Banyak hal yang janggal dan aneh menurut Asha di dalam novel ini walaupun dia mengetahui ceritanya, karena dia tidak pernah membaca dan menulis adanya pangeran yang muncul dan menyatakan perasaan kepada Asha di novel itu, ditambah lagi karakter pemeran utama yang sangat-sangat sempurna hingga tidak memiliki celah membuatnya merasa aneh.
"Asha, aku sedang berbicara denganmu tapi kenapa kamu yang asik sendiri dengan pemikiranmu," ucap Grace sambil melambaikan tangannya di depan wajah Asha yang terlarut dalam lamunan
"Maafkan aku,"
"Aku jadinya juga ikut berpikir, apakah ada orang yang tidak pernah emosian," ucap Asha dengan senyuman kaku karena dia merasa sedikit bersalah berpikir di luar dari topik pembicaraan
"Humm..."
"Lebih baik nanti saja kita bicarakan lagi masalah itu, karena makanannya sudah sampai," ucap Grace yang mengalihkan pembicaraan ketika melihat makan siang mereka telah sampai
Setelah selesai makan siang, Asha memutuskan untuk langsung pulang dengan alasan dia ingin beristirahat karena lelah, walaupun alasan sebenarnya dia tidak memiliki stamina yang kuat untuk menemani Grace yang begitu lincah kesana kemari.
Sesampainya di mansion terlihat para pelayan sangat sibuk lebih dari biasanya membuatnya kebingungan, tamu penting seperti apa yang akan datang ke mansion milik keluarganya. Padahal dirinya baru saja pulang dari alun-alun kota, dan tidak memiliki waktu untuk bersiap.
"Karl, siapa tamu penting yang akan datang ke mansion hingga membuat pelayan begitu sibuk dan terburu-buru?" tanya Asha yang menoleh ke arah pengawalnya hanya di jawab dengan gelengan tidak tau
"Nona, akhirnya anda pulang,"
"Yang Mulia Pangeran datang ke mansion dan sekarang beliau sedang menunggu di ruang tamu,"
"Tuan dan nyonya tidak berada di mansion, kami juga telah mengatakan kalau nona tidak sedang berada di mansion, tetapi yang mulia tetap bersikeras untuk masuk jadi kami tidak bisa menolaknya," ucap pelayan itu dengan tatapan ingin menangis tapi di tahan, membuat Asha menjadi sakit kepala dengan kelakuan pangeran yang seenak jidatnya masuk ke dalam mansion milik keluarganya seperti rumah sendiri
Di ruang tamu, terlihat sang pangeran menikmati tehnya dengan santai di ruangan yang besar itu. pintu besar ruangan itu, tidak lama kemudian terbuka dengan sosok Asha yang dengan tatapan lelah.
"Kenapa anda tidak datang mengabari saya dulu yang mulia?"
"Apakah menurut anda bagus kalau pemilik rumahnya tidak ada di rumah dan anda memaksa para pelayan rumah itu untuk menjamu anda?" ucap Asha dengan nada yang kesal tapi senyuman yang terpaksa ke arah laki-laki di depannya
Tapi sang pangeran hanya tersenyum dan melanjutkan minum tehnya dengan santai seperti menganggap ucapan Asha adalah angin yang lewat.
"Apakah kamu mendengarkan ucapan saya yang mulia?" ucap Asha dengan lantang kali ini karena merasa terabaikan oleh laki-laki di depannya, tapi sang pangeran itu malah meminta tolong kepada pelayan untuk menambahkan gula lagi
Asha yang kesabarannya sudah berada di ujung dan emosi karena dia lelah, sampai mau mengeluarkan pedangnya yang tidak jauh darinya tapi dicegah oleh pengawalnya untuk tidak bertindak sembrono seperti ayam yang baru keluar dari kandang ayam.
"Baiklah, sepertinya sudah saatnya kita berdua berbicara,"
"Asha, pertama-tama kamu tidak perlu terlalu sopan kepadaku seperti di kerajaan karena saat ini aku datang bukan dengan nama pangeran dari keluarga kerajaan jadi tolong panggil aku Edelweiss atau Edel,"
"Kedua aku ingin menyampaikan kalau aku sudah berhenti menjadi salah satu penyihir di menara sihir karena aku sudah cukup umur untuk melakukan pekerjaan kerajaan saat ini,"
"Jadi orang yang kamu sponsori saat ini tidak lagi berada di pengawasanku,"
"Dan alasan ku kemari hanya untuk memberi tau dirimu itu," ucap Edel dengan senyuman polos tanpa perasaan bersalah sedikitpun atas perilakunya yang menerobos masuk dan bersikap seenaknya
Tidak lama dari pembicaraan itu, seorang pelayan datang kembali membawakan gula yang diminta. Setelah itu pembicaraan santai antara keduanya terjadi hingga tidak sadar kalau sudah sore hari tiba.
"Asha, aku akan kembali sekarang ke istana,"
"Dan kita mungkin akan bisa lebih sering bertemu mulai saat ini," ucap Edel yang sambil beranjak berdiri dari kursi panjang itu diikuti oleh Asha yang harus menemani tamu keluar dari ruangan, tapi sebelum dia berhasil berdiri dia menginjak gaunnya sendiri dan hampir terjatuh tetapi di tangkap oleh Edel
Akan tetapi jarak bibir keduanya yang hanya menyisihkan jarak tiga centimeter, membuat wajah salah satunya menjadi panas dan secara tenang Edel membenarkan posisi berdiri Asha. Kemudian dengan cepat berjalan keluar dengan wajah yang merah, Asha yang tidak mengerti dengan situasi barusan alasan kenapa wajahnya Edel menjadi merah dan pergi keluar mansion dengan cepat hanya terdiam mematung
Asha kemudian memutuskan untuk pergi ke arah kamarnya karena merasa tidak perlu mengantarkan Edel lagi sebab dia telah berlari begitu cepat dan mungkin telah sampai di keretanya. Asha sempat berpikir kalau Edel sampai sakit maka keluarga mungkin akan disalahkan atas masalah ini jadi dia memutuskan untuk menulis sebuah surat permintaan maaf dan meminta pelayan untuk mengambil beberapa obat, karena dia akan mengirimkannya ke istana kerajaan.
Setelah selesai melakukan semua yang ingin dia bereskan, Asha merebahkan dirinya di atas kasur dan memikirkan apa yang akan dia lakukan kedepannya terhadap pertunangan kontraknya kedepannya. Karena setiap orang yang memiliki bakat dan uang biasanya akan masuk ke dalam akademi untuk pendidikan sedangkan dirinya telah lulus lebih awal.
"Semuanya sebentar lagi akan berangkat ke akademi dan cerita percintaan ini akan benar-benar tumbuh kepada Ehan dan orang yang dia cintai,"
"Kemudian aku bisa mewarisi posisi kepala keluarga dengan tenang," ucap Asha yang memandang langit-langit kamarnya
"Tapi sebelum itu terjadi dimasa orang-orang menghabiskan waktunya di akademi, lebih baik aku melakukan apa ya," ucap Asha yang kemudian menggulingkan dirinya di atas kasur karena memikirkan masa kanak-kanak yang harusnya di terimanya saat kecil saat ini baru bisa dia lakukan
Terpikir oleh Asha untuk pergi ke negeri timur yang memiliki mansion keluarganya karena melakukan perdagangan dengan orang timur. Tapi untuk pergi ke sana dia akan berhadapan dengan para bandit yang sangat kejam dan sulit untuk dikalahkan, karena itu adalah wilayah yang bagus untuk mencari mangsa bagi para bandit itu, kemungkinan orang tuanya mengizinkan akan sangat kecil.
Kemudian terpikirkan lagi olehnya bahwa kerajaan membutuhkan seorang duta untuk pergi ke wilayah timur tengah, dia mungkin akan mendapatkan izin yang mudah dari kedua orang tuanya karena itu adalah permintaan dari raja.
"Dari semuanya sepertinya memang timur tengah adalah wilayah yang paling tepat untuk berjalan-jalan saat ini,"
"Saatnya menulis surat untuk yang mulia raja,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments