Sepulangnya Asha dari menara sihir terlihat semua teman-temannya telah tertidur lelap di ruangan mereka kumpul, terlihat keempatnya seperti anak kecil yang lelah bermain di taman. Tidak tega membangunkannya Asha menyelimuti mereka semua, tapi ketika dia ingin menyelimuti Ehan yang sedang tertidur, tangannya di tarik ke pelukannya.
"Aku merindukanmu," gumam Ehan cukup membuat Asha terkejut dengan gumam yang begitu pelan, perlahan Asha keluar dari pelukan yang cukup membuat wajahnya menjadi merah tapi karena dia mendengarkan gumaman itu
Dia merasa bukan dirinya yang sebenarnya dirindukan atau tepatnya memang tidak mungkin untuk mereka berdua menjadi pasangan. Karena cukup dengan pertunangan tanpa cinta yang dia miliki untuk kehidupan bebasnya, dibandingkan dia harus menggila dengan yang namanya racun cinta itu akan membuatnya lebih menderita dibandingkan kematian yang dilakukan dalam sekejap mata.
"Semoga gadis yang kamu cintai bisa segera menemukanmu," Gumam Asha dengan senyuman pahit sambil membelai pelan kepala laki-laki itu, tidak lama kemudian Asha meninggalkannya
Ehan tentu juga mendengarkan gumam Asha, karena dia tidak tidur sejak awal Asha kembali ke mansion. Karena Asha kembali dia hanya merasa tidak mungkin bisa banyak berbicara dengannya, dimata Asha dia adalah orang yang memiliki harga diri tinggi hingga membuatnya jauh dari Asha.
Hari-hari berlalu dengan cepat setelah kejadian itu, Asha menganggapnya seolah tidak pernah terjadi begitu juga dengan Ehan yang menganggap semuanya hanya mimpi belaka, semuanya begitu mulus tapi begitu jauh. Sampai sebuah surat yang akan mengawali kisah sebenarnya di mulai, surat dengan cap istana kerajaan tempat seorang pangeran yang sebentar lagi menuju ke usia dewasa.
Semua bangsawan diharuskan untuk pergi ke acara pesta itu, karena ini termasuk hari yang penting untuk sang pemilik pesta walaupun tidak ada hubungannya dengan Asha.
"Asha, kamu sudah tentukan akan pergi dengan siapa? Apakah tunanganmu akan datang?" tanya Grace dengan tatapan berbinar-binar
"Tidak, dia saat ini sedang di timur tengah melakukan perdagangan,"
"Aku tidak ingin mengganggu dirinya, tapi mungkin aku akan pergi sendirian," ucap Asha dengan senyuman tipis sambil memandangi cangkir teh yang terisi penuh oleh teh
Bagi para bangsawan ini adalah pesta yang akan menunjukkan jati diri mereka di pesta tapi bagi Asha ini adalah pesta dimana perubahan takdirnya harusnya terlihat karena pemeran utama akan hadir di pesta ini untuk bertemu dengan Ehan.
"Bagaimana kalau kita semua pergi bersama-sama? Aku juga tidak akan bisa hadir ke tengah ruangan aula pesta sendirian, karena aku bisa merasakan tatapan tajam dimana-mana dari para gadis bangsawan," ucap Ian dengan tatapan suram yang dianggapnya dunia akan segera berakhir dengan cepat jika itu terjadi
"Aku rasa itu ide bagus,"
"Karena aku juga belum memiliki tunangan, dan surat-surat ajakan pergi ke pesta isinya hanya gula-gula yang bisa membuatku diabetes," ucap Grace dengan senyuman kaku mengingat isi surat yang membuatnya merinding saat membacanya
Terlihat mereka begitu depresi menghadapi pesta besar yang akan di adakan oleh kerajaan, dimana mereka tidak bisa mendapatkan tempat untuk beristirahat sebelum acara inti dimulai. Semua isi ruangan di dalam istana nantinya hanya akan berisi para perempuan bangsawan yang bergosip saja jadinya mereka tidak mungkin bisa mendapatkan tempat khusus untuk mereka.
"Nona, ada surat dari menara sihir," ucap seorang pelayan yang memberikan surat kepada Asha membuat semua orang yang terlihat suram menjadi penasaran apa isi dari surat yang diberikan kepada Asha
Dibukanya surat yang diterima betapa terkejutnya itu adalah surat dari anak yang dia sponsori, terlihat perkembangan tentang anak itu bersosialisasi sampai menggunakan sihir berkembang begitu cepat membuat Asha merasakan kalau perubahan nasibnya semakin memiliki peluang.
"Asha, sepertinya isi surat itu sangat berharga untukmu,"
"Terlihat sekali ekspresi wajahmu yang suram berubah menjadi cerah,"
"Apakah itu adalah surat dari guru anak yang kamu sponsori? Apakah kamu menyukai kedua laki-laki secara bersamaan?" tanya Dain dengan seringai menggoda ke arah Asha
"Aku dan dia hanyalah teman,"
"Kami telah berteman sejak kami berdua belajar dengan guru akademi privat yang sama, guruku membawanya ketika ingin mengajar ke mansion kami,"
"Karena mungkin kami berdua sama-sama memiliki pemikiran yang sama, jadinya kami menjadi teman dekat sampai sekarang,"
"Tapi dia laki-laki yang cukup bisa di bilang laki-laki yang tergila-gila dengan uang," ucap Asha dengan tatapan ngeri mengingat sifat buruk dari laki-laki yang mengirim surat kepadanya, tapi itu cukup membuat seorang laki-laki yang duduk tidak jauh darinya cemburu dengan bukti sebuah cangkir teh di pecahkan olehnya saat diangkat
Mereka berempat menjadi panik melihat pecahan teh yang pecah berhamburan dan darah yang menetes dari tangan laki-laki itu. Dain yang memahami arti dari pecahan cangkir teh itu, langsung keluar dari ruangan dengan alasan mencari pelayan untuk membereskan pecahan cangkir teh itu dengan Ian yang ikut di seret untuk menemaninya.
Asha masih tidak mengerti maksud dari pecahan cangkir yang dipecahkan oleh laki, laki-laki di depannya malah berpikir kalau cangkir itu sangat tipis dan tidak cocok untuk perjamuan teh. Entah tidak peka terhadap perasaan orang lain atau memang dia hanya berusaha berpikir positif terhadap keadaan yang sedang terjadi.
"Tanganmu terluka Ehan,"
"Lebih baik sekarang jangan banyak bergerak ketika aku meletakan obat,"
"Kalau tidak kamu tidak akan sembuh," ucap Asha yang sedang menekan-nekan luka itu dengan kapas yang telah dilumuri oleh obat
Terlihat Ehan merasakan perih dan sakit dari luka yang ditekan-tekan oleh Asha dengan kuat, tapi karena ingin menjadi laki-laki yang kuat sesuai dengan tipe Asha, dia berusaha sebaik mungkin menahan sakitnya dengan ekspresi yang dingin dan tajam.
"Jika sakit tidak perlu menahannya," ucap Asha yang sambil meniup-niup luka di tangan Ehan supaya sakitnya berkurang, setelah ditiup-tiup oleh Asha, dia tentu merasa kalau luka tidak terlalu sakit
Asha kemudian memperban lukanya, sampai dibuat pita yang manis. Memang akan terlihat lucu jika di lihat tetapi itu juga membuatnya merasa senang karena Asha orang yang khawatir kepada dirinya.
Hari pesta telah tiba, Asha dibangunkan oleh Grace yang menginap di mansion karena dia sangat sulit dibangunkan oleh para pelayan. Tentu Grace yang yakin kalau orang tua Asha akan meminta tolong, telah bersiap membawa semua barang-barangnya ke mansion Edelstein saat menginap. Bagi Grace, dia dianggap sebagai seorang pelayan juga tidak masalah karena baginya Asha merupakan seorang penyelamat dalam kehidupannya saat pertama kali bertemu dan Asha juga menurutnya orang yang harus bahagia karena sejak kecil Asha selalu membantu Grace.
"Asha, kita akan terlambat, kalau tidak bersiap dari pagi-pagi sekali,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments