Bab 16 Mimpi itu

Asha merasa bingung ingin memulai darimana menjawab semua pertanyaan dari Caius karena dia di berikan pertanyaan secara beruntun. Tapi Asha tidak merasa heran jika informasi sangat cepat sampai ke telinga tunangannya karena dia adalah orang yang berasal dari perdagangan informasi yang berarti dia bisa mendapatkan informasi secepat yang dia inginkan.

"Jadi, Asha bisa jelaskan semuanya?"

"Jika kamu berpikir aku akan menjual informasinya kepada orang lain,"

"Aku bisa membuat kontrak denganmu supaya kamu percaya denganmu," ucap Caius dengan tatapan serius

Asha tidak percaya kalau Caius akan begitu khawatir dengan dirinya yang hanya merupakan seorang tunangan kontrak.

"Baiklah, aku percaya denganmu,"

"Aku akan menjawab semua pertanyaan yang kamu tanyakan," ucap Asha dengan helaan nafas panjang karena melihat tatapan yang khawatir itu dari mata Caius yang begitu tulus

"Jadi aku dengan yang mulia pangeran hanya berteman dan partner bisnis,"

"Dia berdansa denganku karena dia tidak memiliki partner dan juga aku hanya memenuhi keinginannya karena dia berulang tahun," ucap Asha dengan senyuman tipis ke arah tunangannya

Asha merasa kalau dia seperti orang yang baru ketahuan berselingkuh padahal dia tidak ada hubungan khusus sama sekali dengan pangeran kerajaan.

"Baiklah, aku percaya kepadamu,"

"Asha, ingat kita adalah tunangan jadi jangan alihkan perhatianmu kepada orang lain,"

"Aku sekarang harus pergi dulu karena masih ada pekerjaan yang aku urus,' ucap Caius yang kemudian mengecup kening Asha dan pergi meninggalkannya dengan telinga yang memerah

Karena sudah larut, Asha memutuskan untuk tidur kalau tidak dia akan sulit untuk dibangunkan dan akan dibangunkan oleh hal-hal buruk contohnya Grace.

"Apakah kamu tidak pernah satu kali saja menerima perasaanku?"

"Apakah aku semua yang aku lakukan di matamu tidak berarti?" ucap seorang perempuan dengan lantang yang berlutut di hadapan seorang laki-laki dan memohon kepadanya tetapi laki-laki itu dengan mudahnya meninggalkan perempuan yang telah berlutut dan memohon di kakinya demi cinta tanpa mengucapkan sepatah kata pun

Asha yang melihat sosok perempuan yang mirip dengannya tapi lebih dewasa dan laki-laki yang mirip dengan Ehan tapi lebih dewasa di salah satu ruangan milik Edelstein. Dirinya kembali sesak ketika melihat adegan itu, akan tetapi kejadian di depan Asha belum selesai sampai di situ, karena tidak lama kemudian seorang laki-laki berkacamata tidak asing untuknya berjalan ke arah perempuan yang telah berlutut menangisi kepergian sosok laki-laki yang sama sekali tidak peduli dengannya.

Sosok laki-laki itu adalah seorang pangeran dan juga teman bisnisnya saat ini, laki-laki itu berlutut di depan perempuan itu.

"Asha, kenapa kamu masih mengharapkan dirinya?"

"Jika dia telah tidak mencintai dirimu, biarkan aku yang menggantikan dirinya untuk menemanimu,"

"Aku akan memastikan tidak akan membuat dirimu merasa kesakitan seperti saat ini kamu rasakan,"

"Karena aku mencintaimu," ucap laki-laki itu dengan tatapan cinta yang tulus kepada sosok perempuan di depannya, tetapi itu dijawab dengan gelengan kepala

"Edel, kamu adalah seorang pewaris kerajaan ini, jangan buat keluargamu kecewa denganmu,"

"Jadi aku harap kamu melupakan aku dan mencari sosok yang bisa mencintai dirimu lebih baik dari aku,"

"Dan aku hanya membutuhkan jawaban darinya sampai akhir jika dirinya," ucap sosok gadis itu dengan senyuman pahit dan air mata yang telah mengering menggenggam tangan milik laki-laki berkacamata itu

Asha merasa kalau kisah seorang antagonis di dalam cerita adalah peran yang sangat menyedihkan, tidak pernah sedikitpun dia menerima perasaan cinta dari orang-orang yang dia cintai tapi ketika dia tidak mengharapkan sebuah cinta. Sosok orang yang mencintainya muncul dengan begitu tulus datang.

Asha merasakan sakit seolah-olah dia pernah menjadi bagian dari kisah-kisah masa lalu itu, padahal dia seharusnya baru pertama kali memasuki dunia ini. Tiba-tiba sebuah suara yang memanggilkan namanya membuat dirinya terbangun, yang ternyata semua kisah yang dia lihat itu hanyalah mimpinya.

"Asha apa kamu baik-baik saja? Kamu menangis saat tidur itu membuat ibu menjadi khawatir dengan dirimu," ucap sang ibu dengan tatapan khawatir dan tangan dingin karena putrinya

"Aku tidak apa-apa, aku hanya bermimpi buruk,"

"Tapi untunglah ibu membangunkan aku dari mimpi itu," ucap Asha yang langsung memeluk dengan erat sang ibu untuk menghilangkan perasaan khawatir yang begitu terlihat di wajahnya

Bagi Asha bisa merubah sedikit alur novel ini adalah sebuah kebanggaan untuk dirinya karena dia bisa membuat orang tua Asha yang harusnya mati saat kecelakaan kereta, hidup melawan takdir dengan hidup hingga saat ini.

Asha tidak menceritakan detail mimpi buruk apa yang dia alami hingga seperti itu karena mungkin orang tuanya akan menganggapnya masih belum bangun dari tidur itu. Asha memutuskan untuk benar-benar menolak segala perasaannya kepada orang yang akan membunuh dirinya di masa depan karena dia menganggap itu adalah sebuah perasaan yang terkutuk dan tidak layak untuknya.

Di sisi lain ruang tamu keluarga kerajaan, terlihat tiga orang laki-laki yang duduk saling berhadapan, salah satu dari mereka seperti tidak sabaran untuk berbicara, satunya terlihat bersantai minum teh dan satunya lagi sedang asik memutar-mutar belati yang terlihat tajam.

'Katakan apa maumu sampai mendekati Asha yang mulia?" ucap laki-laki yang tidak sabaran itu dengan tatapan tajam ke arah laki-laki yang sedang bersantai menikmati tehnya

"Jadi kamu sampai buru-buru datang ke istanaku karena menginginkan alasan dariku?"

"Lucu sekali dengan orang yang membuang segalanya hanya untuk sebuah kotak permata peduli dengan sebuah kotak Pandora yang isinya adalah kutukan yang mengerikan,"

"Aku yakin kamu tidak bodoh dengan ucapan yang aku katakan ini,"

"Duke Aelfraed, harus kamu ketahui segala penderitaannya karena dirimu, kamu kembali memutar hanya untuk membuatnya ingat kepada penderitaannya?"

"Apakah tidak bisa saat ini kamu puas dengan satu orang perempuan saja?" ucap sang pangeran dengan tatapan dingin merendahkan ke arah laki-laki yang tidak sabaran itu

Mendengarkan ucapan dari sang pangeran membuat laki-laki tidak sabaran itu sadar dan terdiam kalau orang di depannya juga adalah orang yang memutar roda itu juga, yang artinya segala yang pernah terjadi juga di ingat olehnya.

"Kenapa kamu terdiam Duke? Apakah itu adalah tamparan untuk dirimu karena tidak sadar dengan yang kamu lakukan saat ini?" ucap laki-laki yang memainkan belati itu berhenti dengan seringaian

Entah apa yang dipikirkan oleh Ehan saat berada di ruangan itu, tapi yang pasti kalau dia adalah orang yang konyol karena menjadi pahlawan padahal dirinya yang membuat penderitaan itu.

"Aku harap Duke Aelfraed bisa berpikir dengan kepala dingin,"

Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

memutar kembali? jgn2.....pke sihir membalik wkt!?

2023-04-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Reinkarnasi
2 Bab 2 Pertunangan
3 Bab 3 Caius Vil
4 Bab 4 Asha dan Caius
5 Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6 Bab 6 Teramat sopan
7 Bab 7 Edelstein
8 Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9 Bab 9 Menginap
10 Bab 10 Anak kecil
11 Bab 11 Menara sihir
12 Bab 12 Dirindukan
13 Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14 Bab 14 Dansa pertama
15 Bab 15 Gadis pelayan
16 Bab 16 Mimpi itu
17 Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18 Bab 18 Edelweiss
19 Bab 19 Negeri timur tengah
20 Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21 Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22 Bab 22 Hanya sebatas kertas
23 Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24 Bab 24 Negeri timur tengah
25 Bab 25 Afsanur Seyyal
26 Bab 26 Firasat buruk
27 Bab 27 Dia akan menyukai aku
28 Bab 28 Ehan dan Edel
29 Bab 29 Kamu tidak sadar
30 Bab 30 Pulang ke rumah
31 Bab 31 Pasangan
32 Bab 32 Lupakan segalanya
33 Bab 33 Bercerita
34 Bab 34 Akademi
35 Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36 Bab 36 Monster
37 Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38 Bab 38 Penyesalan
39 Bab 39 Penyelidikan
40 Bab 40 Putri keluarga Baron
41 Bab 41 Cermin
42 Bab 42 Penjara bawah tanah
43 Bab 43 Tidak layak di atas
44 Bab 44 Sosok yang di sesali
45 Bab 45 Tanpa aku sadari
46 Bab 46 Qi Lin
47 Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48 Bab 48 Persidangan
49 Bab 49 Di Istana atau keluar
50 Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51 Bab 51 Kunjungan
52 Bab 52 Kembali berteman?
53 Bab 53 Maaf
54 Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55 Bab 55 Calon menantu
56 Bab 56 Koki jujur
57 Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58 Bab 58 Tertidur karena menunggu
59 Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60 Bab 60 chapter special 1
61 Bab 62 Chapter special 2
62 Bab 63 Chapter special 3
63 Bab 64 Chapter special 4
64 Bab 65 Chapter special 5
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Bab 1 Reinkarnasi
2
Bab 2 Pertunangan
3
Bab 3 Caius Vil
4
Bab 4 Asha dan Caius
5
Bab 5 Calon pewaris setiap keluarga duke
6
Bab 6 Teramat sopan
7
Bab 7 Edelstein
8
Bab 8 Laki-laki bermuka datar
9
Bab 9 Menginap
10
Bab 10 Anak kecil
11
Bab 11 Menara sihir
12
Bab 12 Dirindukan
13
Bab 13 Memulai kisah dari novel ini
14
Bab 14 Dansa pertama
15
Bab 15 Gadis pelayan
16
Bab 16 Mimpi itu
17
Bab 17 Mustahil untuknya melupakan
18
Bab 18 Edelweiss
19
Bab 19 Negeri timur tengah
20
Bab 20 Diperlakukan layaknya antagonis
21
Bab 21 Kesempurnaan itu adalah kebohongan
22
Bab 22 Hanya sebatas kertas
23
Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu
24
Bab 24 Negeri timur tengah
25
Bab 25 Afsanur Seyyal
26
Bab 26 Firasat buruk
27
Bab 27 Dia akan menyukai aku
28
Bab 28 Ehan dan Edel
29
Bab 29 Kamu tidak sadar
30
Bab 30 Pulang ke rumah
31
Bab 31 Pasangan
32
Bab 32 Lupakan segalanya
33
Bab 33 Bercerita
34
Bab 34 Akademi
35
Bab 35 Keluarga yang tidak waras
36
Bab 36 Monster
37
Bab 37 Kehidupan sebelumnya
38
Bab 38 Penyesalan
39
Bab 39 Penyelidikan
40
Bab 40 Putri keluarga Baron
41
Bab 41 Cermin
42
Bab 42 Penjara bawah tanah
43
Bab 43 Tidak layak di atas
44
Bab 44 Sosok yang di sesali
45
Bab 45 Tanpa aku sadari
46
Bab 46 Qi Lin
47
Bab 47 Sadar dari tidur panjang
48
Bab 48 Persidangan
49
Bab 49 Di Istana atau keluar
50
Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan
51
Bab 51 Kunjungan
52
Bab 52 Kembali berteman?
53
Bab 53 Maaf
54
Bab 54 Kontrak kepastian perasaan
55
Bab 55 Calon menantu
56
Bab 56 Koki jujur
57
Bab 57 Pembicaraan dengan raja
58
Bab 58 Tertidur karena menunggu
59
Bab 59 End Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
60
Bab 60 chapter special 1
61
Bab 62 Chapter special 2
62
Bab 63 Chapter special 3
63
Bab 64 Chapter special 4
64
Bab 65 Chapter special 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!