"Buruan masuk. Yaelah, malah bengong." Kata Arka lalu menarikku masuk ke kelas.
"Bu, ada murid baru nih," tunjuk Arka padaku. Dia malah ngeloyor begitu saja duduk di bangku paling belakang.
"Oh, kamu Yasmin?"
"Iya, Bu."
Akhirnya aku pun memperkenalkan diri seperti murid baru pada umumnya. Lalu duduk di bangku paling depan dengan Sofi.
Selama seharian di kelas, aku sudah bisa menebak kalau Arka ini anaknya bandel. Dia suka menyeletuk sembarangan dan menimbulkan kegaduhan di kelas. Aku juga satu kelas dengan Joe. Dia sebangku dengan Arka.
Bel istirahat pun baru saja berbunyi. Aku segera melangkah ke luar kelas guna mencari keberadaan kantin. Perutku sudah rock n'roll di dalam. Sampai di depan pintu kelas, aku celingukan mencari di mana letak kantin. Atau setidaknya arah atau petunjuk di mana Kantin berada.
"Mau ke kantin?" tanya Joe yang ternyata sudah ada di sampingku dengan Arka. Aku mengangguk dan hanya melirik mereka sekilas.
"Ya udah, bareng aja. Kita juga mau ke kantin." ajak Joe.
"Hmm?" kunaikan sebelah alisku sambil menatapnya dingin.
"Nita juga pasti udah di kantin kok. " jelas Joe lagi.
"Uhuuuuk ...." Arka batuk batuk sambil tersenyum kecil.
Aneh.
"Ya udah deh. Yuk," kataku yang akhirnya pasrah. "Eh, kemana nih?" tanyaku ke Joe. Saat berada di persimpangan koridor.
"Silahkan Nona. ..." ujar Joe sopan sambil memberiku jalan ke arah yang seharusnya. Aku berjalan lebih dulu lalu diikuti mereka berdua.
"Pindahan dari mana?" tanya Joe sambil berjalan di sampingku.
"JAWA!" sahut Arka sedikit berteriak.
Joe menoleh ke Arka sambil tersenyum.
"Rumahnya di mana?" tanya Joe lagi.
"Kepo deh," jawab Arka lagi.
Joe berbalik badan lalu mengapit kepala Arka gemas. Mereka saling serang lalu tertawa bersama.
Aku hanya menaikan sebelah bibirku, sambil geleng- geleng kepala melihat tingkah mereka.
"Kalian udah lama temenan?" tanyaku.
"Tetanggan kita mah," sahut Joe lalu kembali berjalan di sampingku. Arka pun ikut berjalan bersama kami, dia ada di samping kananku.
"Elu temennya, Nita?" tanya Joe.
"Eheeee ...." Arka batuk batuk. Lagi.
Kulirik Arka yang senyum- senyum aneh lalu beralih ke Joe.
"Dia kenapa?" tanyaku sambil menunjuk Arka di sampingku.
"Biasa, kumat. Gila. Nggak usah diurusin." Sahut Joe santai.
"Eh, Nita ya? Iya ... Aku temen Nita. Temen kecil sih dulu." jawabku.
Joe manggut-manggut.
Dan tak lama kami sampai di Kantin.
"Tu temen loe ...." tunjuk Arka ke ujung Kantin.
Disana ada Nita yang sedang duduk bersama Irfan.
"Mereka pacaran udah lama?" tanyaku sambil melirik ke Joe.
"Hmm ... Lumayan," jawab Joe malas malasan lalu menarik kursi dan duduk di tempat yang masih kosong.
"Makan apa nih?" tanya Arka sambil celingukan. Mencoba mendinginkan keadaan.
"Bakso sama es teh. " jawab Joe datar lalu menatap kosong ke arah samping kanannya.
"Elo?" tanya Arka padaku.
"Samain aja,"
"Oke. " Arka pergi memesan makanan sementara aku menarik kursi dan duduk di depan Joe. Pandangannya kosong. Tak lama dahinya berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kamu tadi dari mana?" tanya Joe tiba tiba.
"Tadi? Dari mana?" tanya ku balik.
"Sebelum ke kelas!" tanya Joe memperjelas.
"Oh ... Itu. Aku nyasar ke ujung sana tuh. Ada yang ngerjain deh. Masa tadi kan aku tanya kelas kita di mana... Eh ada murid cewek nunjuk ke arah situ tuh." jelasku dengan semangat berkobar kobar.
"Murid cewek?" tanya Joe heran.
"Hooh. Duduk di kursi itu tuh. Terus lagi baca buku." tambahku lagi.
"Hmm ...." gumamnya sambil menarik nafas panjang lalu menyilangkan kedua tangannya didada.
"Kenapa, Joe?"
"Hmm ... Nggak apa- apa," sahutnya sambil melebarkan senyum yang kurasa dipaksakan.
"Eh terus ya, Joe. Pas aku di depan gudang. Ada yang minta tolong. Eh, kata si Arka kampret, itu setan, terus dia narik aku cepet banget balik ke kelas."
Joe terkekeh sambil garuk - garuk kepala.
"Udah, nggak usah dipikirin. Lain kali, nggak usah dateng ke sana lagi." saran oe.
"Hah? Kenapa? Beneran ada setan tah?" tanyaku semangat.
"Hahaha ... Ya ngapain kamu ke gudang. Orang kotor gitu. Nggak ada kerjaan banget." tutur Joe.
Tak lama Arka datang membawa nampan berisi makanan dan minuman pesanan kami.
"Makan tuh. Gila!! hampir aja gue berantem lagi sama tu kampret!" umpat Arka sambil menunjuk ke Irfan yang sedang menatap kami di sana.
Joe hanya tersenyum lalu menyeruput
Es teh dan segera melahap bakso yang masih panas itu.
"Kalian ada masalah apa sih?" tanyaku ke Arka.
"Masalah cowok"
"Apaan?" tanyaku penasaran sambil sedikit mendekat.
"Kepo! " katanya sambil menoyor kepalaku lalu ikut meminum es teh nya. Seperti Joe.
Ku kerucutkan bibirku karena kesal.
Saat makan, tak lama Irfan dan Nita berjalan mendekati kami.
"Ya udah, kamu duluan aja, Pih. Aku ada perlu sama Yasmin bentar." kata Nita sambil masih menggandeng tangan Irfan.
Irfan menatap Joe dan Arka bergantian.
"Ya udah. Jangan lama- lama." Irfan berlalu.
Sementara Joe dan Arka makan dengan cueknya, seolah Irfan dan Nita tidak ada disekitar kami.
Nita duduk di sampingku sambil meraih gelas teh manis milikku.
"Joe ...." panggil Nita.
Arka menyenggol lengan Joe masih sambil fokus makan. Joe pun menatap Nita. "Hm, kenapa?"
"Loe tau nggak, Yasmin tinggal di mana?" tanya Nita sambil bisik- bisik.
Spontan aku menoleh ke Nita.
"Emang kenapa sama rumah gue?"
Joe menatapku serius.
"Rumah kamu di mana?"
"Jalan Saripul no 13" ucapku dengan wajah polos.
Joe langsung melotot dan mengunyah pelan bakso di mulutnya. "Serius? "
"Iyalah. Masa boong. Dan semalem ... Kami dikerjain." tambah Nita.
"Kerjain gimana?" tanya Arka ikut penasaran.
Nita menceritakan kejadian semalam, dari awal dia datang, tentang anak kecil di balkon kamarku dan gangguan- gangguan di kamarku.
"Waw ... Kerjaan lu tuh, Joe." senggol Arka.
"Terus maksud kamu gimana? Aku harus ngapain?" tanya Joe ke Nita.
"Kamu usir lah. Kasian Yasmin." bujuk Nita.
Joe mendengus. Tak lama menggeleng.
"Aku nggak bisa. " dia pun berlalu meninggalkan kami.
"Lho woi! Joe! Bayar woi!" teriak Arka.
Sementara itu Nita menarik ku mengejar Joe. Arka ngomel- ngomel sambil membayar makanan ke Bu kantin.
Saat hampir sampai kelasku, terdengar teriakan di ujung koridor, sepertinya dari toilet. Joe yang sudah di dalam kelas lalu ditarik oleh teman dari kelas lain.
"Apaan sih?!" kata Joe sedikit malas malasan.
"Tolongin Joe! Ayoooook ...." paksa siswa itu.
"Liat yuk!" ajak Nita antusias.
Sesampai di toilet ujung koridor, ada seorang siswi perempuan sedang meraung. Beberapa orang di sekitarnya ketakutan bahkan ada yang terluka terkena cakarannya.
KESURUPAN!
Joe mendekat lalu membacakan doa doa di dekat telinga siswi tadi.
Bug!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
Joe kayak nya pinter nie tentang hal mistis..
2024-04-29
0
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
ngomong2 Yasmin tuh nama keponakan ku, dia juga bisa melihat mahkluk halus. pernah suatu malam dia dibonceng ayahnya terus melihat ada muka cewek di spion motor
2023-04-03
1
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
pertama datang ke sekolah Yasmin sudah di sambut penghuni tak kasat mata.
2023-04-03
0