bab 45 Tanpa aku sadari
46 Bab 46 Qi Lin
47 Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48 Bab 48 Persidangan
49 Bab 49 Di Istana atau keluar
50 Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51 Bab 51 Kunjungan
52 Bab 52 Kembali berteman?
53 Bab 53 Maaf
54 Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55 Bab 55 Calon menantu
56 Bab 56 Koki jujur
57 Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58 Bab 58 Tertidur karena menunggu
59 Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60 Bab 60 chapter special 1
61 Bab 62 Chapter special 2
62 Bab 63 Chapter special 3
63 Bab 64 Chapter special 4
64 Bab 65 Chapter special 5
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Reinkarnasi
2
Bab 2 Pertunangan
3
Bab 3 Caius Vil
4
Bab 4 Asha dan Caius
5
Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6
Bab 6 Teramat sopan
7
Bab 7 Edelstein
8
Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9
Bab 9 Menginap
10
Bab 10 Anak kecil
11
Bab 11 Menara sihir
12
Bab 12 Dirindukan
13
Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14
Bab 14 Dansa pertama
15
Bab 15 Gadis pelayan
16
Bab 16 Mimpi itu
17
Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18
Bab 18 Edelweiss
19
Bab 19 Negeri timur tengah
20
Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21
Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22
Bab 22 Hanya sebatas kertas
23
Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24
Bab 24 Negeri timur tengah
25
Bab 25 Afsanur Seyyal
26
Bab 26 Firasat buruk
27
Bab 27 Dia akan menyukai aku
28
Bab 28 Ehan dan Edel
29
Bab 29 Kamu tidak sadar
30
Bab 30 Pulang ke rumah
31
Bab 31 Pasangan
32
Bab 32 Lupakan segalanya
33
Bab 33 Bercerita
34
Bab 34 Akademi
35
Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36
Bab 36 Monster
37
Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38
Bab 38 Penyesalan
39
Bab 39 Penyelidikan
40
Bab 40 Putri keluarga Baron
41
Bab 41 Cermin
42
Bab 42 Penjara bawah tanah
43
Bab 43 Tidak layak di atas
44
Bab 44 Sosok yang di sesali
45
Bab 45 Tanpa aku sadari
46
Bab 46 Qi Lin
47
Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48
Bab 48 Persidangan
49
Bab 49 Di Istana atau keluar
50
Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51
Bab 51 Kunjungan
52
Bab 52 Kembali berteman?
53
Bab 53 Maaf
54
Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55
Bab 55 Calon menantu
56
Bab 56 Koki jujur
57
Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58
Bab 58 Tertidur karena menunggu
59
Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60
Bab 60 chapter special 1
61
Bab 62 Chapter special 2
62
Bab 63 Chapter special 3
63
Bab 64 Chapter special 4
64
Bab 65 Chapter special 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!