EPISODE KEEMPAT

Kekasihku, apa yang kau risaukan?

Kerjamu hanya melamun saja

Tak berguna, kau bersedih hati

Tertawalah, Sayang

Buat apa susah, buat apa susah

Lebih baik kita bergembira

Buat apa susah, buat apa susah

Lebih baik kita bergembira

Petikan gitar Ali dengan lantunan suara lembut Laila menjadi pengiring kebersamaan mereka yang terakhir kali.

Lagu beat ceria, tetapi mereka bertiga justru bersedih karena harus berpisah.

Untuk pertama dan terakhir kalinya, tangan ketiganya saling berpegangan.

"Semoga kita bertiga selalu bahagia di manapun berada!" kata Laila semakin membuat Firman down hingga nyaris memeluk Laila.

Tapi gadis itu juga memiringkan tubuhnya condong ke arah Ali hingga Firman justru hampir nyungsep jatuh ke bawah.

"Lailaaa!!! Njirrr ampir gue nyium tanah!" pekik Firman langsung disambut tawa cekikikan.

Kesedihan berubah seketika jadi canda tawa.

"Kikikikikikiikikiiiiii..."

"Ehh? Apaan tuh?"

Gubrak gubrak, krosak krusuk.

"Se setaaann!!!"

"Mamaaa!!!"

"Gue duluan yang turuuuun!!!"

Kuntilanak ikutan nimbrung juga rupanya karena ini sudah pukul delapan malam dan mereka bertiga masih nangkring di rumah pohon.

"Bangk*e, gue kira rumah pohon Lo ga ada penghuninya!" semprot Firman dengan nafas ngos-ngosan karena kaget dan panik sampai nyaris mendorong Laila terjun dari ketinggian sepuluh meter.

Ali tertawa, tapi dalam hati deg-degan juga.

Takut, iya. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah rumah kontrakannya bersama keluarga dahulu.

Mau tak mau, tidur sendiri akhirnya Ali jabani daripada harus tidur dikolong jembatan.

Firman yang biasanya menginap pun malam itu pulang ke rumahnya dengan alasan tidak enak badan. Sepertinya dia penakut juga.

Tapi, ya sudahlah ya. Mau apalagi. Toh ini adalah rumah kontrakannya sendiri, bukan kontrakan Firman. Apa mau dikata.

Kini Ali hanya kembali fokus memikirkan kepindahan Laila ke Lombok besok.

Laila akan pergi untuk jangka yang cukup lama.

Persahabatan yang terjalin tanpa terasa kini mulai merenggang.

Laila, Firman... keduanya mencari jalannya masing-masing.

Laila pindah kuliah di kota Lombok. Firman juga ambil pekerjaan di wilayah bagian Ibukota yang berbeda dan cukup jauh juga letaknya hingga ia harus stay nge-kost di sana.

Sementara Ali, masih terus bertahan dan berjuang melanjutkan hidup tanpa sahabat-sahabat yang dulu selalu setia menyupport.

Benar kata lagu Bang haji Rhoma Irama, kalau sudah tiada baru terasa. Bahwa kehadirannya sungguh berharga.

Laila memang berharga, Firman juga.

Dulu diawal, kehadiran Firman saat usia kanak-kanak membuat Ali merasa jenuh dan risih. Sebab Firman menempelnya terus bahkan nyaris setiap hari setiap saat.

Tapi semakin dewasa usia dan semakin terasa beban kehidupan, Ali baru memahami artinya pertemanan. Memang terlihat seperti saling ejek, saling hina namun dibalik semua itu ada hati yang tulus yang selalu mendukung sepenuhnya langkah teman dengan bantuan supportnya.

Ali masihlah Ali yang dahulu.

Pendiam karena keadaan ekonomi yang lemah.

Penurut karena keuangan yang dianggap pantas untuk dijadikan kacung.

Lemah mental, iya. Bodoh secara pemikiran, memang.

Kemiskinan yang merantai membuat mental 'babu' semakin mencuat kepermukaan.

Ada kalanya Ali menyesali tindakannya yang bodoh karena diam dan hanya diam ketika dihina orang.

Bukan tak punya harga diri. Bukan.

Bukan tidak punya lagi rasa sakit di hati. Bukan.

Tapi jika Ali melawan, ia justru akan semakin jadi bulan-bulanan.

Begitulah pemikirannya saat ini.

Seperti kali ini.

Ali semakin terpojok ketika tahu pemilik tempat kerjanya saat ini ternyata adalah sepupunya Anton Darmawan.

Dunia benar-benar kejam kurasa. Sempit dan seolah lahannya hanya dikontrak oleh orang-orang picik saja.

"Lah? Elo Li? Gue kira siapa!?"

"A-Anton?"

"Lo ngapain disini? Hah?"

"Ali baru lima hari kerja di sini, Ton! Kalian saling kenal?"

"Gue kira masih kerja milah-milah sampah, Li! Emang sih, seusia kita itu harus banyak pengalaman jangan terus terusan jadi pemulung. Badan Lo sampe sekarang masih kecium bau sampah!"

Yasssalam... Cungur ini orang!

"Ton, jangan ngomong kasar kayak gitu sama karyawan gue!"

"Dia temen SD gue, Yan! Kerjanya bagus ga? Kalo Lo nyaman jadiin dia karyawan, gaji bulanan Lo potong buat beliin minyak wangi ke dia! Njirr bau sampahnya mengkontaminasi toko kaos distro Lo yang menengah ke atas nih! Oh iya gue lupa! Walaupun diguyur minyak wangi sebotol tetep bau sampah ya? Khan Lo tinggalnya ditumpukan sampah! Hehehe... Sori gue lupa, Li!"

Mata Ali mulai pedas.

Anton sangat berlebihan membenci dirinya begitu sadis.

"Kenapa sih, Ton? Lo ada masalah apa sama gue? Apa kemiskinan gue menulari hidup Lo? Sebegitu bencinya Lo sama gue! Apa salah gue?"

Ali meradang. Perlu juga meradang. Otaknya merespon kalau Anton seperti sengaja untuk menginjak-injak harga diri ini. Sedangkan Ali merasa tak pernah sekalipun berbuat jahat padanya.

"Hei, pemulung! Lupa Lo ya? Gara-gara Lo, gue hampir ga bisa ikutan UAN di kelas 6 SD?"

Mata Ali membulat.

Gara-gara gue? Dia hampir ga bisa ikutan UAN? Kenapa?

"Cuih! Otak sampah! Bapak Lo tanya noh, kenapa bisa kartu ujian sekolah gue ada di dia? Mau sabotase nilai gue? Hah?!?"

"Ya ampun! Ternyata manager A&W ini otaknya kosong sampe ga bisa mikir lagi!"

Seketika amarah Ali meninggi.

Ditariknya kerah baju Anton dan menuntunnya kasar ke luar toko distro bang Piyan.

Walau Ali sedang emosi tingkat tinggi, tapi masih sadar dan tak mau buat keonaran di dalam toko orang.

"Heh nyomet! Ngapain Lo narik-narik baju gue? Ngajak ribut Lo!?"

Buggg.

Dilayangkan pukulan ke arah bibirnya yang masih nyerocos mengatakan hal tak guna.

"Bang...sat!!!"

Anton teriak mendapat jotosan telak dari Ali.

Dia yang terdorong ke belakang nyaris jatuh terduduk langsung maju dengan tangan penuh dikepal.

Syuttt

Pukulannya segera Ali hindar dengan tangkisan tangan kanan.

Dug.

Kedua tangan mereka saling beradu dengan keras.

"Lo boleh hina gue, tapi jangan hina almarhum bapak gue! Dan Lo harusnya berterima kasih sama beliau!!! Karena beliau akhirnya Lo bisa ikut ujian! Orang Beg*! Ditolong malah ngatain yang ga engga!"

"Apa maksud Lo? Gue bego? Terus... Siapa yang lebih bego, gue apa elo? Gue sekarang adalah Manager restoran terkenal. Dan Lo, siapa? Baru kerja lima hari jadi pelayan distro sepupu gue aja udah songong, Lo!"

Ali memiting tangan Anton sampai berteriak kesakitan dengan tangan terpelintir ke belakang.

"Minta maaf atas nama bapakku!!! Ayo, minta maaf!!!"

"Buat apa gue minta maaf?" teriaknya masih dengan kesombongan yang hakiki.

"Bapak gue udah meninggal! Bapak sama Ibu gue udah ga ada di dunia!"

"Itu bukan urusan gue!!! Aw aw awww sakit, gobl*k!!!"

Ya Tuhan! Ternyata di dunia ini masih ada orang-orang yang seperti si Anton ini! Sok kaya, tengil, merasa paling hebat di dunia. Dan satu lagi, gobl*knya ga ketulungan.

Mata Ali yang merah perlahan merebakkan airnya.

Bug bug bug.

Tiga pukulan keras menghujam dada Anton Darmawan hingga limbung dan muntahkan seluruh isi perutnya.

Langkah Ali serasa terbang melayang. Tidak menapak ke bumi karena perasaan yang hancur lebur tak bertepi.

Tuhan! Kenapa hidupku harus seperti ini? Kenapa, Tuhan? Kenapa orang kaya itu begitu semena-mena? Kenapa diriku yang miskin ini selalu dipandang hina? Tuhaaan!!! Dimanakah keadilan-Mu Tuhan!?!

Hujan turun perlahan lalu kemudian menjadi deras sederas-derasnya seperti dituangkan sekaligus oleh Sang Maha Pencipta.

Tubuhnya seketika basah kuyup oleh hujan deras yang mengguyur.

Air mata dipipi seketika luntur bercampur air hujan yang diturunkan Tuhan.

Ali tetap berjalan melangkah meninggalkan toko distro tempatnya bekerja.

Tak dipedulikan panggilan Bang Piyan meneriakkan namanya. Tak dihiraukan suara hardikan Anton Darmawan yang memakinya sampai keluar semua penghuni kebun binatang dari dalam mulut kotor.

Hari ini, status karyawan yang baru Ali sandang lima hari harus diganti lagi menjadi status 'pengangguran'.

Selamat jalan dunia yang kejam! Selamat tinggal kemiskinan! Aku... Tidak kuat lagi, Tuhan! Maaf... Aku putuskan untuk hengkang dari dunia ini! Bapak, Ibu... Izinkan aku menyusulmu!

...BERSAMBUNG ...

Terpopuler

Comments

Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻

Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻

kenangan nih

2023-04-05

0

AnakMama AnakPapa

AnakMama AnakPapa

lagu koes ploes

2023-04-04

0

Mom La - La

Mom La - La

akh... ku mengsedih kk..

2023-04-04

0

lihat semua
Episodes
1 EPISODE KESATU
2 EPISODE KEDUA
3 EPISODE KETIGA
4 EPISODE KEEMPAT
5 EPISODE KELIMA
6 EPISODE KEENAM
7 EPISODE KETUJUH
8 EPISODE KEDELAPAN
9 EPISODE KESEMBILAN
10 EPISODE KESEPULUH
11 EPISODE KESEBELAS
12 EPISODE KEDUA BELAS
13 EPISODE KETIGA BELAS
14 EPISODE KEEMPAT BELAS
15 EPISODE KELIMA BELAS
16 EPISODE KEENAM BELAS
17 EPISODE KETUJUH BELAS
18 EPISODE KEDELAPAN BELAS
19 EPISODE KESEMBILAN BELAS
20 EPISODE KEDUA PULUH
21 EPISODE KEDUA PULUH SATU
22 EPISODE KEDUA PULUH DUA
23 EPISODE KEDUA PULUH TIGA
24 EPISODE KEDUA PULUH EMPAT
25 EPISODE KEDUA PULUH LIMA
26 EPISODE KEDUA PULUH ENAM
27 EPISODE KEDUA PULUH TUJUH
28 EPISODE KEDUA PULUH DELAPAN
29 EPISODE KEDUA PULUH SEMBILAN
30 EPISODE KETIGA PULUH
31 EPISODE KETIGA PULUH SATU
32 EPISODE KETIGA PULUH DUA
33 EPISODE KETIGA PULUH TIGA
34 EPISODE KETIGA PULUH EMPAT
35 EPISODE KETIGA PULUH LIMA
36 EPISODE KETIGA PULUH ENAM
37 EPISODE KETIGA PULUH TUJUH
38 EPISODE KETIGA PULUH DELAPAN
39 EPISODE KETIGA PULUH SEMBILAN
40 EPISODE KEEMPAT PULUH
41 EPISODE KEEMPAT PULUH SATU
42 EPISODE KEEMPAT PULUH DUA
43 EPISODE KEEMPAT PULUH TIGA
44 EPISODE KEEMPAT PULUH EMPAT
45 EPISODE KEEMPAT PULUH LIMA
46 EPISODE KEEMPAT PULUH ENAM
47 EPISODE KEEMPAT PULUH TUJUH
48 EPISODE KEEMPAT PULUH DELAPAN
49 EPISODE KEEMPAT PULUH SEMBILAN
50 EPISODE KELIMA PULUH
51 EPISODE KELIMA PULUH SATU
52 EPISODE KELIMA PULUH DUA
53 EPISODE KELIMA PULUH TIGA
54 EPISODE KELIMA PULUH EMPAT
55 EPISODE KELIMA PULUH LIMA
56 EPISODE KELIMA PULUH ENAM
57 EPISODE KELIMA PULUH TUJUH
58 EPISODE KELIMA PULUH DELAPAN
59 EPISODE KELIMA PULUH SEMBILAN
60 EPISODE KEENAM PULUH
61 EPISODE KEENAM PULUH SATU
62 EPISODE KEENAM PULUH DUA
63 EPISODE KEENAM PULUH TIGA
64 EPISODE KEENAM PULUH EMPAT
65 EPISODE KEENAM PULUH LIMA
66 EPISODE KEENAM PULUH ENAM
67 EPISODE KEENAM PULUH TUJUH
68 EPISODE KEENAM PULUH DELAPAN
69 EPISODE KEENAM PULUH SEMBILAN
70 EPISODE KETUJUH PULUH
71 EPISODE KETUJUH PULUH SATU
72 EPISODE KETUJUH PULUH DUA
73 EPISODE KETUJUH PULUH TIGA
74 EPISODE KETUJUH PULUH EMPAT
75 EPISODE KETUJUH PULUH LIMA
76 EPISODE KETUJUH PULUH ENAM
77 EPISODE KETUJUH PULUH TUJUH
78 EPISODE KETUJUH PULUH DELAPAN
79 EPISODE KETUJUH PULUH SEMBILAN
80 EPISODE KEDELAPAN PULUH
81 EPISODE KEDELAPAN PULUH SATU
82 EPISODE KEDELAPAN PULUH DUA
83 EPISODE KEDELAPAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 83 Episodes

1
EPISODE KESATU
2
EPISODE KEDUA
3
EPISODE KETIGA
4
EPISODE KEEMPAT
5
EPISODE KELIMA
6
EPISODE KEENAM
7
EPISODE KETUJUH
8
EPISODE KEDELAPAN
9
EPISODE KESEMBILAN
10
EPISODE KESEPULUH
11
EPISODE KESEBELAS
12
EPISODE KEDUA BELAS
13
EPISODE KETIGA BELAS
14
EPISODE KEEMPAT BELAS
15
EPISODE KELIMA BELAS
16
EPISODE KEENAM BELAS
17
EPISODE KETUJUH BELAS
18
EPISODE KEDELAPAN BELAS
19
EPISODE KESEMBILAN BELAS
20
EPISODE KEDUA PULUH
21
EPISODE KEDUA PULUH SATU
22
EPISODE KEDUA PULUH DUA
23
EPISODE KEDUA PULUH TIGA
24
EPISODE KEDUA PULUH EMPAT
25
EPISODE KEDUA PULUH LIMA
26
EPISODE KEDUA PULUH ENAM
27
EPISODE KEDUA PULUH TUJUH
28
EPISODE KEDUA PULUH DELAPAN
29
EPISODE KEDUA PULUH SEMBILAN
30
EPISODE KETIGA PULUH
31
EPISODE KETIGA PULUH SATU
32
EPISODE KETIGA PULUH DUA
33
EPISODE KETIGA PULUH TIGA
34
EPISODE KETIGA PULUH EMPAT
35
EPISODE KETIGA PULUH LIMA
36
EPISODE KETIGA PULUH ENAM
37
EPISODE KETIGA PULUH TUJUH
38
EPISODE KETIGA PULUH DELAPAN
39
EPISODE KETIGA PULUH SEMBILAN
40
EPISODE KEEMPAT PULUH
41
EPISODE KEEMPAT PULUH SATU
42
EPISODE KEEMPAT PULUH DUA
43
EPISODE KEEMPAT PULUH TIGA
44
EPISODE KEEMPAT PULUH EMPAT
45
EPISODE KEEMPAT PULUH LIMA
46
EPISODE KEEMPAT PULUH ENAM
47
EPISODE KEEMPAT PULUH TUJUH
48
EPISODE KEEMPAT PULUH DELAPAN
49
EPISODE KEEMPAT PULUH SEMBILAN
50
EPISODE KELIMA PULUH
51
EPISODE KELIMA PULUH SATU
52
EPISODE KELIMA PULUH DUA
53
EPISODE KELIMA PULUH TIGA
54
EPISODE KELIMA PULUH EMPAT
55
EPISODE KELIMA PULUH LIMA
56
EPISODE KELIMA PULUH ENAM
57
EPISODE KELIMA PULUH TUJUH
58
EPISODE KELIMA PULUH DELAPAN
59
EPISODE KELIMA PULUH SEMBILAN
60
EPISODE KEENAM PULUH
61
EPISODE KEENAM PULUH SATU
62
EPISODE KEENAM PULUH DUA
63
EPISODE KEENAM PULUH TIGA
64
EPISODE KEENAM PULUH EMPAT
65
EPISODE KEENAM PULUH LIMA
66
EPISODE KEENAM PULUH ENAM
67
EPISODE KEENAM PULUH TUJUH
68
EPISODE KEENAM PULUH DELAPAN
69
EPISODE KEENAM PULUH SEMBILAN
70
EPISODE KETUJUH PULUH
71
EPISODE KETUJUH PULUH SATU
72
EPISODE KETUJUH PULUH DUA
73
EPISODE KETUJUH PULUH TIGA
74
EPISODE KETUJUH PULUH EMPAT
75
EPISODE KETUJUH PULUH LIMA
76
EPISODE KETUJUH PULUH ENAM
77
EPISODE KETUJUH PULUH TUJUH
78
EPISODE KETUJUH PULUH DELAPAN
79
EPISODE KETUJUH PULUH SEMBILAN
80
EPISODE KEDELAPAN PULUH
81
EPISODE KEDELAPAN PULUH SATU
82
EPISODE KEDELAPAN PULUH DUA
83
EPISODE KEDELAPAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!