Asha yang mendengarkan ucapan dari sang ibu tentu saja tidak akan bisa membantah, karena umurnya sendiri sudah berada di batas dimana nona bangsawan memiliki tunangan dan atau bahkan sudah ada yang menikah. Karena itu dia memutuskan untuk pergi keluar dari mansion untuk mencari orang yang mau bertunangan kontrak dengan dirinya. Teringat dengan salah satu isi novel, dia memutuskan untuk ke suatu tempat dimana dia bisa menemukan calon tunangan yang tepat.
Asha pergi di temani oleh seorang knight yang telah menemaninya sejak kecil, walaupun dia bisa menggunakan pedang sampai di suatu tempat sebuah tempat yang biasa di sebut dengan bar tempat dimana banyak orang-orang yang minum-minum dari berbagai kalangan.
"Selamat datang, apa yang ingin anda pesan?" tanya seorang pelayan dengan hormat
"Segelas susu madu," ucap Asha yang sambil memberikan isyarat kepada penjaganya untuk menunggu di sini, setelah beberapa saat Asha dibawa oleh pelayan itu ke sebuah ruang bawah tanah yang hanya ada dinding bata di sekelilingnya
Sebuah sentuhan sihir dari pelayan, membuat struktur dinding berubah dan membuat Asha terpukau dengan sihir yang digunakan. Sebuah lorong terlihat di sana dan sebuah pintu yang menjadi salah satu jalan satu-satunya yang terlihat mengartikan kalau dibalik pintu itu adalah orang yang kemungkinan bisa dia cari.
"Nona, silahkan dari sini anda masuk,"
"Karena saya tidak bisa menemani anda ke dalam ruangan," ucap pelayan itu yang menunduk hormat kemudian pergi meninggalkan Asha yang telah berada di depan pintu
Asha dengan penasaran langsung membuka pintu, terlihat seorang laki-laki berambut perak, berkacamata dan mata berwarna biru langit yang lebih cerah dibandingkan dengan mata laki-laki yang dikenalnya.
"Nona, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Laki-laki berkacamata itu dengan senyuman lembut ke arah Asha
"Tolong carikan aku seorang tunangan yang bisa di ajak kontrak," ucap Asha membuat laki-laki berkacamata itu terbelalak karena tidak percaya dengan ucapannya
"Nona, bukankah keluarga Duke selatan katanya mengajukan pertunangan kepada anda? Kenapa anda ingin mencari tunangan yang bisa di kontak sekarang?" tanya laki-laki itu dengan senyuman kaku menatap Asha
"Pertama aku yakin dia memiliki orang yang dia cintai, kedua dia laki-laki yang kaku, ketiga tidak terlihat dia adalah laki-laki yang lembut, keempat aku yakin dia membenciku dan akan membunuhku dimasa depan dengan wajah yang dingin dan tatapan tajam itu," ucap Asha membuat laki-laki didepannya merasakan ada tusukan yang sakit tapi tidak berdarah, dengan senyuman yang lembut laki-laki di depannya masih tetap melayaninya
"Baiklah, saya mengerti jadi laki-laki seperti apa yang nona inginkan?" tanya laki-laki itu dengan masih senyuman lembut ke arah Asha
Asha kemudian mengeluarkan segulung kertas yang panjangnya membuat laki-laki di depannya terkejut, seperti segudang peraturan yang harus di kerjakan oleh laki-laki di depannya. Laki-laki berkacamata itu kemudian mengambil gulungan kertas milik Asha, dan membacanya satu-persatu isinya.
"Jadi, intinya anda ingin laki-laki yang berada di umur yang berada di dua puluh tahun maksimal, bisa menggunakan senjata atau sihir untuk melindungi diri, bersikap lembut dan perhatian kepada perempuan,"
"Di guild informasi, tidak ada laki-laki yang sesuai dengan kriteria yang anda maksudkan, karena kebanyakan orang-orang di guild ini berusia di atas itu,"
"Saya mengajukan diri untuk ini bagaimana? saya baru berusia delapan belas tahun," ucap Laki-laki berkacamata itu dengan senyuman lembut ke arah Asha, membuat Asha memperhatikan dari atas ke bawah untuk melihat seberapa layak orang di depannya menjadi tunangan kontraknya
Setelah berpikir panjang dan menatap laki-laki di depannya, Asha langsung mengiyakan pengajuan laki-laki di depannya. Sebuah kontrak dibuat antara kedua belah pihak dan jumlah bayaran yang akan dibayarkan Asha kepada laki-laki itu.
"Baik nona Edelstein, senang bekerja sama dengan anda,"
"Nama saya Caius Vil yang akan menjadi tunangan kontrak anda," ucap Caius dengan senyuman lembut
Setelah berbincang sebentar dengan Caius, Asha memutuskan untuk pulang ke mansion karena dia tidak ingin membuat orang tuanya khawatir dan panik kepadanya. Setelah merasakan aman sesosok laki-laki muncul dari pintu Asha keluar.
"Kamu benar-benar menggantikan aku melakukan pekerjaan secara mendadak seperti ini karena gadis yang barusan lewat ya?" tanya laki-laki itu dengan seringaian
"Kamu bahkan ditolak olehnya, padahal kamu bilang dia akan senang bertunangan denganmu tapi terlihat dia kesini malah mencari tunangan baru," ucap lagi laki-laki yang berdiri tidak jauh darinya membaca isi kontrak yang diinginkan oleh Asha
"Bukankah aku sudah mengatakan kepada dirimu, bahwa kamu akan menyesal ketika dia meninggalkan dirimu," ucap lagi laki-laki itu sambil berjalan menuju kursi yang kosong untuk duduk
"Aku tidak ada urusan lagi jadi aku pergi, awas saja jika kamu membeberkan kalau aku yang melakukan tunangan kontrak dengannya," ucap laki-laki berkacamata itu dengan tatapan dingin dan aura membunuh ke arah laki-laki di depannya, dengan gemetaran laki-laki itu menganggukkan kepalanya
Asha yang pulang ke rumah disaat matahari hampir terbenam, langsung di sidang oleh kedua orang tuanya karena orang tuanya berpikir dia diculik atau dibunuh oleh orang yang berada di pihak musuh keluarganya. Hal itu menyebabkan jam makan malam mereka sedikit telat dari biasanya.
Asha kemudian menceritakan kepada orang tuanya kalau dia telah menemukan laki-laki yang sesuai dengan tipenya, dan dengan ucapan itu sang ibu tentu saja tidak percaya dengan putrinya yang setiap hari bolak-balik mengikuti kelas etika bangsawan, berpedang, minum teh dan mengerjakan tugas pewaris keluarga Edelstein bisa menemukan laki-laki dalam waktu satu hari. Tapi yang pasti sang ibu akan menepati janjinya untuk tidak menjodohkan dirinya dengan para bangsawan lain.
"Ayah penasaran seperti apa sosok tunangan yang kamu pilihkan,"
"Suruh dia datang ke mansion besok," ucap sang ayah dengan kening yang berkerut, walaupun Asha tidak mengetahui apa maksud dari kening sang ayah yang berkerut dan terlihat kesal.
Asha kemudian menulis surat dan mengikatnya di kaki burung yang akan terbang ke bar tersebut, karena ayahnya yang mendesak besok harus datang laki-laki tersebut membuat Asha tidak punya banyak pilihan selain mengikuti yang dinginkan orang tuanya. Tidak lama kemudian sebuah surat balasan datang dengan kertas yang berhasil di teleportasikan ke mansion itu.
Asha tersenyum membaca isinya yang begitu manis dan perhatian, dibandingkan dengan isi surat Aelfraed yang tidak ada manis-manisnya untuk dirinya.
"Siapapun yang menjadi tunangannya pasti beruntung sekali ya,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments