Asha merasa bingung ingin memulai darimana menjawab semua pertanyaan dari Caius karena dia di berikan pertanyaan secara beruntun. Tapi Asha tidak merasa heran jika informasi sangat cepat sampai ke telinga tunangannya karena dia adalah orang yang berasal dari perdagangan informasi yang berarti dia bisa mendapatkan informasi secepat yang dia inginkan.
"Jadi, Asha bisa jelaskan semuanya?"
"Jika kamu berpikir aku akan menjual informasinya kepada orang lain,"
"Aku bisa membuat kontrak denganmu supaya kamu percaya denganmu," ucap Caius dengan tatapan serius
Asha tidak percaya kalau Caius akan begitu khawatir dengan dirinya yang hanya merupakan seorang tunangan kontrak.
"Baiklah, aku percaya denganmu,"
"Aku akan menjawab semua pertanyaan yang kamu tanyakan," ucap Asha dengan helaan nafas panjang karena melihat tatapan yang khawatir itu dari mata Caius yang begitu tulus
"Jadi aku dengan yang mulia pangeran hanya berteman dan partner bisnis,"
"Dia berdansa denganku karena dia tidak memiliki partner dan juga aku hanya memenuhi keinginannya karena dia berulang tahun," ucap Asha dengan senyuman tipis ke arah tunangannya
Asha merasa kalau dia seperti orang yang baru ketahuan berselingkuh padahal dia tidak ada hubungan khusus sama sekali dengan pangeran kerajaan.
"Baiklah, aku percaya kepadamu,"
"Asha, ingat kita adalah tunangan jadi jangan alihkan perhatianmu kepada orang lain,"
"Aku sekarang harus pergi dulu karena masih ada pekerjaan yang aku urus,' ucap Caius yang kemudian mengecup kening Asha dan pergi meninggalkannya dengan telinga yang memerah
Karena sudah larut, Asha memutuskan untuk tidur kalau tidak dia akan sulit untuk dibangunkan dan akan dibangunkan oleh hal-hal buruk contohnya Grace.
"Apakah kamu tidak pernah satu kali saja menerima perasaanku?"
"Apakah aku semua yang aku lakukan di matamu tidak berarti?" ucap seorang perempuan dengan lantang yang berlutut di hadapan seorang laki-laki dan memohon kepadanya tetapi laki-laki itu dengan mudahnya meninggalkan perempuan yang telah berlutut dan memohon di kakinya demi cinta tanpa mengucapkan sepatah kata pun
Asha yang melihat sosok perempuan yang mirip dengannya tapi lebih dewasa dan laki-laki yang mirip dengan Ehan tapi lebih dewasa di salah satu ruangan milik Edelstein. Dirinya kembali sesak ketika melihat adegan itu, akan tetapi kejadian di depan Asha belum selesai sampai di situ, karena tidak lama kemudian seorang laki-laki berkacamata tidak asing untuknya berjalan ke arah perempuan yang telah berlutut menangisi kepergian sosok laki-laki yang sama sekali tidak peduli dengannya.
Sosok laki-laki itu adalah seorang pangeran dan juga teman bisnisnya saat ini, laki-laki itu berlutut di depan perempuan itu.
"Asha, kenapa kamu masih mengharapkan dirinya?"
"Jika dia telah tidak mencintai dirimu, biarkan aku yang menggantikan dirinya untuk menemanimu,"
"Aku akan memastikan tidak akan membuat dirimu merasa kesakitan seperti saat ini kamu rasakan,"
"Karena aku mencintaimu," ucap laki-laki itu dengan tatapan cinta yang tulus kepada sosok perempuan di depannya, tetapi itu dijawab dengan gelengan kepala
"Edel, kamu adalah seorang pewaris kerajaan ini, jangan buat keluargamu kecewa denganmu,"
"Jadi aku harap kamu melupakan aku dan mencari sosok yang bisa mencintai dirimu lebih baik dari aku,"
"Dan aku hanya membutuhkan jawaban darinya sampai akhir jika dirinya," ucap sosok gadis itu dengan senyuman pahit dan air mata yang telah mengering menggenggam tangan milik laki-laki berkacamata itu
Asha merasa kalau kisah seorang antagonis di dalam cerita adalah peran yang sangat menyedihkan, tidak pernah sedikitpun dia menerima perasaan cinta dari orang-orang yang dia cintai tapi ketika dia tidak mengharapkan sebuah cinta. Sosok orang yang mencintainya muncul dengan begitu tulus datang.
Asha merasakan sakit seolah-olah dia pernah menjadi bagian dari kisah-kisah masa lalu itu, padahal dia seharusnya baru pertama kali memasuki dunia ini. Tiba-tiba sebuah suara yang memanggilkan namanya membuat dirinya terbangun, yang ternyata semua kisah yang dia lihat itu hanyalah mimpinya.
"Asha apa kamu baik-baik saja? Kamu menangis saat tidur itu membuat ibu menjadi khawatir dengan dirimu," ucap sang ibu dengan tatapan khawatir dan tangan dingin karena putrinya
"Aku tidak apa-apa, aku hanya bermimpi buruk,"
"Tapi untunglah ibu membangunkan aku dari mimpi itu," ucap Asha yang langsung memeluk dengan erat sang ibu untuk menghilangkan perasaan khawatir yang begitu terlihat di wajahnya
Bagi Asha bisa merubah sedikit alur novel ini adalah sebuah kebanggaan untuk dirinya karena dia bisa membuat orang tua Asha yang harusnya mati saat kecelakaan kereta, hidup melawan takdir dengan hidup hingga saat ini.
Asha tidak menceritakan detail mimpi buruk apa yang dia alami hingga seperti itu karena mungkin orang tuanya akan menganggapnya masih belum bangun dari tidur itu. Asha memutuskan untuk benar-benar menolak segala perasaannya kepada orang yang akan membunuh dirinya di masa depan karena dia menganggap itu adalah sebuah perasaan yang terkutuk dan tidak layak untuknya.
Di sisi lain ruang tamu keluarga kerajaan, terlihat tiga orang laki-laki yang duduk saling berhadapan, salah satu dari mereka seperti tidak sabaran untuk berbicara, satunya terlihat bersantai minum teh dan satunya lagi sedang asik memutar-mutar belati yang terlihat tajam.
'Katakan apa maumu sampai mendekati Asha yang mulia?" ucap laki-laki yang tidak sabaran itu dengan tatapan tajam ke arah laki-laki yang sedang bersantai menikmati tehnya
"Jadi kamu sampai buru-buru datang ke istanaku karena menginginkan alasan dariku?"
"Lucu sekali dengan orang yang membuang segalanya hanya untuk sebuah kotak permata peduli dengan sebuah kotak Pandora yang isinya adalah kutukan yang mengerikan,"
"Aku yakin kamu tidak bodoh dengan ucapan yang aku katakan ini,"
"Duke Aelfraed, harus kamu ketahui segala penderitaannya karena dirimu, kamu kembali memutar hanya untuk membuatnya ingat kepada penderitaannya?"
"Apakah tidak bisa saat ini kamu puas dengan satu orang perempuan saja?" ucap sang pangeran dengan tatapan dingin merendahkan ke arah laki-laki yang tidak sabaran itu
Mendengarkan ucapan dari sang pangeran membuat laki-laki tidak sabaran itu sadar dan terdiam kalau orang di depannya juga adalah orang yang memutar roda itu juga, yang artinya segala yang pernah terjadi juga di ingat olehnya.
"Kenapa kamu terdiam Duke? Apakah itu adalah tamparan untuk dirimu karena tidak sadar dengan yang kamu lakukan saat ini?" ucap laki-laki yang memainkan belati itu berhenti dengan seringaian
Entah apa yang dipikirkan oleh Ehan saat berada di ruangan itu, tapi yang pasti kalau dia adalah orang yang konyol karena menjadi pahlawan padahal dirinya yang membuat penderitaan itu.
"Aku harap Duke Aelfraed bisa berpikir dengan kepala dingin,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Frando Kanan
memutar kembali? jgn2.....pke sihir membalik wkt!?
2023-04-23
0