Bab 14 Dansa pertama

Pesta besar yang diadakan oleh kerajaan begitu meriah dan mewah. Seluruh bangsawan yang mencari relasi dan faksi berkumpul di satu ruangan, untuk melihat sosok yang layak untuk mereka ajak kerja sama, walaupun tujuan dari pesta ini untuk merayakan pesta ulang tahun seorang pangeran.

Asha dan teman-temannya yang berada di sudut ruangan, menantikan kesempatan untuk mengantri memberikan hadiah kepada pangeran tapi tanpa di duga antrian itu telah sangat panjang hingga mereka memutuskan untuk mengambil saat-saat terakhir antrian untuk memberikan hadiah kepada pangeran kerajaan. Sampai beberapa jam kemudian antrian itu tidak kunjung menjadi pendek.

"Ini sudah berjam-jam terlewat,"

"Apakah perlu kata-kata manis hanya untuk memberikan hadiah? Apa dia tidak tau kalau kita juga masih menunggu saat ini," ucap Grace dengan tatapan kesal ke arah antrian yang sama panjangnya seperti di awal

"Hah..."

"Namanya juga hubungan politik,"

"Wajar saja untuk mereka berkata-kata manis seperti itu," ucap Ian dengan gelengan kepala pelan karena merasa lelah dengan lamanya acara yang berlangsung.

Mereka berlima memutuskan untuk makan makanan yang ada di pesta karena merasa akan seperti orang bodoh jika mereka menantikan antrian panjang itu selesai. Setelah merasa antriannya tidak panjang mereka berbaris di belakang beberapa orang yang tersisa, Asha menempatkan dirinya paling belakang karena tidak tau harus mengucapkan apa, Jadinya dia memilih paling terakhir untuk menyerahkan hadiah.

Terlihat sekarang adalah giliran Grace kemudian adalah gilirannya, Asha yang hampir tidak pernah bertemu dengan keluarga kerajaan sejak kecil menggunakan berbagai alasan hanya karena malas, tentu saja gemetaran rasanya ketika di minta untuk menghadap. Tapi walaupun gemetaran, dia saat ini adalah seorang Edelstein yang harus tegas dan elegan yang membuatnya memikirkan berbagai hal yang menyenangkan supaya bisa lebih santai.

Tidak lama kemudian namanya di panggil untuk maju dan memberikan hadiah, hormatnya yang dilakukan dengan baik tetapi gemetarnya dia saat matanya bertatapan dengan sang raja dan ratu, hal ini membuat hadiah yang dia harus berikan hampir jatuh ke lantai tetapi untungnya tidak jadi jatuh karena di tangkap oleh seorang laki-laki berkacamata dan suara yang tidak asing.

"Untung saja tidak jatuh ya," ucap laki-laki itu dengan senyuman lembut ke arah Asha yang menatap lurus laki-laki yang ada di depannya, hal ini tentu membuatnya terkejut karena sosok laki-laki yang dia kenal berada di dekat dengan kursi raja dan ratu

"Yang mulia, anda bisakah tidak berjalan tiba-tiba untuk menangkap sebuah kotak hadiah," ucap seorang laki-laki di sebelahnya dengan tatapan khawatir

"Asha, sudah lama tidak bertemu denganmu," ucap laki-laki berkacamata itu dengan lembut

"Edel, apakah kamu dekat dengan putri keluarga Duke Edelstein?" tanya sang ratu dengan tatapan penasaran

"Kami bisa dibilang cukup dekat karena kami berdua bertemu di menara sihir," ucap sang pangeran dengan senyuman ke arah Asha

Asha menjadi berpikir sifatnya dan caranya berbicara selama ini tidak memiliki sopan santun, bagaimana bisa kepalanya dan keluarganya tidak dipenggal tapi bukan berarti Asha merasa tidak bersyukur karena keadaan ini. Dia hanya merasa kalau ini bukankah dia terlalu semena-mena kepada salah seorang anggota keluarga kerajaan.

"Yang mulia, sepertinya saya sudah cukup untuk memberikan salam,"

"Bisakah anda mengizinkan saya kembali kepada teman-teman saya?" ucap Asha dengan senyuman kaku karena merasa ingin cepat-cepat pergi dari situasi yang dialaminya saat ini

"Sebelum pergi,"

"Bagaimana kalau berdansa satu lagu denganku, karena hari ini adalah ulang tahunku," ucap sang pangeran dengan berlutut dan mencium punggung tangan Asha yang membuat semua orang menjadikannya pusat perhatian

Terlihat Asha di tatap oleh kedua pemilik kerajaan dan banyak mata di pesta, jika dia menolaknya maka dia bisa dianggap sebagai orang yang menghina keluarga kerajaan. Tapi jika dia menerima, dia menjadi tidak tenang dengan semua kenangan buruk yang dia lakukan kepada anggota keluarga kerajaan.

"Baiklah, saya akan menerimanya," ucap Asha yang meraih uluran tangan dari sang pangeran

Asha dan pangeran berdansa di tengah ruang dansa, yang mampu membuat semua perempuan merasa iri dengan Asha yang bisa dengan mudah menjadi pasangan dansa seorang pangeran. Dan bagi semua perempuan itu mungkin bisa menjadi sekali seumur hidup, karena sulitnya untuk bisa berdansa dengan orang yang menjadi calon pemilik negeri ini.

Tidak jauh dari tengah aula terlihat para calon pewaris keluarga Duke mereka terkejut karena Asha yang dekat dengan seorang pangeran dari keluarga kerajaan, ditambah lagi itu adalah pangeran yang tidak pernah menunjukkan wajahnya di depan banyak orang.

"Aku akan bertanya kepada Asha nanti seperti apa pertemuannya dengan pangeran kerajaan kita karena seharusnya itu sangat-sangat sulit di temui,"

"Aku yakin tidak mungkin itu karena Asha adalah orang terakhir yang memberikan hadiah karena mereka berbicara terlihat ak-"

"Aku rasa mereka hanya sebatas teman saja,"

"Aku juga yakin dia menerima dansa dari pangeran karena formalitas, benarkan Dain?" ucap Ian yang langsung menutup mulut Grace karena merasakan kalau aura membunuh yang pekat begitu dirasakan olehnya

Ucapan dari Ian kemudian di jawab dengan anggukan setuju oleh Dain, karena cukup paham dengan situasi yang begitu panas. Apalagi jika Grace dibiarkan berbicara maka pembicaraan ini akan membuat laki-laki itu semakin panas.

"Asha, terima kasih telah ingin berdansa denganku,"

"Aku harap pertemuan kita selanjutnya akan membuat dirimu menjadi lebih santai," ucap pangeran dengan tatapan rindu, yang kemudian mencium punggung tangan milik Asha karena lagu dansa telah selesai

Sebuah perasaan familiar yang dirasakan oleh Asha kepada laki-laki itu tapi dia tidak bisa mengingatnya selain posisi laki-laki itu sebagai seorang master menara penyihir. Setelah dansanya berakhir Asha langsung menemui teman-temannya yang berada tidak jauh dari lokasi dansanya.

Grace yang penasaran dengan cepat menanyakan segala hal tanpa berhenti seperti seorang wartawan yang penasaran dengan skandal seorang artis. Dain dan Ian berusaha menenangkan orang yang sedang menampakkan aura membunuh, karena takutnya kalau itu akan menjadi pesta yang penuh dengan darah, apalagi jika orang yang akan dibunuh olehnya adalah seorang pangeran orang yang akan menjadi penguasa kerajaan selanjutnya.

"Ehan, kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?"

"Apakah kamu sakit? Bagaimana kalau kita sekarang pergi ke taman kerajaan untuk mencari udara segar?" tanya Asha dengan tatapan khawatir ke arah Ehan yang sebenarnya sejak tadi mengeluarkan aura yang ingin membunuh, tapi setelah mendengarkan ucapan dari Asha laki-laki itu tiba-tiba saja berubah menjadi jinak dan sangat mudah di ajak berbicara, kemudian Asha dan teman-temannya pergi ke taman.

"Asha, aku akan pastikan kali ini kamu akan berhak mendapatkan kebahagiaan,"

Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

Episodes
1 Bab 1 Reinkarnasi
2 Bab 2 Pertunangan
3 Bab 3 Caius Vil
4 Bab 4 Asha dan Caius
5 Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6 Bab 6 Teramat sopan
7 Bab 7 Edelstein
8 Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9 Bab 9 Menginap
10 Bab 10 Anak kecil
11 Bab 11 Menara sihir
12 Bab 12 Dirindukan
13 Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14 Bab 14 Dansa pertama
15 Bab 15 Gadis pelayan
16 Bab 16 Mimpi itu
17 Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18 Bab 18 Edelweiss
19 Bab 19 Negeri timur tengah
20 Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21 Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22 Bab 22 Hanya sebatas kertas
23 Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24 Bab 24 Negeri timur tengah
25 Bab 25 Afsanur Seyyal
26 Bab 26 Firasat buruk
27 Bab 27 Dia akan menyukai aku
28 Bab 28 Ehan dan Edel
29 Bab 29 Kamu tidak sadar
30 Bab 30 Pulang ke rumah
31 Bab 31 Pasangan
32 Bab 32 Lupakan segalanya
33 Bab 33 Bercerita
34 Bab 34 Akademi
35 Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36 Bab 36 Monster
37 Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38 Bab 38 Penyesalan
39 Bab 39 Penyelidikan
40 Bab 40 Putri keluarga Baron
41 Bab 41 Cermin
42 Bab 42 Penjara bawah tanah
43 Bab 43 Tidak layak di atas
44 Bab 44 Sosok yang di sesali
45 Bab 45 Tanpa aku sadari
46 Bab 46 Qi Lin
47 Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48 Bab 48 Persidangan
49 Bab 49 Di Istana atau keluar
50 Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51 Bab 51 Kunjungan
52 Bab 52 Kembali berteman?
53 Bab 53 Maaf
54 Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55 Bab 55 Calon menantu
56 Bab 56 Koki jujur
57 Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58 Bab 58 Tertidur karena menunggu
59 Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60 Bab 60 chapter special 1
61 Bab 62 Chapter special 2
62 Bab 63 Chapter special 3
63 Bab 64 Chapter special 4
64 Bab 65 Chapter special 5
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Reinkarnasi
2
Bab 2 Pertunangan
3
Bab 3 Caius Vil
4
Bab 4 Asha dan Caius
5
Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6
Bab 6 Teramat sopan
7
Bab 7 Edelstein
8
Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9
Bab 9 Menginap
10
Bab 10 Anak kecil
11
Bab 11 Menara sihir
12
Bab 12 Dirindukan
13
Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14
Bab 14 Dansa pertama
15
Bab 15 Gadis pelayan
16
Bab 16 Mimpi itu
17
Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18
Bab 18 Edelweiss
19
Bab 19 Negeri timur tengah
20
Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21
Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22
Bab 22 Hanya sebatas kertas
23
Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24
Bab 24 Negeri timur tengah
25
Bab 25 Afsanur Seyyal
26
Bab 26 Firasat buruk
27
Bab 27 Dia akan menyukai aku
28
Bab 28 Ehan dan Edel
29
Bab 29 Kamu tidak sadar
30
Bab 30 Pulang ke rumah
31
Bab 31 Pasangan
32
Bab 32 Lupakan segalanya
33
Bab 33 Bercerita
34
Bab 34 Akademi
35
Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36
Bab 36 Monster
37
Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38
Bab 38 Penyesalan
39
Bab 39 Penyelidikan
40
Bab 40 Putri keluarga Baron
41
Bab 41 Cermin
42
Bab 42 Penjara bawah tanah
43
Bab 43 Tidak layak di atas
44
Bab 44 Sosok yang di sesali
45
Bab 45 Tanpa aku sadari
46
Bab 46 Qi Lin
47
Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48
Bab 48 Persidangan
49
Bab 49 Di Istana atau keluar
50
Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51
Bab 51 Kunjungan
52
Bab 52 Kembali berteman?
53
Bab 53 Maaf
54
Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55
Bab 55 Calon menantu
56
Bab 56 Koki jujur
57
Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58
Bab 58 Tertidur karena menunggu
59
Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60
Bab 60 chapter special 1
61
Bab 62 Chapter special 2
62
Bab 63 Chapter special 3
63
Bab 64 Chapter special 4
64
Bab 65 Chapter special 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!