Bab 11 Menara sihir

Di pagi hari yang baru, Grace seperti biasa sulit membangunkan Asha yang tidur larut malam karena dia bilang ada dokumen yang lupa dia kerjakan, hal ini membuat Grace menjadi pelayan pribadi di pagi hari. Mengingat hampir tidak ada pelayan yang bisa membangunkan Asha kecuali dia sebagai seorang teman baiknya yang tau kebiasaan buruknya.

"Asha, kamu tau semalam kamu mengigau tentang pantai timur yang dipenuhi oleh banyak laki-laki yang kamu anggap sebagai surga duniawi,"

"Bagaimana kalau orang-orang tau tentang mimpi putri keluarga Edelstein ini?" bisik Grace di telinga Asha membuat Asha terbangun sambil berteriak memohon kepada Grace untuk tidak menceritakannya kepada siapapun mengingat mulutnya Grace adalah ember bocor menurut Asha kalau tidak segera di tutup

"Akhirnya kamu bangun, dan tenang saja hobi buruk yang kamu punya akan aku simpan rapat-rapat,"

"Kita harus cepat bersiap sarapan pagi sebelum para laki-laki itu berbicara hal buruk mengenai perempuan," ucap Grace dengan tatapan kesal mengingat kejadian yang baru saja terjadi

Asha dan Grace dengan cepat berjalan ke arah ruang makan, di depan pintu besar terlihat ketiga orang laki-laki telah menunggu kehadiran Asha dan Grace untuk sarapan bersama.

Mereka berlima menghabiskan waktu bersama setelah sarapan kemudian teringat dengan janjinya melalui surat dengan menara sihir, Asha izin untuk pergi ke kamar anak kecil yang kemarin ditemuinya. Terlihat anak kecil yang kemarin ketakutan bertemu dengannya saat ini dengan berani kedua mata mereka bertemu satu sama lain.

"Jadi bagaimana dengan jawabanmu mengenai tawaranku kemarin?" tanya Asha dengan senyuman penuh harapan tapi yakin kalau orang di depannya akan menerima tawaran darinya karena tidak banyak pilihan yang dimilikinya

"Baiklah, aku setuju dengan tawaran yang diberikan," ucap anak laki-laki itu dengan anggukan setuju, tidak lama dari itu Asha meminta pelayan untuk menyiapkan pakaian dan segala keperluannya langsung karena dia akan langsung membawanya ke menara sihir

Setelah selesai Asha langsung menggenggam tangan anak kecil itu menuju kereta yang akan membawa mereka, tapi karena belum izin dengan teman-temannya kalau dia akan pergi ke menara sihir maka dia mampir sebentar ke ruang baca milik bersama, tidak lama kemudian dia langsung pergi dengan anak kecil itu.

Ditengah perjalanan Asha dan anak kecil itu terlihat sekali kecanggungan antara keduanya. Asha yang tidak tau harus berbicara apa langsung membuka percakapan dengan senyuman lembut.

"Apa kamu memiliki nama?" tanya Asha dengan senyuman yang lembut itu

"Namaku Edith," ucap anak laki-laki itu dengan pelan

Asha tentu merasa gemes kepada sosok laki-laki di depannya karena bagaimana bisa ada anak kecil yang berbicara dengan begitu pemalu seperti ini, mengabaikan fakta kalau laki-laki di depannya adalah orang yang akan menghilangkan nyawanya.

"Kalau begitu aku juga harus memperkenalkan diri kepadamu,"

"Karena tidak sopan rasanya jika hanya kamu yang memperkenalkan diri,"

"Namaku adalah Asha Edelstein, jadi aku harap kerja sama baik dapat berjalan di antara kita berdua," ucap Asha sambil mengulurkan tangannya disambut dengan tangan kecil dari anak laki-laki di depannya

Tidak sampai dari beberapa jam mereka sampai di titik koordinat keberadaan menara sihir, karena menara ini selalu berpindah-pindah tempat jadi harus ada surat yang melampirkan lokasi baru letak menara ini. Itu semua di lakukan supaya para murid di menara sihir bisa berlatih di tengah hutan dan tidak menggangu ibukota kerajaan, setiap kali akan berpindah semua murid diberi tau melalui alat sihir supaya tidak ada satupun murid yang tertinggal.

Bangunan menara sihir yang diluar terlihat hanya sebuah bangunan tinggi memanjang di dalamnya luas seperti taman di mansion milik keluarganya, banyak sekali murid yang bolak-balik berjalan di sana. Asha menyerahkan surat itu kepada salah satu siswa yang sedang menunggunya, kemudian di antar langsung menuju sebuah ruangan yang besar untuk berteleportasi ke sebuah tujuan yang tertulis di dalam surat.

Pintu besar di depan mereka saat ini, Asha menghela nafas sebentar kemudian membuka pintu besar yang berada di didepannya. Terlihat sesosok laki-laki muda sedang duduk dengan kaki menyilang menunggu kehadiran Asha.

"Sudah lama tidak bertemu Asha,"

"Aku sangat menantikan kedatanganmu ke sini, mengenai alat sihir komunikasi yang kamu bicarakan itu aku sangat tertarik untuk mendengarkannya secara langsung," ucap laki-laki itu dengan senyuman ramah

'Aku tau dia adalah laki-laki mata duitan dan haus dengan pengetahuan tetapi bukankah senyuman yang ditunjukkan ini sanga menyeramkan?' ucap Asha di dalam hatinya dengan tatapan ngeri dengan laki-laki di depannya

"Humm soal itu kita bicarakan nanti,"

"Kamu urus anak ini, didik dia di menara sihirmu,"

"Karena dia memiliki potensi yang sangat besar dalam menggunakan sihir," ucap Asha sambil menatap ke arah Edith untuk tetap percaya diri

Dari atas kebawah pandangan laki-laki di depannya terlihat dia sedang menilai layak atau tidaknya Edith untuk menjadi salah seorang murid dari menara sihir. Asha yang merupakan teman atau partner dalam bekerja dalam mengembangkan alat sihir tentu saja laki-laki itu akan membuat banyak pertimbangan untuk memasukkan ke menara sihir dengan mudah.

Karena laki-laki itu adalah salah satu tetua akademi dan pilar menara sihir jadinya semuanya mudah untuk di atur untuk Edith.

"Baiklah, aku juga merasakan aliran mana yang kuat dan besar darinya,"

"Aku akan berbicara dengan para master dan pilar menara lainnya untuk masalah masuknya dia ke menara sihir,"

"Aku pikir dia akan dimasukkan ke dalam divisi sihir murni, jadi bakatnya tidak akan sia-sia dan batu permata di menara sihir ini hanya ada sedikit, karena beberapa dari mereka menganggap kalau tidak akan mendapatkan uang jika kamu bekerja di sini,"

"Mereka tidak tau kalau di sini banyak menghasilkan orang-orang hebat," ucap laki-laki itu sambil menaikkan kacamatanya dengan senang sendirian

Kemudian pembicaraan Asha dan laki-laki itu fokus ke perencanaan alat sihir yang diminta, keduanya terlihat sangat santai dalam membicarakan pekerjaan sampai lupa kalau waktunya telah sore dan makan siang terlewat. Asha dan Edith kemudian di ajak makan siang langsung oleh laki-laki berkacamata itu di sebuah restoran milik menara sihir yang terkenal.

"Edith, kapan kamu ingin masuk ke menara sihir?"

"Karena kami sangat mengharapkan dirimu segera bisa belajar dengan sihir,"

"Bukan aku ingin menjadikan dirimu sebagai alat tapi jika sihir yang begitu besar terus di simpan di dalam tubuh tanpa di keluarkan maka itu bisa menyebabkan ledakan sihir,"

"Kamu bisa meratakan satu negeri ini,"

Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

Episodes
1 Bab 1 Reinkarnasi
2 Bab 2 Pertunangan
3 Bab 3 Caius Vil
4 Bab 4 Asha dan Caius
5 Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6 Bab 6 Teramat sopan
7 Bab 7 Edelstein
8 Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9 Bab 9 Menginap
10 Bab 10 Anak kecil
11 Bab 11 Menara sihir
12 Bab 12 Dirindukan
13 Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14 Bab 14 Dansa pertama
15 Bab 15 Gadis pelayan
16 Bab 16 Mimpi itu
17 Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18 Bab 18 Edelweiss
19 Bab 19 Negeri timur tengah
20 Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21 Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22 Bab 22 Hanya sebatas kertas
23 Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24 Bab 24 Negeri timur tengah
25 Bab 25 Afsanur Seyyal
26 Bab 26 Firasat buruk
27 Bab 27 Dia akan menyukai aku
28 Bab 28 Ehan dan Edel
29 Bab 29 Kamu tidak sadar
30 Bab 30 Pulang ke rumah
31 Bab 31 Pasangan
32 Bab 32 Lupakan segalanya
33 Bab 33 Bercerita
34 Bab 34 Akademi
35 Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36 Bab 36 Monster
37 Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38 Bab 38 Penyesalan
39 Bab 39 Penyelidikan
40 Bab 40 Putri keluarga Baron
41 Bab 41 Cermin
42 Bab 42 Penjara bawah tanah
43 Bab 43 Tidak layak di atas
44 Bab 44 Sosok yang di sesali
45 Bab 45 Tanpa aku sadari
46 Bab 46 Qi Lin
47 Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48 Bab 48 Persidangan
49 Bab 49 Di Istana atau keluar
50 Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51 Bab 51 Kunjungan
52 Bab 52 Kembali berteman?
53 Bab 53 Maaf
54 Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55 Bab 55 Calon menantu
56 Bab 56 Koki jujur
57 Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58 Bab 58 Tertidur karena menunggu
59 Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60 Bab 60 chapter special 1
61 Bab 62 Chapter special 2
62 Bab 63 Chapter special 3
63 Bab 64 Chapter special 4
64 Bab 65 Chapter special 5
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Reinkarnasi
2
Bab 2 Pertunangan
3
Bab 3 Caius Vil
4
Bab 4 Asha dan Caius
5
Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6
Bab 6 Teramat sopan
7
Bab 7 Edelstein
8
Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9
Bab 9 Menginap
10
Bab 10 Anak kecil
11
Bab 11 Menara sihir
12
Bab 12 Dirindukan
13
Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14
Bab 14 Dansa pertama
15
Bab 15 Gadis pelayan
16
Bab 16 Mimpi itu
17
Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18
Bab 18 Edelweiss
19
Bab 19 Negeri timur tengah
20
Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21
Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22
Bab 22 Hanya sebatas kertas
23
Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24
Bab 24 Negeri timur tengah
25
Bab 25 Afsanur Seyyal
26
Bab 26 Firasat buruk
27
Bab 27 Dia akan menyukai aku
28
Bab 28 Ehan dan Edel
29
Bab 29 Kamu tidak sadar
30
Bab 30 Pulang ke rumah
31
Bab 31 Pasangan
32
Bab 32 Lupakan segalanya
33
Bab 33 Bercerita
34
Bab 34 Akademi
35
Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36
Bab 36 Monster
37
Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38
Bab 38 Penyesalan
39
Bab 39 Penyelidikan
40
Bab 40 Putri keluarga Baron
41
Bab 41 Cermin
42
Bab 42 Penjara bawah tanah
43
Bab 43 Tidak layak di atas
44
Bab 44 Sosok yang di sesali
45
Bab 45 Tanpa aku sadari
46
Bab 46 Qi Lin
47
Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48
Bab 48 Persidangan
49
Bab 49 Di Istana atau keluar
50
Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51
Bab 51 Kunjungan
52
Bab 52 Kembali berteman?
53
Bab 53 Maaf
54
Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55
Bab 55 Calon menantu
56
Bab 56 Koki jujur
57
Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58
Bab 58 Tertidur karena menunggu
59
Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60
Bab 60 chapter special 1
61
Bab 62 Chapter special 2
62
Bab 63 Chapter special 3
63
Bab 64 Chapter special 4
64
Bab 65 Chapter special 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!