Sesampainya mereka berlima di taman, mereka merasakan lebih bebas dibandingkan dengan keadaan yang sebelumnya. Karena tidak ada lagi tatapan mata yang tajam ataupun pembicaraan buruk mengarah kepada mereka.
Asha tidak banyak berpikir mengenai masalah yang mungkin muncul karena dia memiliki tunangan tapi berdansa dengan seorang pangeran, karena menurutnya dia telah memiliki orang yang akan mendampingi hidupnya tidak penting jika ada orang yang ingin berbicara buruk tentangnya atau keluarganya. Itu semua akan menjadi omong kosong karena dia adalah Edelstein, akan tetapi tidak berlaku bagi Ehan yang merupakan tunangan Asha dengan identitas lain, menurutnya Asha adalah satu-satunya orang yang menjadi tunangannya tidaklah layak jika orang lain yang berdansa dengannya.
Kecemburuan satu pihak memanglah sangat menyakitkan, tapi dia jadi belajar kalau perasaan yang dirasakan di masa lalu oleh seorang perempuan yang mencintainya malah berpihak kepada yang lain. Beberapa menit setelah mereka sudah masuk ke pembicaraan yang nyaman, tiba-tiba sebuah suara terdengar dari balik semak-semak.
"Srek.. srek..."
Para laki-laki yang membawa senjata rahasia secara diam-diam tentu, langsung bersiaga berdiri di depan Asha dan Grace untuk melindunginya dari bahaya walaupun sebenarnya Ian dan Dain tidak bisa mengunakan senjata dengan baik tapi mereka setidaknya bisa melindungi diri dari bahaya misalnya penyusup atau pembunuh bayaran.
"Keluar dari sana dan katakan siapa dirimu,"
"Sebelum kamu mati mengenaskan secara langsung," ucap Ehan dengan mengarahkan senjata ke arah semak-semak itu
Tiba-tiba keluar seorang gadis berpakaian pelayan keluar dari sana dengan ketakutan, gadis itu adalah pemeran utama yang baru saja diselamatkan oleh Ehan saat sebelum acara pesta dimulai.
"Kenapa seorang gadis pelayan sepertimu ada di sini? Bukankah seharusnya kamu ada di pesta untuk melayani para tamu pesta?" tanya Dain yang mengambil ahli tempat saat ini dengan tatapan dingin karena Dain memiliki bakat sihir membaca kebohongan dan kejujuran seseorang
"Aku ke sini hanya untuk memberikan ini, sebagai ucapan terima kasih kepada Duke yang telah menolongku,"
"Dan juga aku memiliki beberapa pertanyaan kepada Duke Aelfraed," ucap gadis pelayan itu dengan gemetaran dan ketakutan sambil membawa sepotong kue yang sepertinya diambilnya dari pesta
Menurut Asha ini sangat berbeda dari yang diceritakan di cerita asli, karena seharusnya mereka saling mengingat satu sama lain. Terutama Ehan yang sangat merindukan sosok anak di masa kecil yang hilang itu, tapi mungkin karena ini adalah tempat yang dikecualikan untuk hal-hal romantis jadinya tidak termasuk bagian dari cerita novel itu.
"Kalau begitu silahkan kamu tanyakan,"
"Karena sepertinya kamu penasaran dengan sesuatu dan kue itu berikan kepadaku," ucap Grace yang mengizinkan bertanya tanpa menatap Ehan yang belum berbicara lagi untuk menjawab pertanyaan itu dan mengambil kue itu sebagai perwakilan dari Ehan yang tidak tertarik dengan makanan yang manis
"Grace, bagaimana bisa kamu yang menjawabnya?" ucap Dain yang menoleh ke arah Grace dengan tatapan tidak percaya
"Apa masalahnya? Lagipula sepertinya dia terlihat mirip dengan putri keluarga bangsawan yang menghilang beberapa tahun yang lalu jadi aku pikir dia mungkin akan bertanya tentang dirinya,"
"Kalau tidak bagaimana mungkin ada seorang pelayan yang terlihat paham dengan sopan santun para bangsawan seperti di pesta tadi," ucap Grace yang menusukkan jarum ke dalam kue untuk melihat beracun atau tidaknya kue yang dia terima karena banyaknya orang-orang licik yang ingin membunuh calon pewaris keluarga seperti dirinya
Tidak ada banyak pilihan dari Ehan selain menerimanya, karena tidak ada alasan yang bisa membuatnya menolak permintaan dari gadis pelayan itu.
"Pada saat aku masih kecil aku pergi ke sebuah festival dengan kedua pelayanku,"
"Pada saat aku berkeliling-keliling tanpa aku sadari ternyata aku terpisah oleh para pelayan dan tersesat,"
"Kemudian aku di culik oleh para penculik, kemudian aku di jual ke perbudakan,"
"Ketika aku dibeli oleh keluarga seorang bangsawan, dia ingin menikahi aku tapi karena aku sendiri tidak mau menikah dengannya,"
"Aku melarikan diri dari mansion itu dan kemudian aku melamar pekerjaan menjadi seorang pelayan keluarga kerajaan,"
"Hanya kalung ini yang tersisa saat aku melarikan diri, aku ingin tau darimana asalku jadi saya ingin Duke mencari taunya," ucap pelayan itu dengan air mata yang menetes
Asha yang mendengarkan masa lalu yang singkat melalui cerita itu menjadi tau berapa beratnya kehidupan tokoh utama saat menjalani hidup. Karena dalam novel tidak pernah sedetail itu tertulis kejamnya tokoh utama hidup, Asha merasa kalau dirinya di posisi itu mungkin yang pertama di carinya adalah orang tua karena itu adalah tempat yang bisa membuatnya aman. Kalau pun tidak bisa mencari orang tuanya maka dia akan mencari pekerjaan yang bisa membuatnya bertahan hidup dan berteduh.
"Kamu perempuan yang sangat hebat,"
"Padahal kehidupan yang kamu jalani begitu berat tapi kamu masih berusaha untuk hidup,"
"Karena tidak banyak orang yang bertahan ketika dirinya di culik dan di jadikan budak, apalagi kabur dan bekerja,"
"Aku harap kehidupanmu setelah menemukan orang tuamu lebih baik dan kamu bisa mendapatkan orang yang mencintai dirimu sepenuh hati," ucap Asha dengan senyuman tipis kemudian di jawab anggukan oleh pelayan itu
"Baiklah, aku akan mencari asal keluargamu, dan nanti akan aku beri tau melalui surat," ucap Ehan yang membolak-balik kalung itu kemudian menyimpannya untuk mencari informasi permintaan pelayan itu
Setelah merasa keadaan mereka lebih baik, Asha dan teman-temannya kembali ke aula pesta untuk menunggu ucapan penutupan dari sang raja dan ratu. Kemudian Asha pulang dengan kedua orang tuanya begitu juga dengan teman-temannya karena tidak ada lagi hal-hal yang harus dibicarakan oleh para Duke hingga mereka bisa pulang bersama-sama.
Sesampainya di mansion, dia langsung merebahkan diri ke kasur besar karena lelah batin dan fisik. Tapi tidak lama dia berbaring di atas kasur terdengar suara ketukan di pintu balkon yang membuatnya harus melihat siapa orang yang melakukannya.
Tunangannya seperti biasanya masuk melewati balkon, Asha ingin memarahinya tetapi dia sendiri sadar kalau waktunya tidak tepat untuk melakukannya karena sudah sangat malam.
"Jadi, kenapa kamu datang ke sini?" tanya Asha dengan melipat kedua tangannya dengan tatapan lelah
"Aku hanya ingin melihat tunanganku yang sangat imut, karena sudah lama rasanya aku tidak melihatmu," ucap Caius sambil mengecup punggung tangan milik Asha seolah-olah menetralisir sesuatu
"Bagaimana pesta dansa ulang tahun pangeran? Apakah menyenangkan?"
"Aku dengar kamu berdansa dengan pangeran, Apakah dia meminta dirimu membatalkan pertunangan kita? Apakah dia menggoda dirimu?"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Frando Kanan
ehan merindukan masa kecil? apakh asha atau gadis pelayan itu???
2023-04-23
0