Asha dan Caius menghabiskan waktu bersama hingga sore hari tiba, Caius kemudian pamit pulang karena dia masih ada banyak pekerjaan. Asha merasakan sosok laki-laki itu tingkah lakunya mirip seseorang, tapi mungkin hanya perasaannya saja karena mungkin sekali orang memiliki kelakuan yang mirip di dunia yang begitu luas.
Beberapa hari kemudian hari pesta pun tiba dan karena hari ini dia harus menemani sang ibu untuk datang ke pesta dansa maka Asha harus bangun pagi-pagi buta walaupun matahari belum sama sekali terbit. Memang sangat menyebalkan karena dia harus bersiap dengan begitu sempurna hanya untuk menghadiri sebuah pesta, tapi pesta ini bukanlah pesta biasa ini adalah pesta ulang tahun Duke yang, artinya semua pewaris keluarga Duke diminta untuk bisa berkumpul bersama untuk membahas wilayah yang akan mereka urus pada saat mereka mewarisi gelar milik orang tua mereka hal ini tidak terkecuali dengan Asha yang merupakan anak tunggal keluarga Duke Edelstein.
"Woah putri ibu sangat cantik,"
"Sayang sekali jika tunanganmu bilang dia harus pergi ke negeri timur tengah karena ada urusan di sana," ucap sang ibu dengan tatapan berbinar-binar menatap putrinya yang terlihat sangat cantik sedangkan Asha hanya bisa tersenyum kaku demi kebahagiaan sang ibu yang mungkin akan memaksanya untuk terus tersenyum
Asha dan ibunya berangkat menggunakan sihir teleportasi, walaupun harganya mahal karena berita mengenai ulang tahun keluarga Duke Aelfraed tersebar yang artinya seluruh pewaris keluarga Duke harus hadir. Akan menjadi bahaya jika salah satu dari mereka celaka oleh karena itu setiap kali ada pesta besar yang melibatkan para pewaris keluarga Duke, mereka akan diminta untuk tidak terlalu pelit dengan keuangan mereka untuk menggunakan sihir. Asha sendiri merasa kalau dia sanggup melindungi dirinya sendiri, karena dia adalah master pedang aura yang harusnya bekerja di kerajaan tapi ditentang kedua orang tuanya karena dia adalah putri satu-satunya keluarga Edelstein.
Sesampainya Asha dan ibunya di pesta, tatapan tajam dan pembicaraan bisik-bisik terlihat dari para bangsawan yang memperhatikan keluarga mereka, saat memasuki ruangan terutama kepada Asha yang merupakan putri sekaligus pewaris keluarga Edelstein.
Asha dan ibunya berpisah di tengah ruangan karena merasa tanggungjawabnya untuk mengantarkan sang ibu telah selesai, dengan cepat Asha langsung ke sudut ruangan dimana di sana tidak ada orang yang berani mendekati sudut itu. Sudut itu adalah tempat Asha dan para calon pewaris lain berkumpul atau bisa dikatakan teman Asha sejak masih kecil.
"Asha, sudah lama tidak bertemu,"
"Aku merindukanmu," ucap seorang gadis tanpa aba-aba memeluk Asha yang baru saja sampai di sudut ruangan
"Grace, bisakah kamu melepaskan pelukanmu dulu,"
"Aku akan mati rasanya sebentar lagi," ucap Asha dengan suara yang terbata-bata karena pelukan yang begitu erat dilakukan oleh perempuan itu
"Karena kita berempat telah berkumpul semua maka bagaimana kita pergi ke ruangan istirahat khusus yang disediakan,"
"Tidak enak jika kita berbicara di sini, sedangkan pestanya baru akan dimulai sekitar dua jam lagi," ucap seorang laki-laki bermata hijau dengan gemetaran ketika menatap seluruh orang-orang yang berada di dalam ruangan, Asha dan yang lainnya menyetujui usulan itu langsung berpindah tempat dari sudut ruangan ke ruangan yang telah di sediakan oleh keluarga Aelfraed.
Aelfraed adalah Keluarga yang jarang mengadakan pesta ataupun perjamuan jika bukan hal penting, tetapi untuk teman-temannya yang berasal dari keluarga Duke sama sepertinya tidak hanya satu atau dua kali dia mengadakan acara kecil untuk berkumpul bersama. Bisa hampir setiap hari mereka semua bertemu sampai kepala keluarga Aelfraed membuat ruangan khusus untuk mereka bermain atau minum teh bersama, tentu hal ini dilakukan sama seperti keluarga Duke lainnya karena pertemanan mereka tidak terpisahkan sejak kecil.
"Jadi masih tinggal putra penyelenggara acara yang belum hadir di antara kita,"
"Dia akhir-akhir ini sibuk dengan perang yang diminta keluarga kerajaan untuk menyelesaikannya, tapi aku yakin itu hanya alasan keluarga kerajaan karena sebenarnya mereka tidak senang semua pewaris keluarga Duke berkumpul di tempat yang sama karena bisa menyebabkan pemberontakan besar-besaran," ucap seorang laki-laki bermata hijau dengan tatapan kesal
"Aku tau kamu kesal dengan keluarga kerajaan, tapi kita juga harus waspada kepada para bangsawan, karena mereka semua memiliki kubu yang harus mereka dukung untuk memilih pemimpin yang akan naik takhta,"
"Tentu saja ini akan melibatkan kita yang berada di pihak netral, oleh karena itu mereka pasti akan saling mengadu domba kita,"
"Aku harap kalian semua tidak terkecoh dengan omong kosong mereka," sambung laki-laki yang berada di sebelahnya dengan tatapan dingin
Pembicaraan politik antar keluarga terjadi begitu saja, Asha yang berada di situasi itu merasakan otaknya akan mengeluarkan asap. Asha tentu tau saat ini dia berada di dalam novel dan dia mengetahui semua alurnya, tetapi dia tidak pernah mengetahui seperti apa pertemanan yang dilakukan empat bangsawan hingga begitu kuat, sampai pada akhirnya Asha di novel yang mengkhianati hubungan itu dengan dijanjikan kematian tokoh protagonis dan kehidupan bahagianya bersama dengan tunangannya tanpa ada pengganggu.
Akan tetapi Asha yang mengetahuinya tidak akan mengkhianati persahabatan yang begitu berarti untuknya. Tiba-tiba suara seorang laki-laki berbicara di telinga Asha hingga membuatnya tersadar dari lamunannya.
"Ehan, kamu..." ucap Asha dengan tatapan kesal dan tajam ke arah laki-laki yang menatapnya dengan lembut tapi dingin
"Selamat datang di kediaman Duke Aelfraed,"
"Asha, Grace, Dain, dan Ian sudah lama tidak bertemu kalian," ucap laki-laki yang memasuki ruangan itu dengan senyuman ramah
"Ehan, kamu tidak ikut menjadi penyambut tamu? padahal ayahmu berulang tahun," ucap Grace dengan tatapan penasaran
"Siapapun mana mau ditatap oleh orang dewasa dengan tatapan begitu sinis di dalam ruangan pesta itu,"
"Ditambah lagi tatapan mereka seperti orang yang haus akan kesalahan kita sebagai pewaris," ucap Ian dengan perasaan merinding mengingat kembali semua bangsawan yang menatap mereka seperti makanan yang siap di buru kapan saja
Asha dan yang lain melihat tingkah laku Ian hanya bisa menghela nafas karena Ian memiliki sifat yang mudah gemetaran ketika berada di depan umum. Mereka kemudian berbincang-bincang mengenai hal-hal yang menyenangkan, sampai seorang pelayan datang dan memberi tau mereka kalau pesta sebentar lagi dimulai oleh karena itu mereka semua harus keluar dari ruangan dengan tatapan yang dingin supaya tidak dipandang rendah oleh para bangsawan lain tentang calon pewaris setiap keluarga duke. Sesampainya di pintu besar, kelima nama calon setiap pewaris keluarga di sebutkan yang kemudian pintu besar terbuka mengartikan kalau panggung penuh dengan topeng kepalsuan telah dibuka.
"Aku yakin kita semua bisa menghadapinya seperti biasa,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Ev No
pewaris alfraed itu caius itu apa ehan sih
2024-03-09
0