Asha dan Grace merasa aneh kenapa kedua orang laki-laki yang biasanya sering menghujat dan berbicara blak-blakan menjadi diam saat ini di depan Caius.
"Tidak biasanya kalian diam-diam, biasanya kalian suka berbicara blak-blakan," ucap Grace dengan tatapan tajam ke arah kiri dan kanannya, tapi keduanya menggelengkan kepala secara bersamaan
Hanya Grace dan Asha yang asik dalam pembicaraan sedangkan ketiga laki-laki itu tidak banyak berbicara, sampai Asha di ajak oleh Caius untuk keliling kota, Asha memandang ke arah ketiga yang mengisyaratkan kalau teman-teman tidak mungkin bisa di tinggalkan tapi ketiganya dengan kompak mengisyaratkan pergi saja, karena mereka sudah terbiasa bertindak seenaknya dirumah teman yang dikatakan anggap saja rumah sendiri.
Ketika Asha dan Caius keluar dari mansion, kiri dan kanan Grace baru menghela nafas panjang karena lega.
"Jadi apa yang terjadi kepada kalian berdua hingga sampai diam seperti itu?" tanya Grace dengan tatapan kebingungan ke arah kiri dan kanannya
"Aku tau tingkat kesadaranmu rendah oleh karena itu harus kamu ketahui, orang yang bertunangan dengan Asha adalah orang yang tidak ingin hadir hari ini ke mansion Edelstein walaupun kita menyeretnya," ucap Ian dengan tatapan suramnya karena tidak menduga yang terjadi
"Kamu tidak bercanda kan?"
"Dain, katakan kalau yang dikatakan oleh Ian adalah kebohongan,"
"Laki-laki itu selalu bermuka datar di hadapan kita semua bagaimana bisa dia sangat ingin bertunangan dengan Asha yang begitu imut?" ucap Grace dengan tatapan tidak percaya tapi ketika Grace mengingat-ingat kembali kejadian di pesta, dia akhirnya sadar kenapa laki-laki itu pernah tersenyum pada saat Asha membicarakan tunangannya yang perhatian
"Kalau begitu hanya Asha saja yang tidak sadar kalau Ehan adalah tunangannya?" tanya Grace dengan mata terbelalak karena baru mengerti
Ian dan Dain mengetahui kalau Ehan adalah tunangan Asha karena pada saat mereka masih berumur empat belas tahun mereka pergi ke festival secara diam-diam tanpa membawa pengawal untuk mengawal mereka, dan itu yang membuat mereka jadi harus menyamar tapi pada saat itu Asha mendadak demam jadinya dia tidak bisa ikut ke dalam festival yang di adakan, Grace pada saat itu hanya ikut setengah acara dari festival yang berlangsung karena setelah itu dia tertangkap oleh pelayan keluarganya pada saat berpisah dengan kedua orang itu. Pelayan keluarganya tau kalau Grace ada di festival karena Asha yang bergumam saat demam tinggi, tentu ini membuat para pemimpin kepala keluarga mencari keempat anaknya, tapi karena Grace khawatir dengan keadaan Asha yang sedang sakit dia memutuskan untuk menginap di mansion milik keluarga Asha supaya besok paginya dia bisa melihat kondisi keadaan Asha yang sakit.
Disisi lain Asha kini sedang berjalan berduaan di alun-alun bersama dengan Ehan, terlihat keduanya tidak saling berbicara karena bingung ingin berbicara apa dalam perjalanan, sampai Asha mendengarkan suara anak kecil bertengkar yang membuatnya langsung berjalan ke asal suara, walaupun tempatnya berada di gang yang sepi dan sempit dimana biasanya para perampok atau anak-anak jalanan yang tinggal.
"Asha, kamu tau kan kalau ini adalah tempat yang berbahaya?"
"Jadi, jangan mencoba-coba berjalan ke arah sana," ucap Caius sambil menggenggam pergelangan tangan milik Asha dengan erat supaya Asha tidak berjalan ke arah sana, tetapi Asha adalah orang yang lemah hatinya kepada anak kecil tentu dia tidak akan tega mendengarkan asal suara itu
"Aku tau itu tempat yang berbahaya tetapi aku ingin tau apa yang terjadi di sana,"
"Dan juga aku bisa melindungi diriku sendiri jadi jangan khawatir jika kamu tidak ingin menemaniku ke tempat itu," ucap Asha dengan gelengan pelan tidak setuju kepada Ehan
Entah karena Ehan sayang atau tidak ingin di benci oleh Asha, dia membiarkan Asha berjalan ke lorong itu dengan dirinya yang menjaganya di belakang. Terlihat di setiap mereka melewati lorong itu ada banyak orang-orang berpakaian compang-camping, orang-orang yang lemas menahan lapar, dan orang-orang yang berteriak-teriak tentang masalah mereka untuk bertahan hidup di hari itu. Miris rasanya bagi Asha yang melihat kejadian ini tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa walaupun dia berasal dari keluarga Duke karena jika dia membantu satu orang maka dia harus membantu semua orang yang berada di sana. Belum pasti kalau mereka akan berterimakasih atas pemberian yang diberikan oleh keluarga Duke, karena sebagian dari mereka adalah orang-orang yang mungkin tidak akan puas kepada hal kecil.
Terlihat anak kecil itu di pukuli oleh segerombolan anak-anak yang berada di depannya terlihat mereka saling memukul. Asha menyadari kalau laki-laki yang dipukuli itu tidak asing, dengan seseorang langsung menghentikan pertengkaran itu tapi tidak lama kemudian anak laki-laki itu pingsan.
"Hentikan, pertengkaran ini,"
"Dan kalian yang memukul anak ini segera tinggalkan tempat ini atau nyawa kalian juga akan hilang," ucap Asha dengan tatapan mengancam karena kalau tidak dia akan dianggap sebagai mangsa yang empuk oleh orang-orang yang berada di gang kecil itu
"Caius, gendong anak itu dan ingat jangan sampai dia tergores,"
"Aku menginginkan setiap tubuhnya mulus untuk di jual ke tempat perbudakan," ucap Asha dengan tatapan dingin membuat Caius terkejut tapi dia mengerti situasinya saat ini hingga dia mengikuti saja apa yang di inginkan oleh Asha
Sampai mereka keluar dari gang kecil itu, tidak seorangpun yang berani berbuat sesuatu kepada mereka. Ketika telah jauh dari gang kecil itu, Asha bisa bernafas dengan lega karena dia harus berusaha menjadi seperti orang yang haus darah jika di sedikit saja di tabrak.
"Caius, kita kembali ke mansion ya?" ucap Asha dengan senyuman lelah, walaupun belum terlihat mereka berdua bersenang-senang di sana di alun-alun
Caius yang mengerti dengan keadaan Asha yang lelah hanya mengangguk mengerti dan keduanya pulang ke mansion dengan seorang anak. Disana ada Grace yang menyambut keduanya, tapi tiba-tiba melihat anak itu Grace menjadi menatap curiga kepada keduanya.
"Kalian tidak mungkin punya anak duluan bukan? Dan menyembunyikannya selama bertahun-tahun," ucap Grace dengan tatapan curiga yang kemudian di getok kepalanya oleh Dain karena bersikap yang aneh-aneh
"Mana mungkin ada hal yang seperti itu,"
"Kalau memang itu anak mereka berdua, Asha dan tunangannya tidak mungkin membawa anaknya dengan keadaan kotor dan penuh dengan luka begitu,"
"Setidaknya dengan pakaian yang bagus dan rapi,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments