Pesta besar yang diadakan oleh kerajaan begitu meriah dan mewah. Seluruh bangsawan yang mencari relasi dan faksi berkumpul di satu ruangan, untuk melihat sosok yang layak untuk mereka ajak kerja sama, walaupun tujuan dari pesta ini untuk merayakan pesta ulang tahun seorang pangeran.
Asha dan teman-temannya yang berada di sudut ruangan, menantikan kesempatan untuk mengantri memberikan hadiah kepada pangeran tapi tanpa di duga antrian itu telah sangat panjang hingga mereka memutuskan untuk mengambil saat-saat terakhir antrian untuk memberikan hadiah kepada pangeran kerajaan. Sampai beberapa jam kemudian antrian itu tidak kunjung menjadi pendek.
"Ini sudah berjam-jam terlewat,"
"Apakah perlu kata-kata manis hanya untuk memberikan hadiah? Apa dia tidak tau kalau kita juga masih menunggu saat ini," ucap Grace dengan tatapan kesal ke arah antrian yang sama panjangnya seperti di awal
"Hah..."
"Namanya juga hubungan politik,"
"Wajar saja untuk mereka berkata-kata manis seperti itu," ucap Ian dengan gelengan kepala pelan karena merasa lelah dengan lamanya acara yang berlangsung.
Mereka berlima memutuskan untuk makan makanan yang ada di pesta karena merasa akan seperti orang bodoh jika mereka menantikan antrian panjang itu selesai. Setelah merasa antriannya tidak panjang mereka berbaris di belakang beberapa orang yang tersisa, Asha menempatkan dirinya paling belakang karena tidak tau harus mengucapkan apa, Jadinya dia memilih paling terakhir untuk menyerahkan hadiah.
Terlihat sekarang adalah giliran Grace kemudian adalah gilirannya, Asha yang hampir tidak pernah bertemu dengan keluarga kerajaan sejak kecil menggunakan berbagai alasan hanya karena malas, tentu saja gemetaran rasanya ketika di minta untuk menghadap. Tapi walaupun gemetaran, dia saat ini adalah seorang Edelstein yang harus tegas dan elegan yang membuatnya memikirkan berbagai hal yang menyenangkan supaya bisa lebih santai.
Tidak lama kemudian namanya di panggil untuk maju dan memberikan hadiah, hormatnya yang dilakukan dengan baik tetapi gemetarnya dia saat matanya bertatapan dengan sang raja dan ratu, hal ini membuat hadiah yang dia harus berikan hampir jatuh ke lantai tetapi untungnya tidak jadi jatuh karena di tangkap oleh seorang laki-laki berkacamata dan suara yang tidak asing.
"Untung saja tidak jatuh ya," ucap laki-laki itu dengan senyuman lembut ke arah Asha yang menatap lurus laki-laki yang ada di depannya, hal ini tentu membuatnya terkejut karena sosok laki-laki yang dia kenal berada di dekat dengan kursi raja dan ratu
"Yang mulia, anda bisakah tidak berjalan tiba-tiba untuk menangkap sebuah kotak hadiah," ucap seorang laki-laki di sebelahnya dengan tatapan khawatir
"Asha, sudah lama tidak bertemu denganmu," ucap laki-laki berkacamata itu dengan lembut
"Edel, apakah kamu dekat dengan putri keluarga Duke Edelstein?" tanya sang ratu dengan tatapan penasaran
"Kami bisa dibilang cukup dekat karena kami berdua bertemu di menara sihir," ucap sang pangeran dengan senyuman ke arah Asha
Asha menjadi berpikir sifatnya dan caranya berbicara selama ini tidak memiliki sopan santun, bagaimana bisa kepalanya dan keluarganya tidak dipenggal tapi bukan berarti Asha merasa tidak bersyukur karena keadaan ini. Dia hanya merasa kalau ini bukankah dia terlalu semena-mena kepada salah seorang anggota keluarga kerajaan.
"Yang mulia, sepertinya saya sudah cukup untuk memberikan salam,"
"Bisakah anda mengizinkan saya kembali kepada teman-teman saya?" ucap Asha dengan senyuman kaku karena merasa ingin cepat-cepat pergi dari situasi yang dialaminya saat ini
"Sebelum pergi,"
"Bagaimana kalau berdansa satu lagu denganku, karena hari ini adalah ulang tahunku," ucap sang pangeran dengan berlutut dan mencium punggung tangan Asha yang membuat semua orang menjadikannya pusat perhatian
Terlihat Asha di tatap oleh kedua pemilik kerajaan dan banyak mata di pesta, jika dia menolaknya maka dia bisa dianggap sebagai orang yang menghina keluarga kerajaan. Tapi jika dia menerima, dia menjadi tidak tenang dengan semua kenangan buruk yang dia lakukan kepada anggota keluarga kerajaan.
"Baiklah, saya akan menerimanya," ucap Asha yang meraih uluran tangan dari sang pangeran
Asha dan pangeran berdansa di tengah ruang dansa, yang mampu membuat semua perempuan merasa iri dengan Asha yang bisa dengan mudah menjadi pasangan dansa seorang pangeran. Dan bagi semua perempuan itu mungkin bisa menjadi sekali seumur hidup, karena sulitnya untuk bisa berdansa dengan orang yang menjadi calon pemilik negeri ini.
Tidak jauh dari tengah aula terlihat para calon pewaris keluarga Duke mereka terkejut karena Asha yang dekat dengan seorang pangeran dari keluarga kerajaan, ditambah lagi itu adalah pangeran yang tidak pernah menunjukkan wajahnya di depan banyak orang.
"Aku akan bertanya kepada Asha nanti seperti apa pertemuannya dengan pangeran kerajaan kita karena seharusnya itu sangat-sangat sulit di temui,"
"Aku yakin tidak mungkin itu karena Asha adalah orang terakhir yang memberikan hadiah karena mereka berbicara terlihat ak-"
"Aku rasa mereka hanya sebatas teman saja,"
"Aku juga yakin dia menerima dansa dari pangeran karena formalitas, benarkan Dain?" ucap Ian yang langsung menutup mulut Grace karena merasakan kalau aura membunuh yang pekat begitu dirasakan olehnya
Ucapan dari Ian kemudian di jawab dengan anggukan setuju oleh Dain, karena cukup paham dengan situasi yang begitu panas. Apalagi jika Grace dibiarkan berbicara maka pembicaraan ini akan membuat laki-laki itu semakin panas.
"Asha, terima kasih telah ingin berdansa denganku,"
"Aku harap pertemuan kita selanjutnya akan membuat dirimu menjadi lebih santai," ucap pangeran dengan tatapan rindu, yang kemudian mencium punggung tangan milik Asha karena lagu dansa telah selesai
Sebuah perasaan familiar yang dirasakan oleh Asha kepada laki-laki itu tapi dia tidak bisa mengingatnya selain posisi laki-laki itu sebagai seorang master menara penyihir. Setelah dansanya berakhir Asha langsung menemui teman-temannya yang berada tidak jauh dari lokasi dansanya.
Grace yang penasaran dengan cepat menanyakan segala hal tanpa berhenti seperti seorang wartawan yang penasaran dengan skandal seorang artis. Dain dan Ian berusaha menenangkan orang yang sedang menampakkan aura membunuh, karena takutnya kalau itu akan menjadi pesta yang penuh dengan darah, apalagi jika orang yang akan dibunuh olehnya adalah seorang pangeran orang yang akan menjadi penguasa kerajaan selanjutnya.
"Ehan, kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?"
"Apakah kamu sakit? Bagaimana kalau kita sekarang pergi ke taman kerajaan untuk mencari udara segar?" tanya Asha dengan tatapan khawatir ke arah Ehan yang sebenarnya sejak tadi mengeluarkan aura yang ingin membunuh, tapi setelah mendengarkan ucapan dari Asha laki-laki itu tiba-tiba saja berubah menjadi jinak dan sangat mudah di ajak berbicara, kemudian Asha dan teman-temannya pergi ke taman.
"Asha, aku akan pastikan kali ini kamu akan berhak mendapatkan kebahagiaan,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments