Ucapan dari Asha membuat suasana di sekitar menjadi sunyi seketika, kedua orang tua Asha memandang keduanya dengan kebingungan. Teman-temannya memandang ke arah lain saat Ehan menatap ketiga orang yang berada di belakang Asha, karena tidak bisa ketiganya memberikan alasan dengan kebohongan.
"Aku tadi ada bisnis dengan seseorang di dekat wilayah ini dan aku pikir untuk mampir sebentar sebelum aku pulang,"
"Tapi aku malah di ajak makan malam bersama dengan tuan Edelstein saat aku berada di pintu gerbang yang kebetulan ayahmu baru pulang sepertinya dari rapat," ucap Ehan dengan senyuman kaku karena bingung untuk memberikan alasan apa hingga dia bisa menemui Asha
Menurut Ehan sedetik saja dia tidak melihat Asha dunianya tidak ada artinya, entah itu pengaruh masa lalu atau memang murni perasaannya tapi adanya perasaan kehilangan dan kekosongan hati begitu dirasakan ketika dia meninggalkan Asha. Karena menurut Asha itu adalah jawaban yang cukup masuk akal maka dia yang merasa puas dengan jawaban itu, langsung berjalan ke tempat kursi yang kosong di ikuti oleh ketiga temannya.
Makan malam berlangsung dengan suara riang kelimanya karena telah berkumpul kembali.
"Asha, sebentar lagi pendaftaran akademi akan dibuka,"
"Apakah kamu akan ikut belajar di akademi?" tanya Grace dengan tatapan penasaran ke arah Asha yang berada di sebelahnya
"Asha tidak berniat bahkan tidak tertarik untuk belajar di akademi sama sekali, dia mengatakan itu hanya menghabiskan waktunya,"
"Itu karena dia sejak di umur tiga tahun telah belajar hal-hal dasar yang seharusnya di pelajari di umur empat tahun dan ketika dia enam tahun dia telah belajar secara privat dengan guru-guru di akademi,"
"Walaupun sebenarnya para guru di akademi enggan mengajarkannya karena mengingat umurnya masih sangat muda dan Asha telah lulus di umur sepuluh tahun setelah guru akademinya mengatakan kalau tidak ada lagi yang bisa di ajarkan kepada Asha,"
"Orang-orang mengatakan bahwa Asha jenius tapi dia adalah orang yang takut kalau dia harus mewarisi gelar keluarga lebih muda," ucap sang Ayah dengan seringai mengejek tapi itu membuat semua orang di sekitarnya memandang Asha dengan tatapan terbelalak karena seharusnya di usia seperti itu bukankah anak kecil harusnya bermain-main tapi dia malah belajar
"Asha, kamu tidak mengatakan kalau kamu ternyata sudah lama lulus?"
"Dan kamu ternyata seorang jenius padahal tidak pernah terlihat," ucap Grace dengan tatapan datar tidak percaya karena selama ini, Asha terlihat seperti orang yang tidak tertarik apa pun atau malas mengerjakan sesuatu
"Memang memiliki tanggung jawab besar setelah orang tua telah tiada karena kita harus mengurus masalah wilayah yang begitu besar, tapi di usia itu bukankah terlalu muda Asha,"
"Ayahku pernah mengatakan untuk mencontoh sikap rajinmu, tapi aku tidak tau apa yang dimaksud karena kamu selama ini terlihat begitu santai,"
"Ternyata kamu adalah salah satu lulusan muda di akademi," ucap Ian dengan tatapan suram karena baru mengetahui fakta tersebut
Bagi Asha hal ini mungkin sangat biasa, karena dengan ingatan di masa lalunya, dan pemikiran dewasanya pembelajaran di akademi yang seharusnya sangat sulit bisa di selesaikan dengan mudah, itu dikarenakan semua yang dia pelajari di akademi adalah materi-materi yang tidak jauh berbeda dengan kehidupannya sebelumnya kecuali sihir sebab di dunianya dahulu tidak ada yang namanya sihir, yang membuat dirinya harus belajar dua kali lebih keras.
Tekad Asha untuk menghindari kematian dan menjadi gadis yang bisa bekerja adalah targetnya. Di kerajaan sangat sedikit dan sulit perempuan yang mendapatkan pekerjaan sebagai seorang pegawai, tapi jika kamu mampu lolos seleksi maka dijamin hidupmu akan sejahtera sampai hari tua. Itulah pikir Asha jika keluarganya bangkrut atau mengalami kejatuhan, hidup yang telah di rencanakan sejak masih bayi dan masuk ke dunia ini.
Pembicaraan malam itu di meja makan ternyata penuh kejutan dari masa lalu Asha sejak masih kecil, karena mereka yang mengenal Asha ketika di umur sepuluh tahun jadi mereka hanya tau Asha sejak dia berusia sepuluh tahun dan kisah di bawah sepuluh tahun yang baru terungkap saat membuat mereka merasa ini adalah pembicaraan yang sangat menarik untuk di dengar.
Pembicaraan itu sampai larut malam, yang membuat mereka dipaksa untuk tidur terutama Asha yang mendapatkan surat permintaan datang ke menara sihir, karena Asha masih harus menjenguk anak kecil itu maka Asha memohon dengan sangat kepala ibunya untuk mengizinkannya, tidak banyak pilihan orang tua Asha setuju dengan keinginan putrinya di ikuti oleh teman-temannya.
Terlihat anak kecil itu seperti malu-malu atau terlihat seperti penakut berada di atas kasur dan menggenggam selimut dengan erat. Asha tentu heran bagaimana bisa anak yang lucu ini bisa menjadi seorang laki-laki yang kejam di masa depan apalagi menangkap dirinya.
"Aku tau kamu pasti sulit untuk menyesuaikan diri di sini,"
"Apalagi jika seorang perempuan bangsawan yang memungut dirimu,"
"Pasti kamu berpikir kalau aku akan menjadikan dirimu budak atau mainan bukan?" ucap Asha dengan terang-terangan karena anak kecil di depannya lebih tau tentang dunia bawah yang kejam jadi mustahil kalau dia mengatakan kalau dia memungutnya karena perasaan kasihan atau khawatir, pastinya ada maksud dari dipungutnya dia oleh seorang bangsawan
"Tapi tidak perlu khawatir aku tidak akan membuat dirimu menjadi budak ataupun mainan karena aku hanya tertarik dengan aliran sihir yang ada di dalam tubuhmu,"
"Aku akan menjadi sponsor dirimu, kalau kamu mau menjadi bawahanku,"
"Semua yang kamu inginkan akan aku penuhi selama masih berada dibatas kemampuanku," ucap Asha dengan tatapan tajam ke arah anak itu, membuat anak kecil di depannya mempertimbangkannya
Saat ini anak kecil di depan Asha tidak mengingat semua identitas aslinya karena ramuan yang diberikan oleh orang-orang yang akan menyingkirkannya, tetapi pada saat laki-laki itu melihat sebuah lambang keluarga yang tidak asing untuknya maka di hari itu juga dia akan mengingat semua identitas dirinya dan menyingkirkan semua keluarga yang hanya menginginkan kekuasaan dan harta orang tuanya. Setelah selesai dia membalaskan dendam orang tuanya dan dirinya, dia kembali ke menara memangku jabatan sebagai kepala menara sihir dan masuk ke dalam akademi sebagai teman pemeran utama laki-laki.
'Aku yakin dia pasti akan lupa kepadaku ketika aku memasukkan dirinya ke menara sihir nanti,'
'Karena dia sendiri mengetahui dirinya adalah seorang kepala menara sihir lewat sebuah surat wasiat dari masternya,' ucap Asha di dalam hatinya sambil memandangi anak kecil yang berada di depannya karena menunggu sebuah jawaban, tapi karena merasa terlalu lama anak kecil di depannya berpikir, dia sampai menguap.
"Jika tidak bisa diputuskan saat ini tidak masalah,"
"Aku akan menunggu jawabanmu sampai besok,"
Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments