EPISODE KETIGA BELAS

"Lo beneran Levita Dimitri? Kita ada di kelas 7 D? Beneran?"

"Ya ampun! Lo kenapa sih Li? Kesambet setan bingung? Lo abis dari kuburan Jeruk Purut? Apa dari tempat angker mana sih?"

Seketika Ali kebingungan. Matanya melalap habis semua yang tersapu pandangannya.

Ruang kelas 7D. Masih sama seperti 6 tahun yang lalu. Papan tulis putih yang berdampingan dengan papan tulis hitam. Gambar foto presiden RI 1 dan RI 2, ehh??? Itu gambar foto RI 2 atau wakil presiden RI masih bapak Yusuf Kalla!!!

Ali sontak berdiri berlari menuju depan kelas. Ingin memastikan penglihatannya.

Ia khawatir matanya benar-benar sudah minus sehingga salfok melihat foto mantan wakil presiden masih dipajang padahal sudah ganti periode.

"Ehh???"

Ali menatap dirinya sendiri. Tubuhnya, dari kemeja seragam sekolah menengah pertama hingga sepatu kets-nya yang berwarna hitam polos karena peraturan sekolah yang tidak bisa diganggu gugat wajib memakai sepatu warna krusial itu.

"Gue kembali ke jaman SMP!!!" pekik Ali yang langsung diteriaki sorak-sorai teman sekelas.

Jam dinding di atas papan tulis menunjukkan angka tujuh pas, dan tak lama kemudian bel sekolah berdering pertanda kelas akan dimulai.

"Aliii!!! Ish, bukannya bantuin gue isi PR malah teriak-teriak kaga jelaaasss!!! Hiyaa!!!"

Gadis belia bernama Levita itu belingsatan tak karuan. Membuat Ali menangkup wajah sendiri dengan dua belah telapak tangan.

"Njiiirrr! Gue balik jadi anak SMP!!!"

Bletak!!!

Ali mengusap-usap kepalanya yang kena lempar bolpoin. Dan terkesiap jantungnya melihat wajah sangar Pak Sembiring, guru Fisikanya semasa SMP.

"Duduk! Jangan bikin onar di jam pelajaran saya!"

Semua diam hening seketika.

"Ambilkan bolpoin saya!"

Ali juga langsung kembali ke tempat duduknya yang berada di barisan ketiga setelah mengembalikan ballpoint Pak Sembiring yang melayang terbang dan jatuh tepat di atas kepalanya barusan.

Dadanya bergemuruh kencang. Matanya sedikit berembun.

Ada rasa haru sekaligus senang karena dirinya kembali pada masa-masa SMP kelas 7 yang menyenangkan baginya.

Saat itu Ali masih memiliki kepercayaan diri meskipun Bapaknya sudah menganggur dan menggeluti usaha persampahan, mengutip sampah plastik juga rongsokan besi untuk dijual kembali ke pengepul.

Dan dia masih merasa bersinar walau beberapa teman SMP mulai mencibir dan mencemooh Ali yang terlihat kucel penampilannya karena mulai susah untuk minta dibelikan ini itu pada Ibu Bapaknya.

Ali menoleh pada Muhammad Jaffar, teman sebangkunya yang lebih pendiam dari dirinya.

"Jaffar, tanggal berapa sekarang?" bisiknya pada teman sebangkunya di kelas satu SMP itu.

"21 Maret."

"Tahun berapa? 2022?"

Jaffar melotot ke arah Ali. Jari tangannya mengetuk buku yang ada dihadapan pemuda yang aslinya sudah berumur 19 tahun itu.

Ali menelan ludah.

Matanya melihat buku LKS mata pelajaran Fisika dan buku tulis yang bersampul coklat.

Tertulis tanggal 21 Maret 2016. Tujuh tahun yang lalu.

Memori ingatannya kembali diputar. Mencoba menelisik peristiwa demi peristiwa yang terjadi di kelas satu SMP. Yang membuat Ali berubah kepribadian menjadi lebih pendiam dan tertutup lagi.

21 Maret 2016 adalah hari Senin.

Hari yang bersejarah dimana ada kejadian luar biasa yang menimpa Levita Dimitri di pukul setengah dua siang ketika gadis itu sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR.

Bola mata Ali mendelik.

Ia teringat pada peristiwa itu.

Tepat siang hari ini, Levita teman perempuannya itu mendapatkan perundungan dari beberapa orang anak kelas dua. Hingga Levita harus pindah sekolah karenanya.

Apa...apa gue dikirim balik kemasa ini oleh Tuhan untuk mengubah nasib Levita? Apa gue bisa mencegah terjadinya perundungan itu? Dan merubah jalan cerita hidup Levita Dimitri, gadis imut yang suka sekali meminta bantuanku jika ada pekerjaan rumah yang belum Ia selesaikan?

Ali menoleh ke arah Levita.

Gadis itu terlihat sibuk menulis.

"Kumpulkan buku PR kalian! Yang belum mengerjakan, berdiri di depan kelas! SEKARANG!!!"

Levita tampak menghela nafasnya dengan binaran mata meredup sedih.

Dengan sportif Ali melihat Levita berdiri dan maju ke depan kelas.

Ali mengekornya di belakang.

Rupanya hanya mereka berdua. Yang lain membuat PR Fisika.

Ingatan Ali kembali terkenang. Tujuh tahun yang lalu, tepat di hari ini Levita berdiri di depan kelas seorang diri.

Ali belum punya keberanian untuk berbuat sejauh ini untuk menolong Levita dan menemani berdiri padahal Ali sudah mengerjakan semua tugas pekerjaan rumahnya.

Levita terkejut melihat Ali yang juga ikut berdiri di depan kelas.

"Emang Lo juga ga ngerjain PR, Li?" bisik Levi yang dijawab gelengan kepala Ali.

"Anak-anak, buka buku LKS kalian halaman 12 Bab Unsur, Senyawa Dan Campuran!"

Ali melirik Levita yang menunduk.

Wajahnya tampak sedih. Tapi tidak sesedih Levita enam tahun yang lalu yang bahkan matanya basah oleh air mata. Hhh... Semoga dengan gue yang ikutan berdiri di depan kelas bareng dia, kejadian perundungan ga akan Levi alami ntar siang!

"Unsur itu adalah zat tunggal yang sudah tidak bisa dibagi lagi. Tidak bisa diuraikan meskipun dengan reaksi kimia sekalipun. Contoh unsur adalah oksigen. Lalu Senyawa. Apa itu Senyawa, yaitu gabungan dari beberapa unsur. Contoh senyawa adalah air, garam, gula, alkohol. Campuran. Apa itu campuran? Kamu Ali, jawab! Sedari tadi kau berdiri cengangas-cengenges larak-lirik terus. Mentang-mentang kau tampan! Tiada guna tampanmu kalau otakmu kosong!"

Deg.

Ali gugup sekali, tiba-tiba pak Sembiring menyebut namanya.

"Kuperhatikan kau sedari tadi sengaja buat ulah denganku ya!?! Sejak Aku masuk, yang lain duduk rapi di kursi masing-masing, kau berdiri teriak-teriak 'Njiirrr Njiirr". Apa itu njiiirrr? Banjir? Ini musim panas kau minta banjir! Giliran banjir terus kau juga komentar pedas pada Tuhan minta hujan berhenti! Ck. Kau mau kuberi nilai tiga di raport semester akhir?"

Jaman itu bahasa gaul 'Anjirrr, Anjrit, Anjay' belum fenomenal.

"Jangan, Pak, jangan! Tolong, Pak, jangan! Saya mohon, saya minta maaf!"

Ali langsung menoleh ke arah Pak Sembiring dengan menyatukan kedua telapak tangannya memohon maaf.

"Ck. Baru kelas tujuh. Janganlah betingkah! Kucatat namamu di buku hitam, Ali Akbar. Nama bagus tapi kelakuanmu abstrak!"

Ali meringis. Mengusap wajahnya dan mengetuk-ngetuk kening karena pusing tujuh keliling.

"Pak!"

Jaffar mengangkat jari telunjuknya.

"Ya, ada apa?"

"Ali Akbar sebenarnya sudah buat PR, Pak! Ini buku LKS sama buku tulisnya. Malah tugas Fisika buat minggu depan sudah diisi juga, Pak!"

"Alamakk!!! Kau tipu Aku, Ali Akbar? Kau... hoho Aku tahu. Kau naksir gadis manis ini, ya?"

Ali makin meringis. Wajahnya kian tertunduk.

Teman-teman sekelasnya tersenyum tanpa ada yang mengomentari karena Pak Sembiring guru paling killer.

"Maaf, Pak!"

Ali memang sangat menyukai pelajaran Fisika di masa sekolah. Ia pernah bercita-cita menjadi seorang profesor penemu serum apalah begitu. Tapi hanya halu karena kenyataannya kemiskinan lebih merajai hidupnya.

"Dengar kau anak muda, generasi bangsa, penerus bangsa! Sekolah kau yang benar! Belajar dengan benar! Janganlah cinta-cintaan apalagi usia kau nih masih belasan! Ongkos sekolah pun kau pasti masih nangis minta Mamak, khan? Sok-sokan kau jatuh cinta sama perempuan! Tahan dulu. Buat prestasi dulu. Kalau kau sukses, perempuan macam mana pun bisa kau sunting sepuluh tahun kemudian. Faham kau bocah bau kencur?"

Ali mengangguk dengan wajah masih menunduk.

"Hei, perempuan! Siapa namamu?"

"Levita Dimitri, Pak!"

"Ini kali pertama kau berdiri di sini karena tidak buat PR. Kenapa? Apa kau lupa padaku yang tidak suka murid lalai kerjakan tugas?"

"Maaf, Pak! Bapak saya sakit. Jadi saya gantikan Bapak kerja antar pesanan sampai pukul sembilan malam. Saya, saya ketiduran sampai rumah. Jadi tidak buat PR pelajaran Bapak yang jam pertama."

"Bapak kau memangnya kerja apa?"

"Kurir paket, Pak!"

"Hm. Duduklah kalian berdua! E tunggu! Apa jawaban kau pada si Ali Akbar ini? Kau suka dia juga?"

Levita diam. Menenggelamkan wajahnya semakin tertunduk ke lantai.

"Dengar ya, usia kalian masih 13-14 tahun. Aku tidak mau dengar ada murid pacaran di kelas ini. Kalau sudah kau jawab ini cinta si Ali, putuskan dia depan Aku! Sekolah yang benar, belajar yang benar!"

"Kami sama sekali ga pacaran, Pak. Cuma temenan aja!"

Jawaban Levita membuat Pak Sembiring mengangguk.

"Bagus kalau begitu. Ya sudah, duduk kalian sana! Ali, ambil buku PR mu!"

Benar-benar seperti mimpi, Pak Sembiring memberikan mereka keringanan. Sangat bertolak belakang dengan biasanya.

Ali menghela nafas lega. Begitu pula Levita.

Satu masalah bisa gue rubah. Tinggal masalah besar yang akan datang nanti siang! Gue harus terus memepet Levita. Berharap peristiwa yang membuat Levita pindah dari sekolah ini tidak kejadian!

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

mantap 👍

2023-04-09

0

Mom La - La

Mom La - La

waah.. si Ali bereinkarnasi ke masa lalunya..

2023-04-08

0

lihat semua
Episodes
1 EPISODE KESATU
2 EPISODE KEDUA
3 EPISODE KETIGA
4 EPISODE KEEMPAT
5 EPISODE KELIMA
6 EPISODE KEENAM
7 EPISODE KETUJUH
8 EPISODE KEDELAPAN
9 EPISODE KESEMBILAN
10 EPISODE KESEPULUH
11 EPISODE KESEBELAS
12 EPISODE KEDUA BELAS
13 EPISODE KETIGA BELAS
14 EPISODE KEEMPAT BELAS
15 EPISODE KELIMA BELAS
16 EPISODE KEENAM BELAS
17 EPISODE KETUJUH BELAS
18 EPISODE KEDELAPAN BELAS
19 EPISODE KESEMBILAN BELAS
20 EPISODE KEDUA PULUH
21 EPISODE KEDUA PULUH SATU
22 EPISODE KEDUA PULUH DUA
23 EPISODE KEDUA PULUH TIGA
24 EPISODE KEDUA PULUH EMPAT
25 EPISODE KEDUA PULUH LIMA
26 EPISODE KEDUA PULUH ENAM
27 EPISODE KEDUA PULUH TUJUH
28 EPISODE KEDUA PULUH DELAPAN
29 EPISODE KEDUA PULUH SEMBILAN
30 EPISODE KETIGA PULUH
31 EPISODE KETIGA PULUH SATU
32 EPISODE KETIGA PULUH DUA
33 EPISODE KETIGA PULUH TIGA
34 EPISODE KETIGA PULUH EMPAT
35 EPISODE KETIGA PULUH LIMA
36 EPISODE KETIGA PULUH ENAM
37 EPISODE KETIGA PULUH TUJUH
38 EPISODE KETIGA PULUH DELAPAN
39 EPISODE KETIGA PULUH SEMBILAN
40 EPISODE KEEMPAT PULUH
41 EPISODE KEEMPAT PULUH SATU
42 EPISODE KEEMPAT PULUH DUA
43 EPISODE KEEMPAT PULUH TIGA
44 EPISODE KEEMPAT PULUH EMPAT
45 EPISODE KEEMPAT PULUH LIMA
46 EPISODE KEEMPAT PULUH ENAM
47 EPISODE KEEMPAT PULUH TUJUH
48 EPISODE KEEMPAT PULUH DELAPAN
49 EPISODE KEEMPAT PULUH SEMBILAN
50 EPISODE KELIMA PULUH
51 EPISODE KELIMA PULUH SATU
52 EPISODE KELIMA PULUH DUA
53 EPISODE KELIMA PULUH TIGA
54 EPISODE KELIMA PULUH EMPAT
55 EPISODE KELIMA PULUH LIMA
56 EPISODE KELIMA PULUH ENAM
57 EPISODE KELIMA PULUH TUJUH
58 EPISODE KELIMA PULUH DELAPAN
59 EPISODE KELIMA PULUH SEMBILAN
60 EPISODE KEENAM PULUH
61 EPISODE KEENAM PULUH SATU
62 EPISODE KEENAM PULUH DUA
63 EPISODE KEENAM PULUH TIGA
64 EPISODE KEENAM PULUH EMPAT
65 EPISODE KEENAM PULUH LIMA
66 EPISODE KEENAM PULUH ENAM
67 EPISODE KEENAM PULUH TUJUH
68 EPISODE KEENAM PULUH DELAPAN
69 EPISODE KEENAM PULUH SEMBILAN
70 EPISODE KETUJUH PULUH
71 EPISODE KETUJUH PULUH SATU
72 EPISODE KETUJUH PULUH DUA
73 EPISODE KETUJUH PULUH TIGA
74 EPISODE KETUJUH PULUH EMPAT
75 EPISODE KETUJUH PULUH LIMA
76 EPISODE KETUJUH PULUH ENAM
77 EPISODE KETUJUH PULUH TUJUH
78 EPISODE KETUJUH PULUH DELAPAN
79 EPISODE KETUJUH PULUH SEMBILAN
80 EPISODE KEDELAPAN PULUH
81 EPISODE KEDELAPAN PULUH SATU
82 EPISODE KEDELAPAN PULUH DUA
83 EPISODE KEDELAPAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 83 Episodes

1
EPISODE KESATU
2
EPISODE KEDUA
3
EPISODE KETIGA
4
EPISODE KEEMPAT
5
EPISODE KELIMA
6
EPISODE KEENAM
7
EPISODE KETUJUH
8
EPISODE KEDELAPAN
9
EPISODE KESEMBILAN
10
EPISODE KESEPULUH
11
EPISODE KESEBELAS
12
EPISODE KEDUA BELAS
13
EPISODE KETIGA BELAS
14
EPISODE KEEMPAT BELAS
15
EPISODE KELIMA BELAS
16
EPISODE KEENAM BELAS
17
EPISODE KETUJUH BELAS
18
EPISODE KEDELAPAN BELAS
19
EPISODE KESEMBILAN BELAS
20
EPISODE KEDUA PULUH
21
EPISODE KEDUA PULUH SATU
22
EPISODE KEDUA PULUH DUA
23
EPISODE KEDUA PULUH TIGA
24
EPISODE KEDUA PULUH EMPAT
25
EPISODE KEDUA PULUH LIMA
26
EPISODE KEDUA PULUH ENAM
27
EPISODE KEDUA PULUH TUJUH
28
EPISODE KEDUA PULUH DELAPAN
29
EPISODE KEDUA PULUH SEMBILAN
30
EPISODE KETIGA PULUH
31
EPISODE KETIGA PULUH SATU
32
EPISODE KETIGA PULUH DUA
33
EPISODE KETIGA PULUH TIGA
34
EPISODE KETIGA PULUH EMPAT
35
EPISODE KETIGA PULUH LIMA
36
EPISODE KETIGA PULUH ENAM
37
EPISODE KETIGA PULUH TUJUH
38
EPISODE KETIGA PULUH DELAPAN
39
EPISODE KETIGA PULUH SEMBILAN
40
EPISODE KEEMPAT PULUH
41
EPISODE KEEMPAT PULUH SATU
42
EPISODE KEEMPAT PULUH DUA
43
EPISODE KEEMPAT PULUH TIGA
44
EPISODE KEEMPAT PULUH EMPAT
45
EPISODE KEEMPAT PULUH LIMA
46
EPISODE KEEMPAT PULUH ENAM
47
EPISODE KEEMPAT PULUH TUJUH
48
EPISODE KEEMPAT PULUH DELAPAN
49
EPISODE KEEMPAT PULUH SEMBILAN
50
EPISODE KELIMA PULUH
51
EPISODE KELIMA PULUH SATU
52
EPISODE KELIMA PULUH DUA
53
EPISODE KELIMA PULUH TIGA
54
EPISODE KELIMA PULUH EMPAT
55
EPISODE KELIMA PULUH LIMA
56
EPISODE KELIMA PULUH ENAM
57
EPISODE KELIMA PULUH TUJUH
58
EPISODE KELIMA PULUH DELAPAN
59
EPISODE KELIMA PULUH SEMBILAN
60
EPISODE KEENAM PULUH
61
EPISODE KEENAM PULUH SATU
62
EPISODE KEENAM PULUH DUA
63
EPISODE KEENAM PULUH TIGA
64
EPISODE KEENAM PULUH EMPAT
65
EPISODE KEENAM PULUH LIMA
66
EPISODE KEENAM PULUH ENAM
67
EPISODE KEENAM PULUH TUJUH
68
EPISODE KEENAM PULUH DELAPAN
69
EPISODE KEENAM PULUH SEMBILAN
70
EPISODE KETUJUH PULUH
71
EPISODE KETUJUH PULUH SATU
72
EPISODE KETUJUH PULUH DUA
73
EPISODE KETUJUH PULUH TIGA
74
EPISODE KETUJUH PULUH EMPAT
75
EPISODE KETUJUH PULUH LIMA
76
EPISODE KETUJUH PULUH ENAM
77
EPISODE KETUJUH PULUH TUJUH
78
EPISODE KETUJUH PULUH DELAPAN
79
EPISODE KETUJUH PULUH SEMBILAN
80
EPISODE KEDELAPAN PULUH
81
EPISODE KEDELAPAN PULUH SATU
82
EPISODE KEDELAPAN PULUH DUA
83
EPISODE KEDELAPAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!