Asha menjalankan aktivitasnya seperti biasa, tetapi ada satu hal aneh untuknya di hari itu yaitu tunangannya tidak datang mengunjunginya di hari itu. Karena biasanya Caius selalu menemuinya setiap satu hari sekali, tapi karena tidak ada kunjungan dari Caius dia memutuskan untuk menulis surat karena mungkin saja laki-laki itu sedang dalam keadaan yang sulit untuk bertemu.
Beberapa hari telah berlalu tidak ada satupun surat-surat yang dibalas dari yang dikirim oleh Asha ataupun bertemu menyapa dirinya, seolah-olah laki-laki itu hanyalah sebuah mimpi untuk Asha karena menghilang dalam sekejap.
Asha merasa kalau ada yang aneh dengan laki-laki itu, akhirnya memutuskan untuk mendatangi tempat dimana dia bertemu dengan sosok laki-laki itu ingin tau apa alasan dari laki-laki itu tidak datang menemuinya lagi ataupun berkirim surat kepadanya.
Dengan menggunakan sebuah ramuan Asha merubah warna rambut dan warna matanya karena dia tau mungkin laki-laki itu tidak akan bertemu dengannya karena tau kedatangannya ke tempat itu. Sesampainya di depan pintu tempat dia bertemu dengan laki-laki itu, dia menghela nafas panjang dan menyusun kata-kata yang akan dia ucapkan saat dia akan bertemu nanti dengan sosok itu.
Kemudian dibukanya pintu itu dan terlihat sekali sosok laki-laki yang tidak terlihat sibuk sama sekali, karena kaki laki-laki itu berada di atas meja dengan santainya.
"Nona, bisakah anda mengatakan apa yang anda inginkan sampai datang ke asosiasi informasi kami? Saya yakin kalau saya bisa mengabulkan yang anda inginkan," ucap Caius dengan ramah dan senyum bisnis yang sopan tanpa mengetahui identitas perempuan yang ada di depannya
"Apapun?" tanya Asha dengan seringaian
"Tentu saja, apapun akan saya lakukan," ucap Caius meyakinkan orang yang ada di depannya karena itu adalah kepercayaan yang perlu dibangun
"Baiklah, tapi pertama-tama bisakah anda menggunakan alat anti sihir ini,"
"Karena saya yakin anda bisa kabur mendengarkan permintaan saya," ucap Asha yang menyerahkan sebuah gelang pengekang sihir yang hanya bisa di lepaskan oleh orang yang memasukkan kata sandi yang tepat untuk melepaskannya
"Humm..."
"Baiklah kalau begitu akan saya lakukan," ucap Caius dengan ragu, tapi karena ini adalah pelanggannya maka dia akan melakukannya dengan bodoh, setelah selesai memasang pengekangan sihir itu
"Pertanyaan saya sangat mudah untuk dijawab,"
"Kenapa anda tidak mengunjungi saya ataupun membalas surat yang saya tulis untuk anda?"
"Apakah anda mempermainkan pertunangan ini?" ucap Asha membuat Caius sadar kalau sosok di depannya adalah orang yang paling ingin dia hindari karena itu adalah saat ini masih belum ingin dia temui
"Emm..."
"Maafkan saya, karena masih ada pekerjaan jadinya sa-"
"Bohong, anda membohongi saya,"
"Karena anda bisa meletakkan kaki di atas meja dengan begitu santai tanpa beban, darimana kesibukan itu berasal?" potong Asha dengan tatapan yang telah berkaca-kaca membuat sosok laki-laki di depannya merasa bersalah karena membuat seorang perempuan menangis
Caius tidak akan bisa menjelaskan masalah pribadi yang dia miliki saat ini kepada Asha karena dia saat ini adalah seorang pemimpin Asosiasi informasi bukan seorang pemimpin wilayah, dan itu adalah masalahnya dengan pangeran keluarga kerajaan tidak mungkin bisa disangkutkan ke dalam masalah Asha.
Dengan mudahnya Caius membuat alasan kebohongan kepada Asha dan berjanji kalau dia akan mengunjunginya lagi, tapi bukan saat ini karena dia masih harus menyelesaikan sebuah masalah.
"Baiklah, aku mengerti dengan semua yang terjadi,"
"Kalau begitu aku akan kembali pulang dan terima kasih telah menjawabnya dengan jujur," ucap Asha yang kemudian mencium pipi laki-laki itu sebagai tanda perpisahan seperti yang dilakukan oleh laki-laki itu kepadanya setiap kali berkunjung
Ciuman perpisahan di pipi itu membuat Caius mematung karena tidak biasanya Asha mengambil inisiatif untuk lebih dulu menciumnya, awalnya dia sudah berpikir untuk mencoba tidak ikut campur lagi setelah mendengarkan ucapan dari pangeran itu. Akan tetapi sebuah ciuman dan senyuman lembut yang diterimanya dari sosok perempuan itu membuat Caius merasa kalau mungkin itu akan mustahil untuknya melupakan perempuan yang begitu baik memperlakukannya.
Baik di masa lalu maupun di masa saat ini untuknya dirinya tidak akan pantas untuk menerima sebuah ketulusan dari Asha, karena dia adalah orang yang membuatnya menderita dan sakit bertubi-tubi ketika dia kehilangan. Tetapi jika Asha begitu baik juga membuat dirinya ingin kembali memilikinya.
"Asha, kamu ada di alun-alun kota seperti ini, tidak biasanya kamu berada di tengah keramaian,"
"Apakah kamu habis bertemu dengan tunanganmu? karena dia adalah pedagang," ucap Grace yang tida jauh dari Asha jaraknya
'Kenapa perasaanku mengatakan kalau dia selalu berada di mana-mana?' ucap Asha di dalam hati dengan tatapan dingin
"Aku habis berkeliling kota saja karena itu adalah tugasku untuk memahami kota yang akan aku kelola di masa depan jadinya aku harus mengenal kota seperti apa yang akan aku pimpin,"
"Bukankah ini adalah wilayah keluargaku, kamu kenapa ada di kota, Grace?" ucap Asha dengan senyuman tipis dan tatapan kebingungan dengan keberadaan Grace yang sepertinya hampir di setiap tempat dia muncul
"Ah itu, aku habis mengambil senjata yang aku pesan untuk pertahanan diri,"
"Karena pandai besi wilayah Edelstein adalah yang terbaik," ucap Grace sambilan menunjuk ke arah kotak yang dipegang oleh pelayan dibelakangnya kemudian dijawab anggukan paham oleh Asha
Karena keduanya telah bertemu di alun-alun kota, mereka berdua memutuskan untuk makan siang bersama di restoran terdekat karena sudah hampir waktunya mereka makan siang. Didampingi oleh para pengawal mereka, mereka berdua makan siang bersama tetapi sambil menunggu makanan mereka tiba, Grace memulai gosip yang sedang panas di kalangan bangsawan.
"Asha, apakah kamu tau kalau ternyata pelayan yang kita temui adalah benar-benar seorang gadis dari keluarga bangsawan,"
"Saat ini dia telah kembali ke keluarganya dan menjadi bunga sosial di perkumpulan bangsawan,"
"Sikapnya yang polos dan baik ketika di hina terang-terangan itu membuatku curiga kalau itu bukan karena dia adalah seorang bangsawan, tapi karena memang dia menyebarkan dirinya kalau dia adalah seorang malaikat," ucap Grace dengan tatapan yang curiga dan penasaran karena itu adalah hal yang aneh, bagaimana bisa ada orang yang tidak marah ketika dirinya di hina walaupun telah pernah terjadi hal buruk kepadanya
Asha kemudian ikut berpikir mengenai isi yang berada di dalam novel tentang pemeran utama di dalam novel itu, memang tidak pernah diceritakan kalau dia pernah marah kepada siapapun seolah-olah itu adalah citranya sejak awal atau aktingnya sejak awal.
"Memang aneh, tapi kita sendiri tidak mengetahui apakah memang dia benar-benar baik atau dia hanya berpura-pura?"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments