Ketika Asha bangun di pagi hari sebuah kotak kecil di sebelah mejanya menyambut dirinya lagi, sejak dia masih kecil sampai saat ini terhitung ada ratusan hadiah yang dikirimkan oleh seseorang yang misterius, hadiahnya dari sebuah surat, puisi romantis sampai ke barang-barang yang harganya bisa harga untuk membangun sebuah mansion. Hadiah itu selalu di terima oleh Asha tanpa mengetahui siapa orang yang mengirimkan kepadanya, pernah suatu ketika dia menunggu orang yang mengirimkan hadiah itu tetapi anehnya dia malah tertidur lelap dan dia melihat kembali hadiah tersebut di atas meja sebelah tempat tidurnya.
Walaupun Asha tidak mengetahui siapa pengirimnya, dengan tulus dia selalu membalas setiap kali pemberian diberikan dengan menulis surat. Surat-surat itu selalu hilang dan digantikan oleh hadiah-hadiah yang artinya sosok tersebut menerima suratnya. Hari ini Caius tunangannya akan datang ke mansion untuk dinilai oleh kedua orang tua Asha, ketika sampai Asha dengan cepat turun dari tangga dengan terburu-buru sedangkan orang tuanya saja baru selesai bersiap-siap.
"Caius, selamat datang di kediaman Edelstein,"
"Terima kasih karena telah menyempatkan diri untuk datang ke mansion ini walaupun kamu sangat sibuk," ucap Asha dengan memberikan hormat dan senyuman lembut ke arah laki-laki yang baru saja turun dari kereta kuda
Terlihat laki-laki di depannya, membawakan hadiah berupa sebuket bunga dan sekotak coklat untuk bertamu, hal ini membuat orang tua Asha merasakan kalau laki-laki ini benar-benar orang yang memiliki sopan santun bagus seperti bangsawan.
"Aku sudah mendengar dari putriku kalau kamu adalah laki-laki yang di ajak bertunangan oleh putriku,"
"Sungguh terkejut jika seorang laki-laki yang berasal dari keluarga pedagang memiliki sopan santun yang mirip dengan bangsawan,"
"Padahal setahuku kalau para pedagang hanya bisa berbicara manis tanpa memberikan hormat kepada siapapun di depannya," ucap ayah Asha dengan tawa yang cukup puas dengan pilihan putrinya
"Tuan Duke, anda terlalu memuji saya,"
"Saya tidak mungkin tidak mempelajari sopan santun bangsawan, jika saya ingin bertemu dengan sosok orang tua yang merawat tunangan saya,"
"Saya sangat penasaran seperti apakah orang tua yang mendidik tunangan saya hingga dia menjadi sosok perempuan yang cantik dan manis seperti ini,"
"Jadi ternyata terlihat kalau kedua orang tuanya sangat menyayanginya membuat saya merasa ingin berterima kasih kepada ibu dan ayahnya yang membesarkannya," ucap Caius membuat sang ibu Asha menatap ke arah putrinya dengan tatapan setuju jika laki-laki ini akan bertunangan dengan Asha, tetapi tentu hanya dengan ucapan tidak akan membuat kedua orang tua Asha puas begitu saja.
Caius di persilahkan masuk oleh kedua orang tua Asha tanpa memperdulikan putrinya yang masih berada di luar mansion, walaupun seperti di anak tiri oleh kedua orang tuanya dia hanya bisa menganggap itu hal yang wajar. Caius menghentikan langkahnya kemudian meminta orang tua Asha untuk duluan pergi ke ruang makan karena dia harus menunggu Asha yang menjadi tunangannya.
"Terima kasih telah menungguku dan maafkan aku,"
"Pasti kesulitan ya, harus menghadapi kedua orang tua itu," ucap Asha dengan tatapan lelah mengingat kelakuan kedua orang tuanya, kemudian di jawab gelengan kepala oleh laki-laki yang terlihat lembut dimatanya ke arah Asha
Asha berusaha berpikir positif kepada laki-laki yang begitu sabar menghadapi orang tuanya, padahal jelas-jelas dia hanya bertunangan kontrak. Tapi Asha harus ingat kalau dia hanya bertunangan sebatas kertas kepada laki-laki yang mirip dengan tipenya.
Asha dan Caius kemudian menyusul ke ruangan makan untuk makan bersama, diruangan makan terjadi perbincangan yang ringan sampai sang ayah menyinggung masalah keluarga Aelfraed yang melamar keluarganya.
"Caius, kamu jadi laki-laki yang beruntung dari semua laki-laki karena putriku bahkan sampai membakar surat pertunangan yang di kirim ke Edelstein berkali-kali,"
"Dan semua surat dari tawaran bangsawan yang menyukai putriku,"
"Dia begitu terus terang menoleh hubungan dengan laki-laki lain," ucap sang ayah Asha membuat Caius merasakan sakit tertusuk begitu mendalam karena pantas saja selama ini tidak ada respon dari keluarga Edelstein mengenai pertunangan yang diajukan, dipikirnya selama ini keluarga Edelstein lupa atau bahkan surat itu tidak pernah sampai karena ada bandit yang menghalangi suratnya sampai ke keluarga Edelstein tapi tidak dia sangka suratnya menjadi salah satu sampah untuk perapian.
Karena saat ini dia sedang menjadi Caius Vil seorang pedagang, tidak banyak yang bisa dia perbuat dengan tunangannya yang dia cintai. Penyesalan atau benar-benar dicintai entahlah apa yang dirasakan oleh Caius. Sampai akhirnya pembicaraan serius di ruang makan dibahas oleh orang tuanya Asha.
"Asha, lusa temani ibumu ke pesta perayaan ulang tahun Duke Aelfraed,"
"Ayah masih ada rapat dengan empat kepala keluarga Duke lain jadi ayah meminta tolong kepadamu untuk pergi bersama dengan ibumu jangan baru menyusul ketika sudah hampir penutupan acara dengan sengaja," ucap sang ayah membuat Asha menatap dengan suram ke arah sang ayah sedangkan Caius merasakan kalau selama ini Asha memang sengaja melakukannya bukan karena sibuk tapi malas hadir
Tidak lama setelah itu sarapan selesai ayah dan ibu Asha pergi ke kerajaan, karena ada rapat penting dengan keluarga kerajaan oleh karena itu dia akan meninggalkan Asha dengan Caius di dalam mansion berdua bersama para pelayan juga. Setelah itu keduanya minum teh bersama di gazebo taman dan terlintas pertanyaan di pikiran Caius.
"Asha, apakah kamu tidak menyukai Duke Aelfraed?" tanya Caius dengan tatapan penasaran
"Humm..."
"Kalau aku jujur dia memang orang yang hebat dan mengagumkan tetapi dia menyukai seseorang, aku tidak bisa mengatakan detailnya,"
"Dan apabila aku menjadi tunangannya maka mungkin sebuah pedang dingin akan menembus nyawa ini karena aku menjadi orang ketiga nantinya,"
"Jadi aku putuskan untuk menjadi perempuan yang tidak akan menyukainya,"
"Kematian tidak menyeramkan tapi rasa sakit tidak terbalaskan dan pengorbanan yang akan membuat penuh penyesalan hidup," ucap Asha yang menatap teh di cangkir dengan tatapan sedih dan senyuman pahit
Caius yang menatap dan mendengarkan Asha seakan-akan merasakan sakit padahal saat ini dia bukan putra keluarga Duke, tapi sebagai Caius seorang pemimpin guild informasi. Karena saat ini suasana terasa canggung Caius berusaha mencairkan suasana dengan cara bertanya hal lain.
"Asha, apakah kamu akan masuk ke akademi?" tanya Caius dengan tatapan penasaran
"Tidak, aku akan memutuskan untuk belajar di mansion saja mengundang guru ke mansion,"
"Dan juga aku tidak ingin terlibat dalam pertengkaran atau dunia sosialita para bangsawan karena itu adalah tujuan dari akademi,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Frando Kanan
jgn blg pria ini yg td itu?! menyamar jd pedagang?!
2023-04-23
0