"Makan tuh. Gila!! hampir aja gue berantem lagi sama tu kampret!" umpat Arka sambil menunjuk ke Irfan yang sedang menatap kami di sana.
Joe hanya tersenyum lalu menyeruput
Es teh dan segera melahap bakso yang masih panas itu.
"Kalian ada masalah apa sih?" tanyaku ke Arka.
"Masalah cowok"
"Apaan?" tanyaku penasaran sambil sedikit mendekat.
"Kepo! " katanya sambil menoyor kepalaku lalu ikut meminum es teh nya. Seperti Joe.
Ku kerucutkan bibirku karena kesal.
Saat makan, tak lama Irfan dan Nita berjalan mendekati kami.
"Ya udah, kamu duluan aja, Pih. Aku ada perlu sama Yasmin bentar." kata Nita sambil masih menggandeng tangan Irfan.
Irfan menatap Joe dan Arka bergantian.
"Ya udah. Jangan lama- lama." Irfan berlalu.
Sementara Joe dan Arka makan dengan cueknya, seolah Irfan dan Nita tidak ada disekitar kami.
Nita duduk di sampingku sambil meraih gelas teh manis milikku.
"Joe ...." panggil Nita.
Arka menyenggol lengan Joe masih sambil fokus makan. Joe pun menatap Nita. "Hm, kenapa?"
"Loe tau nggak, Yasmin tinggal di mana?" tanya Nita sambil bisik- bisik.
Spontan aku menoleh ke Nita.
"Emang kenapa sama rumah gue?"
Joe menatapku serius.
"Rumah kamu di mana?"
"Jalan Saripul no 13" ucapku dengan wajah polos.
Joe langsung melotot dan mengunyah pelan bakso dimulutnya. "Serius? "
"Iyalah. Masa boong. Dan semalem ... Kami dikerjain." tambah Nita.
"Kerjain gimana?" tanya Arka ikut penasaran.
Nita menceritakan kejadian semalam, dari awal dia datang, tentang anak kecil di balkon kamarku dan gangguan- gangguan di kamarku.
"Waw ... Kerjaan lu tuh, Joe." senggol Arka.
"Terus maksud kamu gimana? Aku harus ngapain?" tanya Joe ke Nita.
"Kamu usir lah. Kasian Yasmin." bujuk Nita.
Joe mendengus. Tak lama menggeleng.
"Aku nggak bisa. " dia pun berlalu meninggalkan kami.
"Lho woi! Joe! Bayar woi!" teriak Arka.
Sementara itu Nita menarikku mengejar Joe. Arka ngomel- ngomel sambil membayar makanan ke Bu kantin.
Saat hampir sampai kelasku, terdengar teriakan di ujung koridor, sepertinya dari toilet. Joe yang sudah di dalam kelas lalu ditarik oleh teman dari kelas lain.
"Apaan sih?!" kata Joe sedikit malas malasan.
"Tolongin Joe! Ayoooook ...." paksa siswa itu.
"Liat yuk!" ajak Nita antusias.
Sesampai di toilet ujung koridor, ada seorang siswi perempuan sedang meraung. Beberapa orang di sekitarnya ketakutan bahkan ada yang terluka terkena cakarannya.
KESURUPAN!
Joe mendekat lalu membacakan doa doa di dekat telinga siswi tadi.
Bug!
Joe terpental lalu meringis kesakitan.
Ditekannya jempol kaki siswi itu, dia makin kesakitan. Joe mendapatkan kembali tendangan darinya. 2-0.
"Wooi ... Pegangin dong!" teriak Joe ke sekitarnya.
Teman teman yang lain malah satu persatu melipir ke luar dari toilet sambil bergidik ngeri.
Entah mendapat keberanian dari mana, aku malah mendekat dan membantu Joe memegangi anak itu.
"Yas?" ucap Joe kaget.
"Udah buruan, keluarin setannya!" paksaku sambil memegangi tangannya.
Joe mengangguk lalu melanjutkan lantunan doa doa. Siwi, dia adalah siswi yang kesurupan, Ia malah makin brutal. Menggigit tanganku.
"Aaaaarrrhhh ...." erangku lalu berusaha melepaskan diri dari Siwi.
Nita ikut mendekat lalu mencoba membantuku.
Tak lama Arka datang.
"Astaga!" pekiknya sambil menjambak rambutnya sendiri.
Arka ikut masuk dan membantuku agar bisa terlepas dari Siwi.
Akhirnya dengan bantuan mereka, tanganku berhasil terlepas dari gigitan Siwi. Namun lukanya cukup dalam. Siwi pun berhasil ditenangkan oleh Joe, dan kini tak sadarkan diri.
Darah mulai mengalir dari punggung tanganku.
"Berdarah, Beb!" pekik Nita panik.
"Dikit doang ah" sahut Arka cuek.
Aku segera menuju wastafel untuk membersihkan darah yang terus mengalir. Saat membersihkan, entah kenapa pikiranku kosong. Aku menerawang jauh entah kemana. Lalu saat selesai, aku bercermin. Anehnya, suasana sekitarku berwarna abu-abu.
Kutoleh ke belakang dan semua terlihat sama. Bahkan tembok sekelilingku terlihat kotor.
"Beb! " panggilku.
"Joe? "
"Arka?"
Namun tidak ada yang menyahut. Kubuka satu persatu bilik toilet. Dan saat kubuka bilik toilet yang terakhir, aku melihat siswi yang sama, yang saat itu ku temui sebelum aku ke gudang.
"Eh, maaf ... " seru ku tak enak, karena menyelonong masuk begitu saja.
Dia hanya diam dan terus menunduk di kloset duduk. Melihat keadaan agak aneh. Kulanjutkan bertanya padanya.
"Maaf kamu siapa?"
"Sri" ucapnya datar.
"Oh Sri. Eh, Sri ... Kok sepi yah? Pada ke mana? Perasaan tadi masih rame. Kamu liat Nita, Joe sama Arka nggak?"
Sri menggeleng.
"Oh, enggak. Jadi dari tadi kamu di sini?"
Dia mengangguk pelan.
"Kamu tadi tau, Siwi kesurupan?kamu tau kenapa? Kan kamu di sini dari tadi." tanyaku sambil celingukan.
"Karena ... AKU!" Teriaknya keras lalu tiba tiba saja dia menghampiriku dengan gerakan cepat. Tangannya mencekik ku hingga aku tidak bisa bernafas. Dia mengangkat ku tinggi- tinggi hingga kakiku meronta ronta mencari pijakan.
Tiba tiba seluruh ruangan dipenuhi asap putih dan tak lama, gelap.
"Beb ... Beb ...." panggil Nita yang suaranya ada di dekat daun telingaku, sambil menepuk kedua pipiku pelan.
Kukerjap- kerjapkan mataku dan perlahan membukanya.
"Ssshhh ...." gumamku sambil menekan pelipis. Kepalaku terasa berat, badanku lemas, mataku selalu ingin terpejam.
"Alhamdulillah ...." kudengar suara beberapa orang di sekitarku.
Namun, sebelum mataku terbuka sepenuhnya, aku merasa sesak nafas. Sampai sampai aku menekan dadaku karena sesak.
"Eh kenapa beb?" tanya Nita sambil memegang tanganku.
"Kok banyak banget orang sih? Aku nggak bisa nafas ...."
"Oh ... Bentar ... Bentar ...." serunya lalu dia menyuruh beberapa orang keluar. "Udah, Beb," katanya lalu kembali mendekat padaku.
Kubuka mataku sepenuhnya, aku berada di sebuah ruangan, dengan kotak P3K ada di sisi tembok sampingku. Sepertinya ini UKS.
Ada Nita, Arka dan Joe di dekatku. Nita menatap nanar padaku, sementara Joe menatap tajam padaku sambil menyilangkan kedua tangan nya di depan.
"Aku kenapa?" tanyaku dengan terus menatap mereka bertiga satu satu.
"Kamu tuh tadi kenapa sih, Beb?" tanya Nita.
"Emang kenapa?" tanyaku balik dengan muka kebingungan.
"Nih ...." tunjuk Arka ke lengan kanan nya yang telah diperban.
"Kamu kenapa, Ka?" tanyaku lalu mendekat padanya, melihat lukanya.
"Awas ih!! Gara- gara elo nih!" ujarnya dengan sedikit emosi lalu mendorongku sedikit kasar.
"Hah? Aku? Masa sih? " tanyaku sambil menatap Arka bingung.
Nita mendekat lalu memelukku dengan perlahan membawaku kembali ke tempat tidur.
"Istirahat dulu, Beb." bisik nya.
"Ka ... Udah deh, Ka. Dia kan nggak sengaja." bela Joe kepadaku sambil menarik Arka menjauh.
"Aku kenapa sih? " tanyaku mendesak.
Semua menatapku dingin, Nita mengisyaratkan Joe untuk mendekat padaku. Joe menarik nafas panjang, lalu kini duduk di pinggir kasur, menatapku agak lama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Maz Andy'ne Yulixah
Hayo kira2 kenapa ya Yas🤔😅
2024-04-29
0
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
waduh.. Yasmin rupanya yg kesurupan dan Arka yg digigitnya
2023-04-03
0