Setelah ucapan dari laki-laki yang terlihat bertudung itu, membuat Asha melamun sesaat karena suara yang tidak asing dikeluarkan olehnya, sampai Asha di tarik ke pelukan sosok laki-laki itu dan diciumnya kening Asha.
"Caius, kamu... kamu..."
"Bersikap tidak sopan kepadaku," ucap Asha dengan wajah yang memerah dan terbata-bata karena panik dengan situasi yang dihadapinya saat ini
Terlihat lucu di mata Caius karena tunangannya salah tingkah atas perilakunya kepada sang gadis.
"Kenapa kamu ada di sini? Secara menyelinap lagi,"
"Nyawamu bisa aku buat melayang tau karena kamu datang secara diam-diam seperti itu," ucap Asha dengan tatapan sebal ke arah laki-laki yang di depannya
Manis rasanya hari-hari yang dirasakan Asha tapi khawatir rasanya hatinya kepada perasaan yang dimiliki olehnya kepada laki-laki di depannya, tetapi malam itu mereka berdua menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang santai mengenai teman-temannya yang ingin bertemu sampai ke hal-hal kecil yang dia jalani hari ini, keduanya menghabiskan waktu sampai Asha menguap lelah, dia tentu dipaksa tidur harus tidur karena besok masih banyak jadwal yang harus di kerjakannya.
Pagi hari tiba, semua pelayan sibuk untuk mempersiapkan penyambutan tamu yang datang tiba-tiba, tamu itu adalah para pewaris keluarga Duke. Entah kenapa mereka tiba-tiba datang ke mansion, tapi jelas sekali terlihat kalau mereka telah berada di depan pintu masuk. Asha sendiri masih tidur dengan nyenyak tanpa peduli dengan keadaan sekitarnya, sampai ibunya masuk ke dalam kamarnya dan berteriak dengan keras kalau hari sudah siang.
Tanpa di sambut para pewaris keluarga Duke masuk ke dalam mansion milik Edelstein, karena sudah terbiasa dengan ucapan anggap saja rumah sendiri terlebih mereka telah berteman sejak mereka masih kecil maka, mereka tidak pernah lagi menunggu sambutan yang meriah untuk masuk ke dalam mansion.
"Sayang sekali dia tidak ingin ikut menemui Asha,"
"Padahal katanya hari ini tunangannya akan datang ke mansion Edelstein," ucap Grace yang memimpin jalan mereka masuk ke dalam mansion menuju kamar Asha yang sedang berusaha dibangunkan oleh sang ibu
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu terdengar kemudian di bukanya pintu itu karena tidak terdengar suara ada orang yang akan membukakan pintu besar itu
"Asha, teman-temanmu semuanya hari ini datang ke mansion jadi sambut mereka,"
"Jangan tidur-tiduran sampai siang,"
"Kamu pasti semalam begadang lagi kan, membaca buku-buku novel itu," ucap sang ibu dengan lantang sambil menarik-narik selimut Asha yang sedang bergulung-gulung seperti ulat
Semua teman-temannya yang melihat kelakuannya, tidak bisa berkata apa-apa. Grace dengan cepat masuk ke dalam ruangan kemudian menutup pintu besar itu, karena bukanlah hal yang sangat sopan untuk melihat sifat buruk seorang perempuan yang masih belum bangun dari tempat tidur.
"Awas kalian para laki-laki masuk ke dalam ruangan aku pastikan akan dibenci para perempuan," ucap Grace yang kembali membuka pintu itu kemudian menutupnya kembali hanya karena ingin memberikan peringatan kepada laki-laki yang berada di balik pintu supaya tidak macam-macam untuk membuka pintu ruangan besar itu
"Nyon-"
"Grace, maafkan bibi jika kamu harus melihat kejadian ini lagi dan aku sudah bilang jangan panggil aku nyonya,"
"Kamu boleh memanggilku bibi atau ibu," potong sang ibu dari Asha dengan tatapan khawatir ke arah Grace yang melihat kejadian ini sejak anaknya masih kecil
"Ah... iya baiklah aku mengerti," ucap Grace dengan senyuman tipis kemudian berjalan ke arah Asha untuk ikut membangunkan Asha yang sejak tadi seolah-olah seperti orang yang tidak bernyawa ketika di panggil
"Asha, kamu serius tidak ingin bangun,"
"Tunanganmu di bawah sedang menunggu dirimu,"
"Bagaimana kalau dia dengar kalau tunangannya yang merupakan seorang putri duke sekarang tidur sampai siang dan seperti anak kecil," bisik Grace di telinga Asha membuat Asha mendadak membuka lebar matanya seolah-olah itu adalah mimpi buruk untuknya
Bagi Asha yang hampir tidak terlihat memiliki kekurangan atau gosip buruk itu adalah sebuah kutukan jika informasi yang konyol itu tersebar di berbagai kalangan, selama ini tidak ada orang yang bisa mengetahui informasi kekurangan yang dimilikinya bahkan jika punya itu adalah informasi yang biasanya ada di setiap perempuan. Itu semua karena hanya orang terdekatnya saja yang mengetahui kebiasaan buruknya dan karena mereka keluarga duke lah yang memegang masuk keluarnya informasi di dunia sosialita terutama Grace yang menjadi bunga di dunia itu, guna untuk mencari informasi yang terjadi di kalangan bangsawan.
"Grace, terima kasih karena telah membangunkan anak yang sangat sulit untuk bangun ini,"
"Dan Grace tolong sekalian persiapkan dia ya,"
"Aku harus segera pergi ke pesta teh yang diadakan," ucap sang ibu sambil memegang kepalanya yang sakit kemudian keluar dari ruangan itu dengan cepat hingga Grace tidak bisa menolak, karena tidak mungkin dia mengurus Asha yang baru bangun sendirian, dia membuka pintu dan meminta salah satu dari laki-laki yang duduk di depan pintu seperti penjaga untuk mencari pelayan yang biasa mengurus kebutuhan Asha.
"Grace kenapa kamu tiba-tiba datang ke mansion? Dan di pagi hari lagi?" ucap Asha yang menguap dan menggosokkan matanya yang baru bangun, sedangkan Grace hanya bisa menghela nafas panjang
Tidak lama kemudian para pelayan datang untuk mendandani Asha, Grace ikut turun untuk memilih pakaian untuk Asha karena dia tau kalau Asha pasti akan menyerahkan diri tanpa terlalu memikirkan penampilannya sendiri. Beberapa jam kemudian Asha dan Grace keluar dari ruangan, tidak terlihat lagi kedua laki-laki yang menjaga di depan pintu.
"Nona, tunangan anda sudah menunggu anda di ruang tamu dan juga para duke muda langsung berada di sana karena mereka bilang kalau menjalin hubungan baik akan sangat bagus sejak dini," ucap sang pelayan yang menyampaikan pesan, dengan terburu-buru Asha dan Grace pergi ke ruang tamu untuk melihat kelakuan dua orang itu yang mulutnya tidak bisa di jaga.
Terlihat setelah dibuka pintu itu, ketiganya berbincang dengan santai tanpa ada hal yang harus diperhatikan atau khawatirkan oleh keduanya. Tapi kedua orang itu terlihat aneh dan seperti menyembunyikan sesuatu, walaupun begitu Asha dan Grace tidak peduli dengan perbincangan para laki-laki.
"Maafkan aku karena telah membuat kalian menunggu lama ,"
"Tapi sepertinya kalian sudah sangat akur satu sama lain," ucap Asha yang duduk di samping tunangannya sedangkan Grace duduk di tengah-tengah kedua laki-laki itu, mendengarkan ucapan dari Asha membuat kedua laki-laki itu mengangguk pelan tanpa bicara
"Kenapa kalian diam saja?"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments