Asha dan Aelfraed tidak berbicara sama sekali selama berjalan menuju ke ruang makan, saat memasuki ruang makan kedua orang tua Asha terlihat sangat terkejut dan menatap dengan tatapan berbinar-binar ke arah putrinya yang berjalan berdua pergi ke ruang makan bersama duke muda, keduanya terlihat begitu serasi.
Karena berjalan bersama tapi di hati Asha sama sekali tidak ada ketenangan karena dia sama sekali tidak ingin terlibat dengan duke muda yang suatu hari nanti akan membunuh dirinya.
"Nona muda Edelstein, apakah anda suka dengan tuan muda kami? Jika anda suka bagaimana kalau kalian bertunangan?" ucap asisten Aelfraed dengan tatapan berbinar-binar dan berharap ke arah Asha
Asha tentu kebingungan ingin menanggapi orang di depannya dengan ekspresi apa tapi saat ini dia terkejut.
"Aku tidak membenci ataupun memiliki suka kepada tuan muda Aelfraed dan juga tuan muda Aelfraed terlihat memiliki hati untuk seseorang yang harus di cintanya,"
"Jadi, aku tidak tertarik untuk bertunangan dengannya," ucap Asha dengan senyuman lembut dan polos seperti anak kecil, akan tetapi ucapannya yang dewasa di umurnya saat ini membuat semua orang di sekitarnya menatapnya dengan terkejut
Setelah ucapan dari Asha, laki-laki di depannya tersenyum kecil menatap dirinya dan sarapan pagi dilanjutkan dengan pembicaraan yang membosankan untuk Asha. Setelah sarapan Asha Memutuskan untuk pergi ke taman untuk menikmati waktunya sendirian, tapi tidak di duga malah dia bertemu dengan orang yang paling tidak ingin ditemuinya. Walaupun Asha membalikkan badan dan berjalan menjauhinya, laki-laki itu tetap berjalan mengikutinya sampai Asha memutuskan untuk menyerah kepada laki-laki itu dan beristirahat di sebuah gazebo di dekat sana.
"Nona Edelstein, sepertinya anda sengaja menghindar dari saya,"
"Padahal anda melihat saya berada di belakang anda tapi anda malah terus berjalan tanpa melihat ke arah belakang dan semakin cepat saya menyusul anda juga semakin cepat berjalan,"
"Terlihat kalau anda benar-benar tidak menyukai saya, saya sangat sedih," ucap Aelfraed dengan raut wajah yang sedih seperti korban membuat Asha merasa bersalah dengan orang yang ada di depannya
"Aku tidak bermaksud menghindari dirimu, hanya saja aku tidak melihat dirimu berada di belakangku,"
"Lagipula kenapa anda di taman tuan Aelfraed?" ucap Asha dengan dingin berusaha seperti orang dewasa yang menghadapi anak kecil
"Saya ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan nona Edelstein karena kita adalah teman saat ini bukan? Dan juga saya merasa tertarik dengan ucapan yang anda katakan di saat sarapan tadi," ucap Aelfraed dengan seringaian dan tatapan tajam ke arah Asha membuat Asha menjadi berpikir kalau dia harus menjaga ucapannya dengan baik, supaya tidak asal ceplos sampai ditanyakan oleh laki-laki yang terlihat teliti di depannya.
"Mungkin saja tapi saya tidak menganggap anda sebagai teman karena pada dasarnya anda adalah tamu, ucapanku tadi karena aku tidak ingin menikah dengan orang yang aku cintai,"
"Aku hanya merasa kalau cinta itu adalah hati yang harus saling terhubung satu sama lain," ucap Asha dengan tatapan dingin tanpa menatap ke arah Aelfraed yang entah saat ini memperlihatkan ekspresi seperti apa kepada Asha yang berbicara
Kesunyian tiba-tiba terjadi diantara Aelfraed dan Asha, karena menurut Asha tidak ada lagi pembicaraan yang ingin dia bicarakan atau dia dengar, dia memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
"Apakah dia mengingat kejadian itu hingga saat ini dia berubah?"
"Tapi syukurlah dia menggunakan kalung itu," gumam Aelfraed dengan sedih dan senyuman pahit menatap langit yang begitu cerah
Setelah pembicaraan itu sampai pada saat makan malam tidak ada pembicaraan antara kedua orang itu, Asha juga terlihat tidak peduli dengan Aelfraed yang menatapnya terus.
Sampai pada saat Asha tidur, dan melihat sebuah mimpi dimana ada sosok seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berlutut di hadapannya memohon-mohon cinta dan kasih sayang kepada sosok laki-laki itu.
"Asha, aku sudah mengatakan berulang kali kepadamu kalau perasaanmu hanyalah obsesi bukan cinta,"
"Jika kamu masih bersikukuh menganggap itu adalah cinta maka matilah untuk diriku,"
Sosok perempuan itu mati dengan kepala terpenggal dan menggelinding ke kaki laki-laki itu dengan penuh senyuman. Perasaan Asha saat ini terasa sakit dan sesak tercabik-cabik, dia menyadari sosok laki-laki itu adalah Aelfraed yang akan membunuhnya di masa depan tapi kenapa dia yang merasakan sakit dan seolah-olah pernah berada di posisi perempuan itu.
Apakah di kehidupan pertama atau di kehidupan keduanya dia pernah menjadi Asha? Namun dia hanya ingat kalau dia telah bereinkarnasi lima kali dengan lima kehidupan berbeda dan hanya ingatan terakhirnya saja yang benar-benar berada di kepalanya saat ini. Asha tidak mengetahui kenapa dia bersikap begitu sakit ketika melihat sosok laki-laki yang dingin itu, tidak lama setelah itu dia terbangun dengan air mata dan sapu tangan yang berada di sisinya.
Asha tidak mengetahui siapa sosok orang yang begitu peduli dengannya, dan seperti menjaga dirinya di malam itu, tapi dia merasa sedikit senang jika laki-laki itu begitu baik setiap dia tidur dan memberikan hadiah kepadanya.
Sejak pertemuan dengan tamu dari Duke selatan, Aelfraed selalu datang ke mansion dan bermain bersama Asha, walaupun Asha tidak menanggapi laki-laki itu dan hanya berbicara ketika di tanya. Di setiap malam, dia selalu mendapatkan hadiah yang beranekaragam tidak di ketahui siapa yang mengirimkannya tapi dia yakin kalau orang tersebut peduli kepadanya. Kedua orang tua Asha selalu khawatir dengan putrinya yang bersikap dingin dan bahkan mendadak meminta pembelajaran menggunakan pedang di usia yang begitu muda, sampai bertahun-tahun kemudian Asha berusia lima belas tahun dan tumbuh dengan cantik.
Banyak laki-laki yang mengirimkan surat undangan pertunangan kepada Asha dan juga semuanya di tolak oleh Asha tidak terkecuali keluarga Duke selatan yang telah mengirimkan surat pertunangan berulang kali dan berulang kali Asha merobeknya sampai di ketahui oleh ibunya yang melihat kelakuan buruk putrinya.
"Asha, kamu sudah dimasa harus bertunangan jadi kamu harus menerima salah satu surat pertunangan yang di ajukan,"
"Apalagi keluarga Duke selatan sampai mengajukan beberapa kali dan kamu telah merobeknya berulang kali bukan?" ucap sang ibu dengan tatapan khawatir kepada putrinya yang sama sekali tidak tertarik dengan pertunangan ataupun pernikahan
"Aku tidak tertarik bertunangan dengan siapapun ibu lagipula ayah juga tidak melarangku tidak ingin menikah," ucap Asha dengan tatapan dingin sambil memasukkan kertas yang dia bakar ke dalam perapian namun ditarik oleh sang ibu
"Baiklah, ibu tidak akan melarangmu,"
"Tetapi bawa laki-laki yang kamu inginkan untuk bertunangan dengan dirimu, jika tidak ibu akan memilihkan pertunangan untuk dirimu,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Frando Kanan
apa mungkin bch ini reinkarnasi?
2023-04-23
1