Musuh atau teman begitu terlihat dari balik kipas-kipas atau tatapan dingin yang di tunjukkan oleh para bangsawan kepada mereka yang masih muda, mereka berlima memasuki ruangan dengan menggunakan aura sihir mereka dengan kesan mereka tidak mudah ditindas oleh siapa pun di ruangan. Ketika mereka sampai di tengah ruangan tempat Duke Aelfraed berada di ruangan, mereka dengan serentak memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada sang Duke dan pergi ke sudut ruangan tempat awal mereka bertemu, terlihat mereka berlima sudah saling asyik terhadap pembicaraan sampai beberapa perempuan berjalan ke arah mereka.
"Saya memberikan hormat kepada para calon Duke,"
"Apakah kami boleh bergabung dengan anda sekalian?" tanya seorang gadis yang mewakili mereka dengan penuh senyuman lembut
Grace hanya saling menatap semua Duke satu sama lain terlihat kalau mereka semua tidak ingin ada orang yang masuk ke dalam lingkaran pertemanan mereka, tetapi banyak mata yang memperhatikan kegiatan yang mereka lakukan saat ini dengan terpaksa mereka menyetujui keinginan para segerombolan perempuan itu walaupun tidak senang.
"Kamu berterima kasih kepada para keluarga Duke telah mengizinkan kami untuk bergabung ke dalam pembicaraan," ucap salah seorang dari mereka untuk mewakili
Tanpa berpikir lama, para Duke menganggap seolah-olah para perempuan itu tidak ada di tempat dengan berbicara mengenai masa kecil mereka berlima. Tentu tidak akan ada kesempatan untuk para perempuan itu berbicara atau melakukan gosip omong kosong, mereka pun tidak mungkin berani menyela ucapan para calon pewaris keluarga duke karena mereka tau hukuman itu bisa berbagai macam jika mereka melewati batas itu.
Karena para pewaris Duke telah kehabisan topik, mereka memutuskan untuk makan makanan camilan yang tersedia di atas meja mereka, dari mulai kue sampai permen-permen yang manis.
"Aku ingat-ingat kalau tidak salah nona Edelstein telah memiliki tunangan dan menolak pertunangan Dengan Duke Aelfraed,"
"Apakah anda menolak Duke karena tunangan anda memiliki harta dan kekuasaan yang lebih banyak dibandingkan dengan duke Aelfraed?" ucap perempuan itu dengan tatapan polos dan nada menyindir ke arah Asha, tentu saja ucapan tajam ini membuat mereka semua geram kecuali Asha dan Ehan karena dia merupakan tunangan dari Asha dengan identitas lain.
Asha tidak mengetahuinya tapi Ehan mengetahuinya merasa kalau dia sedang dipandang rendah oleh orang lain, tapi siapa yang menyangka Asha yang diam dan seolah-olah berkepala dingin mengeluarkan kipasnya dan menutup seperti para nona bangsawan.
"Nona, sepertinya ucapan anda sangat sopan ya,"
"Karena teramat sopan aku sampai berpikir kalau ucapanmu sudah tidak melakukan penyaringan saat berbicara kepada para calon pewaris keluarga Duke,"
"Apakah nona adalah orang tua saya yang mempermasalahkan pertunangan saya? Atau nona adalah orang yang membesarkan saya?"
"Saya rasa ucapan yang sangat sopan itu, seharusnya layak mendapatkan hadiah bukan?" ucap Asha dengan tatapan dingin sambil berjalan ke arah perempuan itu
Terlihat ekspresi perempuan itu menjadi ketakutan ketika Asha semakin dekat jaraknya dengan perempuan itu.
"Kamu tau aku dengar baru-baru ini keluargamu mendapatkan investasi dari salah satu pengikut keluarga Duke Edelstein,"
"Bagaimana ya kalau aku meminta mereka untuk menarik investasi itu?" ucap Asha di telinga perempuan itu hingga membuat kaki perempuan itu menjadi lemas dan terduduk di lantai
Setelah Asha berbicara, dia langsung meninggalkan aula pesta di ikuti oleh teman-temannya kecuali Ehan yang terlihat seperti ingin berbisik kepada perempuan itu, setelah selesai Ehan meninggalkan perempuan itu tidak memerlukan waktu lama perempuan itu langsung menjadi seperti orang gila ketika dia keluar. Dari situ terjadilah sebuah rumor beredar di berbagai kalangan kalau mereka tidak ingin hal buruk terjadi maka jangan pernah mendekati para calon pewaris keluarga Duke karena itu adalah awal dari penderitaan.
Di luar ruangan aula, Grace terus memeluk Asha karena khawatir, kalau Asha memikirkan ucapan gadis yang tidak punya penyaringan ucapan.
"Grace, aku tidak bisa bergerak kalau kamu memelukku,"
"Dan aku baik-baik saja,"
"Karena alasanku menolak Ehan juga aku yakin kalau Ehan pasti memiliki perempuan yang dicintainya,"
"Jadi itu alasanku menolak pertunangan yang aku yakin pasti bukan kamu yang menulisnya bukan Ehan?" ucap Asha membuat langkah Ehan terhenti dan kepala tertunduk merasa sakit di dadanya seolah-olah dia tertolak secara tidak langsung, tapi walaupun begitu tidak bisa juga di ucapkan oleh Ehan
"Asha, siapa tunanganmu kalau boleh kami tau?"
"Dan seperti apa orangnya?" tanya Grace dengan tatapan penasaran dan berbinar-binar ke arah Asha
"Tunanganku hanya seorang yang berasal dari keluarga pedagang biasa,"
"Dia orang yang lembut, perhatian, baik, pekerja keras dan selalu peka terhadap situasi ditambah lagi dia orang yang tampan,"
"Kalau dibandingkan denganku yang hanya memiliki gelar pewaris keluarga, dia laki-laki yang hebat,"
"Rasanya sangat beruntung bisa menjadi tunangannya," ucap Asha dengan senyuman lembut
Pembicaraan Asha tentu terdengar sampai ke telinga milik laki-laki di belakang tersenyum, Asha dan Grace tidak memahami apalagi melihat ke arah laki-laki berada di belakang. Tapi kedua teman Ehan sepertinya merasa ada yang aneh dengan Ehan yang bukan dirinya di puji tapi tetap tersenyum.
Karena kurangnya bukti yang mendukung, mereka hanya menganggapnya hal biasa saja. Tanpa mereka tau kalau Ehan yang dipuji secara tidak langsung.
"Asha, besok kenalkan kami laki-laki yang kamu ajak bertunangan itu,"
"Karena artinya dia harus melihat seberapa hebat laki-laki yang kamu ajak bertunangan itu," ucap Dain dengan seringai yang membuat Asha tau kalau dia ingin membicarakan masalah uang, hanya bisa menatapnya dengan tatapan dingin
"Baiklah, aku akan bertanya kepada dia dulu,"
"Karena bagaimanapun aku ingin menyesuaikan waktu sibuknya dengan jadwal kita semua," ucap Asha yang mengangguk setuju setelah berpikir sejenak
Beberapa jam kemudian akhirnya Asha kembali ke mansion dengan kelelahan, walaupun dia harus pulang sendirian karena kedua orang tuanya saling mengatakan tidak bisa terpisahkan satu sama lain, Asha mau tidak mau juga menuruti keinginan orang tuanya yang begitu erat rasa cintanya untuk pulang sendirian.
Semua pelayan membantu Asha bersiap-siap untuk tidur, ketika selesai dan ingin masuk ke kamarnya Asha merasakan ada yang aneh di kamarnya. Terdengar suara angin masuk ke dalam kamarnya sedangkan seingatnya tidak pernah ada pelayan yang membuka pintu yang menuju balkon tanpa ada Asha berada di dalam mansion, dengan siaga Asha mempersiapkan belati di belakang tubuhnya supaya bisa dengan mudah dia membunuh orang yang masuk ke dalam kamarnya. Dibukanya pintu itu secara perlahan-lahan dan waspada di kamar yang gelap, tapi tidak terlihat ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya sampai dia mengecek ke arah balkon, akan tetapi inderanya yang sensitif membuat Asha tidak mudah percaya dengan situasi yang begitu terlihat kosong. Merasakan ada sosok laki-laki berdiri di belakangnya membuat dirinya refleks dengan cepat menodongkan pisau belati ke arah leher laki-laki, namun hampir sedetik pisau belati itu sampai di leher milik laki-laki itu tangan Asha di tangkap dengan santai olehnya.
"Sudah aku duga kalau rembulanku adalah orang yang memiliki refleks yang cepat ya,"
"Tapi daripada membunuhku bukankah kamu memelukku,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments