Seperti banyak pesta yang sering di hadiri oleh Asha, dia harus bangun sangat pagi sebelum matahari terbit. Karena banyak persiapan yang harus dilakukan oleh para pelayan kepadanya supaya tampil dengan cantik, tapi tentu baginya semuanya adalah penyiksaan karena dari pagi sampai dengan sore dia harus bersiap-siap hanya untuk pesta.
"Grace, kita harus menunggu Ian, Dain dan Ehan? atau malah mereka yang menunggu kita?" tanya Asha dengan tatapan penasaran karena ketiga laki-laki itu tidak menginap di mansion Edelstein
"Aku menurut surat dari Ian, mereka akan pergi dan sampai di tempat pesta lebih dulu,"
"Mereka bilang akan menunggu kita saat berada di tempat pesta dimulai jadinya kita tidak perlu berangkat dari mansion secara bersamaan atau saling menunggu," ucap Grace yang sambil mengikat rambut panjang Asha dengan asik, kemudian dijawab anggukan paham oleh Asha yang telah mengetahui situasinya saat ini
Terlihat perjalanan panjang menuju kecantikan akhirnya selesai, Asha merasakan benar-benar lega ketika Grace telah selesai mengikat rambutnya dengan gaya yang baru dipelajari oleh Grace ketika berada di kediamannya.
Kedua orang tua Asha telah berangkat lebih dulu karena mereka ada rapat bersama dengan keluarga kerajaan mengenai pendanaan negara untuk festival yang akan di adakan setelah pesta pangeran ini. Festival besar dimana kedua pemeran utama akan berjalan-jalan berdua sampai acara akhir festival, dan perasaan mereka masing-masing berkembang.
Menurut Asha itu adalah festival yang sangat membahagiakan karena dikenal dengan festival yang penuh dengan romansa, dan bertambah satu kisah romansa di festival itu membuatnya sangat menantikan, walaupun bukan dirinya yang berada di festival itu. Tapi itu untuk cerita yang masih lama terjadi karena sekarang adalah pesta ulang tahun pangeran.
"Kami pikir kalian masih lama datang kemari,"
"Karena baru-baru ini kami dengar kalau ada banyak bandit di dekat wilayah Edelstein, tapi sepertinya tidak sebanyak itu ya?" ucap Dain sambil menatap ke arah Asha dan Grace dari atas kebawah untuk memastikan kalau keduanya baik-baik saja saat menuju ke istana
"Kami menggunakan teleportasi jadi aman saja dan tidak banyak menghabiskan waktu," ucap Grace yang mematahkan kekhawatiran para lelaki yang terlihat dari wajah
Setelah selesai berbincang-bincang santai sebelum masuk ke aula, Asha dan teman-temannya masuk ke dalam aula pesta yang luasnya bisa seluas hampir satu danau di dekat mansion Edelstein. Tentu juga dengan tamu yang bisa mencapai ribuan di dalam aula, tidak akan heran jika itu terjadi karena semua bangsawan di wajibkan hadir ke pesta ini.
Terlihat semua tatapan tamu tertuju kepada mereka yang masuk ke dalam ruangan aula, menantikan kesalahan dari orang-orang itu atau menantikan sosok laki-laki dan perempuan idaman, tapi jelas kalau semuanya adalah tatapan yang tajam menusuk menilai seberapa pantaskah para putra-putri keluarga Duke menjadi pewaris selanjutnya.
Asha dan teman-temannya mencari sudut ruangan untuk bersantai dan menjauh dari kerumunan bangsawan yang akan segera mendekat ke arah mereka berlima.
"Apakah mereka kurang kerjaan menatap kita semua sejak masuk ke dalam ruangan?"
"Padahal banyak hal yang bisa mereka perhatikan selain wajah kita di ruangan ini," Keluh Ian dengan tatapan dingin ke arah setiap perempuan yang menatap dirinya
"Bukannya kamu tau kalau tempat ini adalah tempat dimana semua bangsawan mencari kesempatan untuk mencari relasi atau faksi yang bisa menguntungkan mereka,"
"Dan kita adalah orang-orang yang sangat berpengaruh di kerajaan ini karena hampir semua sektor di kerajaan ini berasal dari keluarga kita," ucap Dain dengan helaan nafas panjang karena akhirnya dia berhasil duduk di kursi setelah sekian lama berdiri
Tidak lama terlihat seorang pelayan di depan mereka diperlakukan kasar oleh seorang laki-laki bangsawan. Tidak seorangpun dari orang-orang yang sejak tadi memperhatikan mereka menolong gadis itu, seolah-olah menguji para calon pewaris untuk menangani masalah ini. Dain dan Ian tidak akan menolong sama sekali karena mereka bukan orang yang ahli dalam menggunakan kekerasan, Asha dan Grace tidak menolong karena mereka menggunakan gaun yang cukup berat dan harus bersikap seperti perempuan bangsawan yang elegan, apabila mereka ikut ke dalam pertengkaran itu mereka berdua mungkin akan mati tanpa adanya pertolongan dari para bangsawan yang asik menonton mereka. Jadinya satu-satunya orang yang mampu menolong pelayan itu adalah Ehan, karena dia memenuhi semua kualifikasi dari yang tidak dimiliki keempatnya, itu juga yang memulai kisah dari novel ini dimana sang pemeran utama perempuan ditolong oleh pemeran utama laki-laki.
"Tuan, tidak bisakah anda melihat kalau pelayan ini tidak suka atau tidak ingin,"
"Tapi kamu malah memaksanya sampai menggunakan kekerasan," ucap Ehan dengan tatapan dingin dan aura membunuh ke arah laki-laki yang hampir menampar pelayan itu, membuat laki-laki itu terduduk di depan banyak orang
Dengan cepat Ehan membawa pelayan itu ke sebuah balkon, entah apa yang mereka berdua bicarakan tetapi cukup jelas kalau semuanya berjalan sesuai dengan isi novel saat ini. Hal ini membuat Asha cukup lega karena semuanya berjalan sesuai dengan isinya tapi tanpa dia ikut campur karena Ehan yang menolong gadis itu.
Tidak lama kemudian Ehan kembali ke aula pesta menghampiri Asha dan yang lainnya. Grace yang melihat Ehan kembali, begitu penasaran apa yang dia bicarakan dengan pelayan itu hingga begitu singkat. Berbagai pertanyaan langsung di hujan kan oleh Grace yang membuat Asha, Dain dan Ian hanya bisa menonton saja, tetapi sebelum Ehan menjawab pertanyaan yang di hujan kan oleh Grace.
Pemilik pesta dansa malam ini telah tiba di ruangan aula bersamaan dengan sepasang suami istri yang merupakan pemilik kerajaan besar ini, seketika semua orang langsung menunduk hormat kepada mereka sampai pada akhirnya mereka sampai di kursi yang di sediakan. Di saat sang pasangan suami istri duduk, semua orang yang menunduk hormat berada di dalam ruangan itu diizinkan untuk selesai memberikan penghormatan. Terlihat satu persatu orang mulai memberikan hormat dan memberikan hadiah kepada putra para pemilik kerajaan ini yang berulang tahun.
Asha dan teman-temannya yang berada di kejauhan, tidak bisa melihat dengan jelas siapa pangeran yang sedang berulang tahun itu. Tapi karena semua orang diharuskan untuk memberikan penghormatan dan memberikan hadiah maka mereka tidak terlalu penasaran dengan pangeran itu, karena pada akhirnya mereka akan melihatnya saat pemberian hadiah, ditambah lagi itu adalah rahasia umum yang tidak tertulis dilakukan oleh para bangsawan yang hadir.
"Asha, kamu harus tau kalau katanya pangeran yang berulang tahun ini adalah pertama kalinya menunjukkan dirinya di depan semua orang,"
"Ada rumor yang mengatakan kalau dia adalah laki-laki yang sangat mempesona dan Tampa hingga harus di sembunyikan oleh kerajaan,"
"Kamu sedang berbicara omong kosong kan?"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments